Peran Penting Keluarga dalam Mengawal Pendidikan Anak

Mtc/James Selasa, 14 Agustus 2018 12:38 WIB
MATA TELINGA/JAMES P PARDEDE
Tidak hanya guru di sekolah. keluarga juga memiliki peran penting dalam mengawal pendidikan anak
Winona, Dipa Galani serta peserta didik kelas XI SMA Sekolah Nanyang Zhi Hui Medan yang telah menyelesaikan kelas ekstrakurikuler jurnalistik pada tahun ajaran 2017/2018 lalu bisa bernafas lega, tahun ajaran yang lalu mereka memiliki kesempatan untuk belajar bagaimana 'menulis' yang bagus dan tulisan yang mereka hasilkan bisa diikutkan dalam lomba karya tulis tingkat nasional. Walau belum berhasil menjadi salah seorang pemenang, karya tulis mereka berhasil disempurnakan oleh guru pembimbing mata pelajaran ekstrakurikulernya. Tulisan Winona misalnya, berhasil dimuat di salah satu media cetak lokal di Medan.  

Oleh : James P. Pardede

Kesempatan yang diperoleh Winona dan Dipa mengikuti ekstrakurikuler jurnalistik juga tidak terlepas dari kebijakan sekolah yang melibatkan keluarga dalam menentukan pilihan pelajaran ekstrakurikuler bagi anak-anak mereka. Pilihan tersebut sebelumnya telah disampaikan pihak sekolah kepada orang tua murid menjelang tahun ajaran baru berjalan.

Tahun ini, sekolah masih tetap melibatkan orang tua dalam memilih pelajaran ekstrakurikuler bagi putra-putri mereka. Pola yang diterapkan sekolah kali ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Menurut Kepala Sekolah Nanyang Zhi Medan, Lindawaty Roesli, peserta didik diberi kebebasan untuk memilih pelajaran ekstrakurikulernya sepanjang satu semester ini.



"Sepanjang satu semester di tahun ajaran 2018/2019 ini, peserta didik diberi kesempatan untuk memilih beberapa pelajaran ekstrakurikuler yang ditawarkan sekolah. Mulai dari olahraga tenis meja, catur, badminton, futsal, memasak, balet, musik, robotik, hidroponik dan jurnalistik. Dari beberapa pilihan ini, peserta didik diberi kesempatan untuk mengikutinya sepanjang satu semester. Kemudian di tahun berikutnya baru fokus di salah satu pilihan pelajaran ekstrakurikuler," paparnya.

Dalam hal penerapan Permendikbud RI No.30 Tahun 2017 tentang Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan, lanjut Lindawaty, pihak sekolah secara rutin menggelar acara seminar dan pertemuan dengan orang tua murid minimal 2 kali dalam setahun. Materi seminar yang disampaikan bervariasi dengan tujuan utama memberikan pemahaman kepada orang tua bahwa pendidikan anak di sekolah tidak hanya menjadi tanggungjawab sekolah saja, akan tetapi peran keluarga sangat menentukan semangat belajar anak.



"Baru-baru ini kita mengadakan seminar dengan mengundang orang tua peserta didik. Topiknya adalah tentang bagaimana orang tua mengawal anak dalam belajar di rumah agar tidak sampai didominasi keberadaan games, media sosial serta permainan lainnya dalam gawai (android). Keprihatinan kita belakangan ini adalah, banyak anak yang lupa belajar, kurang bersosialisasi dan cenderung introvert karena penyaruh gawai," tandasnya.

Tidak hanya peserta didik, kata Lindawaty seluruh anggota keluarga mulai dari ayah, ibu dan seisi rumah di dalam satu keluarga saat ini perlu melakukan evaluasi diri. Sudah sejauh mana kita memiliki kepedulian terhadap pendidikan anak-anak di tengah keluarga. Apakah orang tua saat ini masih punya waktu untuk mendampingi anak dalam menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) dari sekolahnya? Atau, apakah orang tua masih memiliki kepedulian atau komunikasi yang intens dengan anak walau hanya sekadar bertanya 'bagaimana pelajaran hari ini? atau ada PR nggak hari ini dari sekolah?



