• Home
  • Berita Sumut
  • Geruduk Gedung DPRD, GEMA Tapteng Pertanyakan Hak Interpelasi Dewan Soal Kasus Dugaan Suap Bupati

Geruduk Gedung DPRD, GEMA Tapteng Pertanyakan Hak Interpelasi Dewan Soal Kasus Dugaan Suap Bupati

Amrizal Rabu, 16 Mei 2018 14:15 WIB
mtc/ist
Puluhan Gerakan Masyarakat (Gema)Tapteng melakukan aksi unjuk ras ke Kantor DPRD Tapteng di Jalan KH Dewantara, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapteng, Selasa (15/5/2018).
MATATELINGA,  Tapteng:  Puluhan Gerakan Masyarakat (Gema)Tapteng melakukan aksi unjuk ras ke Kantor DPRD Tapteng di Jalan KH Dewantara, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapteng, Selasa (15/5/2018).

Aksi dari massa GEMA Tapteng ini terkait tudingan kepada Bupati Tapteng yang menurut mereka terlibat dalam kasus penyuapan yang menjerat Mantan Hakim Konstitusi RI, M Aqil Muchtar dan Mantan Bupati Tapteng, Raja Bonaran Situmeang di kasus sengketa Pilkada Tapteng Tahun 2011.

"Sesuai dengan pengakuan dari Bakhtiar Ahmad Sibarani di Persidangan dan telah dituangkan dalam Putusan Perkara No. 11/Pid.Sus/TPK/2015/PN.JKT.PST, jelas mengakui dirinya sebagai pemberi suap. Jadi kami menilai Bupati Tapteng di duga terlibat di dalam kasus ini. Untuk itu kami minta kepada Anggota DPRD Tapteng untuk menerima aspirasi kami ini dan menggunakan hak interpelasinya guna memanggil dan mempertanyakan hal ini kepada Bupati Tapteng," kata Ronald Pakpahan dalam orasinya.

Sementara itu Rudolf Siagian salah seorang orator dalam aksi ini menyatakan bahwa, rakyat Tapteng memerlukan seorang pemimpin yang bersih dari korupsi.

"Kami ingin dipimpin oleh Bupati yang jelas bersih dari korupsi bukan merasa bersih," lontar Rudolf Siagian.

Kalimat pedas dilontarkan oleh Ilham Hutabarat orator lainnya dari GEMA Tapteng yang menyindir keras Anggota DPRD Tapteng. Ilham menilai para anggota DPRD berdiam diri dan tidak peduli dengan suara masyarakat Tapteng terkait tudingan ini.

"Para anggota DPRD Tapteng, anda-anda lah wakil rakyat. Jangan hanya diam. Saat ini rakyat akan menilai anda, apakah layak kembali duduk sebagai anggota DPRD. Jangan jadi bawahan Bupati. Rakyat saat ini sudah muak dengan situasi yang terjadi di Tapteng ini. Panggil Bupati Tapteng, gunakan hak interpelasi anda," lontar Ilham Hutabarat.

Saat aksi unjuk rasa oleh Gema Tapteng, terlihat ada kubu lain yang juga ikut melakukan aksi. Tetapi kubu yang satu lagi membela Bupati Tapteng. Sempat terjadi perdebatan dan nyaris bentrokan antara pemimpin kubu ini.

"Saya tidak terima, ibunda saya sudah meninggal dunia, kenapa kau singgung-singgung," lontar RS sambil mengejar Charles Pardede.

Untungnya, situasi ini berhasil dipisah pihak Kepolisian dari Polsek Pandan yang diback up Polres Tapteng. RS di pisahkan sementara Kapolsek Pandan AKP Dodi Nainggolan dengan tegas mengarahkan RS kembali ke kelompoknya. Sementara Carles Pardede diminta rekan-rekannya untuk tetap tenang.

"Saya minta semuanya mundur, Jangan lakukan aksi anarkis disini, kami akan tindak tegas. Saya minta pihak kubu RS agar menahan diri dan membubarkan diri. Aksi Gema Tapteng resmi dan ada ijinnya dari kepolisian, mereka punya hak untuk menyuarakan aspirasinya," tegas AKP Dodi Nainggolan yang baru menjabat sebagai Kapolsek sejak tanggal 30/4/2018 lalu menggantikan Kapolsek sebelumnya Kompol P Tambunan yang memasuki masa pensiun.

