Omoda Djoss Terapkan Main Cepat untuk Perubahan

Faeza Selasa, 17 April 2018 14:30 WIB
mtc/ist
Relawan Omoda Djarot-Sihar (Djoss) mendukung Main Cepat untuk perubahan di Nias. Salah satu upaya yang dilakukan lewat penggalangan minat pemilih untuk menggunakan hak suara pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumatera Utara (Sumut) 2018 ini.
MATATELINGA, Gunungsitoli - Relawan Omoda Djarot-Sihar (Djoss) mendukung Main Cepat untuk perubahan di Nias. Salah satu upaya yang dilakukan lewat penggalangan minat pemilih untuk menggunakan hak suara pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumatera Utara (Sumut) 2018 ini.

Ketua Relawan Persatuan Omoda Djoss, Ferry Laoly mengatakan bahwa selama kunjungan kampanye di Nias, relawan Omoda sudah melakukan tugas pendampingan terhadap Pasangan Calon (Paslon) Djoss.

Dalam pendampingan tersebut, relawan persatuan Omoda ikut serta memandu perjalanan Sihar Sitorus untuk mengunjungi daerah-daerah pedalaman Nias yang sulit dijangkau dan belum pernah didatangi calon gubernur lain.

"Jadi kita ikut serta bersama Sihar dalam kunjungannya dengan harapan pendampingan kita dapat menarik animo masyarakat untuk memilih dan menggunakan hak suaranya dengan baik. Sebab selama ini kendala terbesar dalam penggalangan suara terletak pada animo masyarakat yang rendah untuk memilih," terangnya, Senin (16/4/2018) di Medan.

Pendampingan yang dilakukan persatuan Omoda Djoss selama kunjungan di Nias juga untuk memperlihatkan berbagai kelemahan dalam pengembangan Nias. Khususnya daerah daerah pelosok yang sangat minim tersentuh pembangunan. Karena itu, Laoly menilai dibutuhkan Main Cepat untuk memahami dan memperbaiki sarana dan prasarana yang lemah selama ini.

"Jadi kita mendampingi secara menyeluruh, mulai dari kedatangan sampai pulang dari Nias. Selama di Nias kita mengikuti jadwal kunjungan. Termasuk ke daerah pedalaman untuk melihat kehidupan masyarakat yang masih sangat memprihatinkan," katanya.

Laoly menambahkan bahwa selain melakukan pendampingan terhadap pasangan Djoss, pihaknya juga melakukan sosialisasi terpadu kepada masyarakat. Sosialisasi terpadu tersebut bukan hanya sebatas memasang alat peraga, melainkan mengunjungi warga dan memperkenalkan profil pasangan calon. Termasuk memaparkan visi dan misi calon agar dipahami warga dengan baik.

"Ketika mereka paham visi dan misi itu, maka dengan sadar mereka akan memilih," ujarnya.

Sebelumnya Sihar Sitorus mengatakan bahwa dia memilih untuk masuk ke pelosok-pelosok Nias agar lebih memahami apa kebutuhan masyarakat. Saat ini menurut Sihar, Nias ada di persimpangan yang harus memilih kiri atau kanan. Kemiskinan yang ada di Nias saat ini harus ditangani dengan Main Cepat. Agar Nias segera keluar dari peta kemiskinan.(mtc/rel)
Editor: Faeza

T#g:
Komentar
Jumat, 19 Apr 2019 21:56Berita Sumut

Beredar Lagi Video Kecurangan Pemilu di Tapteng, Bawaslu akan Hitung Ulang Suara

Setelah beredarnya video kecurangan proses Pemilihan Umum di Kabupaten Tapanuli Tengah, warganet kembali dihebohkan dengan video lainnya yang terjadi di kecamatan yang berbeda.

