Gubsu Berharap Guru Honorer Dapat Perhatian Pemerintah Pusat

Faeza Rabu, 14 Februari 2018 14:00 WIB
mtc/ist
Gubernur Sumatera Utara Dr Ir HT Erry Nuradi MSi berharap guru-guru honorer mendapat perhatian dari pemerintah pusat terutama yang sudah lama mengabdi. Hal itu disampaikan pada saat menerima audiensi Koordinator Guru Honorer K2 (FHK21) Sumatera Utara, Sel
MATATELINGA, Medan: Gubernur Sumatera Utara Dr Ir HT Erry Nuradi MSi berharap guru-guru honorer mendapat perhatian dari pemerintah pusat terutama yang sudah lama mengabdi. Hal itu disampaikan pada saat menerima audiensi Koordinator Guru Honorer K2 (FHK21) Sumatera Utara, Selasa (13/2) petang di rumah dinas Gubernur Jalan Jendral Sudirman Medan.

Gubsu yang saat itu didampingi oleh Staf Ahli Gubernur Amran Utheh, Kepala BKD Sumut  Kaiman Turnip, Sekretaris Diknas Rifai Bakri Tanjung serta Kabag Humas Dra Indah Dwi Kumala menerima rombongan FHK21 Sumut Ketua Drs Andi Surbakti bersama sejumlah anggota lainnya dan mereka didampingi anggota dua DPRD Sumut  T Aisah Ritonga SE. MK, Ahmadan Harahap S.Ag

Pada kesempatan itu Gubsu mengatakan sejauh ini pemprovsu sudah memberi perhatian kepada guru-guru honorer meski sebatas BPJS kesehatan dan peningkatan kesejahteraan honorer melalui penambahan gaji  dari APBD Sumut.

Kendati demikian Gubsu juga berharap kebijakan pemerintah pusat yang mengangkat tenaga honorer kesehatan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) juga bisa dilakukan kepada guru-guru honorer. Terutama guru yang sudah puluhan tahun mengabdi. "Pengangkatan guru-guru honorer khususnya sudah mengabdi belasan tahun bisa menjadi apresiasi kepada para pahlawan tanpa jasa tersebut. Mereka sudah mendidik generasi bangsa,"paparnya.

Ironisnya, lanjut Gubsu,  sampai sekarang tidak ada payung hukum yang mengatur tentang keberadaan guru-guru honorer. Kendati demikian Gubsu mengatakan Pemprovsu selalu berkonsultasi ke Menteri Pendidikan Republik Indonesia tentang permasalahan guru di Sumut termasuk guru-guru honorer. Namun ada tiga hal kebijakan yang dapat diberikan kepada guru-guru honorer khususnya untuk tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di antaranya dana bos bisa digunakan untuk membayar gaji, sumbangan siswa melalui komite sekolah dan APBD tapi kesemuanya harus memiliki dasar hukum.

Sementara FHK21 Sumut Ketua Drs Andi Surbakti menyatakan tujuan mereka beraudiensi kepada Gubsu selain mengundang pada acara silaturahmi acara Akbar Guru Honorer se Sumatera Utara yang akan dihadiri 2000 perwakilan guru honorer dan rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 17 Februari 2018 di Kabupaten Mandailing Natal.

Selain itu kedatangan mereka menyongsong kebijakan pemerintah pusat bersama DPR RI dalam menyelesaikan guru honorer menjadi ASN juga sesuai dengan revisi Undang-Undang no 5 tahun 2014 tentang ASN . "Kita berharap agar pemerintah pusat dapat memperhatikan nasib guru honorer dan mengangkat menjadi ASN sama seperti tenaga kesehatan (honorer K2) ,"paparnya. Dia kemudian mengucapkan terima kasih mewakili para guru honorer atas perhatian Gubsu dengan menambah gaji sebagi peningkatan kesejahteraan melalui APBD Sumut juga pemberian BPJS kesehatan.

Menurutnya pengabdian guru  honorer tidak jauh berbeda dengan para tenaga kesehatan baik yang bertugas di kota terlebih didaerah perdesaan. "Mereka yang di pedesaan hingga didaerah terpencil banyak yang mendapat honor minim tapi mereka ikhlas menjalankan tugas sebagai mencerdaskan generasi bangsa" ujarnya. (mtc)
Editor: Faeza

T#g:Gubsuguru honorer
Komentar
Rabu, 20 Feb 2019 11:53Berita Sumut

Komplotan Pencuri Mobil Diringkus Polisi

Unit Reskrim Polsek Delitua meringkus tiga kawanan pelaku pencurian kendaraan jenis mobil. Ketiga tersangka dilaporkan mencuri mobil Mitsubishi L 300 milik Robinta Sembiring Depari yang terparkir di depan warung kopi Jalan Jamin Ginting, Kelurahan Lau Ci

Rabu, 20 Feb 2019 11:37Berita Sumut

Heboh di Kisaran Timur, Permen Buat Anak Tidur Berjam-jam

Camat Kisaran Timur Irwandi menghimbau kepada seluruh warganya untuk membeli jajanan anak khususnya jajanan jenis permen (bombon) yang banyak di jual di pasaran. Pasalnya ada jenis permen yang dijual di pasaran setelah di konsumsi mengakibatkan anak dapa

Rabu, 20 Feb 2019 10:09Berita Sumut

Pusaka Indonesia Duga Djarum Eksploitasi Anak untuk Promosi Rokok

Yayasan Pusaka Indonesia (YPI) menuding pihak perusahaan rokok Djarum di duga telah melakukan eksploitasi terhadap setidaknya 23.000 anak usia 6-15 tahun yang mengikuti audisi beasiswa Djarum.

