• Home
  • Berita Sumut
  • Dadang Tepis Peluncuran Buku 'Kita Telah Mati' Sebagai Ajang Pencalonan DPD

Dadang Tepis Peluncuran Buku 'Kita Telah Mati' Sebagai Ajang Pencalonan DPD

faeza Selasa, 21 Agustus 2018 12:03 WIB
mtc/fae
Buku Kita Telah Mati karya salah satu bakal calon anggota DPD RI resmi diluncurkan. Melalui buku Kita Telah Mati, Dadang menyuarakan berbagai pendapatnya tentang kehidupan bernegara di Indonesia.
MATATELINGA, Medan: Buku Kita Telah Mati karya salah satu bakal calon anggota DPD RI resmi diluncurkan. Melalui buku  Kita Telah Mati, Dadang menyuarakan berbagai pendapatnya tentang kehidupan bernegara di Indonesia.


Peluncuran dilaksanakan di Aula Kampus Fisip USU pada Senin, 20 Agustus 2018. "Buku ini bagian dari upaya saya membangun kita dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Segala fenomena yang selama ini saya lihat, dituangkan dalam buku ini", ujar Dadang disela-sela peluncuran buku. 

Dadang menceritakan jika pemilihan judul Kita Telah Mati menggambarkan kematian nurani dan jiwa dalam mayoritas masyarakat Indonesia. Terlihat bagaimana negara memandang secara biasa, kondisi kemiskinan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat. Usaha yang dilakukan pemerintah pun hanya menjadi sebatas seruan dan rutinitas. 


Kondisi demikian dianalogikan Dadang seperti penerapan kawasan bebas asap rokok. Usaha yang dilakukan hanya seperti membuat papan pengumuman. Seandainya ada yang mengindahkan larangan tersebut, maka hanya karena sebuah paksaan, bukan berasal dari kesadaran nuraninya. 

Padahal kesadaran nurani menurutnya menjadi kunci dari kehidupan berbangsa.  "Kalau kesadaran nurani yang dikedapankan, tanpa dipaksa pun orang akan mampu bersikap sesuai dengan koridornya", papar Dadang yang menurut LHKPN menjadi calon senator dengan harta paling sedikit. 


Dibagian lain bukunya, Dadang juga mengkritisi bagaimana pemaknaan manusia dalam beragama. Sebagai orang yang beragama dan mempercayai Tuhan, seharusnya Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang paling baik. Karena hakikat agama apapun mengajarkan tentang kebaikan. 

Namun kenyataannya, Indonesia saat ini sedang dalam posisi kritis dalam indikator kemoralan. Seperti Indonesia yang sedang berada dalam kondisi darurat pornografi dan darurat narkoba.  "Kenapa kondisi demikian terjadi pada bangsa yang mayoritas masyarakatnya beragama. Ini membuktikan bahwa yang kita kedepankan harusnya kesadaran nurani, bukan bersifat paksaan", lanjut Dadang. 

Ketika disinggung mengenai hubungan peluncuran buku dirinya dan kontestasinya dalam DPD RI, Dadang menolak untuk mengaitkan keduanya. 
"Buku ini telah saya siapkan setahun yang lalu. Naskahnya pun sudah saya berikan dari awal tahun ini saat belum merencanakan maju ke DPD. Jadi tidak ada hubungannya", tegas mantan akademisi Fisip USU tersebut. 

Bukti lain tidak ada hubungan antara buku dan kontestasinya di DPD RI, terlihat dari waktu peluncuran bukunya. Dirinya mengatakan banyak teman-teman yang menyarankan untuk melakukan peluncuran buku saat Dadang telah resmi ditetapkan sebagai calon, namun dirinya tegas menolak dan tetap berkomitmen meluncurkan buku sesuai jadwal awal. 

Karenanya melalui buku Kita Telah Mati, Dadang berharap bisa memberikan kontribusi bagi negara. "Mudah-mudahan ini menjadi masukan dalam perbaikan kita bernegara. Terimakasih juga kepada teman-teman yang telah mendukung buku ini", harap Dadang. 

Buku Kita Telah Mati menjadi satu dari empat buku yang rencananya akan dikeluarkan dalam setahun kedepan. Naskah salah satu bukunya juga telah selesai dikerjakan dan dalam proses penyelesaian. 

(mtc/fae) 
Editor: faeza

T#g:MatatelingaTerkiniPeluncuran Buku
Komentar
Minggu, 23 Sep 2018 13:46Berita Sumut

Masyarakat Medan Antusias Saksikan Pawai Obor Asian Para Games 2018

Ribuan masyarakat kota Medan antusias menyaksikan parade pawai obor Asian Para Games 2018, Minggu (23/9).

Minggu, 23 Sep 2018 13:43Berita Sumut

1.850 Pesepeda Ramaikan Tour de Sinabung 5

Sebanyak 1.850 pesepeda meramaikan Tour de Sinabung 5, yang dilaksanakan Minggu 23 September 2018. Para peserta berasal dari berbagai komunitas sepeda di Indonesia dan juga Malaysia.