Jumat, 19 Apr 2019 21:15Nasional

Jokowi-Ma'ruf 54,99% dan Prabowo-Sandi 45,01% di Real Count KPU 3%

Situs resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus memperbaharui perolehan suara Pilpres 2019. Setidaknya, hingga pukul 19.45 WIB

Jumat, 19 Apr 2019 21:00Nasional

Pasca Keluarkan "Surat Cinta" BPN Tepis Isu Perpecahan Dengan SBY

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade

Jumat, 19 Apr 2019 20:45Berita Sumut

Ikut Amankan Pemilu 2019, Kapolres Binjai Ucapkan Terimakasih Kepada Masyarakat

Kapolres Binjai, AKBP Nugroho Tri Nuryanto mengucapkan terimakasih kepada masyarakat

Jumat, 19 Apr 2019 20:30Nasional

Diperiksa Tim Dokter, Begini Kondisi Sandiga Uno

Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiga Uno memeriksa kondisi kesehatannya

Jumat, 19 Apr 2019 20:15Bola

Kepindahan Eden Hazard Tinggal Menghitung Hari

Real Madrid tampaknya sebentar lagi bakal mengumumkan kedatangan satu pemain bintang di bursa transfer musim panas 2019 nanti

Jumat, 19 Apr 2019 20:00Internasional

Siswi Bangladesh Dibakar Hidup-Hidup Usai Laporkan Pelecehan Seksual

Nusrat Jahan Rafi, seorang remaja berusia 19 tahun tewas pada 10 April, lima hari setelah dia disiram bensin

Jumat, 19 Apr 2019 18:50Berita Sumut

Kodam I/BB Apresiasi Serka Nur Habibah Lubis Sebagai Babinsa Kowad Pertama di Jajaran Korem 032/Wbr

Kodam I/Bukit Barisan memberikan apresiasinya kepada Sersan Kepala Nur Habibah Lubis yang merupakan Bintara Pembina Desa (Bibinsa)

Jumat, 19 Apr 2019 17:35Berita Sumut

Kapolda: Terimakasih Warga Sumatera Utara

Pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 2019 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada 17 April kemarin, telah berlangsung dengan damai dan kondusif. Bahkan, antusias masyarakat untuk mengikuti pesta demokrasi tersebut, juga terbilang begitu tinggi.

Jumat, 19 Apr 2019 17:30Nasional

Prabowo Subianto Dapat Hadiah dari Para Habaib & Kiyai

Dalam acara sujud syukur kemenangan terdapat sebuah ucapan yang menarik dari calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto

Jumat, 19 Apr 2019 17:26Berita Sumut

Berkumpul di Mesjid Al-Jihad, Ribuan Warga Sumut Gelar Syukuran Kemenangan Prabowo-Sandi

Ribuan warga Sumatera Utara memadati Mesjid Al-Jihad Jalan Abdullah Lubis Medan seusai menggelar Ibadah Shalat Jumat, (19/4/2019). Mereka berkumpul dalam rangka syukuran atas kemenangan Prabowo-Sandi.

Jumat, 19 Apr 2019 17:15Nasional

Jokowi Ingin Bertemu Prabowo!

PDI Perjuangan (PDIP) mengapresiasi langkah calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)

Jumat, 19 Apr 2019 17:00Nasional

Tabung Gas 3 Kg Kembali Meledak, 4 Tukang Bakso Jadi Korbannya

Empat orang menjadi korban gas melon berukuran tiga kilogram, yang alami kebocoran di salah satu rumah kontrakan di Jalan Cigelereng, Kota Bandung, pada Jum'at (19/4/2019).

Jumat, 19 Apr 2019 16:45Ekonomi

5 Blok Migas di Lelang

Pemerintah melelang lima wilayah kerja (WK) migas konvensional tahap I 2019. Sejak dibuka tanggal 21 Februari 2019 lalu

Jumat, 19 Apr 2019 16:30Internasional

Pria ini Rela Potong Jarinya Usai Salah Pilih Partai

Seorang peserta pemilihan umum di India mengatakan bahwa dia telah memotong jari telunjuknya setelah menyadari dia telah memberikan suaranya kepada partai politik yang salah.

Jumat, 19 Apr 2019 16:15Nasional

Real Count Hanya untuk Publikasi, Bukan Hasil Pemilu, Tegas KPU!

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi menegaskan Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) atau real count KPU