Selanjutya terlihat kubu RS membubarkan diri sementara Gema Tapteng tetap melanjutkan orasinya dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian.

Dalam aksi ini, tidak terlihat satupun anggota DPRD yang menerima para pengunjuk rasa. Perwakilan Gema Tapteng hanya diterima oleh Plt Sekwan DPRD Tapteng, Darwin Pasaribu.

"Anggota DPRD semuanya ke lapangan dalam rangka tugas masa. Sebahagian memantau perkembangan harga sembako menjelang puasa dan sebahagian lagi sedang tugas mengawasi beberapa pekerjaan proyek jalan," ujar Darwin.

Alhasil perwakilan Gema Tapteng Ronald Pakpahan, menyerahkan salinan tuntutan mereka kepada Plt Sekretaris Dewan Darwin Pasaribu.

Direncanakan sesuai informasi dari penanggungjawab aksi ini Charles Pardede, ada tiga lokasi yang hendak dijadikan aksi Gema Tapteng. Yaitu, Kantor DPRD Tapteng, Kantor Bupati Tapteng dan Polres Tapteng. Tetapi rencana aksi di Kantor Bupati Tapteng dan Polres Tapteng di batalkan.

"Benar kita yang batalkan aksi lanjutan di Kantor Bupati karena situasi kurang kondusif dan menjaga hal hal yang tidak kami inginkan seperti yang terjadi di Kantor DPRD barusan tadi. Sementara di Polres Tapteng kita pertimbangan karena saat ini Polri sedang berkabung dengan terjadinya serangan di Mako Brimob dimana personil Polri ada yang gugur," kata Carles Pardede kepada awak media. (mtc/rel)
Editor: faeza

T#g:
Komentar
Senin, 24 Sep 2018 18:33Berita Sumut

DPRD Medan Minta Walikota Bongkar Bangunan di Merdeka Walk

DPRD Kota Medan meminta agar Walikota Dzulmi Eldin bertindak tegas membongkar bangunan di seputaran lapangan Merdeka Medan. Pasalnya, keberadaan bangunan restoran dan cafe ditegarai merusak taman ruang terbuka hijau (RTH).

Senin, 24 Sep 2018 18:10Berita Sumut

Sistem Informasi Gistaru Diluncurkan untuk Tingkatkan Kualitas Tata Ruang

Untuk meningkatkan kualitas rencana tata ruang di Indonesia, Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional telah meluncurkan Sistem Informasi Geografis Tata Ruang (Gistaru) yang memungkinkan setiap orang dapat mengakses rencana tata ruang

Senin, 24 Sep 2018 17:56Berita Sumut

Lagi, Pos Lantas dan Papan Reklame di Medan Belawan Ditertibkan

Pemko Medan kembali melanjutkan penataan di Kecamatan Medan Belawan dengan menurunkan tim gabungan, Senin (24/9). Papan reklame bermasalah dan bangunan kios tanpa izin yang di bangun di atas parit maupun pinggiran rel kereta api yang selama ini membuat ke

Senin, 24 Sep 2018 17:39Berita Sumut

Karo Humas Setdaprovsu: Mari Sukseskan MTQN XXVII di Sumut

Seluruh masyarakat dan pihak terkait diajak untuk bersama-sama mensukseskan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXVII tahun 2018 yang akan digelar 4-13 Oktober 2018 di Medan dan Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Karena, MT

Senin, 24 Sep 2018 17:05Berita Sumut

Harga Cabai Mulai Pulih, Sumut Berpeluang Deflasi

Sempat bertahan diatas 35 ribu per kg lebih dari sepekan, harga cabai merah mulai berangsur mengalami pemulihan. Kini cabai merah dijual sekitar Rp 30 ribu per kg. Ada penurunan yang sangat tajam dibandingkan harga menjelang akhir pekan lalu yang sempat b

Senin, 24 Sep 2018 16:40Berita Sumut

PKK Binjai Dibekali Peningkatan Kesadaran Bela Negara

Peningkatan kesadaran bela negara diharapkan mampu meningkatkan dan memantapkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya kesadaran bela negara, dengan tujuan agar nilai-nilai bela negara menjadi landasan sikap dan perilaku dalam kehidupan bermasyarakat, be

Senin, 24 Sep 2018 16:25Berita Sumut

100 Pelaku Usaha Ikut Sosialisasi Pengiriman Paket

Lebih dari 100 pelaku usaha di Sumatera Utara (Sumut) mengikuti kegiatan PT Pos Indonesia Regional 1 terkait Sosialisasi Regulasi Pengiriman Paket Domestik dan Internasional di komplek Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Senin (24/9).

