BPODT Benahi Pariwisata Monkey Forest di Parapat

faeza Minggu, 10 Februari 2019 11:44 WIB
Mtc/fae
Monkey Forest merupakan hutan lindung di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun yang dihuni oleh habitat monyet-monyet berjenis kera, beruk, dan siamang. Pada tahun 1980-an, kawasan ini sempat menjadi salah satu destinasi wisata yang digem
MATATELINGA, Sibaganding:  Monkey Forest merupakan hutan lindung di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun yang dihuni oleh habitat monyet-monyet berjenis kera, beruk, dan siamang. Pada tahun 1980-an, kawasan ini sempat menjadi salah satu destinasi wisata yang digemari warga Sumut. Namun sayangnya, saat ini Monkey Forest di Geosite Sibaganding, Parapat, Kabupaten Simalungun terkesan vakum karena tidak dikelola dengan baik.


Padahal banyak hal yang menarik berkunjung di tempat wisata ini. Seperti cara pawang memanggil para hewan primata dari dalam hutan, pawang meniupkan terompet khusus yang telah dimodifikasi terbuat dari tanduk kerbau. 

Akibat pengelolaan yang tidak baik itu, banyak kera dan beruk turun ke jalan meminta makanan dari para pengguna kendaraan bermotor yang melintas dari dan menuju Parapat. 

Kondisi ini membuat Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) turun tangan. Mereka menilai kawasan Monkey Forest ini masih dapat menjadi tujuan wisata yang tinggi dan menarik.


"Kalau dikemas secara baik dan saya lihat sudah ada potensinya jadi kita tidak cari lagi monyetnya karena sudah ada di situ. Kemarin kami sudah bicara dengan mereka dan ada masalah pengelolaan. Padahal nilai potensinya sangat tinggi jadi bagaimana Monkey Forest ini mendatangkan perekonomian yang baik. Artinya buat pengelola atau masyarakat sekitar memberikan manfaat tapi juga buat wisatawan ada atraksi," ucap Dirut BPODT Arie Prasetyo, Minggu (10/2/2019). 

Lanjut Arie, Monkey Forest Sibaganding masuk dalam rencana destinasi wisata di kawasan Danau Toba yang akan dibenahi. BPODT mengklaim sudah punya beberapa master plan untuk menjadikan Monkey Forest Sibaganding sebagai destinasi yang layak dikunjungi jika berwisata ke Parapat. 


"Monkey Forest kalau dikemas secara  baik bisa jadi atraksi yang bisa kita re-branding. Kami targetkan setiap tahun punya dua atraksi baru atau re-branding dari yang lama. Monkey Forest masuk rencana tahun ini. Kami sudah ada master plan dan itu sudah dianggarkan fisiknya di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan," tuturnya.

Rencana BPODT disambut baik Abdul Rahman Manik. Abdul Rahman saat ini merupakan pengelola kawasan Monkey Forest. Sebelumnya sejak dibuka, kawasan ini dikelola oleh sang ayah. 

Abdurahman mengatakan niat BPODT yang membenahi kawasan itu dinilai tepat. Karena saat ini banyak kera yang keluar dari habitatnya di kawasan itu dan mengemis di jalanan.


"Di sini monyetnya banyak, tapi makanannya tidak tercukupi. Monyet yang kalah bertarung antar sesama maka turun ke jalan karena tidak kebagian makanan alias mengemis. Karena kurangnya pengunjung dan biasa mereka diberi makan di jalan. Makanya mereka betah di jalan," katanya di Monkey Forest.

Kurangnya makanan untuk para hewan primata itu bukan saja yang mengancam keberlangsungan hidup satwa-satwa itu. Tapi kendaraan bermotor juga terus menghantui keselamatan para kera dan beruk yang turun ke jalan untuk mengemis makanan. 

"Bahayanya menggangu lalu lintas, mengancam nyawa kera karena bia terlindas kendaraan bermotor. Sering ditangkap orang untuk dijadikan tambul," terang Abdul. (mtc/fae)

Editor: Faeza

T#g:BpodtMatatelingaTerkiniDanau tobakawasa wisata hutan keramonkey forest
Komentar
Minggu, 21 Jul 2019 23:50Bola

Cuma Menang Tips atas PSM Makassar, Pelatih Persija Tetap Puas

Pelatih Persija Jakarta, Julio Banuelos, senang dengan kemenangan tim asuhannya atas PSM Makassar dalam leg I final Piala Indonesia 2018

Minggu, 21 Jul 2019 23:45Bola

Tottenham Taklukkan Juventus 3-2

Tottenham Hotspur sukses memenangi laga kontra Juventus pada pertandingan International Champions Cup (ICC) 2019

Minggu, 21 Jul 2019 23:40Nasional

Tragis, Bocah 3 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Ikan

Seorang bocah berusia tiga tahun, Muh. Rizal Ashari, putra pasangan A. Tamzis dan Sukesi, warga Dukuh Sapen RT 017/RW 004, Desa Tanggan

Minggu, 21 Jul 2019 23:35Bola

Fabregas Ragu Bisa Kembali Merumput

Cecs Fabregas buka suara soal peluangnya kembali merumput di Liga Spanyol

Minggu, 21 Jul 2019 23:30Nasional

Gunung yang Dicintai Rasulullah SAW ini Sejarah dan Keutamaan Jabal Uhud

Jabal Uhud bukan gunung biasa. Jabal Uhud sarat akan nilai dan makna spiritual dan sejarah.

