• Home
  • Berita Sumut
  • Pelayanan PDAM TIRTANADI buruk, syarat tipikor, PATEN diminta bertanggung jawab

Pelayanan PDAM TIRTANADI buruk, syarat tipikor, PATEN diminta bertanggung jawab

Robby Kamis, 09 November 2017 18:57 WIB
Matatelinga.com
MATATELINGA, Medan:  Gebraksu yang di gawangi oleh Saharuddin menggelar dialog publik bertajuk "Kisruh PDAM Tirtanadi dan korupsi", Rabu 8/11/2017 lalu di Amaliun Foodcourt jalan Sisingamangaraja Medan.

Dalam forum diskusi tersebut, dikemukakan berbagai permasalahan yang ada di PDAM Tirtanadi dan keluhan masyarakat yang akhir-akhir semakin parah. Bahkan forum menduga oknum pejabat di PDAM Tirtanadi, di indikasikan telah melakukan tindak pidana korupsi.

Atas kondisi yang terjadi di PDAM Tirtanadi saat ini, maka forum meminta agar DR. Ir. H. T. Erry Nuradi, M. Si selaku Gubsu bertanggung jawab.

Saharuddin saat membuka diskusi menyampaikan pendahuluan terkait berbagai permasalahan yang berkembang di PDAM Tirtanadi saat, di buktikan dengan banyaknya kritik tentang kinerja mereka melalui media sosial yang digalang oleh Gebraksu.

"Tidak sedikit warga yang kecewa, bentuk kekecewaan itu ditumpahkan dengan berbagai sikap kritik di Medsos dan aksi rutin tiap hari Jum'at," kata Saharuddin.

Kondisi tsb, bukan hanya soal perbaikan pelayanan, bahkan di perburuk lagi dengan mencuat nya berita-berita dugaan korupsi di PDAM Tirtanadi.

"Rapor Merah" BUMD itu membuat kita miris, mulai dari dugaan korupsi kridit Fiktip, Kasus IPA Martubung, IPA Sunggal dan lainnya. "Uang rakyat yang digelontorkan untuk penyertaan modal", kami meminta untuk masalah ini segera diusut oleh penegak hukum," terang Saharuddin.

Di nilai, ada yang salah soal kenaik tarif bayar air yang dilakukan PDAM Tirtanadi, yang kini telah bergulir di Pengadilan, SK Gubsu No.188.44/732/KPTS/2016 yang ditandatatangani oleh PA'TEN, yang saat ini sedang dilakukan gugatan ke TUN Nomor 89/G/2017/PTUN-Medan.

"Diduga sejumlah regulasi ditabrak atas pemaksaan penaikan tarif itu diantaranya, UU No 25 TTg pelayanan Publik, Perda Provsu No.10/2009, dan Permendagri No.71/2016 jo. No.23/2006," jelas Saharuddin.

Selanjutnya, secara bergantian para narasumber menyampaikan berbagai permasalahan yang ada di tubuh salahsatu BUMD di Sumut tersebut, dimulai oleh M. Jauhari Lubis yang menjabarkan tentang masalah kenaikan tarif yang "dibungkus" dengan kalimat penyesuaian tarif yang dianggap sangat tidak tepat dilakukan.

"Tahun 2010 lalu, ada kenaikan tarif dengan alasan untuk meningkatkan pelayanan, tapi setelah diberlakukan, kualitas pelayanan menjadi lebih buruk," papar Jauhari.

"Katanya dulu naik tarifnya untuk menaikkan kualitas. Pokoknya seluruh keluhan akan mudah diatasi, tapi nyatanya sangat buruk. Kalau pelayanan baik, maka wajar naik. Tapi lihat saja beberapa waktu lalu, rumah masyarakat tidak dialiri air selama beberapa hari. Apakah ini pelayanan yang Paten? Jadi sangat tidak tepat,".

"Saya tegaskan bahwa forum pelanggan menolak kenaikan tarif. Bahkan kami dulu memperjuangkan penghapusan biaya perawatan meteran air,".

Indikasi tipikor di PDAM Tirtanadi terkait, penyertaan modal kepada PDAM Tirtanadi sebesar Rp 246 miliar pada 2013 lalu untuk Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Sunggal dan Martubung. Rencananya, dengan uang sebanyak itu akan menutupi kebutuhan air bersih di kawasan Kota Medan. Tapi kenyataannya tidak terlayani juga. Lalu, ada penghapusan hutang atau hapus buku (write off) atas hutang PDAM Tirtanadi.

