• Home
  • Berita Sumut
  • Era Revolusi Industri 4.0, Kita Butuh Generasi Cerdas, Berkarakter dan Berbudaya

Era Revolusi Industri 4.0, Kita Butuh Generasi Cerdas, Berkarakter dan Berbudaya

Mtc/James Selasa, 19 Maret 2019 14:00 WIB
Matatelinga/jamesppardede
Untuk menggali potensi peserta didik, berbagai kegiatan bisa digelar seperti lomba masak dan kegiatan lainnya.
Lima tahun menjadi guru ekstrakurikuler bidang studi Jurnalistik di salah satu sekolah swasta di Medan, rasanya tidak mudah mengajak peserta didik yang didominasi generasi Z untuk mengakrabi dunia tulis menulis. Dari 40 orang peserta didik yang saya ajar, hanya ada dua atau tiga orang saja yang benar-benar memiliki minat untuk mengembangkan kemampuannya dalam menulis dan memiliki minat membaca yang lumayan bagus.

Oleh : James P. Pardede

Dalam perjalanan sebagai guru jurnalistik, saya sangat bangga bisa mengantarkan peserta didik menjadi salah satu pemenang lomba karya tulis tingkat provinsi dan beberapa dari tulisan peserta didik bisa menembus media cetak. Selebihnya, masih belum menemukan apa sebenarnya potensi yang ada di dalam diri mereka. Pilihan ekstrakurikuler yang disediakan sekolah juga sangat banyak dan beragam.

Dengan raihan prestasi peserta didik sebagai salah satu pemenang atau tulisan mereka berhasil dimuat di media cetak tidak serta merta membuat saya langsung merasa puas atau merasa berhasil. Dengan jujur saya jawab, belum puas. Karena, hal paling penting bagi saya dalam mendidik mereka adalah bagaimana menggiring mereka menggali potensi dirinya, mengarahkan mereka menjadi pribadi yang mandiri, berintegritas, bertanggungjawab, menghargai karya orang lain, saling menghormati, disiplin, memiliki rasa empati dan menjunjung tinggi kebersamaan dalam menghadapi sebuah permasalahan.

Upaya-upaya yang saya lakukan adalah dengan menyelipkan pendidikan nilai-nilai pada saat penyampaian topik pendidikan jurnalistik kepada setiap kelas yang saya bimbing. Keberadaan peserta didik yang masuk di kelas jurnalistik didominasi oleh generasi Z, generasi yang terlahir di era digital, internet dan teknologi menjadi kebutuhan utama bagi generasi ini. Pola pengajaran yang saya terapkan juga mengacu pada kondisi kekinian yang mengadopsi teknologi terkini dalam penyampaian materi.

Generasi Z yang lebih akrab dengan gawainya jika dibiarkan tanpa ada arahan dari semua kalangan, akan mengakibatkan mereka menjadi pribadi yang tertutup dan lebih cenderung individualis. Sulit berinteraksi dengan sesama dan lebih memilih menyendiri. Kondisi seperti ini harus menjadi perhatian kita semua agar kelak generasi kita ke depan tidak menjadi generasi yang abai dan ironisnya lagi, generasi ke depan akan menjadi generasi yang tidak menghargai budayanya sendiri dan lebih menguasai budaya asing yang sangat mudah diperoleh lewat internet.

Kepala Sekolah Riad Madani Percut Sei Tuan, Dra. Hj. Sukmawati Nasution dalam sebuah kesempatan menyampaikan bahwa apa yang kita lihat sekarang sangat jauh berbeda dengan dimasa lalu. Tidak perlu heran jika anak muda sekarang lebih cepat dalam menyerap teknologi terbaru. Hal ini sebenarnya bisa menjadi kesempatan bagi sekolah dan para guru untuk memanfaatkan digital education dalam meningkatkan mutu pendidikan. Misalnya saja, guru, sekolah dan orang tua bisa memanfaatkan banyaknya aplikasi pendidikan yang bisa diakses oleh semua kalangan.

"Kemajuan teknologi dan informasi yang kita rasakan saat ini, jika tidak dimanfaatkan dengan benar akan berdampak negatif bagi penggunanya. Contoh nyata sudah banyak kita lihat di sekitar kita. Manusia sekarang cenderung lebih percaya berita bohong (hoax) dibandingkan dengan berita-berita positif yang lebih menyejukkan dan mendidik," paparnya.