Lindawaty Roesli menyampaikan keprihatinannya terhadap banyaknya anak-anak yang akhirnya terpaksa putus sekolah karena salah dalam menempatkan diri, salah dalam berteman dan bergaul yang akhirnya menyeret anak ke dunia kelam dan terlibat dengan penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang. Kenapa harus sampai seperti itu? Banyak orang tua zaman now yang beranggapan bahwa tugas untuk mendidik anak dalam pendidikan formal adalah tugas sekolah. Tugas orang tua hanya memenuhi kebutuhan anak dalam hal materi dan kebutuhan sekolah lainnya. Orang tua sering alpa dengan tuntutan anak akan kehadiran orang tua disamping mereka ketika mengerjakan PR, bercerita tentang sesuatu hal atau meminta pendapat orang tua terkait keinginan anak.





Melibatkan Diri

Kekhawatiran Lindawaty Roesli dengan orang tua zaman now yang kadar kepeduliannya terhadap anak tergerus oleh desakan kebutuhan (pekerjaan) keuangan keluarga dan pengaruh gawai ternyata tidak bisa digeneralisasi. Masih ada sebagian besar orang tua yang menaruh kepedulian dan menyadari betapa pentingnya keterlibatan mereka dalam mengantarkan anak meraih cita-citanya.

Jane Abigail misalnya, saat ini ia duduk di kelas X Jasa Boga SMK N 10 Medan atas kemauan dan pilihannya sendiri. Pada awalnya, kedua orang tua Jane merasa ragu dengan pilihan anaknya. Sejak awal, kedua orang tua Jane sudah memberikan kepercayaan kepada anak dalam memilih masa depan termasuk dalam memilih sekolah.



"Kita selalu mengedepankan apa sebenarnya yang menjadi keinginan anak untuk masa depannya. Kalau kita merasa pilihannya kurang pas, kita akan memberikan pandangan-pandangan dan masukan. Akan tetapi, ketika anak sudah menentukan pilihannya, kami selaku orang tua akan mengawal keberadaannya dan selalu bertanya bagaimana proses belajar mengajarnya di sekolah, seperti apa teman-temannya di sekolah," kata Nelly Gustina, ibu dari Jane Abigail.

Bagi Winona, Dipa dan Jane Abigail, mendapat kesempatan sekolah di lembaga pendidikan formal akan menjadi kebanggan bagi keluarga. Akan tetapi, bagaimana dengan anak-anak lain yang terpaksa putus sekolah karena ketakberdayaan orang tua dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Jangankan untuk bersekolah, kebutuhan makan 3 kali sehari saja mungkin sulit diwujudkan.



Menyikapi masih banyaknya anak yang tidak mendapatkan hak-haknya terutama hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) hadir dan merasa sangat perlu melibatkan diri dalam menjembatani anak-anak yang putus sekolah agar tidak 'gagal' dalam mewujudkan cita-citanya.

Beberapa waktu lalu, PKPA berhasil  memboyong Ruth Kesia Simatupang (17 th) dan Fauza Ananda (16 th), dua anak Medan ini menjadi pembicara mewakili Indonesia pada Global Child Forum yang dilaksanakan di Royal Palace, Stockholm, Swedia. Kedua anak ini merupakan pekerja anak yang selama ini menjadi dampingan Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) untuk program penarikan dan pemberdayaan pekerja anak di Medan.

"Ruth Kesia Simatupang berasal dari Kuala Bekala, bersekolah di SMAN 2 Medan dan sehari-hari bekerja sebagai pemulung, sementara Fauza Ananda sudah putus sekolah dan sehari-hari bekerja di pabrik sablon. Fauza sudah tamat SMP melalui kejar Paket B dan tahun 2018 ini akan melanjutkan sekolah ke SMA", kata Direktur Eksekutif Yayasan PKPA, Keumala Dewi, yang juga ikut mendampingi kedua anak tersebut ke Stockholm.



Yayasan PKPA, lanjut Keumala Dewi sudah dua tahun terlibat aktif dalam kampanye inklusi bertema It's Time to Talk di Sumatera Utara untuk meningkatkan keterlibatan sektor bisnis menerapkan perlindungan anak baik dalam operasional mereka maupun dalam program tanggungjawab sosialnya.

