Aktivis Anak Desak Pemko Medan Perhatikan Anak Terlantar

Mtc/James Sabtu, 15 September 2018 14:26 WIB
Istimewa
Diskusi Penanganan Kasus Anak
MATATELINGA, Medan : Aktivis perlindungan anak dari berbagai organisasi di Medan mendesak Pemerintah Kota Medan mengintensifkan pola koordinasi antar instansi pemerintah dalam penanganan anak dan perempuan terlantar.

Desakan tersebut mereka sampaikan pada diskusi penanganan kasus Rio Rita Amalia Bakara (45 thn), pedagang asongan yang mengalami kecelakaan beberapa hari lalu, di kantor Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA), Rabu (12/9). Diskusi yang dihadiri aktivis anak dari PKPA, SOS Childrens Village Medan, PPA Sahabat Kota, Sakti Peksos Kemensos, P2TP2A Sumut dan Dinas P3APM Medan.


Rio Rita Amalia Bakara mengalami kecelakaan sekitar jam 22.00 di kawasan Simalingkar B (4/9/18). Becak motor yang ditumpanginya menabrak batu besar dan terbalik. Rio ikut terbalik dan kepalanya membentur batu besar. Selain luka di bagian kepala, kaki kanan dan tangannya cidera sehingga tidak dapat digerakkan. Warga sekitar segera membawa korban untuk penanganan medis ke RSU USU.

Keesokan harinya, (6/9) teman korban sesama pedagangan asongan melaporkan kecelakaan tersebut kepada pendamping PKPA melalui telepon. Beberapa staff PKPA lalu menjenguk korban ke RSU USU, korban saat itu hanya ditemani seorang anaknya.


Korban tidak memiliki kartu BPJS dan identitas diri sehingga di rumah sakit berstatus pasien umum (berbayar). Korban juga tidak memiliki saudara di Medan, saudara dari pihak laki-laki dan perempuan semua di Jakarta. Ketiga anaknya masih berstatus anak-anak sehingga tidak ada pihak yang menjamin penanganan medis lebih lanjut. Akhirnya PKPA menjadi penjamin kepada rumah sakit.

Saat menjenguk korban dan setelah mengetahui status ekonomi keluarga, termasuk tidak memiliki identitas sebagai penduduk Medan, PKPA mengkoordinasikan penanganan medis dan biayanya kepada staff Dinas Sosial Kota Medan, termasuk ketiga anaknya yang setelah ibunya mengalami kecelakaan menjadi terlantar, seorang bersusia 10 tahun merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK).


Staff Dinas Sosial Medan yang saat itu berada di luar Medan menyatakan biaya perobatan korban di RSU USU tidak dapat ditanggung dan korban agar dirujuk ke RS Pirngadi Medan. Pemindahan dari RSU USU ke RSU Pirngadi Medan, saat tersebut tidak dapat dilakukan karena RSU USU tidak mau merujuk dengan alasan mereka mampu menangani.

Terhadap permintaan PKPA agar RSU USU memberikan keringanan biaya perawatan, pihak rumah sakit melalui Humas menyatakan tidak memberikan, sehingga seluruh biaya perobatan selama tiga hari dibayar anak perempuannya yang datang dari Jakarta dan bantuan PKPA.

Penanganan Anak

Tiga anak korban (dua laki-laki dan satu perempuan) oleh PKPA dikoordinasikan mengenai pengasuhannya selama ibu mereka dirawat. Dua anak laki-lakinya memilih menjaga ibunya di rumah sakit dan satu orang yang berkebutuhan khusus diasuh sementara oleh SOS Childrens Village.


Selama menjaga ibunya, kedua anak laki-lakinya tidak dapat mengamen sehingga mereka tidak memiliki uang untuk kebutuhan sehari-hari. Beberapa aspek dapat ditanggulangi dari bantuan personal staff PKPA dan pihak lain.

Aktivis anak menilai kasus tersebut hanyalah satu dari sekian banyak masalah anak dan keluarga terlantar yang selama ini diabaikan Pemerintah Kota Medan. Mereka menilai pemerintah tidak respon dan tidak memiliki mekanisme pola tanggap darurat yang sistemik.


