Warning: Use of undefined constant kat - assumed 'kat' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/u4913611/public_html/include/fungsi.php on line 614

    Warning: Use of undefined constant title - assumed 'title' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/u4913611/public_html/include/fungsi.php on line 618

    Warning: Use of undefined constant alias - assumed 'alias' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/u4913611/public_html/include/fungsi.php on line 622

    Warning: Use of undefined constant Kategori - assumed 'Kategori' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/u4913611/public_html/include/fungsi.php on line 622

    Warning: Use of undefined constant Judul - assumed 'Judul' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/u4913611/public_html/include/fungsi.php on line 622
  • Home
  • Berita Sumut
  • Keluarga M Yasin Laporkan Dugaan Salah Tembak BNN ke Polda Sumut

Keluarga M Yasin Laporkan Dugaan Salah Tembak BNN ke Polda Sumut

Amrizal Senin, 15 Juli 2019 19:35 WIB
Mtc/ist
Sebelumnya, keluarga korban juga mengadukan prihal kasus ini ke KontraS Sumut Rabu (10/7/2019) lalu. Adik korban, Jamilah menceritakan, abangnya tewas setelah terjadi kejar-kejaran antara petugas BNN dengan mobil Avanza B 1321 KIJ, yang didalamnya berisi
MATATELINGA, Medan: Keluarga M Yasin, korban dugaan salah tembak personil BNN membuat laporan ke Polda Sumatera Utara. Laporan itu langsung dilayangkan istri korban Nurmala Sari pada Senin (15/7/2019).





"Laporan sudah kami layangkan," ungkap Staf Advokasi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumut Ali Isnandar didampingi keluarga korban.

Laporan itu kata Ali diterima oleh Polda Sumut dalam laporan bernomor STPL/989/VII/2019/SUMUT/SPKT III.  Ali menjelaskan laporan tersebut dilayangkan keluarga, dengan tuduhan, dugaan tindak pidana menghilangkan nyawa orang lain dengan sengaja. 

"Untuk tindak lanjut, kami masih menunggu hasil lidik dari kepolisian," terangnya.

Selain melaporkan ke Polda Sumut, rencananya pihaknya juga akan melayangkan laporan serupa ke Komnas HAM. 

Sementara itu, istri korban Nurmala Sari berharap, agar pihak kepolisian dapat memberikan keadilan kepada suaminya.  Ia menjelaskan, bahwasanya suaminya sama sekali tidak terlibat dalam jaringan narkoba tersebut, sehingga menurutnya, petugas yang menyebabkan M Yasin tewas harus dihukum dengan hukuman yang setimpal.

"Saya ingin keadilan. Pelakunya harus dihukum sesuai undang-undang yang berlaku," tegasnya.





Sebelumnya, keluarga korban juga mengadukan prihal kasus ini ke KontraS Sumut Rabu (10/7/2019) lalu. Adik korban, Jamilah menceritakan, abangnya tewas setelah terjadi kejar-kejaran antara petugas BNN dengan mobil Avanza B 1321 KIJ, yang didalamnya berisi 5 orang yakni, M Yasin, Sulaiman, M Yusuf, Sofyan Hidayat dan Robi Syahputra.

Lebih lanjut, Jamilah mengatakan, pada saat aksi kejar-kejaran antara BNN dengan mobil tersangka Honda Jazz  BK 1004 VP di kawasan Batu Bara, mobil Toyota Avanza B 1321 KIJ yang ditumpangi mereka sedang dalam perjalanan untuk mengantarkan suaminya, Rahmadsyah Sitompul usai menghadiri sidang kasus ITE yang menjerat Rahmadsyah di Batu Bara.

Rahmadsyah Sitompul sendiri, sebagaimana yang diketahui juga merupakan saksi dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga di sidang MK beberapa waktu lalu. 
"Kami nggak tahu ada kejar-kejaran BNN. Kami kira karena di jalan raya, ya biasa mobil kencang-kencang," ungkapnya.

Karenanya menurut Jamilah, pihaknya tidak ada melakukan upaya menghalangi pengejaran yang dilakukan oleh BNN. Sementara menurut versi yang disampaikan BNN bahwa mobil Avanza yang mereka tumpangi telah menghalangi pengejaran. "Menurut kronologis BNN melarikan diri. Padahal mobil itu akan mengantarkan penumpang ke rumahnya," jelasnya.





