• Home
  • Berita Sumut
  • Langgar UU Perpajakan, Tiga Terdakwa Ini Dituntut Pidana Penjara dan Bayar Denda Rp 81 Miliar

Langgar UU Perpajakan, Tiga Terdakwa Ini Dituntut Pidana Penjara dan Bayar Denda Rp 81 Miliar

Faeza Kamis, 16 November 2017 19:30 WIB
mtc/fae
Tiandi Lukman, pemilik PT Jasa Sumatera Travelindo dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hendri Sipahutar selama 4 tahun penjara dan membayar denda dua kali lipat dari Rp 40 miliar lebih yakni Rp 81 miliar. Dia dinilai bersalah melanggar undang-undang p
MATATELINGA, Medan:   Tiandi Lukman, pemilik PT Jasa Sumatera Travelindo dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hendri Sipahutar selama 4 tahun penjara dan membayar denda dua kali lipat dari Rp 40 miliar lebih yakni Rp 81 miliar. Dia dinilai bersalah melanggar undang-undang perpajakan.

Tidak hanya Tiandi, dalam persidangan itu, JPU juga memberikan tuntutan yang sama kepada terdakwa Hendro Gunawan alias Aheng selaku Manajer Kantor Konsultan Pajak Adi Dharma Medan.

"Menuntut terdakwa Tiandi Lukman dan Hendro Gunawan alias Aheng masing-masing selama 4 tahun serta membayar denda dengan cara tanggung renteng sebesar Rp 81 miliar," tandas Hendri di Ruang Cakra I Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (16/11) sore.

Selain keduanya, JPU dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) itu juga menuntut terdakwa Rudi Nasution selaku Direktur PT Putri Windu Semesta selama 1 tahun 3 bulan penjara dan denda dua kali Rp 7 miliar lebih yakni Rp 15 miliar.

JPU menilai, terdakwa Tiandin dan Ahen terbukti mendirikan beberapa perusahaan untuk membuat faktur pajak berdasarkan transaksi jual beli fiktif. Sedangkan terdakwa Rudi, hanya mendirikan satu perusahaan.

"Perbuatan ketiga terdakwa terbukti melanggar Pasal 39 ayat (1) jo Pasal 43 ayat (1) UU RI No 6 Tahun 1983 sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 16 Tahun 2000 jo UU Nomor 28 Tahun 2007 Tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan jo Pasal 64 ayat (1) jo Pasal 65 ayat (1) KUHPidana," jelas Hendri.

Usai mendengarkan tuntutan, majelis hakim yang diketuai oleh Marsudin Nainggolan memberikan waktu kepada ketiga terdakwa maupun penasehat hukumnya untuk membuat nota pembelaan (pledoi) selama lima hari.

"Kita tunda sidangnya hingga Selasa (21/11) karena masa tahanan para terdakwa habis tanggal 2 Desember 2017," ujar hakim Marsudin seraya mengetuk palu.

Usai sidang, JPU Hendri mengaku kalau hukuman penjara terhadap ketiga terdakwa merupakan alternatif.

Ia menegaskan bahwa petugas pajak akan tetap menagih kewajiban para terdakwa meski mereka telah menjalani hukuman penjara.

"Tetap ditagih (uang denda), tapi itu urusan pajak. Karena hukuman penjara ini alternatif. Prioritasnya uang pajak itu diselamatkan," tegas Hendri.

Dalam dakwaan JPU, pada tahun 2007, terdakwa Tiandi bersama Aheng mendirikan beberapa perusahaan untuk membuat faktur pajak berdasarkan transaksi jual beli fiktif yang bertujuan untuk mendapat keuntungan.

Mereka menawarkan kepada Busra sebagai Direktur pada sebuah perusahaan perdagangan minyak sawit. Busra menyetujuinya.

"Atas transaksi faktur pajak fiktif itu, PT Batanghari Oilindo Palm berpotensi menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 8.572.906.218," cetus JPU.

Selanjutnya, Tiandi bersama Hendro juga membuat transaksi fiktif pada PT Permata Witmas Hijau. Transaksi fiktif itu membuat PT Permata Witmas Hijau berpotensi menimbulkan kerugian pendapatan negara sebesar Rp 8.198.748.111.

"Terdakwa Tiandi bersama Hendro juga membuat transaksi fiktif pada PT Cipta Karya Insani yang berpotensi menimbulkan kerugian pendapatan negara sebesar Rp 7.7 miliar, PT Al Ansar Binasawindo Plantation sebesar Rp 8.2 miliar dan PT Putri Windu Semesta sebesar Rp 7.9 miliar. jelas JPU.

Dalam kasus ini, Busra Ridwan alias Busro alias Bustomi selaku Direktur PT Batanghari Oilindo Palm juga telah diadili. (mtc/fae)
Editor: Faeza

T#g:pengemplang pajakperpajakanPN Medan
Komentar
Rabu, 23 Mei 2018 12:19Berita Sumut

Wagubsu Hadiri Rakor Pemda se-Kawasan Danau Toba Bersama Menko Kemaritiman

Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Dr Hj Nurhajizah Marpaung SH MH menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Selasa (22/5) di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jalan MH Thamrin Nomor 8, Jakarta.

