Dua Anak Medan Ini Jadi Pembicara It's Time to Talk di Swedia

Mtc/James Sabtu, 14 April 2018 16:20 WIB
Istimewa
Ruth Kesia Simatupang (17 th) dan Fauza Ananda (16 th)saat menjadi wakil Indonesia di Swedia
MATATELINGA, Medan : Siapa bilang anak Medan tidak bisa tampil jadi pembicara di dunia internasional, buktinya adalah Ruth Kesia Simatupang (17 th) dan Fauza Ananda (16 th), dua anak Medan yang jadi pembicara mewakili Indonesia pada Global Child Forum yang dilaksanakan di Royal Palace, Stockholm, Swedia (11/4/2018).

Kedua anak ini merupakan pekerja anak yang selama ini menjadi dampingan Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) untuk program penarikan dan pemberdayaan pekerja anak di Medan.



"Ruth Kesia Simatupang berasal dari Kual Bekala, bersekolah kelas II di SMAN 2 Medan dan sehari-hari bekerja sebagai pemulung, sementara Fauza Ananda sudah putus sekolah dan sehari-hari bekerja di pabrik sablon. Fauza sudah tamat SMP melalui kejar Paket B dan tahun 2018 ini akan melanjutkan sekolah ke SMA", demikian disampaikan Direktur Eksekutif Yayasan PKPA, Keumala Dewi, yang mendampingi kedua anak tersebut dalam forum global di Stockholm.



Lebih lanjut, Keumala Dewi dalam siaran persnya ke Matatelinga.com menyampaikan bahwa Yayasan PKPA sudah dua tahun terlibat aktif dalam kampanye inklusi bertema It's Time to Talk di Sumatera Utara untuk meningkatkan keterlibatan sektor bisnis untuk menerapkan perlindungan anak baik dalam operasional mereka maupun dalam program tanggungjawab sosialnya.



"Melalui kampanye "Its time to talk", lebih dari 1.800 anak yang bekerja di 36 negara dapat membagikan berbagai pandangan dan pesan mereka terhadap dunia, termasuk masyarakat, pemerintah, keluarga dan sektor bisnis" tegas Keumala Dewi.

Menurutnya, dalam Global Child Forum tersebut anak-anak membagikan alasan dan motivasi yang berbeda-beda terkait alasan mereka bekerja.

"Dua anak Medan tersebut, bukan saja sebagai perwakilan PKPA tapi mewakili 1.800 anak yang bekerja di 36 negara di dunia. Pada forum tersebut mereka menyampaikan bahwa, umumnya anak-anak seusia mereka bekerja karena keterbatasan ekonomi keluarga, ingin membantu pekerjaan orang tua agar upah yang diperoleh lebih besar atau agar memperoleh
keterampilan dan pengalaman dan terakhir, dengan bekerja mereka dapat memenuhi kebutuhan sekolahnya" ujar Keumala Dewi mengenai isi pidato kedua anak tersebut.



Pada kesempatan tersebut pidato Ruth dan Fauza juga menyinggung mengenai pentingnya perbaikan fasilitas dan kualitas pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi anak anak di seluruh dunia.

"Perusahaan dapat mendukung pendidikan yang berkualitas untuk semua anak, termasuk anak-anak disabilitas. Sektor usaha juga dapat membagikan dan menggunakan keuntungan mereka untuk melaksanakan pelatihan keterampilan dan memberikan modal usaha kepada anak-anak disabilitas dan anak putus sekolah agar mereka dapat memperbaiki kehidupan
mereka" jelas Keumala Dewi mengutip pidato Fauza.



Keumala Dewi menambahkan, dalam pidato Ruth Kesia Simatupang yang meminta pemerintah harus berkomintmen membuat kebijakan atau undang-undang yang memastikan sektor bisnis bertanggungjawab dan berkewajiban untuk melindungi anak-anak dari pekerjaan yang berbahaya dan tidak akan mengeksploitasi anak-anak.

