Menelusuri Jejak Nommensen di Tanah Batak

Mtc/James Rabu, 07 Maret 2018 15:38 WIB
Internet
IL Nommensen
NOMMENSEN adalah seorang tokoh pekabar Injil berkebangsaan Jerman yang terkenal di Indonesia. Hasil dari pekerjaannya adalah berdirinya sebuah gereja terbesar di wilayah suku bangsa Batak Toba. Gereja itu bernama Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Tidak berlebihan jika ia diberi gelar Rasul Batak. Ia sudah memberikan seluruh hidupnya bagi pekerjaan pekabaran Injil di Tanah Batak.

Nommensen dilahirkan pada tanggal 6 Februari 1834 di sebuah pulau kecil, Noordstrand, Jerman Utara. Nommensen sejak kecil sudah hidup di dalam kemiskinan dan penderitaan. Sejak kecil ia sudah mencari nafkah untuk membantu orang tuanya. Ayahnya adalah seorang yang miskin melarat dan selalu sakit-sakitan.



Pada umur 8 tahun ia mencari nafkah dengan menggembalakan domba milik orang lain pada musim panas dan pada musim dingin ia bersekolah. Pada umur 10 tahun ia menjadi buruh tani sehingga pekerjaan itu tidak asing lagi baginya. Semuanya ini nampaknya merupakan persiapan bagi pekerjaannya sebagai pekabar Injil di kemudian hari.

Tahun 1846 Nommensen mengalami kecelakaan yang serius. Pada waktu ia bermain kejar-kejaran dengan temannya, tiba-tiba ia ditabrak oleh kereta berkuda. Kereta kuda itu menggilas kakinya sehingga patah. Terpaksa ia berbaring saja di tempat tidur berbulan-bulan lamanya.



Teman-temannya biasanya datang menceritakan pelajaran dan cerita-cerita yang disampaikan guru di sekolah. Cerita-cerita itu adalah tentang pengalaman pendeta-pendeta yang pergi memberitakan Injil kepada banyak orang dan Nommensen sangat tertarik mendengar cerita-cerita itu.

Lukanya makin menjadi parah sehingga dia tidak dapat berjalan sama sekali. Sekalipun sakit, Nommensen belajar merajut kaos, menjahit dan menambal sendiri pakaiannya yang robek. Pada suatu hari ia membaca Yohanes 16:23-26, yaitu tentang kata-kata Tuhan Yesus bahwa siapa yang meminta kepada Bapa di surga maka Bapa akan mengabulkannya.  Nommensen bertanya kepada ibunya, apakah perkataan Yesus itu masih berlaku atau tidak. Ibunya meyakinkannya bahwa perkataan itu masih berlaku.



Lantas, ia meminta ibunya untuk berdoa bersama- sama. Nommensen meminta kesembuhan dan dengan janji, jikalau ia sembuh maka ia akan pergi memberitakan Injil. Dan memang doanya dikabulkan karena beberapa minggu kemudian kakinya sembuh. Setelah sembuh kembalilah Nommensen menggembalakan domba lagi. Janjinya selalu menggodanya untuk segera memenuhinya. Oleh karena itu ia melamar untuk menjadi penginjil pada Lembaga Pekabaran Injil Rhein (RMG). Beberapa tahun lamanya ia belajar sebagai calon pekabar Injl.

Tahun 1861 ia ditahbiskan menjadi pendeta. Dan sesudahnya ia berangkat menuju Sumatera dan tiba pada bulan Mei 1862 di Padang. Ia memulai pekerjaannya di Barus. Ia mulai belajar bahasa Batak dan bahasa Melayu yang cepat sekali dapat dikuasainya. Kemudian, ia mulai mengadakan kontak-kontak dengan orang-orang Batak, terutama dengan raja-raja. Ia tidak jemu mengadakan perjalanan keliling untuk menciptakan hubungan pergaulan yang baik. Ia mempelajari adat-istiadat Batak dan mempergunakannya dalam mempererat pergaulan.



Nommensen meminta ijin untuk masuk ke pedalaman namun dilarang oleh pemerintah, karena sangat berbahaya bagi seorang asing. Namun Nommensen tidak takut. Ia memilih Silindung sebagai tempat tinggalnya yang baru. Ia mendapat gangguan yang hebat di sini, namun ia tidak putus asa. Ia berhasil mengumpulkan jemaatnya yang pertama di Huta Dame (Kampung Damai). Tahun 1873 ia mendirikan sebuah gedung gereja, sekolah dan rumahnya sendiri di Pearaja. Sampai sekarang Pearaja menjadi kantor pusat HKBP.

Pekerjaan Nommensen diberkati Tuhan sehingga Injil makin meluas. Sekali lagi ia memindahkan tempat tinggalnya ke kampung Sigumpar, pada tahun 1891 dan ia tinggal di sini sampai dengan meninggalnya.



Nommensen memberitakan Injil di tanah Batak dengan berbagai macam cara. Ia menerjemahkan Perjanjian Baru ke dalam bahasa Toba dan menerbitkan cerita-cerita Batak. Ia juga berusaha untuk memperbaiki pertanian, peternakan, meminjamkan modal, menebus hamba-hamba dari tuan-tuannya, dan membuka sekolah-sekolah serta balai-balai pengobatan.