Begitupun Sulaiman, yang merupakan salah seorang dari 5 orang yang diamankan BNN di Lau Dendang menyampaikan, pada saat di Deli Serdang penumpang yang ada di dalam mobil Avanza B 1321 KIJ panik karena menyangka mobil petugas BNN adalah kawanan begal. Di dalam mobil kata dia, selain dirinya dan Yasin, juga terdapat Robi Syahputra dan Sofyan Hidayat yang merupakan pengacara Rahmadsyah.

Ia menerangkan, selama dalam perjalanan menuju Kota Medan, tidak terjadi kendala apapun. Namun saat berada di kawasan Jalan Besar Batangkuis (Simpang Kolam), Deli Serdang, mobil mereka pun dihadang. "Kami mengira mobil itu kawanan begal atau rampok, sehingga kami panik," ujar Sulaiman.

Lantaran dihadang itu, lanjut Sulaiman, M Yasin Cs pun memilih arah lain dan mengarahkan mobil ke arah Lau Dendang. Namun tiba-tiba terdengar suara tembakan, sehingga para penumpang dalam Avanza semakin panik.

Ketika sampai di Lau Dendang imbuh dia, ada mobil lainnya yang menghadang. Sehingga mereka yang merasa ketakutan langsung keluar dari dalam mobil untuk menyelamatkan diri. "Saya tak tahu yang lain melarikan diri ke arah mana. Saya saat itu sampai memanjat pohon mangga untuk menyelamatkan diri," imbuhnya.





Setelah petugas menyatakan dirinya Polisi, Sulaiman mengaku jika ia baru berani turun dari pohon. Namun ia langsung di borgol bersama dengan yang lainnya. "Saat itu ternyata kaki kiri Yusuf tertembak. Sedangkan Yasin terlihat memegangi perutnya dan kepalanya berdarah," ucapnya.

Yasin sendiri, selanjutnya meninggal dunia di RS Haji Medan. Sedangkan Yusuf dibawa ke RS Bhayangkara Medan. (mtc/amr)
Editor: faeza

T#g:M yasinMatatelingamatatelinga.commatatelinga comTerkiniBNNdugaan salah tembajDugaan salah tembakPolda sumut
Komentar
Bola
Minggu, 08 Des 2019 06:15

Merson: Siapapun Pelatih Bakal Bembesut Arsenal, Timnya itu Takkan Tampil Lebih Baik

Pada laga debutnya, Ljungberg harus melihat Arsenal bermain imbang 2-2 dengan Norwich City. Sementara pada laga teranyar, Ljungberg gagal membawa Arsenal keluar dari kekalahan memalukan atas Brighton & Hove Albion dengan skor 1-2.

Nasional
Minggu, 08 Des 2019 06:00

Peringati Hari Ibu, Bakamla RI Memeriahkan Jalan Sehat Keluarga

Untuk memperingati hari ibu ke-91 tahun 2019, Zona Maritim Tengah Bakamla RI ikut memeriahkan jalan sehat keluarga dengan mengangkat tema," keluarga bahagia yang sehat dan cinta lingkungan". Jalan sehat keluarga dilaksanakan di Kawasan Bisnis Me

Berita Sumut
Sabtu, 07 Des 2019 21:36

Bakamla RI Gelar Bimtek Peningkatan Maturitas SPIP

Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI targetkan peningkatan maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) menjadi Level 3 sesuai dengan arahan Presiden RI yaitu pada level 3. Hal ini disampaikan Direktur Bidang Polhukam BPKP DR. Faisal, S.E., M.Si yan

Nasional
Sabtu, 07 Des 2019 21:32

30 Tamtama Infanteri Kodam XVI/Pattimura Kunjungi Satgas Pamrahwan Maluku

Sebanyak 30 siswa Tamtama kejuruan Infanteri Dodiklatpur Kodam XVI/Pattimura Angkatan 2019 mengunjungi Satuan Tugas Operasi Pengamanan Daerah Rawan

Nasional
Sabtu, 07 Des 2019 21:28

Panglima : Tugas TNI Menjaga Stabilitas Keamanaan Negara

Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. menghadiri sekaligus sebagai pembicara pada acara Silaturahmi Nasional Ulama, Umaro, TNI, dan Polri, yang bertemakan “Peran Ulama, Umaro, TNI, dan Polri dalam Mempertahankan Empat Pilar Keb

