MARHABAN YA RAMADHAN

Korupsi, Eks Kades Sampali Dihukum 4 Tahun Penjara

faeza Kamis, 14 Maret 2019 18:00 WIB
Mtc/fae
Mantan Kepala Desa (Kades) Sampali, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sri Astuti (56), dihukum 4 tahun penjara dengan denda sebesar Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan.
MATATELINGA,  Medan: Mantan Kepala Desa (Kades) Sampali, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sri Astuti (56), dihukum 4 tahun penjara dengan denda sebesar Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan.


Majelis hakim yang diketuai  Nazar Efriandi menyatakan wanita ini bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan negara.

"Menyatakan terdakwa bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan alternatif pertama subsidair," sebut Nazar di persidangan yang digelar di Ruang Utama PN Medan,  Kamis (14/3/2019).

Selain itu,  Sri Astuti yang selama persidangan hanya tertunduk lesu ini juga dihukum membayar uang pengganti kerugian negara sejumlah Rp146 juta.  
"Dengan ketentuan jika dalam satu bulan terdakwa tidak membayar dan harta bendanya tidak mencukupi untuk mengganti kerugian negara maka diganti dengan pidana penjara selama 6 bulan, "sebut majelis hakim. 


Sebelumnya Sri yan hadir mengenakan kemeja putih ini dituntut 8 tahun penjara dengan denda Rp 500 juta subsider 1 tahun kurungan.   Jaksa awalnya meminta agar terdakwa  dibebani tdengan kewajiban membayar uang pengganti (UP) sebesar Rp 2,7 miliar. Apabila tidak dibayar, harta bendanya akan disita dan dilelang. Jika hasilnya tidak mencukupi menutupi uang pengganti, maka dia dijatuhi pidana penjara selama 4 tahun.

Mendengar putusan ini baik terdakwa maupun JPU menyatakan pikir-pikir.

Dalam dakwaan disebutkan bahwa kasus ini terkait dengan berakhirnya Hak Guna Usaha (HGU) PT Perkebunan Nusantara 2 (Persero) di Desa Sampali dengan luas 2.024,5 hektare yang berakhir pada tanggal 09 Juni 2000. 

Dalam rangka perpanjangan HGU dilakukan pengukuran pada 1997 yang dituangkan dalam Peta Pendaftaran Nomor: 29/1997 tanggal 24 November 1997. Dari hasil pengukuran luasnya dinyatakan 1.883,06 Ha. Dari jumlah itu, 1.809,43 Ha mendapat perpanjangan HGU, sedangkan 73,63 Ha tidak diperpanjang.


Dalam kurun 2003 hingga 2017, Sri Astuti selaku Kepala Desa Sampali menerbitkan 405 Surat Keterangan Tanah (SKT)/Surat Keterangan Penguasaan Fisik Tanah di atas lahan HGU atau eks HGU PTPN 2 Kebun Sampali. Surat itu untuk melengkapi permohonan pengukuran hak atas tanah.

Dalam menerbitkan SKT itu, Sri Astuti menerima uang dengan jumlah bervariasi, antara Rp 300.000 hingga Rp 500.000 untuk tiap dokumen. Sementara berkas persyaratan untuk penerbitan SKT itu telah sediakan Sri Astuti di kantor Desa Sampali, sehingga pemohon tinggal menandatangani.


Penerbitan 405 SKT di atas HGU atau eks HGU PTPN 2 itu dinilai telah menguntungkan Sri Astuti dan orang lain, yaitu orang-orang yang tertera pada SKT dan menguasai 604.960,84 M2 lahan.

JPU pun menyatakan, perbuatan terdakwa telah mengakibatkan kerugian keuangan negara, dalam hal ini PTPN-II sebesar Rp 1.013.476.205.182,16.

Perkara tindak pidana korupsi ini bukan yang pertama dihadapi Sri Astuti. Dia belum lama bebas setelah menjalani hukuman 1 tahun 2 bulan penjara setelah tertangkap tangan personel Polrestabes Medan saat menerima uang dalam pengurusan surat silang sengketa di kantor Desa Sampali pada Agustus 2017. (mtc/fae)
Editor: faeza

T#g:Eks kades sampali dihukum 4 tahunKades sampalikorupsiMatatelingaPN MedanTerkini
Komentar
Jumat, 24 Mei 2019 17:22Berita Sumut

Jambret Handphone, Dua Pemuda Berakhir di Bui

Polsek Sunggal berhasil mengugkap kasus pencurian dengan kekerasan di Jalan Pasar I Gang Wakaf, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Rabu (22/5) sekira pukul 16.00 WIB.

