Redaksi Matatelinga Selamat hari Raya Idulfitri 1439 H
  • Home
  • Berita Sumut
  • Pilkada Serentak 2018 Berkualitas Bukan Lagi Berpatokan pada 'Isi Ni Tas'

Pilkada Serentak 2018 Berkualitas Bukan Lagi Berpatokan pada 'Isi Ni Tas'

James P Pardede Rabu, 11 April 2018 09:28 WIB
Istimewa
deklarasi Pilkada Gubsu menolak Politik Uang dan Berita Hoax
Batara KC Pangaribuan, mahasiswa fakultas ekonomi Universitas Methodist Indonesia (UMI) Medan yang juga Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tersenyum sendiri saat melihat status Facebook seseorang yang menjelekkan salah satu pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur. Berita hoax yang disebar sedemikian rupa dengan editan foto yang terlihat seperti asli di-tag ke puluhan orang.

Oleh : James P Pardede

"Status seperti ini kalau ditanggapi dengan emosi bisa menjadi sumber keributan dan perpecahan antara yang satu dengan yang lain. Saya dengan teman-teman anggota BEM selalu mengingatkan agar tidak mudah terpancing dengan berita-berita hoax atau status provokatif yang ketika kita membacanya bisa tersulut emosi atau marah. Menahan diri untuk tidak menanggapinya akan lebih baik," kata Batara Pangaribuan.



Selain masalah berita hoax dan status provokatif, kata Batara mahasiswa sebagai agent of change juga harus menjunjung tinggi proses demokrasi yang bersih, jujur, adil dan terhindari dari money politic (politik uang). Kalau masyarakat kita masih berpatokan pada istilah nomor piro wani piro atau memilih seseorang karena uangnya, maka negeri ini tidak akan pernah terbebas dari permasalahan korupsi. Politik uang ini nantinya yang menyebabkan calon yang berhasil duduk merasa terbeban dengan uang yang telah ia keluarkan selama sosialisasi dan kampanye.

"Harapan kita pada Pilkada Gubernur Sumatera Utara 27 Juni nanti masyarakat kita sudah lebih dewasa dalam berdemokrasi dan menentukan siapa pemimpin yang benar-benar memiliki kepedulian terhadap masyarakat yang dipimpinnya," tandas Batara.



Apa yang disampaikan Batara, tak jauh berbeda dengan sebuah joke yang pernah penulis dengar, yang mengatakan kalau mau maju menjadi calon kepala daerah (Gubernur, Bupati dan Walikota) tidak cukup hanya memiliki kualitas, kapasitas, kapabilitas tapi juga 'isi ni tas' (uang). Celotehan ini tersimpan di otak penulis dan mencoba mencermatinya dengan seksama. Apa benar harus ada isi ni tas (uang) baru bisa maju menjadi salah satu bakal calon kepala daerah?

Pilkada berkualitas memang tidak akan pernah terpisahkan dengan uang, hanya saja penggunaannya harus tepat sasaran dan bukan untuk membeli suara masyarakat agar memilih salah satu pasangan calon. Politik uang seperti ini sudah berlangsung sangat lama di negeri ini, hanya saja tidak terlalu di ekspose dan dimunculkan ke permukaan.



Itu sebabnya, untuk mengantisipasi berita hoax, kampanye hitam dan politik uang, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumatera Utara menggelar acara Deklarasi Kampanye Damai di Taman Budaya Sumut, Jalan Perintis Kemerdekaan Medan pada pertengahan Februari 2018 lalu.

Dalam deklarasi kampanye damai ini, dua pasangan calon yang maju pada Pilgubsu 2018, pasangan nomor urut 1 Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah (Ijeck) dan pasangan nomor urut 2 Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus membaca deklarasi kampanye damai bersama-sama. Pembacaan dipimpin langsung Ketua KPUD Sumut Mulia Banurea.



Satu, berjanji siap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dua, siap melaksanakan kampanye yang damai, demokrasi, dan mengedukasi dalam rangka mewujudkan kedaulatan pemilih, dan ketiga, masing-masing pasangan calon di Pilkada Sumut 2018 siap melaksanakan kampanye tanpa hoax, politisasi Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA), serta politik uang. Dan yang keempat, masing-masing pasangan calon tunduk dan patuh terhadap peraturan perundangan-undangan yang berlaku di Indonesia.

