• Home
  • Berita Sumut
  • Martabatisasi Memiliki Multi Tafsir yang Menyakitkan bagi Warga Sumut

Martabatisasi Memiliki Multi Tafsir yang Menyakitkan bagi Warga Sumut

Amr/rel Selasa, 15 Mei 2018 17:07 WIB
Matatelinga
Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur (Cagub-Cawagub) Sumatera Utara nomor urut satu Edy Rahmayadi- Musa Rajeckshah dan Pasangan Cagub - Cawagub nomor urut dua Djarot Syaiful Hidayat- Sihar Sitorus saat acara debat publik kedua yang digelar KPU
MATATELINGA, Medan:  Kata martabatisasi yang dipopularkan pasangan Edy Rahmayadi  dan Musa Rajekshah dalam visi misinya kini menjadi kata vital bagi masyarakat Sumatera Utara (Sumut). Baik sebagai guyonan maupun sebagai jargon dinilai memiliki multi tafsir yang sangat menyakitkan.



Hal tersebut dipaparkan salah satu penggiat sastra Juhendri Chaniago dalam bincang-bincang bersama wartawan di salah satu restoran siap saji baru-baru ini. Penggiat sastra  ini mengatakan, kata yang masuk dalam visi misi pasangan Calon Gubernur (Cagub) Sumut nomor urut satu tersebut menunjukkan bahwa masyarakat belum memiliki martabat sehingga harus dimartabatkan.

Karena dari segi penggunaan kata, martabat memiliki arti sebagai tingkat harkat kemanusian atau harga diri. Sehingga jika ditambah akhiran atau sufiks dalam proses penggunaan kata tersebut maka menyatakan proses menjadikan atau penambahan.



"Dengan kata lain menjadikan, atau jadi sebelumnya tidak punya martabat sehingga harus dimartabatkan. Sementara martabat sendiri tolak ukurnya banyak, apakah agama, budaya atau hukum. Sehingga martabatisasi menghasilkan multi tafsir yang sangat menyakitkan. Karena jika disebut martabatisasi maka sebelumnya masyarakat Sumut tidak punya martabat, sayangnya dengan tolak ukur yang beragam tidak jelas ukuran martabat itu apa," terang penggiat sastra, Juhendri, Senin (14/5/2018) malam.

Juhendri yang pernah menjabat sebagai ketua salah satu komunitas sastra di Medan mengatakan bahwa pada prinsipnya ada kelatahan dalam pengucapan istilah-istilah yang bertujuan politis. Yang pada akhirnya istilah itu sendiri yang menjadi boomerang dalam pengembangan politik itu sendiri. Di sisi lain tolak ukur bermartabat itu sangat banyak, contohnya dari ukuran agama, yang mana masing-masing orang berbeda, demikian juga budaya yang tolak ukurnya sangat berbeda-beda.



"Mungkin dari aspek hukum saja yang bisa kita tolerir. Mengingat saat ini banyak anggota dewan dan kepala daerah terjerat kasus korupsi. Karena para anggota dewan dan kepala daerah tersebut tidak bermartabat dari aspek hukum dan undang-undang. Sementara dari aspek agama dan budaya masyarakat tidak mungkin mau disebut tidak bermartabat, karena tolak ukurnya berbeda beda sesuai agama dan budaya yang di anutnya. Sehingga akan marah jika dikaitkan dengan martabatisasi, karena tidak bisa diukur," jelasnya.

Sekadar untuk diketahui, kata martabatisasi menjadi salah satu trending topic bagi sejumlah kalangan. Bukan hanya  masyarakat, Calon Gubernur (Cawagub) Sumut, Sihar Sitorus juga mempertanyakan muatan arti kata martabatisasi, koletif-simbiotik yang tertuang dalam visi misi pasangan Eramas tersebut. Pertanyaan dilontarkan oleh penggiat sepakbola tersebut kepada pasangan nomor urut satu yang selama ini mempopularkan Sumut Bermartabat sebagai jargon politiknya saat debat publik kedua yang dilaksanakan KPU.

(Mtc/rel)
Editor: Amrizal

T#g:DJOSSMatatelingaSihar
Komentar
Selasa, 23 Okt 2018 20:19Berita Sumut

Buntut Pembakaran Bendera Tauhid, GNPF Sumut Dukung Pembubaran Banser

Lantaran anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser), salah satu organisasi sayap Nahdlatul Ulama, membakar bendera warna hitam yang berlafadz tauhid bertepatan di Hari Santri di Garut pada Minggu (21/10), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Sumate

Selasa, 23 Okt 2018 18:30Berita Sumut

Oknum Polisi Penista Agama Diserahkan Ke Kejari Asahan

Kejaksaan Negeri (Kejari) Asahan menerima pelimpahan tahap dua berupa tersangka dan barang bukti kasus dugaan penghinaan terhadap Nabi Muhammad melalui akun media sosial (medsos) Facebook dengan tersangka Aipda Saperio Sahputra Perangin-angin Pinem (4

Selasa, 23 Okt 2018 18:10Nasional

TNI Bersihkan Area Likuifaksi di Balaroa

Kegiatan clearing lokasi di Balaroa bertujuan untuk menghilangkan rasa trauma masyarakat, karena kalau kita biarkan rumah-rumah masih hancur, masyarakat yang datang untuk melihat akan merasa trauma berkepanjangan.