Batas antar negara saat ini sangat tipis, seperti disampaikan Anggota DPRD Medan Wong Chun Sen bahwa  informasi tentang apa pun mudah diakses. Dengan sentuhan ujung jari telunjuk saja, informasi yang kita harapkan sangat cepat diperoleh. Arus globalisasi yang kita nikmati saat ini, meski membawa sejumlah manfaat, juga mendatangkan dampak negatif khususnya bagi anak-anak yang lahir dan tumbuh di era digital. 

"Apabila tidak ada upaya menyeluruh untuk mengenalkan anak didik kita pada budaya Indonesia yang kaya, jangan kaget jika di masa depan anak-anak muda kita lebih akrab dengan budaya negara lain seperti budaya dari Korea, India, dan budaya barat lainnya. Sebab, mereka belum mendapatkan proses serta pengalaman yang optimal mengenai budaya negaranya," tandas Wong Chun Sen.

Negara yang sudah maju dan tak pernah melupakan budayanya sudah banyak, lanjut Wong pertanyaan yang muncul adalah apakah kita akan mengikuti jejak mereka. Contoh terdekat saja adalah Jepang yang sampai hari ini tetap menjunjung tinggi kebudayaannya. Upaya pemerintah untuk menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan harus kita sambut dengan tangan terbuka serta memberi kontribusi nyata. Keaktifan sekolah dan guru menjadi kunci, keikutsertaan orang tua juga ikut menjadi penentu keberhasilan program pendidikan dan pengajaran di sekolah.

"Tidak zamannya lagi kita mendidik dan mengajar anak dengan cara kekerasan,  karena kita sudah berada di ambang pintu revolusi teknologi yang secara fundamental akan mengubah cara hidup kita, cara kita bekerja, dan cara kita bekerja satu sama lain dalam banyak hal, baik dalam skala lokal maupun internasional," tegas Wong yang juga Ketua Taruna Merah Putih Kota Medan.

Mengambil Sikap

Satu hal yang paling menonjol dalam derap perubahan ini, seperti yang disampaikan Anggota DPD RI Asal Sumut Parlindungan Purba yakni dunia harus merespons perubahan tersebut dengan cara yang terintegrasi dan komprehensif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, baik itu pelaku politik global, mulai dari sektor pemerintah sampai sektor swasta, akademik, perusahaan, dan tentu saja masyarakat luas.

Ekonomi global saat ini pun sedang berada pada puncak perubahan besar yang sebanding dengan munculnya Revolusi Industri Pertama, Kedua, dan Ketiga. Sekarang kita segera masuk ke satu tahapan revolusi industri yang dinamakan Revolusi Industri 4.0.

Revoluasi Industri 4.0 mulai ditandai dengan bersatunya beberapa teknologi, sehingga kita melihat dan merasakan suatu era baru yang terdiri atas tiga bidang ilmu yang independen, yaitu fisika, digital, dan biologi.

Dengan komposisi yang demikian, lanjut Parlindungan Purba maka Revolusi Industri 4.0 mempunyai potensi memberdayakan individu dan masyarakat, karena revolusi industri fase ini dapat menciptakan peluang baru bagi ekonomi, sosial, maupun pengembangan diri pribadi. Tetapi Revolusi Industri 4.0 juga bisa menyebabkan pengerdilan dan marginalisasi (peminggiran) beberapa kelompok dan ini dapat memperburuk kepentingan sosial bahkan kohesi sosial, juga dapat menciptakan risiko keamanan dan dapat pula merusak interelasi (hubungan) antarmanusia yang pada akhirnya bisa melupakan kebudayaan yang luhur selama ini.

"Sekarang saatnya kita harus mengambil sikap dalam mengantisipasi semakin derasnya perkembangan teknologi dan informasi. Apakah kita akan terbawa arus positif atau arus negatif, keputusan untuk memilih sangat menentukan nasib generasi penerus kita ke masa yang akan datang," tandas Parlindungan Purba.

Pada saat penetrasi alat-alat elektronik, seperti telepon genggam (handphone) yang harganya semakin murah dan sudah sampai ke berbagai pelosok dunia, baik yang penduduknya mempunyai pendapatan tinggi maupun rendah. Pada masa itu juga teknologi begitu menyentuh ranah pribadi, pengatur kesehatan, pola diet, olahraga, mengelola investasi, mengatur keuangan melalui mobile banking, memesan taksi, memanggil Go-Jek, pesan makanan di restoran (go-food), beli tiket pesawat, mengatur perjalanan, main game, menonton film terbaru, dan sebagainya. Semua itu kini bisa dilakukan hanya melalui satu perangkat teknologi saja.