"Ruth sangat yakin bahwa bisnis seharusnya tidak mengizinkan anak-anak untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya atau pekerjaan berat. Anak-anak seharusnya tidak dieksploitasi dan tidak diminta untuk bekerja dalam jangka waktu yang lama dan dibayar murah. Jika kami bekerja, kami seharusnya dibayar secara adil" tambah Keumala mengutip pidato Ruth. .



Diakhir pesannya, Keumala Dewi menyampaikan bahwa Global Child Forum merupakan organissi non profit yang didirikan keluarga Kerajaan Swedia untuk membntu anak anak dan menjembatani relasi antara pemerintah, dunia usaha dan anak anak di seluruh dunia.

Pertemuan tahun 2018 ini merupakan pertemuan ke 10 yang dihadiri setidaknya 50 perwakilan sektor bisnis dari berbagai negara seperti Nestle, Standard Chartered Bank, Netherland Bank, Tege Energy, IKEA, Badan PBB dan Lembaga Non Pemerintah dari 36 negara yang membagikan pengalaman baik mereka dalam menerapkan partisipasi anak dan keharusan sektor bisnis untuk peduli dan menghargai anak-anak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam proses bisnis.



"PKPA sendiri terlibat dalam kampanye Its time to talk mewakili Indonesia dan kedua anak Medan tersebut terpilih menjadi perwakilan pekerja anak di 36 negara yang terlibat dalam kampanye Its time to talk dan terpilih menghadiri Global Child Forum terssebut" pungkas Keumala Dewi.
Editor: James P Pardede

T#g:anak medanPKPARuth Kesia
Komentar
Minggu, 25 Agu 2019 22:02Berita Sumut

Sekda dan Rombongan Akan Segera Lakukan Upaya Perlindungan Terhadap TKW Asal Sumut

Sebagai mana yang diperintahkan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi, untuk menangani TKW asal Sumut Meimeris Tumanggor, yang sakit di Penang, Malaysia, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sabrina dan rombongan telah mendarat di Penang, Minggu

Minggu, 25 Agu 2019 19:05Berita Sumut

Kompol M.Arifin : Perampokan M. Hasan Nasution Bukan di Wilkum Medan Timur

Kapolsek Medan Timur, Kompol Arifin mengklarifikasi munculnya pemberitaan di sejumlah media massa terkait peristiwa perampokan yang terjadi di Jl. Madong Lubis

Minggu, 25 Agu 2019 18:50Berita Sumut

Anggota DPRD Minta Izin Warga Komplek JIP Tak Bayar PBB

Keresahan warga tidak kunjung disahuti, bertahun-tahun usulkan, anggota DPRD Medan memohon izin kepada Pemko Medan agar masyarakat di Komplek Johor Indah Permai (JIP) Medan untuk tidak membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Minggu, 25 Agu 2019 18:35Aceh

Gelombang Air Laut Aceh Selatan, Seret Dua Mahasiswa USU

Dua orang mahasiaswa Universitas Sumatera Utara (USU), dikabarkan mengalami nasib naas, sekira pukul 9.45 WIB

Minggu, 25 Agu 2019 18:20Berita Sumut

Komisi III Mengajukan Penambahan Anggaran Event Agama & Kebudayaan

Sejumlah event keagamaan dan kebudayaan yang setiap tahun digelar di Kota Medan, Komisi III DPRD Kota Medan mengajukan penambahan anggaran di RAPBD Kota Medan 2020

Minggu, 25 Agu 2019 18:05Berita Sumut

Mari Sambut Wisatawan Dengan Kebersihan

Menyambut Danau Toba menjadi salah satu destinasi prioritas wisata kelas dunia, Bupati Tobasa Ir Darwin Siagian menghimbau agar menerapkan hidup bersih

