Bersihkan Sumut dari Korupsi, Pemprov Sumut Dukung Penuh KAD

Faeza Rabu, 15 Mei 2019 17:00 WIB
mtc/ist
Ketua Koordinasi dan Supervisi Pencegahan dan Penindakan Korupsi Terintegerasi Sumatera Utara Muhammad Fitriyus memimpin rapat Komite Advokasi Daerah di ruang rapat Kaharuddin Nasution Lantai 8 Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Rabu (
MATATELINGA, Medan: Ketua Koordinasi dan Supervisi Pencegahan dan Penindakan Korupsi Terintegerasi Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Fitriyus menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut mendukung Komite Advokasi Daerah (KAD) Provinsi Sumut. KAD diyakini bisa membantu membersihkan Sumut dari korupsi.


"Pemprov Sumut akan memberikan dukungan penuh kepada KAD agar ini cepat bekerja. Sebenarnya ini sudah terbentuk tahun lalu, tetapi belum ada legalitasnya. Sekarang, kita akan berupaya kuat agar KAD bisa dilegalkan dengan SK Gubernur dan mereka bisa bekerja dengan lebih baik membersihkan korupsi dari Sumut," kata Fitriyus yang juga Asisten Administrasi Umum dan Aset saat rapat Komite Advokasi Daerah di Ruang Kaharuddin Nasution Lantai 8 Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Rabu (15/5/2019).

KAD merupakan forum komunikasi antara pelaku usaha dan pemerintah daerah. Salah satu tujuannya untuk menyelesaikan bersama kendala yang dihadapi dalam penciptaan lingkungan bisnis yang berintegritas dan mencari solusi untuk kendala-kendala dalam menjaga iklim investasi di daerah.


Fitriyus berharap Sumut yang beberapa kali pejabatnya tersandung kasus dengan KPK harus komitmen untuk berubah dan bekerja dengan sungguh-sungguh. "Kita harus berkomitmen mau berubah karena Pak Gubernur Edy Rahmayadi dan Pak Wakil Gubernur Musa Rajekshah sekarang bekerja dengan sangat sungguh-sungguh membersihkan Sumut dari korupsi, mereka ingin Sumut ini bersih dari hal-hal itu. Jadi, mari kita pertahankan di diri kita masing-masing semangat tersebut," tambahnya.

Ketua Tim Unit Pencegahan Korupsi untuk sektor swasta Roro Wide Sulistiowati mengatakan, KAD merupakan forum yang berbentuk swadaya sehingga tidak memiliki gaji. Forum independen berisi orang-orang yang berkomitmen penuh menghapuskan praktik-praktik kotor dalam bisnis.

Menurut Kepala Korwil I Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Pulung Rinandoro, forum seperti ini bila dijalankan dengan komitmen dari anggotanya bisa mencegah terjadinya tindak korupsi di Sumut. Karena itu, Pulung meminta, KAD segera mendapat SK demi kebaikan Provinsi Sumut.


Namun, Pulung juga mengingatkan, jangan sampai forum ini malah menjadi wadah persengkokolan pengusaha dan pemangku kepentingan. "Saya sangat senang dengan ini, KAD harus memiliki komitmen kuat, orang-orangnya harus yang mau bukan yang mampu. Orang yang mau berarti dia menerima bekerja dengan KAD tanpa gaji karena pembiayaan KAD dengan swadaya. Kenapa swadaya? Agar forum ini tidak bisa dikuasai dan diintervensi, tetapi dengan syarat tentunya dia orang yang memang mau, bukan yang mampu," tegas Pulung.

Ketua Kadin Sumut Ivan Iskandar Batubara memastikan para pengusaha siap untuk mendukung KAD. Menurutnya dengan berjalan baiknya KAD maka akan membantu lahirnya entrepreneur sejati yang akan membangun daerahnya dan memberikan pemasukan besar kepada Sumut.

"KAD yang berjalan dengan baik akan membantu Sumatera Utara melahirkan entrepreneur sejati, entrepreneur yang akan membantu daerahnya berkembang. Walau begitu sudah saatnyalah kita berbenah, kita harus menjadi entrepreneur bagi yang selama ini menjadi pemburu rente. Kita memang ber-mindset profit, tetapi kita juga punya keinginan besar untuk membangun daerah sendiri," tegas Ivan.

Ketua Korsupgah KPK untuk Sumut Azril Zah mengatakan pencegahan merupakan salah satu tindakan yang sangat penting dalam pemberantasan korupsi, karena tujuannya untuk menghentikan rantai dan mempersempit kesempatan untuk korupsi.


"Selama ini kita lebih sering melihat bagian penindakan KPK, padahal pencegahan itu sangat penting. Bila kita tidak melakukan pencegahan maka bupati satu, dua, tiga, empat dan seterusnya yang ditangkap. Dengan pencegahanlah kita bisa menghentikan ini. KAD salah satu dari cara KPK untuk mencegah terjadinya korupsi," tegasnya.