Rabu, 23 Mei 2018 12:08Berita Sumut

Jadi Jurtul Togel di Kedai Kopi, Pemuda Ini Diciduk Polsek Medan Helvetia

Seorang penulis sekaligus penjual Togel (Toto Gelap) berinisial SP (19) warga Jalan Gaperta Ujung Gg Beringin Kelurahan Tanjung Gusta Kecamatan Medan Helvetia, diringkus petugas Reskrim Polsek Medan Helvetia, Selasa (23/5/2018).

Rabu, 23 Mei 2018 11:55Berita Sumut

Wali Kota: Peran Ulama Penting Wujudkan Medan Kota Religius

Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi mengajak seluruh keluarga besar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan untuk terus memperbaiki diri sekaligus senantiasa meningkatkan kinerja. Di samping itu juga MUI diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan um

Rabu, 23 Mei 2018 11:40Lifestyle

Studi Mengatakan Nikah Di Usia 30-an Diklaim Tidak Langgeng. Bagaimana Menurut Anda?

Pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle sudah berlangsung pada Sabtu (19/5) lalu.

Rabu, 23 Mei 2018 11:35Internasional

Berstatus Bahaya, Aliran Lava Gunung Kilauea Menuju Pembangkit Listrik

Lava cair dari Gunung Kilauea di Hawaii dikabarkan sedang merayap menuju pembangkit listrik tenaga panas bumi. Para pekerja bergegas menutup fasilitas itu untuk mencegah lepasnya gas-gas beracun.

Rabu, 23 Mei 2018 11:33Berita Sumut

Pria Tua Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan

Warga pengguna jalan Abdul Haris Nasution Medan atau persisnya di simpang Jalan Karya April dihebohkan dengan sosok mayat pria tua yang tidak memilik identitas, Rabu (23/5/2018). Korban diperkirakan berusia 60 tahun.

Rabu, 23 Mei 2018 11:21Berita Sumut

Diperiksa di Kejatisu, Tiga Anggota DPRD Sumut Kembalikan Uang Suap Rp 350 Juta ke Penyidik KPK

Tiga dari 22 anggota dan mantan DPRD Sumut yang menjalani pemeriksaan KPK di Kantor Kejati sumut pada Selasa (23/5/2018) kemarin mengembalikan uang kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) total senilai Rp350 juta. Uang itu ditenggarai sebagai uang kasus

Rabu, 23 Mei 2018 11:13Internasional

Pendakian Kedelapan, Nobukazu Kuriki 'Takluk' Sebelum Tiba di Puncak Everest

Pendaki asal Jepang Nobukazu Kuriki, 35 tahun, tewas di Gunung Everest dalam upaya menaklukkan puncak tertinggi di dunia itu untuk ke delapan kalinya.

Rabu, 23 Mei 2018 10:50Internasional

Palestina Laporkan Israel Ke Mahkamah Kejahatan Internasional

Palestina resmi menggugat Israel atas kejahatan perang yang dilakukan di Tepi Barat, Jalur Gaza dan Yerusalem Timur.

Rabu, 23 Mei 2018 10:45Nasional

Hari Ini Jokowi Akan Lantik KSAL Baru Di Istana Negara

Presiden Joko Widodo hari ini, Rabu (23/5), dikabarkan akan melantik Laksamana Madya TNI Siwi Sukma Adji menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) menggantikan Laksamana TNI Ade Supandi yang memasuki masa pensiun pada 1 Juni 2018.

Rabu, 23 Mei 2018 10:37Nasional

Mengalir Sampai Jauh, Dana e-KTP Diduga Singgah Ke Kantong Nurhayati Assegaf

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami dugaan suap senilai US$100 ribu dalam kasus e-KTP yang mengalir ke kantong Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf.

Rabu, 23 Mei 2018 10:30Nasional

Alami Letusan Freatik 4 Menit, Abu Merapi Terbang Ke Magelang

Gunung Merapi kembali mengalami letusan freatik pada Rabu (23/5) pukul 03.31 WIB. Letusan terjadi selama empat menit dengan ketinggian mencapai 2.000 meter arah barat daya atau Magelang. Alhasil, warga Magelang diminta untuk mewaspadai hujan abu.

Rabu, 23 Mei 2018 10:20Nasional

Nasib Miris Jurnalis, LBH Pers Catat 723 Kasus Kekerasan Hingga 2017

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers menyebut kebebasan mendapat informasi dan profesi wartawan masih dalam ancaman dalam kurun waktu 20 tahun terakhir. Dalam catatan mereka, ada 700-an kasus kekerasan dialami awak media yang bertugas mencari dan menyalurkan

Rabu, 23 Mei 2018 10:14Ekonomi

Kabar Gembira Untuk PNS, Selain Alami Kenaikan, THR Juga Cair Pekan Depan

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur memperkirakan Tunjangan Hari Raya (THR) Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai cair pekan depan.

Rabu, 23 Mei 2018 10:06Ekonomi

Rupiah Melemah, Perusahaan Sektor Farmasi Dinilai Paling Terpukul

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyebut perusahaan-perusahaan di sektor farmasi paling terdampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Rabu, 23 Mei 2018 10:00Berita Sumut

Tim Monitoring Pemkab Asahan Bersama Polres Asahan Sidak Pasar

Tim monitoring Pemkab Asahan bersama Sat.Reskrim Polres Asahan Unit Ekonomi melakukan peninjauan ke Pasar tradisional Kisaran yang berada di jalan Diponegoro, Selasa (22/5/2018) pukul 15.30 Wib.