Setelah pembacaan deklarasi, masing-masing Paslon, Ketua dan Sekretaris Tim Pelaksana Kampanye Pasangan calon menandatangani deklarasi kampanye damai Pilgub Sumut 2018. Ini artinya, dua pasangan calon, tim pemenangan dan tim suksesnya harus benar-benar dalam menjalankan deklarasi ini agar tidak menodai sistem demokrasi yang telah kita sepakati bersama.



Sukses tidaknya sebuah pelaksanaan tahapan pemilihan kepala daerah juga ikut dipengaruhi angka partisipasi pemilih yang mau datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk menyalurkan suaranya. Partisipasi pemilih di Sumatera Utara dapat terbilang rendah. Pada Pilgub 2013 silam, partisilasi pemilih Sumut hanya sebesar 48 persen.

Dari angka ini menunjukkan bahwa separuh dari warga Sumut memilih untuk tidak berpartisipasi menentukan calon pemimpinnya lima tahun ke depannya. Mengantisipasi hal ini, KPU Sumut telah merancang cara untuk mendongkrak angka partisipasi pemilih pada agenda Pilgubsu 2018.



"Kita punya cara baru untuk mendongkrak angka partisipasi pemilih pada Pilkada 2018 ini. Sistem kita adalah mendatangi langsung para pemilih dan mensosialisasikan arti pentingnya menyalurkan hak suara dalam menentukan pemimpin lima tahun ke depan," kata Komisioner KPU Sumut Benget Silitonga di Medan beberapa waktu lalu.

Sosialisasi tentang agenda Pilkada ini, lanjut Benget Silitonga juga disampaikan kepada penyandang cacat, kaum difabel dan disabilitas, tunanetra serta pemilih pemula agar menyalurkan hak suaranya pada Pilkada 2018 dan Pemilu pada 2019 mendatang.

"Surat edaran dari KPU RI juga sudah kita sosialisasikan, dimana akses bagi penyandang cacat dan disabilitas untuk menjangkau TPS tetap harus menjadi perhatian penyelenggara. Hal ini kita lakukan untuk lebih menyadarkan masyarakat tentang arti pentingnya menyuarakan hak pilih," tandasnya.



Salah seorang penyandang disabilitas David Sitorus meminta agar pemerintah dan KPU dalam melakukan sosialisasi yang merata dan benar-benar tepat sasaran.

Daftar Pemilih Sementara

Dalam rapat pleno penetapan Daftar Pemilih Sementera (DPS) yang disampaikan KPUD Sumut, DPS Sumut tahun 2018 sebanyak 9.202.967 pemilih dan akan mencoblos di 27.465 TPS yang tersebar di 6.110 desa/kelurahan dari 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara.

Dari jumlah DPS ini, kata Benget Silitonga sebagian diantaranya adalah penyandang cacat dan pemilih pemula. Akses bagi mereka tetap harus menjadi perhatian penyelenggara untuk memberikan kemudahan bagi mereka dalam menyalurkan hak suaranya.



DPS di atas satu juta jiwa ada di Kota Medan 1.513.835 pemilih dan Kabupaten Deliserdang 1.170.543 pemilih. Sedangkan daerah yang paling sedikit adalah Kabupaten Pakpak Bharat 33.421 pemilih dan Kabupaten Nias Barat dengan 56.982 pemilih. DPS daerah lainnya, Kabupaten Tapanuli Tengah 199.191, Tapanuli Utara 207.241, Tapanuli Selatan 222.399, Nias 90.712, Langkat 705.769, dan Karo 238.296 pemilih. Simalungun 615.668, Asahan 487.331, Labuhan Batu 274.350, Dairi 190.979, Toba Samosir 124.412, Mandailing Natal 283.096, Nias Selatan 197.323, dan Humbang Hasundutan 123.716.

Kabupaten Samosir 90.128, Serdang Bedagai 447.873, Batubara 284.231, Padang Lawas Utara 150.824, Padang Lawas 153.820, Labuhan Batu Selatan 183.312, Labuhan Batu Utara 237.951, dan Nias Utara 88.729 pemilih. Kota Pematang Siantar 169.964, Sibolga 62.185, Tanjung Balai 106.378, Binjai 176.781, Tebing Tinggi 99.970, Padang Sidempuan 136.022, dan Gunung Sitoli 84.485 pemilih.



DPS ini menurut Ketua KPUD Sumut, Mulia Banurea masih mengalami perubahan ketika masyarakat aktif dalam memberikan respon positif melakukan pengecekan sampai nantinya ada daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP), kemudian ditetapkan menjadi daftar pemilih tetap (DPT).

