• Home
  • Berita Sumut
  • Jadi Korban Aksi Terorisme, Keluarga Ipda M Sigalingging Terima Kompensasi dari LPSK

Jadi Korban Aksi Terorisme, Keluarga Ipda M Sigalingging Terima Kompensasi dari LPSK

faeza Jumat, 14 September 2018 14:40 WIB
mtc/ist
Keluarga Ipda (anumerta) Martua Sigalingging, personil Polda Sumut yang menjadi korban aksi terorisme pada 2017 lalu menerima kompensasi sebesar Rp 610 juta dari negara. Kompensasi itu diserahkan oleh Wakil Ketua LPSK, Lili Pintauli Siregar kepada istri k
MATATELINGA, Medan: Keluarga Ipda (anumerta) Martua Sigalingging, personil Polda Sumut yang menjadi korban aksi terorisme pada 2017 lalu menerima kompensasi sebesar Rp 610 juta dari negara. Kompensasi itu diserahkan oleh Wakil Ketua LPSK, Lili Pintauli Siregar kepada istri korban, Mianna Manalu di Mapolda Sumut, Jumat (14/9/2018).


"Keluarga korban sudah mendapatkan putusan pengadilan mendapatkan kompensasi Rp 610 juta dan senilai itu kita berikan," kata Lili seusai acara penyerahan kompensasi.

Tidak hanya kompensasi berupa uang, keluarga korban kata Lili juga mendapat layanan psikososial. Selain itu, LPSK juga menjembatani permintaan keluarga kepada Pemerintah Kota Padang Sidempuan, agar anak-anak korban dibebaskan dari biaya pendidikan. 

"Lalu, permintaan untuk menjadi anggota Polri, ini kan telah diberikan. Itu anaknya si James sedang menjalani pendidikan," jelas Lili selaku Divisi Pemenuhan Hak Saksi dan Korban LPSK. 


Mengenai permintaan bantuan modal, kata Lili, Mianna sudah berdagang sebelum suaminya meninggal dunia. Karena itu, dia perlu pelatihan untuk mengembangkan usahanya.

Sebelumnya, LPSK juga telah memfasilitasi saksi korban saat perkara terorisme itu disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Mereka menjemput dan membawa keluarga korban dari Kota Padang Sidempuan dan menghadirkannya ke ruang sidang dan memberikan keamanan sampai kembali ke rumahnya. 

Pemberian kompensasi kepada keluarga korban ini merupakan amanat UU No 31 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Bukan hanya terhadap korban tindak pidana terorisme, kompensasi ini juga berlaku pada korban tindak pidana umum lainnya. Khusus untuk korban tindak pidana terorisme, kompensasi juga diatur dalam UU Terorisme No 5 Tahun 2018. 


LPSK mendapat mandat dari UU untuk menghitung nilai kerugian berdasarkan masukan para korban. Permintaan kompensasi itu bisa berbentuk materi bisa immateri, meski para korban umumnya mengakumulasikan dalam bentuk uang. Kompensasi itu kemudian diputuskan pengadilan. "Karena diamanatkan UU, maka kemudian LPSK memberikan memfasilitasi dan memberikan sejumlah hak," jelas Lili.

Mianna yang menerima kompensasi menyampaikan terima kasih.  "Anak-anak masih kecil-kecil, semua masih sekolah. Saya mengucapkan berterima kasih banyak kepada semua yang ada di sini," ucapnya sambil terisak.

Ipda (anumerta) Martua Sigalingging, merupakan korban meninggal dalam aksi terorisme di Polda Sumut, Minggu (25/6) sekitar pukul 03.00 WIB. Dia diserang dua pelaku dengan senjata tajam saat istirahat di pos penjagaan pintu keluar Mapolda Sumut. Seorang pelaku ditembak mati, seorang lagi kritis. (mtc/fae)
Editor: faeza

T#g:Jadi Koban Aksi TerorisMatatelingaMedanPoldasuSumutTerkini
Komentar
Jumat, 21 Sep 2018 13:11Berita Sumut

Komunitas Vespa Kawal Mahasiswa Pertanian dari Kampus III Menuju Kampus II

Komunitas Vespa Matahari Scuter ikut ambil bagian dengan berparade dari kampus III Jalan Harmonika Baru mengawal calon mahasiswa fakultas pertanian yang berjumlah 226 orang menuju kampus II di Jalan Setia Budi Pasar II Tanjung Sari Medan.

Jumat, 21 Sep 2018 13:00Berita Sumut

Pertamina Run For Charity 6,1 KM Bantu Pendidikan di Belawan

Mewujudkan kepedulian terhadap sesama, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I menyelenggarakan kegiatan sosial yang dikemas dengan kompetisi lari bertema Pertamina MOR I Run For Charity. Menempuh jarak 6,1 KM, seluruh peserta diwajibkan

Jumat, 21 Sep 2018 11:43Berita Sumut

Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto Lantik Brigjen Pol Mardiaz Jadi Waka Poldasu

Kepala kepolisian Polda Sumatera Utara Irjen Pol Drs Agus Andrianto, S.H secara resmi melantik Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Mardiaz Kusin Dwihananto, S.I.K., M.Hum menjabat Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Wakapolda Sumut).