Apakah generasi muda kita sudah siap dalam memasuki era industri 4.0 ini, dari amatan selama ini generasi muda kita sangat siap dengan hal ini, akan tetapi ada hal lain yang akhirnya terlupakan, yaitu budaya tradisional dan kearifan lokal. Anak muda sekarang mengatakan hal itu sudah kuno dan ketinggalan zaman.

Lalu apa upaya kita dalam menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan? Kepala Sekolah SMP Santo Yoseph Pemuda Cawir Tarigan menyampaikan kemajuan teknologi bisa jadi sarana kita dalam menguatkan pendidikan, untuk hal ini pemerintah telah memiliki program yang sangat baik dan termaktub dalam Nawa Cita dengan mengedepankan pembentukan karakter anak, mengajarkan budaya dan tradisi yang bertujuan untuk mengarahkan generasi Z menjadi generasi yang tangguh, mandiri, bertanggungjawab dan menjunjung tinggi nilai-nilai yang ada dalam Pancasila.

Sebenarnya, lanjut Tarigan ada banyak cara yang bisa kita lakukan dalam mendidik dan mengajar anak menjadi insan yang cerdas terutama di era industri 4.0 ini. Polanya bisa kita sandingkan dengan kemajuan teknologi. Keberadaan guru Bimbingan Konseling (BK) yang selama ini terkesan sebagai "pemberi sanksi", padahal peran guru BK sangat sentral terutama sebagai konselor yang mendidik terutama dalam pembentukan rasa percaya diri siswa dalam menggapai impian dan cita-citanya.

Tugas untuk menderdaskan anak bangsa sejujurnya bukan hanya tanggungjawab sekolah, keluarga juga memiliki peran strategis untuk mendidik siswa. Salah satu upayanya adalah sinergi orang tua dengan sekolah. Baiknya, orang tua tidak hanya bersilaturahmi dengan sekolah dan guru saat pengambilan rapot atau saat pendanaan sekolah. Perlu adanya jalinan yang lebih intensif, misalnya dengan pertemuan dua atau tiga bulanan yang tujuannya adalah penyampaian materi dari sekolah serta konsultasi mengenai aktivitas belajar anak-anak di sekolah.

Metode konsultasi yang rutin antara pihak sekolah dengan orang tua sebenarnya sudah dijalankan di banyak sekolah, hanya saja belum berjalan maksimal. Metode Parent Teacher Conference (PTC) misalnya sudah diterapkan sejak 15 tahun lalu di sekolah satuan pendidikan kerjasama (SPK) PrimeOne School Medan. Menurut Direktur Akademik Fauziah Khairani, dalam pertemuan antara orang tua, murid dan pihak sekolah akan dibuka secara jujur sampai sejauh mana perkembangan pendidikan anak.

Sama halnya dengan yang disampaikan Kepala Sekolah Dra. Hj. Sukmawati Nasution, apa yang disampaikan kepada masyarakat dan orang tua, sepertinya tidak selamanya tercapai, karena ada hal-hal yang sangat tidak dapat memenuhi harapan kita. Alasannya adalah masalah waktu, keadaan ekonomi orang tua siswa serta alasan lainnya.

Namun disisi lainnya, lanjut Sukmawati banyak juga dukungan dari pemerintah dan masyarakat dalam mendukung keberlangsungan proses pendidikan di sekolah. Revolusi industri 4.0 sudah di depan mata, kalau kita tidak mempersiapkan generasi yang cerdas, berkarakter dan berbudaya, kekhawatiran kita dimasa yang akan datang adalah budaya dan kearifan lokal kita akan sirna kalau tidak kita kenalkan dan tanamkan dari sekarang.

Editor: Amrizal

T#g:Karakterpendidikanrevolusi industri 4.0revolusi industri 4 0
Komentar
Kamis, 20 Jun 2019 13:54Berita Sumut

Penyidikan Dugaan Korupsi DBH dan Disporasu Terkendala Proses Audit

Penyidik Subdit III/Tipikor Direktorat (Dit) Reskrimsus Polda Sumut belum mampu merampungkan kasus dugaan korupsi Dana Bagi Hasil (DBH) di Pemkab Labusel dan Labura. Padahal, kedua kasus tersebut sudah naik ke tahap penyidikan sejak beberapa bulan lalu.

Kamis, 20 Jun 2019 13:38Berita Sumut

Pijatan Tak Memuaskan, Gio Bunuh Tukang Pijatnya

Seorang pemuda di Deliserdang berinisial GAS alias Gio (18) tega menghabisi nyawa tukang pijat yang juga tetangganya, Arma (56), menggunakan alu. Persoalannya hanya karena pelaku tidak puas dengan pijatan korban.