"Melalui kampanye "Its time to talk", lebih dari 1.800 anak yang bekerja di 36 negara dapat membagikan berbagai pandangan dan pesan mereka terhadap dunia, termasuk masyarakat, pemerintah, keluarga dan sektor bisnis" tegas Keumala Dewi.

Dua anak Medan tersebut, kata Keumala bukan saja sebagai perwakilan PKPA tapi mewakili 1.800 anak yang bekerja di 36 negara di dunia. Pada forum tersebut mereka menyampaikan bahwa, umumnya anak-anak seusia mereka bekerja karena keterbatasan ekonomi keluarga, ingin membantu pekerjaan orang tua agar upah yang diperoleh lebih besar atau agar memperoleh keterampilan dan pengalaman dan terakhir, dengan bekerja mereka dapat memenuhi kebutuhan sekolahnya.



Dalam sebuah kesempatan, Keumala Dewi menyampaikan bahwa keterlibatan publik termasuk perusahaan sangat penting dalam mendukung pendidikan yang berkualitas untuk semua anak, termasuk anak-anak disabilitas. Sektor usaha juga dapat membagikan dan menggunakan keuntungan mereka untuk melaksanakan pelatihan keterampilan dan memberikan modal usaha kepada anak-anak disabilitas dan anak putus sekolah agar mereka dapat memperbaiki kehidupan mereka. Agar anak putus sekolah memiliki kesempatan yang sama dengan anak-anak seusianya bisa sekolah.

Siapa pun mengakui bahwa peran keluarga menjadi sangat penting dalam mengawal pendidikan anak, tambah Keumala Dewi. Persoalan yang dihadapi dalam kehidupan nyata adalah banyak juga keluarga yang tidak mampu memenuhi kebutuhan anak-anak mereka terutama dalam hal pemenuhan hak anak untuk sekolah. Dalam posisi ini, keterlibatan publik seperti perusahaan lewat CSR-nya bisa menjembatani anak agar tidak sampai putus sekolah. 
Editor: James P Pardede

T#g:keluargaKemdikbudPKPAsekolah
Komentar
Selasa, 11 Des 2018 15:30Berita Sumut

Kapoldasu: Melakukan Pemeriksaan Internal Anggota, Viralnya Video Penangkapan Narkoba Oknum TNI

Viralnya video penangkapan narkotika jenis sabu-sabu yang dilakukan personel Sat Narkoba Polrestabes Medan di Jalan Lintas Tanjungmorawa membuat Kapolda Sumut ambil tindakan.

Selasa, 11 Des 2018 15:15Berita Sumut

Oknum Polisi dan Seorang Rekannya Dibekuk

Seorang personel polisi dari Polres Siantar RP ,33, warga Jalan DI Panjaitan No 134, Kecamatan Siantar Marimbun, Kota Pematang Siantar bersama rekannya, HG (34) warga Desa Bawodobara, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan (Nisel) dibekuk oleh pers

Selasa, 11 Des 2018 15:00Nasional

Pertemuan Bilateral Polri dan AFP

Disela-sela kunjungan guna memenuhi undangan sebagai pembicara dalam forum Victoria Police and Leadership in Countering Terrorism Forum, Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D menyempatkan diri untuk melaksanakan pertemuan bilatera

Selasa, 11 Des 2018 14:45Nasional

Serahkan DIPA 2019 Jokowi Minta Anggaran Benar-benar Digunakan Untuk Kepentingan Rakyat

Presiden Joko Widodo menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) kepada kementerian, lembaga dan pemerintah daerah di Istana Negara, Jakarta, Selasa (11/12/2018).