Jumat, 24 Mei 2019 17:03Berita Sumut

Edy Terima Demo Mahasiswa, Jelaskan Proses Assessment Selektif

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menemui belasan pendemo yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Jumat (24/5/2019). Menjawab tuntutan terkait kebijakan mutasi pejabat, Gubernur menjelaskan bahw

Jumat, 24 Mei 2019 15:19Berita Sumut

Layani Aksi Unras di DPRD Sumut, Polrestabes Medan Sediakan Mobil untuk Berwudhu

Tidak hanya sekedar memberikan pengawalan, Polrestabes Medan juga melayani para pengunjuk rasa dari Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) Sumatera Utara di depan Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan.

Jumat, 24 Mei 2019 15:00Berita Sumut

Jelang Idul Fitri, Bupati Sergai Sidak Pasar

Bupati Serdangbedagai Soekirman bersama jajarannya melakukan Sidak ke Pasar Bengkel Kecamatan Perbaungan dan swalayan Gemilang Desa Sei Rampah Kecamatan Sei Rampah, Jumat (25/5/2019). Sidak pasar ini digelar dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri 144

Jumat, 24 Mei 2019 14:30Berita Sumut

Sirkulasi Eddy Pengaruhi Cuaca di Sumut, Ini Dampaknya

Sirkulasi Eddy menyebabkan beberapa wilayah Sumatera Utara akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Sirkulasi Eddy adalah sirkulasi di atmosfer berupa pusaran angin dengan durasi harian, dan biasanya jika suatu daerah terdapat Eddy maka

Jumat, 24 Mei 2019 14:07Berita Sumut

Program Tukar Uang dan Pasar Murah Ramadan di Sumut Diluncurkan

Pemerintah Provinsi Sumut dan Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Sumut menghadirkan sebanyak 13 mobil perbankan, pasar murah dan puluhan stand bazar UMKM dalam kegiatan launching Program Penukaran Uang Pecahan Kecil dan Pasar Murah BI dan Perbankan

Jumat, 24 Mei 2019 13:57Ekonomi

Lindungi Mobil Anda dari Huru-Hara

Aksi demonstrasi kini sedang terjadi untuk menanggapi hasil Pemilihan Umum 2019. Aksi demo ini juga diwarnai kerusuhan antara pendemo dengan pihak aparat, yang sampai menyebabkan adanya pembakaran terhadap sembilan mobil yang diparkir di depan Asrama Brim

Jumat, 24 Mei 2019 13:36Berita Sumut

159 Personil Polri di Sumut di Mutasi, Diantaranya Sejumlah Jabatan Kapolsek

Sebanyak 159 personil Polri di jajaran Polda Sumatera Utara di mutasi. Mutasi ini tertuang dalam Surat Telegram Nomor : ST/497/V/KEP./2019 yang dikeluarkan tanggal 22 Mei 2019 serta ditandatangani oleh Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto.

Jumat, 24 Mei 2019 12:14

Disenyalir Tilep Uang Klien, Notaris di Medan Masuk Bui

Personil Pidana Umum Kejari Medan meringkus seorang notaris di Medan berinisial Her ,50, di kawasan Perumahan Angel Residence, Jumat (24/5/2019) dinihari. Dia merupakan terpidana dalam kasus penggelapan uang klien yang dijatuhkan hukuman 8 bulan penjara

Jumat, 24 Mei 2019 10:19Ekonomi

Mudik Asyik Tanpa Panik

Meskipun identik dengan kelelahan akibat perjalanan panjang, mudik lewat jalur darat masih menjadi favorit sebagian besar masyarakat Indonesia. Tanpa disadari, kelelahan ini bisa jadi masalah yang serius karena dapat mengakibatkan pengemudi kehilangan fok

Jumat, 24 Mei 2019 08:15Internasional

Duduk di Kursi, Pria India Tewas

Seorang pria India dari golongan dalit tewas setelah dipukuli gegara ia duduk bersama

Jumat, 24 Mei 2019 08:00Bola

Presiden Bayern: Transfer Leroy Sane Terus Diupayakan

Kabar mengenai ketertarikan Bayern Munich terhadap winger Manchester City, Leroy Sane

Jumat, 24 Mei 2019 07:45Nasional

Sengketa Pilpres, Prabowo-Sandi Ajukan Gugatan ke MK

Pasangan calon presiden dan wakil presiden 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan mendaftarkan

Jumat, 24 Mei 2019 07:30Bola

Luka Jovic Lebih Berkualitas dari Suarez Hingga Benzema

Striker Eintracht Frankfurt, Luka Jovic, menjadi salah satu pemain yang ramai diperbincangkan

Jumat, 24 Mei 2019 07:15Ekonomi

Wamen ESDM Cek Pasokan Listrik

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan beban

Jumat, 24 Mei 2019 07:00Bola

Jika Manchester United gagal Lagi, Solskjaer Tak Akan Cari Alasan

Musim kompetisi 2018-2019 bisa dibilang menjadi sebuah kegagalan dan kekecewaan