Minggu, 23 Sep 2018 09:59Berita Sumut

Akibat Krosleting Listrik, Grosir di Medan Deli Terbakar

Sebuah toko grosir milik Ndalani Ginting (58) di Jalan Pulau Sumatera Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli terbakar,

Minggu, 23 Sep 2018 09:43Lifestyle

Ketika 'Sakinah Mawaddah Wa Rahmah' Bukan Sekedar Ucapan, Melainkan Doa Pengharapan

MENIKAH merupakan salah satu ibadah dalam keyakinan agama Islam. Menikah sendiri pada dasarnya adalah sebuah langkah baru yang menyenangkan dalam kehidupan seseorang.

Minggu, 23 Sep 2018 09:31Lifestyle

Lalla Salma, Perempuan Penghapus Kultur Poligami di Maroko

BUKAN rahasia umum lagi jika seorang raja memiliki banyak permaisuri. Sebuah kebanggaan tersendiri bagi sang raja jika bisa meminang banyak perempuan dan mengumpulkannya dalam satu kerajaan yang sama. Bukan begitu?

Minggu, 23 Sep 2018 09:25Internasional

Kapal Ferry Tanzania Alami Kecelakaan, Diperkirakan Ratusan Orang Tewas Teggelam

SEORANG penyintas ditemukan di dalam kapal ferry Tanzania yang terbalik, dua hari setelah bencana di Danau Victoria itu. Sementara peti-peti mati yang akan digunakan untuk memakamkan 167 korban telah tiba.

Minggu, 23 Sep 2018 09:20Internasional

Bakar Majikan dan Ketiga Anaknya, Seorang Pengasuh Akhirnya Dieksekusi

Seorang pengasuh China dieksekusi setelah dengan sengaja menyalakan api yang menewaskan seorang ibu dan tiga anaknya di kota Hangzhou.

Minggu, 23 Sep 2018 09:04Internasional

Bagaimana Jadinya Jika Gurita 'Menelan' Ekstasi?

GURITA yang diberi obat ekstasi menjadi lebih sosial dan mencoba untuk berpelukan, seperti ditemukan sebuah penelitian.

Minggu, 23 Sep 2018 09:00Nasional

3500 Berita Hoax Beredar di Medsos, Polri Imbau Masyarakat Lebih Cerdas dan Bijak

Markas Besar Polri mengingatkan masyarakat agar cerdas berselancar di media sosial. Polri mencatat tiap hari rata-rata ada 3.500 informasi hoaks beredar di medsos. Jumlah ini diprediksi terus meningkat menjelang Pilpres 2019.

Minggu, 23 Sep 2018 08:56Nasional

Resmi jadi Cawapres, KH Ma'ruf Amin Mundur dari Rais Aam PBNU

Calon Wakil Presiden (Cawapres) KH Ma'ruf Amin resmi mundur dari jabatan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Namun, ia menegaskan masih tetap sebagai kader yang siap memperjuangkan nilai-nilai serta perjuangan keagamaan NU.

Minggu, 23 Sep 2018 08:44Nasional

Gempa M=4,2 Guncang Lombok Utara

Gempa dengan kekuatan 4,2 skala Richter (SR) mengguncang wilayah Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Gempa itu terjadi pada Minggu (23/9/2018) dini hari.

Minggu, 23 Sep 2018 08:25Ekonomi

Bagaimana Nasib Tenaga Honorer di Tengah Seleksi CPNS? Begini Tanggapan BKN

Pemerintah menyadari tidak semua Tenaga Honorer Kategori II (KII) bisa mengikuti Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk Tahun Anggaran 2018 ini.

Minggu, 23 Sep 2018 07:32Berita Sumut

Gubernur Edy Rahmayadi Sambut Obor Asian Para Games 2018

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyambut obor Indonesia Asian Para Games 2018 yang akan diarak di Kota Medan, Minggu (23/9/2018). Dari api yang menyala, diharapkan semangat para atlet dari provinsi ini terpancar untuk memenangi setiap pert

Minggu, 23 Sep 2018 07:17Ekonomi

Krisis Ekonomi Argentina Picu Kekhawatiran, Tapi Alejandro Bulgheroni Adalah Pengecualian

Krisis keuangan di Argentina menimbulkan kekhawatiran di negera berkembang lainnya termasuk Indonesia. Krisis Argentina disebut berpotensi mempengaruhi pasar keuangan.

Minggu, 23 Sep 2018 07:02Berita Sumut

Gubernur Edy Rahmayadi : Mahalnya Harga Buku Harus Dicarikan Solusinya

Mahalnya harga buku masih menjadi kendala upaya meningkatkan minat baca di tengah masyarakat. Karena itu, perlu dicarikan solusi, apakah harga buku yang diturunkan atau adanya subsidi.

Minggu, 23 Sep 2018 06:47Nasional

Kapuskes TNI : Tanamkan Semangat Militansi Pada Pelaksanaan Baksos Kesehatan TNI

Dengan pelaksanaan Bakti Sosial (Baksos) Kesehatan, Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan semakin dihargai, semakin disegani dan semakin dicintai oleh rakyat, karena pada hakekatnya profesionalisme TNI adalah untuk rakyat. Untuk itu, tanamkan jiwa disipli