"Lalu, siapa yang bertanggungjawab atas hutang itu? Siapa yang menagih dan bagaimana kejelasannya?".

Menambahkan apa yang disampaikan Jauhari, Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Medan, Eka Putra Zakran mengatakan, bahwa dirinya salahsatu pelanggan PDAM, dirinya sangat dirugikan, sering tidak mandi karena pasokan air tidak masuk ke rumahnya. Bahkan, bila membandingkan tarif air dengan biaya hidup perhati, maka selisihnya sangat jauh.

"Saya beli beras Rp 10 ribu per hari, tapi biaya bayar air sampai Rp 16 ribu per hari. Bagi saya ini sangat memberatkan. Belum lagi kualitas air yang buruk. Jadi kenapa harus dinaikkan?,".

Kemudian Padian Adi Siregar (LPAK) menganggap, bahwa Manajemen di PDAM Tirtanadi saat ini adalah yang paling buruk dalam sejarah. Karena, banyak sekali pelanggaran yang dilakukan terkait pelayanan dan pengambilan keputusan.

"Contohnya, pengelolaan IPAL Sunggal yang hampir 60 persen terbuang kembali ke sungai. Tak hanya itu, keputusan kenaikan tarif dilakukan tidak melalui mekanisme yang semestinya,".

"Mereka menaikkkan tarif tanpa konsultasi publik yang benar, tidak melalui persetujuan dewan pengawas dan tidak berkonsultasi dengan DPRD Sumut. Bahkan dalam Permendagri No 71 ayat 1, selambat-lambatnya harus ditandatangani November tapi dilakukan Desember, belum lagi olahan air yang 60 persen terbuang kembali ke sungai,".

Mengapresiasi gugatan yang dilakukan Muchrid Nasution ke PTUN, class action Peradi ke Pengadilan Negeri (PN) Medan dan Pokja Humas Sumut ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen. Namun, hal itu juga harus menyasar Gubernur Sumut sebagai orang yang paling bertanggungjawab atas pengelolaan dan pemerintahan.

"Mestinya yang digugat adalah Gubernur karena ini adalah pengelolaan Pemerintah. Tidak mungkin Gubernur Sumut tidak tahu hal ini. Karena tidak mungkin ini terjadi tanpa sepengetahuannya. Maka kita tunggu bagaimana tanggungjawab Gubsu, apakah para direksi akan diganti,".

Dalam paparannya, Rion Aritonang menjelaskan bahwa, dalam Kepres 122 tahun 2015 tentang sistem penyediaan air minum menyatakan bahwa Gubsu sebagai pempinan Pemda harus bertanggung jawab untuk melakukan pengawasan dan pembinaan bagi perusahaan daerah penyedia air minum. Hal itu tidak dapat dipisahkan.
2. Tidak hanya itu, disharmoni antar direksi yang mengakibatkan lemahnya pengawasan.

"Jadi Gubsu harus bertanggungjawab karena itu memang tugas dia. Lagian, saya mendengar informasi bahwa tidak harmonis hubungan antar direksi, lalu kenapa ini dipaksakan? Sudah sepatutnya ini diganti. Jangan gara-gara mereka yang tidak cocok, masyarakat yang dirugikan. Kita lihatlah sekarang,". Jelasnya.

Oleh karena itu, sambung Rion, harus dimulai penjaringan untuk mengganti posisi direksi. Dia yakin masih banyak orang yang bisa menjalankan perusahaan plat merah itu dengan baik.

Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD Sumut, Muchrid Nasution (F-Golkar) alias Coki yang juga selaku salahsatu Pengacara dalam Pokja Humas Sumut menyampaikan dari sudut pandangnya sebagai bagian dari Legislatif, menjelaskan bahwa, pihaknya terpaksa merekomendasikan beberapa nama di PDAM Tirtanadi untuk diajukan ke Gubernur Sumut yang saat itu masih dijabat Gatot Pujonugroho supaya diganti

Kemudian, melihat buruknya kinerja mereka, maka pihaknya juga telah melalukan gugatan ke PTUN Medan.