Kamis, 20 Jun 2019 13:08Berita Sumut

Jajaran Pemkab Sergai Halal bi Halal dengan Warga di Kecamatan Sipispis dan Dolok Merawan

Jajaran Pemerintah Kabupaten Serdangbedagai menggelar acara halal bi halal dengan warga di Kecamatan Sipispis dan Dolok Merawan, Rabu (19/6/2019). Halal bi halal yitu langsung dihadiri Bupati Sergai Soekirman dan wakilnya Darma Wijaya.

Kamis, 20 Jun 2019 12:56Berita Sumut

Sesak Napas, Calon Penumpang ini Mendadak Tewas di Loket Bus ALS

Salah seorang calon penumpang bus ALS, bernama Eddy Nasution (42) warga Silayang-layang Kelurahan Wek II Kecamatan Padangsidimpuan Utara, mendadak meninggal dunia di loket Bus ALS di Jalan Imam Bonjol Kelurahan Padang Matinggi Kecamatan Padangsidimpuan Se

Kamis, 20 Jun 2019 12:40Berita Sumut

Kejari Batubara Terkejut Saksi 02 Berstatus Terdakwa Beri Keterangan di MK

Kejaksaan Negeri Batubara mengaku terkejut atas kehadiran Rahmadsyah Sitompul yang dihadirkan pemohon pada persidangan sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta. Pasalnya, Rahmadsyah merupakan terdakwa dalam kasus UU ITE yang ditangani oleh

Kamis, 20 Jun 2019 08:15Ekonomi

Kehadiran Maskapai Asing, Belum Tentu Harga Tiket Pesawat Turun

Kehadiran maskapai asing di penerbangan Indonesia merupakan salah satu opsi untuk menurunkan

Kamis, 20 Jun 2019 08:00Internasional

Atas Pembunuhan Khashoggi, Putra Mahkota Saudi Harus Diselidiki

Penyelidik PBB mengatakan bahwa ada bukti kredibel bahwa Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman

Kamis, 20 Jun 2019 07:45Nasional

Netizen Bercibir Usai Sepeda Motor Beratap Payung, Viral

Ada saja inovasi unik yang dibuat orang Indonesia. Salah satunya yang sedang viral adalah sepeda motor beratap

Kamis, 20 Jun 2019 07:30Ekonomi

OJK Revisi Target Pertumbuhan Kredit Perbankan

Atas dasar pertimbangan perang dagang yang mempengaruhi pasar global dan berimbas pada ekspor

Kamis, 20 Jun 2019 07:15Bola

Main Bareng Mbappe dan Pogba di Madrid, ini Komentar Ferland Mendy

Pemain anyar Real Madrid, Ferland Mendy, ikut mengomentari rumor kehadiran dua kompatriotnya

Kamis, 20 Jun 2019 07:00Lifestyle

Ini Keistimewaan Shalat Sunah 8 Rakaat di Bulan Syawal dan Berikut Tata Caranya

Rangkaian ibadah yang ada dari bulan ramadan sampai bulan syawal ini mempunyai fadhilah dan pahala yang luar biasa dari Allah SWT

Kamis, 20 Jun 2019 06:45Bola

Arsenal Wajib Jual 3 Pemainnya ini, Termasuk Mesut Ozil

Legenda Arsenal, Charlie Nicholas, memberikan saran kepada mantan klubnya untuk memilih siapa saja

Kamis, 20 Jun 2019 06:30Nasional

3% Angota TNI Terpengaruh Paham Radikalisme, ini Kata Pengamat

Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu menyebut ada sekira tiga persen anggota TNI

Kamis, 20 Jun 2019 06:15Nasional

Gempa 6,3 SR Guncang Papua

Daerah Mamberamotengah, Papua, diguncang gempa dengan kekuatan 6,3 magnitudo

Kamis, 20 Jun 2019 06:00Lifestyle

Ini Dahsyatnya Manfaat Wudhu, Selain untuk Bersuci Sebelum Shalat

Apakah wudhu bagimu hanya cuci cepat sebelum shalat? Maka inilah saatnya untuk belajar tentang manfaat luar biasa dari wudhu untuk kehidupan ini dan selanjutnya

Kamis, 20 Jun 2019 05:00Berita Sumut

Tekan Kejahatan 3C, Polsek Percut Patroli Skala Besar di Wilayah Hukumnya

Kepolisian Sektor (Polsek) Percut Sei Tuan menggelar patroli skala besar di wilayah hukumnya, Rabu (19/6/2019) dinihari. Patroli dilakukan guna menekan tingkat kejahatan 3C yakni meliputi, pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), pencurian dengan kekerasa