Berita Sumut
Sabtu, 07 Des 2019 21:24

Pemprov Sumut akan Galakkan Sport Tourism untuk Dongkrak Pariwisata

Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) untuk mendongkrak pariwisata di daerah ini. Salah satunya dengan menggalakkan sport tourism, seperti Danau Toba Rally 2019

Nasional
Sabtu, 07 Des 2019 21:11

Edy Rahmayadi Ajak Berkontribusi Membangun Daerah

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) kembali menggelar acara silaturahmi dengan masyarakat Sumut yang ada di Jakarta dan sekitarnya, Jumat (6/12/2019) malam, di Ballroom Flores Hotel Borobudur, Jakarta. Acara yang berlangsung penuh kekeluargaan ini dihadiri ra

Nasional
Sabtu, 07 Des 2019 21:00

TNI dan Polri Jaga Stabilitas Keamanaan Negara

Acara Silaturahmi Nasional Ulama, Umaro, TNI, dan Polri, dengan pembicara Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, hadi yang bertemakan “Peran Ulama, Umaro, TNI, dan Polri dalam Mempertahankan Empat Pilar Kebangsaan dan Meneguhkan Aswaja”, di Pe

Ekonomi
Sabtu, 07 Des 2019 20:34

Setali Tiga Uang Dengan Harga Emas di Pasar Spot

Setali tiga uang dengan harga emas di pasar spot. Di pasar spot, harga emas menukik 1,07% ke level US$ 1.460,17 per ons troi.

Nasional
Sabtu, 07 Des 2019 18:20

Guru Bimbingan Masturbasi 18 Muridnya, Berujung ke Terali Besi

Diduga meminta 18 siswanya bermasturbasi atau onani dengan modus untuk penelitian, guru bimbingan konseling di sebuah SMP di Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur ditangkap polisi.

Internasional
Sabtu, 07 Des 2019 18:05

Mantan PM Polandia Donald Tusk Todong Jari Membentuk Senjata ke Presiden AS Donald Trump

Tusk dan Mr Trump secara teratur terlibat dalam perang kata-kata atas pandangan mereka yang berbeda tentang Brexit dan Uni Eropa.

Bola
Sabtu, 07 Des 2019 17:53

Timnas Indonesia U-22 Melaju ke Babak Final SEA Games 2019

Pressing tinggi yang diterapkan Myanmar membuat Indonesia kesulitan mengembangkan permainan di awal laga. Valizar Popov sengaja menginstruksikan anak asuhnya untuk menekan Skuad Garuda di daerah pertahanan sendiri dengan tujuan melakukan kesalahan.

Berita Sumut
Sabtu, 07 Des 2019 17:06

Bermodalkan Kunci T Dua Begundal Ini Dibekuk Tekab Polsek Kota Kisaran

Unit Reskrim Kepolisian Sektor Kota Kisaran berhasil membekum dua pelaku tindak kejahatan sebagai mana dimaksud dalam pasal 363 dan pasal 480 dari KUH Pidana, kedua pelaku tindak kejahatan tersebut saat ini sudah berada di dalam sel tahanan Polsek Kota K

Lifestyle
Sabtu, 07 Des 2019 16:15

Udara Dingin, Sering Buang Air Kecil, Pertanda Masalah Kesehatan

Harus dikaji, bila bdara dingin membuat orang lebih sering buang air

Berita Sumut
Sabtu, 07 Des 2019 16:00

Truk Tronton Gilas Penggendara Sepeda Motor, Hingga Tewas

Habis pulang kerja mengendara sepeda motor, pekerja Belawan International Container Terminal (BICT) Pelindo Belawan ini tewas digilas truk di Simpang Buaya

Berita Sumut
Sabtu, 07 Des 2019 15:55

Walau Sibuk Meringkus, Unit Reskrim Polsek Pancur Batu Tak Lupa Dengan Anak Yatim

Unit Reskrim Polsek Pancur Batu dibawah pimpinan nya, Iptu Suhaily Hasibuan yang merupakan Kanit Reskrim nya patut diacungi jempol. Kenapa, walau setiap harinya di sibuk kan dengan para pelaku tindak.pidana dari berbagai bentuk