"Ini bentuk tanggungjawab saya. Makanya dalam kesempatan ini saya sepakat jika Gubsu harus mencopot dirut. Saya banyak sekali mendapat laporan dari konstituen yang mengeluhkan buruknya pelayanan PDAM Tirtanadi,". Paparnya.

4. Sebenarnya Gubsu bisa dipanggil menggunakan hak angket, mengingat saat ini adalah tahun politk, tentunya sangat berat untuk mencari dukungan di tahun politik ini.

Menambahkan apa yang disampaikan oleh para narasumber, anggota Komisi C DPRD Sumut (F-PDIP) sdr. Sutrisno Pangaribuan mengatakan bahwa, dengan berbagai pelanggaran dan kekecewaan terhadap pengelolaan pemerintahan saat ini, maka sebagai wakil rakyat bisa meminta pertanggungjawaban Gubsu.

"Apa yang dikatakan Coki benar. Penggalangan hak-hak yang melekat pada legislator sangat sulit dilakukan karena cukup berat dilakukan di DPRD Sumut, dengan banyaknya pelanggaran itu, seharusnya bisa dilakukan hak angket, tapi seperti yang dibilang Bang Coki tadi, sangat sulit. Tapi sebagai tanggungjawab, maka direksi harus diganti. Apalagi disharmoni itu, maka masyarakat yang dirugikan. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut,". Pungkasnya.

Dalam forum ini Gebraksu mekomendasikan, baik Dirut ataupun Direksi harus di Copot sebab tidak beres mengurus air.

"Makanya, kami tidak akan berhenti untuk mengkritisi demi perbaikan pelayanan,". Tegas Saharuddin.

(Mtc/Robby)
Editor: Amrizal

T#g:Kota MedanPDAM TirtanadiSumutMatatelinga
Komentar
Sabtu, 15 Des 2018 23:15Nasional

Tega Cabuli Gadis di Bawah Umur Berkali-Kali, Sopir Mobil ini di Bekuk Polisi

Seorang sopir mobil material bangunan terpaksa berurusan dengan polisi. Betapa tidak, duda anak satu ini tega melakukan pencabulan anak di bawah umur. Ironisnya, tidak hanya sekali tapi berkali-kali.

Sabtu, 15 Des 2018 23:00Bola

Liverpool Bekuk Manchester United 1-2 Dalam Laga Lanjutan Liga Inggris 2018-2019

Menghadapi laga besar melawan Liverpool dalam lanjutan Liga Inggris 2018-2019, Manchester United berada dalam kondisi yang kurang menyenangkan. Maklum saja, pasalnya tim besutan Jose Mourinho itu tengah dilanda oleh badai cedera, yang membuat mereka tak b

Sabtu, 15 Des 2018 22:45Nasional

Pemilu 2019, KPU Akan Kembali Gunakan Kotak Bilik Suara dari Karton Kedap Air, ini Penjelasannya

Pemilu 2019 Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggunakan kotak suara yang berbahan karton kedap air. Ketua KPU RI, Arief Budiman pun menyakini jika kotak suara karton tersebut akan aman karena sudah empat kali digunakan saat pemilu beberapa waktu lalu dan

Sabtu, 15 Des 2018 22:30Bola

Liga Inggris: Man City Bekuk Everton 3-1 di Etihad Stadium

Manchester City meraih hasil positif saat bertemu Everton di pekan ke-17 Liga Inggris 2018-2019. Bermain di markas kebanggaan mereka, Etihad Stadium, Sabtu (15/12/2018) malam WIB, pasukan Pep Guardiola bahkan sudah unggul lebih dulu di babak pertama lewat

Sabtu, 15 Des 2018 22:15Nasional

Wafat saat Ceramah di Hadapan Ribuan Jamaah, KH Buchori Amin Tutup Usia

Kabar duka terdengar dari Malang, seorang ulama kharismatik KH. Buchori Amin asal Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, wafat saat tengah mengisi ceramah agama dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren (Ponpes) Al

Sabtu, 15 Des 2018 22:00Nasional

Gempa 4,7 SR Guncang Papua

Gempa berkekuatan 4,7 skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, Sabtu (15/12/2018) pukul 21.13 WIB. Gempa ini berpusat di darat sekitar 16 kilometer arah timur laut Kepulauan Yapen.