"Mereka tidak seluruhnya penduduk Medan, mereka dari berbagai daerah dan disinilah pentingnya pemerintah menyadari letak geografisnya sebagai tujuan kaum urban, maka penting tersedia pola penanganan kasus emergency khususnya anak dan perempuan karena kasus ini bukanlah yang pertama dan tidak satu-satunya," kata Misran Lubis, Koordinator Jaringan Perlindungan Anak (JPA) Sumut.

Menurut Misran, Medan Rumah Kita bukan semata-mata ditujukan kepada penduduk Medan, tapi hendaknya dapat dinikmati oleh siapapun, apalagi dalam kasus tersebut korban dan anaknya telah dua tahun tinggal di Medan.


Sementara T. Muhammad Razali, dari SOS Childrens Village Medan menyinggung lemahnya pola koordinasi antar dinas terkait dalam kasus tersebut. Menurutnya, antar dinas kelihatan saling lempar masalah sehingga masalah yang ada tidak tertangani semestinya.

"Kita mendengar ada dibentuk P2TP2A dan di setiap kecamatan ada Satgas namun, fungsi lembaga tersebut hanya dalam kertas saja, mereka bukan menyelesaikan masalah tapi lari dari masalah" ujarnya seraya menyoroti kinerja dinas terkait yang lebih banyak pada teori-teori, bukan pada aspek peningkatan kierja pada pelayanan prima kepada masyarakat.


Misran berharap agar Walikota Medan segera mengintensifkan pola koordinasi dan kerjasama penanganan masalah diantara dinas-dinas sehingga tersedia layanan tanggap darurat yang mudah diakses oleh siapa saja di Medan.

"Ini penting, karena kita selalu menerima berbagai kasus di lapangan, masyarakat taunya melapor ke LSM atau pendamping di lapangan, padahal tanggungjawab tersebut harusnya dipikul pemerintah. Makanya kami sangat berharap agar Walikota harus lebih aktif mengurusi aspek pelayanan kepada masyarakat, khususnya anak-anak terlantar di Medan," tandasnya.
Editor: James P. Pardede

T#g:Kasus anakPKPAPemko Medan
Komentar
Senin, 10 Des 2018 18:30Berita Sumut

BSM Malaysia Jajaki MoU dengan PMI Kota Medan

Pengurus Bulan Sabit Merah (BSM) menilai Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan memiliki pelayanan cukup baik. Hal itu disampaikan saat berkunjung ke Markas PMI Kota Medan, Senin (10/12).

Senin, 10 Des 2018 18:15Berita Sumut

Walikota Terima Audiensi DPD BKPRMI Binjai

Walikota Binjai, HM Idaham menerima audiensi DPD Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Binjai, di Rumah Dinas Walikota, Jalan Veteran,Kelurahan Tangsi, Kecamatan Binjai Kota, Senin (10/12).

Senin, 10 Des 2018 17:57Berita Sumut

Seribuan Buruh 'Serbu' Serbu Kantor Disnaker Sumut

Seribuan buruh yang tergabung dalam Aliansi Pekerja Buruh Daerah Sumatera Utara (APBDSU) melakukan aksi di depan Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Sumut Jalan Asrama Medan Helvetia, Senin (10/12).

Senin, 10 Des 2018 17:29Berita Sumut

Sepanjang 2018, Kejatisu Selamatkan Uang Kerugian Negara Rp 39 Milyar

Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara (Kejatisu) berhasil menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 39 Milyar lebih sepanjang tahun 2018 ini. Uang negara itu berasal dari penyidikan, penuntutan, uang pengganti dan denda.

Senin, 10 Des 2018 16:55Berita Sumut

Kejatisu : Kasus JR Saragih Sudah Kadaluarsa

Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Sumut Edward Kaban menyatakan kasus penggunaan dokumen palsu dalam Pilkada dengan tersangka JR Saragih sudah kadaluarsa.