Minggu, 21 Jul 2019 23:25Bola

Soal Masa Depan Gareth Bale, Zidane Tak Ambil Pusing

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, buka suara soal masa depan salah satu pemainnya, yakni Gareth Bale

Minggu, 21 Jul 2019 23:15Bola

Sekor Imbang Akhiri Laga Persibaya vs Tira Persikabo

Persebaya Surabaya menjamu pimpinan klasemen sementara Liga 1 2019, PS TIRA Persikabo, di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (21/7/2019), malam WIB

Minggu, 21 Jul 2019 23:00Internasional

Ziarah Kubur di Tanah Suci, Kerajaan Arab Saudi Himbau Jama'ah

Kerajaan Arab Saudi sangat menjaga ziarah kubur yang dilakukan jama'ah haji dari seluruh dunia

Minggu, 21 Jul 2019 22:45Nasional

Prajurit TNI Sontak Viral Usai Suapi Kakek Tua Renta

Seorang prajurit TNI terekam kamera sedang jongkok dan menyuapi seorang kakek renta di depan teras sebuah warung sate kambing. Aksi Spontan prajurit TNI mendapat apresiasi dari warganet.

Minggu, 21 Jul 2019 21:04Berita Sumut

Polsek Patumbak Gelar Razia, Warga Ucapkan "Mantap Pak Polisi"

Guna menekan tindak kejahatan diwilayah Hukum Polsek Patumbak, , Minggu dinihari (21/7/2019), menggelar razia di kawasan Jalan. Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Amplas. Sasaran razia kali ini, tak lain adalah para pelaku kejahatan yang melintas di wilaya

Minggu, 21 Jul 2019 20:46Berita Sumut

Danyonif 8 Marinir Tutup Latihan Satuan Lanjutan I Tw II Tahun 2019

Komandan Batalyon Infanteri 8 Marinir Letkol Mar Danang Ary Setyawan, S.A.P.,M.Tr (Hanla) memimpin upacara penutupan Latihan Satuan Lanjutan (LSL) I Triwulan II (TW II) Yonif 8 Marinir TA. 2019, di Lapangan apel Mako Yonif 8 Marinir, Tangkahan Lagan, P.

Minggu, 21 Jul 2019 19:23Lifestyle

Hati Hati Terhadap Tikus, Dapat Menyebarkan 4 Penyakit

Tikus memiliki kemampuan untuk memanjat dan kecepatan dalam berlari. Sebagian orang berpikir tikus merupakan binatang yang lucu dan menggemaskan. Biasanya tikus sengaja dibudidayakan sebagai pakan untuk hewan karnivora seperti ular.

Minggu, 21 Jul 2019 18:58Bola

Virgil van Dijk, Salah Satu Kandidat Terkuat Peraih Trofi Ballon dOr 2019

Pemain berpaspor Belanda ini pun menyambut positif, Bek Liverpool, Virgil van Dijk, disebut-sebut jadi salah satu kandidat terkuat peraih trofi Ballon dOr 2019. Ia merasa hal tersebut sangat mungkin terealiasasi mengingat telah tampil apik di sepanjang m

Minggu, 21 Jul 2019 17:47Nasional

Tim Yonif 133 Juara I Lomba Dayung Kampar Internaisoal

Tim Dayung Batalyon Infanteri 133/Yudha Sakti berhasil tampil sebagai yang terbaik dan meraih Juara pertama pada kelas 22 pedayung dan Juara ketiga pada kelas 12 Pendayung dalam ajang "Kampar Internasional Dragon Boat Pestival 2019" yang berlang

Minggu, 21 Jul 2019 16:18Aceh

BPBD Aceh Kerahkan Alat Berat Membersihkan Tumpukan Pasir

Terkait dengan banjir dan longsor, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat mengerahkan dua unit alat berat jenis Exavator untuk melakukan pembersihan tumpukan pasir dampak gelombang pa

Minggu, 21 Jul 2019 15:37Aceh

Sejumlah Desa Kab. Semeulu di Landa Banjir dan Longsor

Sejumlah desa yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, terkena banjir dan tanah longsor, mengakibatkan ratusan rumah terancam rusak.