Rabu, 20 Feb 2019 09:54Ekonomi

Rupiah Terus Menguat di Level Rp14.040/USD

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin menguat di pembukaan perdagangan hari ini. Rupiah kini berada di level Rp14.000-an per USD.

Rabu, 20 Feb 2019 09:39Lifestyle

Sekian Tahun Berlalu, Akhirnya Angkat Bicara, Deddy Corbuzier Ungkap Alasannya Bercerai

Deddy Corbuzier dikenal sebagai sosok yang jarang membicarakan kehidupan pribadinya di depan publik. Namun dalam sebuah acara, ayah satu anak itu justru membeberkan alasannya bercerai dengan Kalina Oktarani.

Rabu, 20 Feb 2019 09:24Lifestyle

Ingin Tau Suasana Dapur Gedung Putih AS, Yuk Intip Rahasinya

Anda tentu sudah tidak asing dengan sebutan White House atau Gedung Putih. Ya, kediaman enam lantai dengan luas tanah yang besar ini adalah pusat dari cabang eksekutif pemerintahan Amerika Serikat (AS). Tak hanya digunakan sebagai tempat kerja, Gedung Put

Rabu, 20 Feb 2019 09:09Lifestyle

Seks Bisa Jadi Penyelamat Pernikahan Kamu, Berikut 5 Alasannya

Bisa dibilang hubungan seksual menjadi unsur penting dalam keintiman dan keharmonisan sebuah rumah tangga. Seks adalah hal yang menyenangkan dan bisa menjadi penentu hubungan Anda.

Rabu, 20 Feb 2019 08:54Ekonomi

Harga Emas Meroket ke Level Tertinggi

Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup pada level tertinggi selama 10 bulan terakhir.

Rabu, 20 Feb 2019 08:39Nasional

Viral, Peristiwa E-Tilang Menggelitik Warga Net

Penerapan electronic traffic law enforcement (ETLE) atau e-tilang di Kota Solo, Jawa Tengah, membuat para pengguna jalan panik. Sistem baru tersebut telah menjerat beberapa pengendara yang kedapatan melanggar aturan lalu lintas.

Rabu, 20 Feb 2019 08:24Lifestyle

Viral, Kakak Rela Jual Adik Kandungnya Sendiri

Sebagai kakak beradik, sudah sepantasnya Anda saling menyayangi satu sama lain. Pasalnya kakak maupun adik adalah orang terdekat yang bisa membantu segala macam kesulitan yang sedang Anda hadapi.

Rabu, 20 Feb 2019 08:12Ekonomi

Perang Dagang AS-China Mereda Buat Dolar Melemah

Indeks dolar AS melemah pada akhir perdagangan 19 Februari 2019. Kurs dolar AS justru melemah saat investor optimis perang dagang AS-China akan mereda.

Rabu, 20 Feb 2019 07:57Bola

Messi Tak Berkutik Lawan Lyon

Barcelona harus meraih hasil kurang menjanjikan ketika melakoni leg pertama babak 16 Besar Liga Champions musim 2018-2019. Melawan Olympique Lyon, "Blaugrana" julukan Barca harus puas bermain 0-0 hingga laga usai.

Rabu, 20 Feb 2019 07:32Bola

Pertandingan Liverpool vs Bayern Munich, Sama Kuat

Bermain di depan pendukung yang memadati Anfield membuat Sadio Mane dan kolega memulai laga dengan lebih percaya diri. Serbuan perdana Liverpool datang dari sayap kanan, di mana Alexander-Arnold mengirim umpan silang ke kotak penalti Bayern, namun bola be

Rabu, 20 Feb 2019 07:17Berita Sumut

Perayaan Imlek di Sekolah Global Prima Meriah

Perayaan Tahun Baru Cina yang ke 2570 berlangsung meriah di Sekolah Global Prima National Plus. Kegiatan tahunan yang dilaksanakan ini, bertujuan untuk mengintegrasikan rasa toleransi antar suku di lingkungan sekolah global prima.

Rabu, 20 Feb 2019 07:02Berita Sumut

Polisi Bantah Terjadi Penyekapan Asisten Rumah Tangga Asal Kupang di Medan

Beredar isu penyekapan asisten rumah tangga asal Kupang, Nusa Tenggara Timur bernama Cindy ,20, di Jalan Aceh Baru, Kelurahan Pandau Hilir, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, Sumut, dibantah Pihak kepolisian, Selasa (19/2/2019).

Selasa, 19 Feb 2019 22:52Berita Sumut

Komisi C : Minta PD Pasar Segera Akomodir Pedagang Belum Dapat Lapak

Komisis C DPRD Medan meninjau Pasar Marelan di Jalan Marelan Raya dan meminta PD Pasar untuk mendata kembali 57 pedagang pasar tradisional Marelan yang tidak mendapatkan meja atau lapak untuk berjualan.