Minggu, 25 Agu 2019 17:50Berita Sumut

Gelar Reuni SMANSA Medan '79, Edy Rahmayadi Bicara Soal Kesetiaan

Bersama rekan seangkatan di SMA Negeri 1 (SMANSA) Medan, Angkatan 1979, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menggelar acara Reuni 40 Tahun Kebersamaan, di Berastagi Cotage, Karo

Minggu, 25 Agu 2019 17:35Berita Sumut

Warga Sumut di Penang Ucapkan Terimakasih kepada "Ayah Edy"

Gubsu Edy Rahmayadi instruksikan Sekdaprovsu Dr. Ir. Hj R. Sabrina M.Si menangani masalah Meimeris Tumanggor ,37, TKI Wanita kelahiran Tumbajae, Tapanuli Tengah yang saat ini dirawat di hospital Kerajaan Malaysia di Bukit Martajam Penang.

Minggu, 25 Agu 2019 17:20Berita Sumut

Tim Pegasus Polrestabes Medan Ringkus Dua Pelaku, Diduga Ikut Aniaya Kapolsek Patumbak

Dua pelaku kasus kekerasan dan penganiayaan terhadap Kapolsek Patumbak di Jalan Karya Gg Keluarga Desa Marindal I Kec. Patumbak Kab. Deli Serdang,pada Kamis ( 8/8/ 2019) lalu diringkus Tim Pegasus Polrestabes Medan ditempat persembunyiannya

Minggu, 25 Agu 2019 17:05Berita Sumut

Bangunan Gereja Bentuk Rumah Adat Batak Gorga

Peresmian Gereja Katolik Stasi ST. Yosef Silaen dihadiri ribuan jemaat dari berbagai daerah. Ribuan jemaat ini terdiri dari berbagai jemaat katolik dan undangan dari gereja-gereja lainnya

Minggu, 25 Agu 2019 16:50Berita Sumut

Wali Kota Harap APINDO Mampu Ciptakan Iklim Kerja Lebih Baik & Datangkan Investor

Kehadiran Kantor DPK Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Medan yang baru diharapkan Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH dapat menciptakan iklim kerja yang kondusif. Di samping itu juga menjadi spirit dan semangat baru bagi seluruh pengur

Minggu, 25 Agu 2019 16:35Berita Sumut

Wali Kota Lepas 3.000 Peserta Lomba Lari Medan 10K

Sebanyak 3.000 pelari mengikuti lomba lari bertajuk Medan 10K dan 5 2019 K di Jalan Balai Kota Medan

Minggu, 25 Agu 2019 16:20Berita Sumut

Dolok M Panjaitan dan Robinson Tampubolon Hadiri Peresmian Gereja Katolik

Pada peresmian Gereja Katolik St Santo Yosep Silaen pada Minggu, (25/8/2019) ikut dihadiri oleh Dolok M Panjaitan dan Robinson Tampubolon

Minggu, 25 Agu 2019 16:05Berita Sumut

Bahas P-APBD 2019, Perda dan R-APBD 2020 Hanya Sebulan

Luar biasa kerja keras anggota DPRD Medan di akhir periode yang tinggal menunggu hari. Sejak awal bulan Agustus kemarin hingga saat ini, para wakil rakyat di Medan "banting tulang" menyelesaikan tugasnya menyelesaikan Perda P-APBD 2019, beberapa

Minggu, 25 Agu 2019 15:13Berita Sumut

Komisi II Anggarkan Honor Untuk 427 Tenaga Operator Sekolah

Komisi II DPRD Medan menganggarkan honor sebesar Rp.600 ribu untuk 427 tenaga operator di seluruh sekolah dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di Kota Medan, untuk tahun 2020.

Minggu, 25 Agu 2019 14:08Berita Sumut

Hendra DS Pertanyakan Urgensi Alokasi Dana Rp 3 M

Hendra DS selaku anggota Komisi IV DPRD Medan mempertanyakan urgensi pengalokasian biaya pemeliharaan Stadion Teladan Rp 3 Miliar dan Stadion Kebun Bunga Rp 1,5 Miliar pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan pada APBD Kota Medan TA 2020