Dalam pekerjaan pekabaran Injil ia menyadari perlunya mengikutsertakan orang-orang Batak sehingga dibukalah sekolah penginjil yang menghasilkan penginjil-penginjil Batak pribumi. Juga untuk kebutuhan guru-guru sekolah, dibukanya pendidikan guru.

Karena kecakapan dan jasa-jasanya dalam pekerjaan penginjilan maka pimpinan RMG mengangkatnya menjadi Ephorus pada tahun 1881. Pada hari ulang tahunnya yang ke-70, Universitas Bonn memberikan gelar Doktor Honoris Causa kepada Nommensen.



Nommensen meninggal pada umur yang sangat tua, pada umur 84 tahun. Ia meninggal pada 12 Mei 1918. Nommensen dikuburkan di Sigumpar di tengah-tengah suku bangsa Batak setelah bekerja dalam kalangan suku bangsa ini selama 57 tahun lamanya.

Sebenarnya, dalam upaya penyebaran agama Kristen di Tanah Batak masih ada missionaris lainnya yang telah mengukir sejarah. Antara lain, Nommensen juga menugaskan Pendeta Bond berkebangsaan Jerman ke daerah Muara. Masyarakat di sana belum bisa menerima kedatangan dan misinya karena dianggap masih terkait dengan penjajahan kolonial Belanda.
Pendeta Bond diusir dan lari menyelamatkan diri ke arah Timur Danau toba. Memperhatikan situasi kemasyarakatan di Muara, maka tahun 1889  I.L. Nommensen mengutus Pendeta Johannes Siregar menjadi pelayan Tuhan di Muara. Berkat kasih Tuhan, pelayanan Pendeta Johannes Siregar diterima oleh  masyarakat setempat, karena selain mengajarkan firman Tuhan, Johannes juga membimbing masyarakat dalam hal  kesehatan, pendidikan dan pertanian.



Pada 20 Oktober 1890 berdiri gereja HKBP Huta Dame Hutanagodang di Muara. Johannes berhasil mengembangkan perkebunan rakyat seperti kelapa, mangga dan kemiri serta  membuka saluran air irigasi. Misi yang dilakukan Johannes Siregar ternyata tidak hanya di Muara tapi juga menyebar ke Pulau Sibandang, Bakkara, Tipang dan Janji Raja.

Di usianya yang semakin renta, tahun 1922 Pendeta Johannes dipanggil untuk menghadap-Nya dan dimakamkan di Muara. Sampai hari ini, makam tersebut telah menjadi salah satu situs sejarah masuknya Kristen ke Tanah Batak. Dan daerah Muara saat ini sudah berkembang semakin maju.



Atas perjuangan Nommensen seperti dikemukakan tadi untuk menjalankan misi menyebarkan Firman Tuhan, dibangunlah sebuah Salib Raksasa yang sekarang berdiri tegak di Bukit Siatas Barita. Sebuah prasasti untuk mengabadikan betapa Rura Silindung telah tercatat dengan tinta emas sebagai awal penyebaran agama Kristen di Tanah Batak. Bukit Siatas Barita, yang dulu dikenal angker dan menakutkan kini telah menjadi daerah tujuan wisata rohani. Di tempat ini telah banyak orang datang untuk berdoa, melihat keajaiban Tuhan dan meminta perlindungan demi untuk memperoleh kesejukan, keteduhan dan kedamaian jiwa.
Editor: James P Pardede

T#g:HKPNommensenTarutungsalib Kasih
Komentar
Jumat, 23 Agu 2019 18:29Berita Sumut

Kejurnas Tinju Junior-Youth 2019 Digelar di Medan

Diperkirakan, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Amatir Junior - Youth 2019 akan diikuti sekitar 200 orang petinju terbaik berpredikat nasional, berbakat dan terbaik yang berasal dari 34 Provinsi di Indonesia memperebutkan Piala Kepala Kejaksaan Tinggi S

Jumat, 23 Agu 2019 18:13Berita Sumut

Pemko Medan dan PT KAI Bahas Persiapan Pengoperasian Sky Bridge

Pemko Medan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) I Sumut menggelar Rapat Koordinasi Pembahasan Nota Kesepahaman terkait pemanfaatan dan pengoperasian sky bridge yang berada di Jalan Stasiun Kereta Api. Tujuannya, agar sky bridge y

Jumat, 23 Agu 2019 17:58Berita Sumut

Syukuran 30 Tahun Mengabdi di Kepolisian, Kapoldasu Silaturahmi dengan Warga Medan

Sebagai wujud rasa syukur atas pengabdian dalam dunia kepolisian selama 30 tahun, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menggelar silaturahmi dan ramah tamah dengan ribuan warga Kota Medan di Lapangan Merdeka Medan, Jumat (23/8). Silaturahmi dilakukan Ka

Jumat, 23 Agu 2019 17:44Berita Sumut

Kejatisu Gelar Penerangan dan Penyuluhan Hukum di Kecamatan Sunggal

Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) kembali menggelar acara penerangan dan penyuluhan hukum di Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang yang dipusatkan di Desa Muliorejo, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (23/8/2019).