Jumat, 21 Sep 2018 11:39Nasional

Wakasad : Generasi Muda harus jadi Agent Of Change dan Entrepreneur Berwawasan Kebangsaan

Guna menghadapi kompetisi global yang penuh dengan tantangan Generasi muda diharapkan mampu menjadi Agent of Change sekaligus berwawasan kebangsaan

Jumat, 21 Sep 2018 11:35Berita Sumut

Optimalkan Perekaman Penduduk, Disdukcapil Sumut Selenggarakan Bimtek

Optimalkan perekaman data penduduk di Sumatera Utara (Sumut), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Sumut menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) pendaftaran penduduk dan pengelolaan administrasi kependudukan bagi aparatur kabu

Jumat, 21 Sep 2018 11:34Berita Sumut

P3S UMI Medan Diisi dengan Ceramah Wawasan Kebangsaan

Pengenalan Program Pendidikan dan Studi (P3S) kepada mahasiswa baru Universitas Methodist Indonesia (UMI) Medan di Kampus II Jalan Setia Budi Pasar II Tanjung Sari Medan, Jumat (21/9) setelah diawali dengan ibadah, P3S dibuka secara resmi oleh Rektor UMI

Jumat, 21 Sep 2018 11:31Berita Sumut

Kapoldasu Besuk Lima Mahasiswa terluka Bentrok DPRDSU

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Drs. Agus Andrianto,SH menjenguk mahasiswa yang mengalami luka akibat unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sumut

Jumat, 21 Sep 2018 11:26Berita Sumut

Titik Panas Mulai Terpantau di Sumut BBMKG

Satu titik panas (hotspot) di provinsi Sumatera Utara (Sumut), kembali ditemukan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG).

Jumat, 21 Sep 2018 11:12Berita Sumut

Muspika Kec Bandar bersama APSI dan masyarakat Gotong Royong Perbaiki Jalan

Kota Perdagangan sebagai Barometernya Simalungun yang lebih dikenal Sampantao, Muspika bersama Instansi serta masyarakat mengadakan gotong royong memperpaiki jalan jalan dipusat kota sudah pada hancur dan berlubang dan sangat membahayakan bagi pengguna

Jumat, 21 Sep 2018 10:38Lifestyle

Konsumsi Teh di Pagi Hari Dapat Membahayakan Kesehatan

MASYARAKAT di sejumlah negara di Asia seperti Indonesia, India, dan Malaysia umumnya memulai hari mereka dengan secangkir kopi atau teh panas, sambil membaca koran dan menikmati sepotong roti panggang. Bagi sebagian orang, praktik seperti ini mungkin terl

Jumat, 21 Sep 2018 10:34Lifestyle

Inilah Tiga Zodiak yang Berpotensi Mengubah Dunia. Cek Disini, Apakah Kamu Salah Satunya?

BANYAK permasalahan yang menjadi perhatian negara-negara di dunia. Kemiskinan, kemacetan, pendidikan dan kesehatan masih perlu ditangani.

Jumat, 21 Sep 2018 10:22Lifestyle

Mau Melihat Jaring Laba-laba Raksasa? Datanglah ke Tempat Ini

BANYAK hewan yang dianggap menakutkan entah karena bentuknya, atau memang beracun. Salah satunya adalah laba-laba, selain karena bentuknya yang menakutkan banyak juga yang beracun.

Jumat, 21 Sep 2018 10:17Internasional

Untuk Ketiga Kalinya Shinzo Abe Pimpin LDP, Partai Berkuasa di Jepang

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada Kamis menang untuk ketiga kali berturut-turut sebagai ketua Partai Demokrat Liberal (LDP) berkuasa.

Jumat, 21 Sep 2018 10:02Internasional

'Razia' Beragama, China Tutup Gereja Independen Terbesar

PENUTUPAN salah satu gereja independen terbesar di Beijing baru-baru ini dan tindakan keras terhadap jemaat di tempat lain di China, adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk menempatkan agama di bawah kendali Partai Komunis yang berkuasa, menurut pa

Jumat, 21 Sep 2018 09:54Internasional

Pilot Lupa Nyalakan Alat Pengatur Tekanan Udara, 30 Penumpang Alami Pendarahan

Kesalahan dari yang dilakukan pilot di kokpit menyebabkan lebih dari 30 penumpang pesawat Jet Airways India mengalami pendarahan dari telinga dan hidung mereka. Pilot dilaporkan lupa menyalakan alat pengatur tekanan kabin saat pesawat mengudara.

Jumat, 21 Sep 2018 09:51Nasional

Mahfud MD: Jika Hukum Ditegakkan, Lebih dari 50 Persen Persoalan Negara Dapat Diselesaikan

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD kembali menegaskan bahwa persoalan penerapan hukum di Indonesia saat ini amburadul, sehingga harus menjadi fokus perhatian seluruh pihak.