Sabtu, 15 Des 2018 21:45Nasional

Pangkalpinang: Berontak Saat Dibekuk Polisi, 2 Bandit Jalanan ini di Dor

Tim jajaran Polres Pangkalpinang mengamankan 12 pelaku sindikat kejahatan berbagai modus. Mereka kerap meresahkan warga Kota Pangkalpinang. Sementara 2 diantaranya pelaku Nanang dan Atman terpaksa ditembak dibagian kaki, karena mencoba melarikan diri dan

Sabtu, 15 Des 2018 21:30Internasional

Australia Akui Yerusalem Barat Sebagai Ibu Kota Israel

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison pada Sabtu mengumumkan bahwa Australia telah memutuskan untuk secara resmi mengakui Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel. Namun Morrison belum akan memindahkan kantor kedutaan Australia di Israel ke Yerusalem.

Sabtu, 15 Des 2018 21:15Internasional

India: 11 Tewas dan Lebih Dari 90 Orang Dirawat Setelah Makan Sesajen

Sedikitnya sebelas orang, termasuk dua anak-anak tewas dan lebih dari 90 lainnya dilarikan ke rumah sakit setelah mengonsumsi sesajen keagamaan di sebuah kuil di Negara Bagian Karnataka, selatan India. Polisi setempat mengategorikan kasus ini sebagai kasu

Sabtu, 15 Des 2018 21:00Nasional

Upacara Peringatan Hari Juang Kartika 2018, Kasad Sampaikan, Palagan Ambarawa Merupakan Sejarah yang Tak Bisa Dilupakan

Peristiwa Palagan Ambarawa merupakan sejarah bangsa Indonesia yang menunjukkan kesemestaan perjuangan kemerdekaan yang melibatkan para pemuda serta masyarakat melawan kekuatan kolonial Belanda.

Sabtu, 15 Des 2018 20:45Nasional

Panglima TNI Kunjungan Kerja ke Jambi

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. beserta Kapolri Jenderal Pol Prof. H.M Tito Karnavian. Ph.D. didampingi Aster Panglima TNI Mayjen TNI George Elnadus Supit, S.Sos., Kapuspen TNI Mayjen TNI Santos G. Matondang, M.Tr. (Han), Waasops Panglima

Sabtu, 15 Des 2018 20:30Berita Sumut

Polres Asahan Bersama Pemerintah Kabupaten Asahan Semarakkan Kebangkitan Olah Raga Nasional

“Mensana Incorpore sano” didalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat , itulah yang akan diwujudkan kapolres Asahan AKBP.Faisal Florentinus Napitupulu,SIK.MH yang telah bersinergi dengan Pemerintah kabupaten Asahan dalam mewujudkan visi dan misi Asaha

Sabtu, 15 Des 2018 20:15Ekonomi

Indonesia-Taiwan Tandatangani Nota Kerjasama Perlindungan dan Kesejahteraan Pekerja Migran

Pemerintah Indonesia melalui Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei (IETO) melakukan penandatangan nota kesepahaman (MoU) dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei (TETO) mengenai perekrutan, penempatan, dan perlindungan pekerja migran Indonesia.

Sabtu, 15 Des 2018 20:00Nasional

Hanyut Disungai, Anak Laki-laki ini Tewas Tenggelam

Seorang bocah tewas setelah tenggelam di Sungai Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Sebelumya, korban bersama lima rekannya bermain di sungai dan tak menyadari debit sungai meningkat drastis akibat guyuran hujan deras.

Sabtu, 15 Des 2018 19:53Berita Sumut

Pria Bersenpi Diamankan Kompi B 126/KC Damuli

Personil Kompi B 126/KC Damuli mengamankan seorang pria yang kedapatan memiliki senjata api, Sabtu(15/12).

Sabtu, 15 Des 2018 19:30Berita Sumut

Wujudkan Kasih Persaudaraan dengan Sungguh-sungguh

Alunan musik tradisional yang dipadukan dengan musik modern meramaikan acara perayaan Natal Keluarga Besar Fakultas Ekonomi Universitas Methodist Indonesia (FE-UMI) Medan, Jumat (14/12/2018) di Gereja GKPI Jalan Sriwijaya, Medan.