Tahapan demi tahapan yang dijalankan penyelenggara (KPU dan Bawaslu) pada akhirnya bertujuan untuk mewujudkan demokrasi yang bersih, jujur, transparan dan akuntabel. Menyikapi hal ini, Ketua KPU RI Arief Budiman selalu mengingatkan penyelenggara agar tidak bermain-main dengan tugas yang diemban. Penyelenggara selalu diingatkan untuk mensukseskan pelaksanaan pilkada serentak yang berkualitas dan tidak mudah tergoda dengan uang.

Tidak hanya penyelenggara, Gubernur Sumatera Utara Dr. Ir. H. Tengku Erry Nuradi, M.Si juga mengingatkan seluruh apratur sipil negara (ASN) dilingkungan pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan kabupaten/kota yang ikut menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 27 Juni 2018 nanti agar tidak berpihak kepada salah satu pasangan calon.



"Saya mengimbau semua ASN netral dalam Pilkada dan tidak berpihak kepada salah satu pasangan calon. Kita harus bersikap profesional dan tidak menjelek-jelekkan calon lain dalam kampanye. Semua orang punya hak dan punya pilihan masing-masing," tegasnya.

Sekaitan dengan masih adanya oknum-oknum tertentu yang menginginkan perpecahan, Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw meminta masyarakat agar menghindari isu SARA dan konflik sosial serta menjaga kekondusifan di daerahnya masing-masing.

"Keberagaman harus dijaga sedemikian rupa. Kemajemukan masyarakat Sumut sudah terkenal dan Sumut adalah miniatur Indonesia. Dalam masa sosialisasi dan kampanye, tidak dipungkiri akan ada kecurangan atau black campaign, money politic baik secara terang-terangan atau tersembunyi. Ini akan mengganggu tahapan penyelenggaraan Pilkada. Pelaku yang melakukan kampanye hitam dan menyebarkan berita hoax akan kita tindak tegas," tandas Paulus.

Kapolda juga mengimbau pasangan calon, pendukung, mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama menjadikan Pilkada Sumut menjadi pilkada yang damai dan pilkada yang berkualitas.



Seperti disampaikan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UMI Medan Jhoni Maslan Hutapea, pilkada serentak yang berkualitas tidak lagi berpatokan pada 'isi ni tas' atau uang.

"Masyarakat kita saat ini sudah semakin cerdas dalam menentukan pilihannya. Siapa pun gubernurnya, atau siapa pun yang nantinya terpilih memimpin Sumut lima tahun ke depan, harapan masyarakat adalah Sumut aman bagi dunia usaha dan pembangunan bisa merata ke seluruh wilayah," kata Hutapea.

* Tulisan ini diikursertakan dalam Lomba Karya Tulis bagi jurnalis tahun 2018 dalam rangka hari jadi ke-70 Provinsi Sumatera Utara tahun 2018
Editor: Amrizal

T#g:DJOSSERAMASGubsupilkada serentak
Komentar
Selasa, 19 Jun 2018 17:34Berita Sumut

Kemlompok Komunitas Vespa, Ikut Tenggelam

im gabungan diantaranya Tim SAR, Kepilisian, TNI AL serta yang lainnya terus melakukan penacaraian terhadap korban penumpang Kapal KM Sinar Bangun yang tenggelam belum ditemukan. Hal tersebut dikatakan Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan.

Selasa, 19 Jun 2018 17:19Berita Sumut

Anggota DPD RI Asal Sumut Tinjau Langsung Lokasi Tenggelamnya KM Sinar Bangun

Para pejabat bayak "berbondong bondong" menuju lokasi kejadian dengan tenggelamnnya kapal KM Sinar Bangun, diantaranya Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI perwakilan Sumatera Utara, Parlindungan Purba meninjau langsung kondisi lokasi di Da

Selasa, 19 Jun 2018 17:04Berita Sumut

Kombatan dan Tim Kuasa Hukum Djoss Laporkan Penyebaran Fitnah ke Polda Sumut

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Komunitas Banteng Asli Nusantara (Kombatan) Sumatera Utara (Sumut) didampingi Tim Kuasa Hukum Djarot-Sihar (Djoss) menyambangi Polda Sumut untuk membuat laporan terhadap akun media Facebook bernama Kayla Kusmawati yang diduga

Selasa, 19 Jun 2018 16:49Berita Sumut

Trimedya Panjaitan: Warga Harus Bersama Awasi Tindakan Curang

Politisi senior dari PDI Perjuangan, Trimedya Panjaitan menegaskan bahwa pasangan Djarot dan Sihar Sitorus di Pemilihan Gubernur

Selasa, 19 Jun 2018 16:37Berita Sumut

Ombudsman Minta Pengawasan Kapal Laik Layar di Danau Toba Diperketat

Tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Senin (18/6/2018) sore mengundang keprihatinan dari Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sumatera Utara.