Jumat, 23 Agu 2019 17:43Berita Sumut

Soal Program Medan Bebas Banjir, Dandim 0201/BS Turun Langsung Komunikasi ke Warga

Komandan Kodim 0201/BS, Kolonel Inf Roy Hansen J Sinaga, SSos turun langsung melakukan sosialisasi dan komunikasi persuasif kepada warga yang pemukimannya terkena proyek pelebaran parit untuk antisipasi banjir Kota Medan.

Jumat, 23 Agu 2019 17:28Berita Sumut

Gubsu Minta Sarasehan Kesehatan Digalakkan

Kegiatan pertemuan ilmiah dan sarasehan bersama para dokter dan praktisi kesehatan diharapkan dapat terus digalakkan. Sebab bidang ini menjadi satu prioritas dalam visi misi Sumut Bermartabat.

Jumat, 23 Agu 2019 17:13Berita Sumut

Polres Pelabuhan Belawan 'Tatar' Omak-Omak, Parbetor dan Ojek Bahaya Narkoba

Ratusan omak-omak, parbetor serta pengemudi ojek di Medan Utara ditatar tentang bahaya narkoba oleh Polres Pelabuhan Belawan,Jum'at (23/08/2019).

Jumat, 23 Agu 2019 16:56Nasional

Kapolri Ikut Tinjau Penanganan Karhutla di Kalteng

Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian, dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., tiba di Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Jumat (23/8/2019) pukul 09.15 WIB dengan pesawat Boeing 737 TNI AU.

Jumat, 23 Agu 2019 16:12Berita Sumut

Pejambret yang Seret IRT Dekat Polsek Helvetia Diringkus

Polisi tak lama meringkus pelaku jambret yang menyeret korbannya di dekat Mapolsek Helvetia. Ada dua orang pelaku yang ternyata sudah berulang kali melakukan penjambretan. Pelaku yang tertangkap yakni AS (20) dan FA. Keduanya warga Jalan Setia Luhur, Dwik

Jumat, 23 Agu 2019 15:56Berita Sumut

Polsek Kisaran Kota Ringkus Tiga Pengedar Narkoba, Dua Diantaranya Pasutri

Tiga orang tersangka pengedar narkotika jenis sabhu diantaranya merupakan pasutri dibekuk opsnal Reskrim Polsek Kota Kisaran yang dipimpin Ipda Arbin Rambe, Kamis (22/8/2019) sekira pukul 22.30 Wib dari dua tempat yang berbeda.

Jumat, 23 Agu 2019 14:40Berita Sumut

Kapoldasu Lantik Kombes Pol Kemas Ahmad Yani Sebagai Dirlantas Polda Sumut

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto resmi melantik Kombes Pol Kemas Ahmad Yani menjadi Direktur Lalulintas Polda Sumut di Aula Tribarata Polda Sumut

Jumat, 23 Agu 2019 14:25Berita Sumut

TPL Targetkan Pembibitan 2,8 Juta Eucalyptus

Eucalyptus merupakan bahan baku utama produksi pulp (bubur kertas) bagi PT Toba Pulp Lestari (TPL), Tbk. Batang pohon Eucalyptus diolah menjadi bubur kertas yang hasilnya diekspor ke dalam hingga luar negeri.

Jumat, 23 Agu 2019 14:02Berita Sumut

Polisi Grebek Rumah Pengoplosan Kecap Asin di Sidimpuan

Sebuah rumah yang dijadikan tempat pengoplosan kecap asin di i Jalan Sutoyo, Kelurahan Bincar, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan digrebek polisi, Selasa (20/8/2019) kemarin. Polisi mendapatkan 400 botol kosong yang diduga akan dijadik

Jumat, 23 Agu 2019 13:38Berita Sumut

Pemred Matatelinga.com Ketua Forum Wartawan PDAM Tirtanadi

Kepengurusan wartawan yang bertugas di PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara periode 2019-2021 secara resmi telah terbentuk. Amrizal dari matatelinga.com terpilih memimpin forum wartawan yang diberinama Forum Wartawan PDAM Tirtanadi(Forwadi) tersebut.

Jumat, 23 Agu 2019 12:37Berita Sumut

Kaki Dua Pengedar Narkoba di Asahan Dibedil Polisi

Dua pengedar narkotika jenis sabhu masing masing "MR alias Ridho" (26) dan "GAS alias Gilang" (19) keduanya warga jalan HM Yamin gang Kueni kelurahan Kisaran Naga Kecamatan Kota Kisaran Timur Asahan terpaksa dilumpuhkan opsnal Sat.Res.

Jumat, 23 Agu 2019 12:22Berita Sumut

Polisi dan BKSDA Sita Tiga Ekor Binturong dari Warga di Medan

Personil Unit 3 Subdit IV Tipiter Ditkrimsus Polda Sumatera Utara (Poldasu) bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) berhasil menyita tiga ekor Binturong dari seorang warga di Jalan HM. Joni Gang Aman I Teladan, Kecama