Senin, 10 Des 2018 16:37Berita Sumut

Ini Persiapan PT KAI Sumut Jelang Libur Natal dan Tahun Baru 2019

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre 1 Sumut mempersiapkan 30 unit lokomotif dan 76 unit kereta api untuk melayani masyarakat di Sumut pada musim libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Senin, 10 Des 2018 16:24Berita Sumut

Kapolsek Percut Seituan Rutin Cek RTP

Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Faidil Zikri melakukan pengecekan pelaksanaan piket RTP, di dampingi Kanit Sabhara dan piket Provost, Polsek Percut Seituan, Senin (10/12/2018).

Senin, 10 Des 2018 16:05Berita Sumut

Mahasiswa Minta Kurikulum Anti Korupsi Diterapkan di Sekolah

Massa yang mengatasnamakan Solidaritas Mahasiswa Hukum Indonesia (SMHI) melakukan aksi unjuk rasa di depan Tugu Titik Nol Kota Medan, di Jalan Kantor Pos, Senin (10/12/2018).

Senin, 10 Des 2018 15:47Berita Sumut

30 Kg Sabu dan 159 Inex Direbus Ditres Narkoba Polda Sumut

Sebanyak 30 kilogram sabu dan 159 Inex dimusnahkan di halaman Direktorat Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Ditnarkoba Polda Sumut), Senin (10/12). Narkoba yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan selama tiga bulan.

Senin, 10 Des 2018 15:30Berita Sumut

UNPRI Siapkan Diri Hadapi Revolusi Industri 4.0

Dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0, Universitas Prima Indonesia (UNPRI) telah mempersiapkan diri untuk menghadapinya dengan berbagai hal, salah satunya menjalin kerjasama dengan Universitas Utara Malaysia (UUM) dan menggelar "The 7th Internat

Senin, 10 Des 2018 15:15Berita Sumut

Tiga Anggota Sindikat Narkoba Jaringan Internasional di Tangkap

Satres Narkoba Polrestabes Medan menjaring tiga anggota sindikat jaringan narkoba internasional, Minggu (9/12/2018). Salah seorang yang diciduk diduga oknum TNI.

Senin, 10 Des 2018 15:00Lifestyle

Cegah Anak Kecanduan Main Gadget, ini 6 Tipsnya

Saat memperkenalkan gadget, orang tua harus siap untuk memberikan batasan yang jelas terkait dengan penggunaan gadget pada anak. Pasalnya jika terus-menerus dibiarkan, anak akan mulai kecanduan bermain gadget.

Senin, 10 Des 2018 15:00Berita Sumut

Walikota Binjai : Tidak Ada Toleransi Dengan ASN Pengguna Narkoba

Pemerintah kota (pemko) Binjai bersikap sangat tegas kepada aparatur sipil negara (ASN) yang terlibat penyalahgunaan narkoba. Wali Kota Binjai HM Idaham menegaskan tidak ada toleransi terhadap ASN pengguna, apalagi pengedar narkoba.

Senin, 10 Des 2018 14:25Berita Sumut

Bakal Ada Penghapusan Data, Masyarakat Diimbau Manfaatkan Pemutihan BBN-KB dan Denda PKB

Seluruh masyarakat Sumatera Utara (Sumut) diimbau untuk memanfaatkan program pemutihan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) dan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang berlaku mulai 28 November hingga 28 Desember 2018. Pasalnya, mulai Januari 201

Senin, 10 Des 2018 14:00Berita Sumut

DPRD Medan Setujui Ranperda Penyelenggaraan Ketenagakerjaan

DPRD Medan bersama Pemko Medan setujui Ranperda Penyelenggaraan Ketenagakerjaan. Persetujuan menjadi Perda setelah Fraksi di DPRD Medan menyampaikan pendapat menerima dan menyetujui laporan panitia khusus (pansus).

Senin, 10 Des 2018 13:30Berita Sumut

Pemko Medan Raih Penghargaan Top 25 Pengelola Pengaduan Pelayanan Publik 2018 Terbaik

Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSI MH kembali mendapatkan penghargaan yang cukup membanggakan di Batam, Kepulauan Riau, Senin (10/12).