Senin, 24 Sep 2018 16:10Berita Sumut

KPK Harap Pemko Medan Jadi Pilot Project Penyelanggaraan Katalog Elektronik

Penerapan sistem Katalog Elektronik sangat penting guna mengantisipasi tindak penyimpangan dalam mengadakan barang dan jasa pemerintah, karena melalui sistem ini produk-produk yang dipasarkan adalah produk yang memiliki kualitas dan harga yang sudah memil

Senin, 24 Sep 2018 15:55Berita Sumut

PK5 Pasar Sikambing Ditertibkan, Arus Lalu Lintas Langsung Lancar

Tim gabungan yang dikomandoi Satpol PP Kota Medan menertibkan pedagang kaki lima (PK5) di seputaran Pasar Sei Sikambing Jalan Kapten Muslim Medan, Senin (24/9) pagi. Selain memicu terjadinya kemacetan arus lalu lintas, kehadiran PK5 selama ini membuat k

Senin, 24 Sep 2018 15:30Berita Sumut

Demo di DPRD Sumut, Ratusan Mahasisw Kecam Aksi Arogansi Polisi

Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Kota Medan berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumut, Senin (24/9). Kali ini, ratusan mahasiswa yang mengenakan jas almamaternya mengecam aksi arogan yang dilakukan petugas kepolisian terhadap aksi mahasiwa p

Senin, 24 Sep 2018 15:15Berita Sumut

Ternyata Perempuan Medan Sangat Antusias Berpolitik

Kendala - kendala yang dihadapi calon legislatif (caleg) dalam mengikuti ranah politik terungkap dalam Pelatihan Politik Potensial Calon Legislatif Dan Calon Kepala Daerah Di Provinsi Sumatera Utara di Aula Raja Inal Siregar Lantai II Kantor Gubernur Su

Senin, 24 Sep 2018 15:00Berita Sumut

Belasan Kali Beraksi, Kawanan Begal Sadis Ini Akhirnya Diringkus Polisi

Tim Pegasus Polsek Sunggal meringkus kawanan begal sadis yang kerap beraksi di Medan. Dalam pengungkapan ini, polisi meringkus 9 orang tersangka dan 10 unit sepeda motor yang diduga hasil kejahatan.

Senin, 24 Sep 2018 13:40Berita Sumut

100 Perwakilan WBP Rutan Labuhan Deli Ikuti Kegiatan Evaluasi

Sedikitnya100 perwakilan WBP dari Rutan Klas II B Labuhan Deli mengikuti kegiatan evaluasi pelayanan hak-hak WBP, Senin (24/9) siang

Senin, 24 Sep 2018 13:23Berita Sumut

Minta Mafia Tanah Disikat Habis, Seribuan Petani Demo Polda Sumut

Mapolda Sumatera Utara didatangi seribuan petani yang berasal dari berbagai daerah, Senin (24/9). Massa yang tergabung dalam Komite Tani Menggugat (KTM) meminta polisi menyikat habis para mafia tanah yang kini merajalela.

Senin, 24 Sep 2018 12:24Berita Sumut

Napi Dekyan Bayar Rp 50 Juta/Minggu Buat Oknum Sipir

Fakta baru terungkap dalam perkembangan penyidikan kasus jaringan narkoba yang melibatkan napi dan sipir di Lembaga Pemasyarakat Lubukpakam, Deliserdang. BNN menemukan fakta bahwa tersangka Dekyan, napi di lapas Lubukpakam kerap menyetor sejumlah uang per

Senin, 24 Sep 2018 12:09Berita Sumut

Disebut-sebut Tampar Suporter PSMS, Ini Penjelasan Edy Rahmayadi

Gubernur Sumatera Utara yang juga Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi disebut-sebut menampar seorang suporter PSMS Medan menyaksikan pertandingan PSMS Medan melawan Persela Lamongan di Stadion Teladan, Jumat (21/9). Aksinya menampar itu pun terekam dan bereda