Orangtua Yusuf Tak Yakin Anaknya Terlibat Aksi Terorisme

faeza Rabu, 16 Mei 2018 13:35 WIB
mtc/ist
Zulfahri Rangkuti, orangtua M Yusuf Rangkuti yang diamankan Tim Densus 88, sekitar pukul 19.00 WIB, Selasa kemarin tidak yakin jika anaknya terkait aksi terorisme.
MATATELINGA, Medan: Zulfahri Rangkuti, orangtua M Yusuf Rangkuti yang diamankan Tim Densus 88, sekitar
pukul 19.00 WIB, Selasa kemarin tidak yakin jika anaknya terkait aksi terorisme.

"Saya tidak percaya Yusuf terlibat dalam kelompok teroris. Apalagi terlibat dalam aksi bom bunuh diri di Surabaya," kata Zulfahri saat ditemui di rumahnya Jalan Pukat I, Gang Sekolah, Kelurahan Banten, Kecamatan Medan Tembung, Medan , Rabu (16/5/2018).

Zulfahri menyebutkan bahwa anaknya merupakan anak yang dikenal baik. Sehari-harinya Yusuf bekerja sebagai tukang ojek. Dia biasa berangkat pagi dan siang pulang. Lalu sore biasa berbakat lagi hingga malam hari. Yusuf tidak pernah berbuat aneh selama dirumah.

Lelaki berbadan kurus ini sempat terkejut saat petugas kepolisian datang ke rumah membawa Yusuf. Serta seluruh rumah di geledah, buku dan Alquran juga di bawa petugas.

"Kami terkejut saat petugas datang membawa Yusuf dan mengeledah rumah." ucap Zulfahri.

Yusuf yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online Gojek, diamankan saat di persimpangan Jalan Sei Sikambing Sekip, Medan, Sumatera. Dia tengah menunggu orderan penumpang.

"Selama ini kita tidak tahu apa kegiatannya diluar rumah. Apalagi katanya gabung sama kelompok tertentu. Mana tahu kita dia ada ikut aliran tertentu atau tidak," terang Zulfahri .

Zulfahri menuturkan tidak pernah melihat gelagat aneh atau teman-teman pengajiannya datang kerumah.

"Tadi malam Yusuf datang kerumah dibawa Polisi. Mereka sempat mengucapkan salam meminta izin untuk masuk. Mereka bilang ada mau mencari barang dirumah kami," kata Zulfahri.

Lebih lanjut, Zulfahri menjelaskan bahwa anak ketiganya itu, tidak ada terlibat jaringan teroris seperti yang diberitakan. Menurutnya Yusuf anak yang baik-baik dirumah dan baru kali ini dilakukan penangkapan terhadap dirinya.

"Harapan kita kalau bisa Yusuf dilepaskanlah. Karena kami pun orang susah, aku cuma kerja tukang becak dayung, yang biasa mangkal diterminal pancing depan Polsek. Anakku banyak bisa kasih makan sehari-hari saja sudah syukur," ujarnya.

Terpisah, Ibu Yusuf, Zahriana mengatakan anak ketiganya tersebut baru sekitar 15 hari terakhir mengikuti salah satu pengajian, yang tidak ia ketahui dimana keberadaannya.

"Paling ada 15 hari dia mengikuti pengajian," kata Zahriana.

Zahriana menceritakan bahwa menurut Mualimah atau Ustadzah tempatnya mengaji Yusuf harus cepat ditarik dari pengajian yang diikutinya. Jangan lama-lama lagi, karena bisa berbahaya tentang pemahaman agama yang diterimanya.

"Tarik anakmu itu, jangan disitu mengaji. Jangan lama-lana lagi," ucap Zahriana menirukan perkataan Mualimahnya.

Ditanya dimana alamat tempat pengajian Yusuf berada, Zahriana tidak mengetahui dimana tempat pengajian anaknya tersebut, karena anak ketiganya itu juga tidak pernah mau terbuka. (mtc/fae)

Editor: faeza

T#g:
Komentar
Sabtu, 26 Mei 2018 15:49Berita Sumut

Wakil Wali Kota Serap Aspirasi Warga Melalui Safari Subuh

Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution melakukan Safari Subuh di Masjid Al Waqif Jalan Sempurna, Kelurahan Sudirejo, Kecamatan Medan Kota, Sabtu (26/5). Selain sahur bersama dengan ratusan warga sekitar, Safari Subuh juga diisi dengan Shalat Subuh berjamaa

Sabtu, 26 Mei 2018 14:32Berita Sumut

BPOM Medan Grebek Pabrik Lengkong Berformalin di Langkat

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makan (BBPOM) di Medan berhasil menggrebek pabrik atau produsen lengkong berformalin di Desa Blankahan, Kabupaten Langkat.

Sabtu, 26 Mei 2018 14:12Berita Sumut

Nyambi Jadi Bandar Judi Online, Honorer Pemkab Madina Ini Berurusan dengan Polisi

Seorang pegawai honorer di lingkungan Pemkab Madina berinisika DJS alias Justin (25) harus berurusan dengan aparat penegak hukum. Pasalnya pria itu diringkus karena menyambi sebagai bandar judi Kim online.