Selasa, 11 Des 2018 14:30Internasional

TNI: Dansatgas Indobatt Pimpin Purna Tugas Konga XXIII-L/Unifil di Lebanon

Komandan Satgas Indonesian Battalion (Dansatgas Indobatt) Kontingen Garuda (Konga) XXIII-M/Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon) Letkol Inf Arfa Yudha Prasetya memimpin acara tradisi pelepasan purna tugas Satgas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII

Selasa, 11 Des 2018 14:15Nasional

Panglima TNI: Kejuaraan Lomba Tembak Ajang Uji Kemampuan Prajurit TNI

(Puspen TNI). Kejuaraan lomba menembak dapat digunakan untuk ajang menguji kemampuan prajurit, sebagai langkah penyiapan keikutsertaan prajurit TNI pada berbagai kejuaraan menembak internasional.

Selasa, 11 Des 2018 14:00Nasional

Presiden Jokowi Kucurkan Dana Rp492,555 Triliun untuk Pendidikan

Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menunjukkan keseriusannya dalam mengalihkan fokus pembangunan dari infrastruktur ke sumber daya manusia (SDM). Hal ini tercermin dari dialokasikannya anggaran sebesar Rp4

Selasa, 11 Des 2018 13:45Ekonomi

Harga Emas Berbalik Melemah

Harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) berbalik melemah, Pada Selasa (11/12/2018)

Selasa, 11 Des 2018 13:10Berita Sumut

BNN Musnahkan 53,3 Kg Narkoba

Sebanyak 53,3 kg narkoba jenis sabu sabu yang diamankan Badan Narkotika Nasional Sumut dari tangan lima tersangka, dilakukan pemusnahan dengan cara dibakar menggunakan alat Incinerator milik RSUP Pirngadi Medan, Jalan Prof HM Yamin Medan

Selasa, 11 Des 2018 13:00Internasional

Temukan Fakta Mengejutkan di Dasar Laut, Para Ilmuan Investigasi Penyebab Tsunami Palu

Para ilmuwan bakal dapat memahami seutuhnya fenomena tsunami yang melanda Palu dan sekitarnya di Sulawesi Tengah, akhir September lalu, berkat temuan terbaru di dasar laut.

Selasa, 11 Des 2018 12:30Berita Sumut

Miris Bayi Baru Lahir Ditemukan Terlantar di Medan Timur Gegerkan Warga

Tega, Warga Jalan Riau, Gang Buntu, Kecamatan Medan Timur dihebohkan dengan penemuan bayi Berusia 1 Hari Dibuang dilingkungannya.

Selasa, 11 Des 2018 10:32Berita Sumut

Tiga Unit Rumah Di Bromo Ludes Terbakar

Tiga unit rumah yang berada di Jalan Bromo, Lorong 5, Lingkungan I, Kelurahan Tegal Sari II, Kecamatan Medan Area ludes terbakar, Selasa (11/12/2018) sekitar pukul 09.50 WIB.

Selasa, 11 Des 2018 09:15Bola

Liga Champions 2018-2019: Inter Milan di Hantui Nasib Buruk Jelang Laga Krusial Mereka Rabu Dini Hari

Inter Milan berada dalam kondisi yang kurang menguntungkan jelang laga krusial mereka di ajang Liga Champions 2018-2019. Pelatih Inter, Luciano Spalletti, mengatakan Il Nerazzurri dilanda badai cedera setelah beberapa pemain bintang dipastikan absen, teru

Selasa, 11 Des 2018 09:00Ekonomi

Dolar AS Kembali Menguat di Tengah Penundaan Kesepakatan Denagn Perdana Menteri Inggris

Kurs dolar AS naik terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin, karena sterling mengambil pelemahan setelah Perdana Menteri Inggris Theresa May menunda pemungutan suara parlemen atas kesepakatan Brexit yang direncanakan.

Selasa, 11 Des 2018 08:00Lifestyle

Orang Tua Berselingkuh, ini Dampak Buruknya Diterima Anak

Salah satu faktor yang memperkuat keretakan rumah tangga ialah masalah perselingkuhan. Setiap pasangan tidak mau mengalami nasib ini, mendengarnya saja sudah sangat menyeramkan.

Selasa, 11 Des 2018 07:45Nasional

Komet Paling Terang Bakal Menyambangi Bumi Desember ini

Fenomena alam tampaknya akan kembali menyambangi bumi. Kali ini komet paling terang tahun ini, komet 46P/Wirtanen akan mendekati bumi pada 16 Desember 2018.