Selasa, 23 Okt 2018 17:55Berita Sumut

Walikota Medan Diharapkan Dukung Pedagang Pasar Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Deputi Direktur Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagut Umardin Lubis, minta dukungan penuh Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi agar seluruh tenaga kerja baik formal maupun informal yang ada di Kota Medan pes

Selasa, 23 Okt 2018 17:30Berita Sumut

Ijeck Minta Target 10.500 Hektar Peremajaan Perkebunan Sawit Rakyat Terwujud

Target peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat di Sumatera Utara (Sumut) tahun 2018 seluas 10.500 hektar diharapkan segera terealisasi. Untuk itu, Pemerintah Daerah (Pemda) dan stakeholder terkait diminta bersinergi dan berkolaborasi melakukan upaya per

Selasa, 23 Okt 2018 17:07Berita Sumut

Poldasu Secepatnya Limpahkan Sukran Tanjung ke Jaksa

Kasus Sukron J Tanjung yang ditangani oleh Penyidik Subdit II/Harda-Tahbang Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut secepatnya dilimpahkan ke Kejaksaan. Sebab, berkas mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) itu telah dinyatakan lengkap (P-21).

Selasa, 23 Okt 2018 17:00Berita Sumut

Kendalikan Peredaran Narkoba, Napi Lapas Tanjung Gusta Dihukum Mati

Egah Halim, narapidan Lapas Tanjung Gusta Medan diganjar pidana mati dari majelis hakim PN Medan. Ia terbukti mengendalikan narkotika jenis pil ekstasi dari dalam Lapas Klas IA Tanjung Gusta Medan.

Selasa, 23 Okt 2018 16:59Nasional

TNI Gelar Lomba Menggambar Bagi Anak-Anak Pengungsi Sulteng

Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Raider 700/Wira Yudha Cakti (WYC) Kodam XIV/Hasanuddin dipimpin Lettu Inf Sahang dan Batalyon Infanteri Para Raider 432/Waspada Setia Jaya (Yonif Para Raider 432/WSJ) Divisi 3/Kostrad dipimpin Kapten Inf Nur Cahyo, men

Selasa, 23 Okt 2018 16:54Nasional

TNI Bantu Bangun Rumah Warga di Desa Senayan Sumbawa Barat

Pasca bencana gempa berkekuatan 7.0 skala richter pada 5 Agustus 2018 lalu, tidak hanya menghancurkan bangunan maupun infrastruktur yang berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat, namun juga sebagian wilayah Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat ikut terkena da

Selasa, 23 Okt 2018 16:44Berita Sumut

PNS TNI Wilayah Medan Ikut Ujian Dinas dan Penyesuaian Kenaikan Pangkat

Sebanyak 56 orang PNS TNI Wilayah Medan mengikuti seleksi Ujian Dinas Tk I dan Penyesuaian Kenaikan Pangkat Tingkat Sarjana di Aula Transito Ajendam Jalan Abdul Manaf Lubis, Gaperta Medan

Selasa, 23 Okt 2018 16:36Berita Sumut

Istri Seharusnya Disayangi, Oknum PNS Dinas Kehutanan Sumut Malah Menganiaya

Unit Reskrim Polsek Patumbak melakukan penangkapan terhadap Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Kehutanan Sumut, berinisial ND ,54, warga Jalan Bajak V Kelurahan Harjosari II, Medan Amplas.

Selasa, 23 Okt 2018 16:20Berita Sumut

Hubungan Kerjasama Jepang dan Sumut Diharapkan Meningkat

Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah berharap kerjasama antara Jepang dan Sumut akan terus meningkat di masa depan, khususnya yang berkaitan dengan teknologi. Hal ini diungkapkannya saat menghadiri acara 60 Tahun Hubungan Diplomati

Selasa, 23 Okt 2018 16:00Berita Sumut

Polisi Tahan Penyimpan Senpi Tersangka Pembunuh Satu Keluarga din Tanjung Morawa

Pihak kepolisian akhirnya berhasil menangkap tersangka ke 4 pelaku pembunuhan sekeluarga di Tanjung Morawa terhadap Manager PT Domas bernama Muhajir ,49,, istrinya Suniati ,50, dan anaknya Solihin ,12, warga Gang Rasmi, Dusun III Tanjung Morawa, pada Sela

Selasa, 23 Okt 2018 15:45Bola

PSSI AKhirnya Tunjuk Bima Sakti Latih Timnas

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) akhirnya memutuskan tidak lagi memakai jasa Luis Milla untuk melatih Timnas sepakbola Indonesia. Keputusan ini dibuat karena pelatih berkebangsaan Spanyol ini tak kunjung datang untuk perpanjangan kontrak.

Selasa, 23 Okt 2018 15:30Berita Sumut

Wali Kota Gelar Jamuan Makan Malam Dengan Peserta Bulan PRB

Wali Kota Gelar Jamuan Makan Malam Dengan Peserta Bulan PRB

Selasa, 23 Okt 2018 15:15Berita Sumut

Gubernur Edy Lepas Pemberangkatan 2000 ton Bantuan Logistik Korban Bencana Alam Sulawesi Tengah

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menjadi Pembina Apel Siap Siaga Bencana dan Pemberangkatan Logistik 2000 ton bantuan masyarakat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng), Selasa (23/1