Sabtu, 26 Mei 2018 13:37Berita Sumut

Gubsu Erry Safari Ramadhan Bersama Panglima TNI

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Dr Ir HT Erry Nuradi MSi menghadiri Safari Ramadhan bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP, Jumat (25/5) di Kodam I/Bukit Barisan, Jalan Gatot Subroto, Medan. Ini merupakan safari Ramadhan pertama Panglima TNI

Sabtu, 26 Mei 2018 12:05Nasional

Bertemu Rohan, Aman Mengaku Ditawari Tiga Hal

Aman Abdurrahman mengaku bertemu Head of the International Centre for Political Violence and Terrorism Research Singapura, Rohan Gunaratna pada Desember 2017 lalu.

Sabtu, 26 Mei 2018 12:00Nasional

Imparsial: Definisi Terorisme Ibarat Pedang Bermata Dua

Direktur Imparsial Al Araf menyebut pencantuman 'motif politik' dalam definisi terorisme dalam UU Antiterorisme yang baru disahkan DPR dapat menjadi pedang bermata dua.

Sabtu, 26 Mei 2018 11:54Nasional

Libatkan Anak Dalam Aksi Teorisme, Pelaku Akan Dipidana Lebih Berat

Revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme (UU Antiterorisme) yang baru saja disahkan DPR mengatur sejumlah hukuman baru. Salah satunya pemberatan hukuman bagi pelaku aksi teror yang melibatkan anak.

Sabtu, 26 Mei 2018 11:52Berita Sumut

Membangun Jembatan Hati Melalui Safari Ramadhan

Selain menyemarakkan bulan suci Ramadan, program Safari Ramadan Pemko Medan ini juga menjadi ajang silaturrahmi sekaligus menyampaikan pesan pembangunan juga menyerap aspirasi warga. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Medan ketika membacakan

Sabtu, 26 Mei 2018 11:46Internasional

Raja Kamboja Terima Dubes RI Baru di Istana

Raja Kamboja Norodom Sihamoni mengharapkan peningkatan hubungan dengan Indonesia di berbagai bidang. Terutama perdagangan, investasi, pariwisata, kebudayaan, industri, ekonomi, teknologi dan kerja sama internasional. Hal tersebut disampaikan raja saat men

Sabtu, 26 Mei 2018 11:33Internasional

Dua Negara Sekutu Angkat Kaki, Menlu Taiwan Undur Diri

Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu mengajukan pengunduran diri tak lama setelah Burkina Faso mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan negara yang dianggap provinsi pembelot oleh China itu, Kamis (24/5).

Sabtu, 26 Mei 2018 11:25Internasional

Makanan Napi Muslim Mengandung Babi, CAIR Gugat Penjara Alaska

Dewan Hubungan Islam Amerika (The Council on American-Islamic Relations/CAIR) melayangkan gugatan kepada penjara Alaska (The Alaska Departemen of Corrections/DOC) dengan tuduhan membiarkan narapidana (napi) muslim "kelaparan" dan memberikan ma

Sabtu, 26 Mei 2018 11:16Berita Sumut

Gelar Razia Pekat, Polsek Patumbak Amankan 4 Pasangan Mesum

Sebanyak 4 orang pasangan bukan suami istri terjaring dalam operasi penyakit masyarakat (Pekat) yang digelar personil Polsek Patumbak, Jumat (25/5/2018) malam. Para pasangan bukan suami istri ini diamankan dari razia yang digekar di Hotel KUPJ depan RS M

Sabtu, 26 Mei 2018 11:07Internasional

Tak Ingin Rugi, Trump Wacanakan Kembali KTT dengan Kim Jong Un

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump masih membuka pintu untuk pertemuan dengan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un, meski sebelumnya sudah dibatalkan.

Sabtu, 26 Mei 2018 11:01Ekonomi

Replanting Sawit 2,5 Juta Ha, Luhut Pakai Dana China

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan akan segera merealisasikan tawaran China Development Bank (CDB) yang berminat membiayai program penanaman kembali (replanting) sawit.

Sabtu, 26 Mei 2018 10:58Berita Sumut

AMPI Sumut Siap Sukseskan Program Millennials Nationalism

Dewan Pimpinan Daerah Angkutan Muda Pembaharuan Indonesia (DPD AMPI) Sumatera Utara (Sumut) siap mensukseskan program DPP AMPI yakni Millennials Nationalism menuju generasi muda menyambut Indonesia 4.0. Terkait hal itu, AMPI Sumut berikrar siap berkontrib

Sabtu, 26 Mei 2018 10:52Ekonomi

Bank BUMN Tahan Bunga KPR Meski Suku Bunga Acuan BI Naik

Bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agaknya masih menahan diri menaikkan bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR), meski suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7DRRR) mekar 25 basis poin menjadi 4,5 persen.