Selain dengan KAD, KPK juga memanfaatkan teknologi untuk mencegah terjadinya tindakan korupsi khusus pajak, terutama untuk hotel dan restauran. "Selain KAD, kita juga memiliki alat untuk mencegah terjadinya korupsi yaitu tapping box. Tapping box ini diinstalasi di hotel dan restauran untuk melihat transaksi di hotel dan restauran tersebut. Jadi, hotel dan restaurannya tidak bisa bohong berapa pendapatan mereka. Saat ini KPK sudah bekerja sama dengan Medan, Deliserdang dan Pematang Siantar. Tiap daerah kita pasangi sekitar 200-300 tapping box," tambahnya. (mtc)
Editor: Faeza

T#g:KPKkorupsiMatatelingamatatelinga.commatatelinga comPemprovsuTerkini
Komentar
Sabtu, 24 Agu 2019 10:55Berita Sumut

Masyarakat Desa Pararungan Sepakat Memberhentikan Pembukaan Jalan

Rapat keputusan tentang persoalan pembukaan jalan di Desa Pararungan Kecamatan Habinsaran Kabupaten Toba Samosir, Kamis malam (22/8/19) akhirnya memutuskan menghentikan pengoperasian dua buah alat berat.

Sabtu, 24 Agu 2019 08:15Ekonomi

Aksi China Balas pada Produk AS, Wall Street Merosot Tajam

Pada akhir perdagangan Jum'at (Sabtu pagi WIB). Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street berakhir melemah tajam

Sabtu, 24 Agu 2019 08:00Nasional

Tragis, Siswa SMK Meregang Nyawa Usai Tertabrak "Ular Besar"

Meregang nyawa usai tertabrak rangkaian KRL Commuter Line di Kedung Halang Wasel, Kecamaran Tanah Sareal

Sabtu, 24 Agu 2019 07:45Bola

Hadapi Arsenal, Klopp: Kami Sudah Tak Sabar

Sebagaimana diketahui, Liverpool akan menjamu The Gunners di pekan kedua Liga Inggris 2019-2020, Sabtu (24/8/2019) malam WIB

Sabtu, 24 Agu 2019 07:30Nasional

Dibakar Api Cemburu, Suami Tusuk Pria Diduga Selingkuhan Istrinya hingga Tewas

Ditangkap polisi setelah melakukan penusukan hingga membuat Bunto Tano (44), warga Grogol, Sukoharjo

Sabtu, 24 Agu 2019 07:15Internasional

Jonatan Christie Gagal ke Semifinal

Gagal memenuhi target di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019. Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie

Sabtu, 24 Agu 2019 07:00Lifestyle

Sungguh Allah Sangat Membencinya, ini Kisah Rasis di Zaman Nabi

Sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW, Sikap rasis dengan membeda-bedakan warna kulit

Sabtu, 24 Agu 2019 06:45Nasional

Berusia Setengah Abad, Pria ini NIkahi Pujaan Hatinya

Seorang perjaka berusia 26 tahun menikahi seorang janda beranak dua berusia 50 tahun

Sabtu, 24 Agu 2019 06:30Lifestyle

Setan Bocorkan Kedasyatan Ayat Kursi

Alkisah sudah banyak cerita perjumpaan manusia dan setan, baik dalam wujud asli maupun menyerupai makhluk lain

Sabtu, 24 Agu 2019 06:15Nasional

Gempa 3,2 Magnitudo Guncang Jabar

Kabupaten Bogor, Jawa Barat, di Guncang Gempa berkekuatan magnitudo 3,2 pada Kamis, (23/8/2019).

Sabtu, 24 Agu 2019 06:00Lifestyle

Bersamaan, Jessica Iskandar Gelar Pernikahan di Dua Tempat

Aktris yang akrab disapa Jedar itu menolak tawaran untuk menggelar pernikahannya

Jumat, 23 Agu 2019 20:55Lifestyle

Sutradara Film "Uncharted" Tinggalkan Proses Produksi

Sampai hari ini, Sony masih terus berupaya konsisten dengan rencananya akan membawa film "Uncharted" ke layar lebar. Tetapi, usahanya kembali mendapat hambatan karena sang sutradara meninggalkan proses produksi. Dan Trachtenberg yang sebelumnya

Jumat, 23 Agu 2019 20:46Berita Sumut

Untuk Mengurai Kemacetan, Dirlantas Polda Sumut Gandeng Polrestabes Medan

Untuk pertama kali yang akan kita lakukan adalah untuk menjalankan perintah dari Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto yang mengharapkan Dirlantas Polda Sumut bisa mengurai kemacetan di Kota Medan.

Jumat, 23 Agu 2019 20:42Berita Sumut

Karang Taruna dan Koramil Bersinergi Bangun Rumah Di Belawan

Organisani Kemasyarakatan Karang Taruna dan Koramil 09/ Medan Belawan bekerja sama membangun rumah anak yatim piatu di Kolam Susu Kelurahan Belawan Bahari Kecamatan Medan Belawan, Jumat (23/8/2019).

Jumat, 23 Agu 2019 20:27Bola

Dalam Waktu Dekat, Real Madrid Gagal Rekrut Neymar

Dalam waktu dekat, Real Madrid dipastikan gagal merekrut Neymar dari Paris Saint-Germain. Dimana, dua pekan menjelang ditutupnya jendela transfer musim panas, masa depan Neymar masih penuh tanda tanya. Itu sebabnya Thomas Tuchel belum memasukkannya dalam

Jumat, 23 Agu 2019 20:17Internasional

Ini Mobil Yang Diproduksi Menggunakan Sampah Daur Ulang

Ada berbagai cara yang dilakukan oleh manusia dalam mengolah limbah sampah. Hal ini dilakukan agar mengurangi populasi sampah yang semakin banyak dan menyebabkan pencemaran. Salah satu cara yang unik dalam mengelola limbah sampah daur ulang adalah dengan