Selasa, 19 Jun 2018 16:34Berita Sumut

Tangkap Pelaku Money Politics, Dapat Hadiah Dari Timses Eramas

Perkumpulan Pokja Humas Sumatera Utara himbau relawan dan masyarakat pendukung paslon Gubsu dan Wagubsu nomor urut satu, H. Edi Rahmayadi dan H. Musa Rajekshah untuk ikut mengawasi pelaksanaan Pilgubsu pada hari Rabu tanggal 27 Juni 2018. Bahkan Pokja Hum

Selasa, 19 Jun 2018 16:23Nasional

94 Orang Penumpang KM Sinar Bangun Belum Ditemukan, Ini Identitasnya

Sebanyak 94 orang penumpang KM Sinar Bangun yang karam di Perairan Danau Toba hingga kini masih belum ditemukan. Sedangkan 18 orang dinyatakan selamat dan satu dinyatakan meninggal dunia.

Selasa, 19 Jun 2018 16:19Berita Sumut

Sihar Janji Akan Perhemat Anggaran, Dialokasikan untuk Kesejahteraan Warga

Penggunaan Anggaran Pendapat Belanja Daerah (APBD) Sumatera Utara (Sumut) saat ini lebih dominan digunakan untuk gaji dan belanja pegawai. Hal itu menurut Sihar Sitorus harus dapat ditekan dan menambah anggaran untuk kesejahteraan warga

Selasa, 19 Jun 2018 16:04Berita Sumut

Wali Kota Rayakan Lebaran Bersama Masyarakat Melalui Open House

Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi bersama istri Hj Rita Maharanai Dzulmi Eldin SH beserta keluarga menggelar open house di hari pertama Hari Raya Idu Fitri 1 Syawal 1439 H bertempat di Rumah Dinas Wali Kota Jalan Sudirman Medan

Selasa, 19 Jun 2018 15:49Berita Sumut

Pawai Takbiran Kenderaan Hias Berlangsung Meriah

Diiringi lantunan gema takbir, Gubsu Ir H T Erry Nuriadi bersama Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi beserta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumut dan Kota Medan melepas pawai takbiran kenderaan hias dalam menyambut datangnya H

Selasa, 19 Jun 2018 15:34Berita Sumut

Wali Kota Shalat Ied Bersama Ribuan Warga

MATATELINGA, Medan:  Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi bersama ribuan masyarakat melaksanakan Shalat Idul Fitri  1439 H di Lapangan Merdeka Medan, Jumat (15/6) pagi. Bertindak seb

Selasa, 19 Jun 2018 15:19Lifestyle

Terungkap Hobi 'Unik' Rihana, Curi Gelas Wine

Penyanyi Rihanna baru saja memamerkan bakatnya berakting sebagai peretas di film Ocean's 8. Namun siapa sangka, tindak pencurian itu ternyata turut dilakoninya di kehidupan nyata.

Selasa, 19 Jun 2018 15:10Berita Sumut

Kapolda Akan Bentuk Tim Terpadu untuk Lidik Kasus Kapal Tenggelam

Terkiat dengan tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di perairan Danau Toba,hingga menimbulkan keprihatinan dari orang nomor satu Kepolisian Polda Sumatera Utara Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw

Selasa, 19 Jun 2018 15:04Ekonomi

Invansi Ke Indonesia, Korsel Akan Bangun Pabrik Kabel Listrik

Perusahaan asal Korea Selatan (Korsel), LS Cable & System (LS C&S) akan membangun pabrik kabel listrik seluas 64 ribu meter persegi dengan nilai investasi mencapai US$50 juta atau setara Rp703 juta di Artha Industrial Hill, kawasan industri Karawa

Selasa, 19 Jun 2018 14:59Ekonomi

Mahathir Tinjau Ulang Proyek Kerjasama Dengan China di Era Najib

Malaysia pernah menjadi mitra setia China dalam mengembangkan infrastuktur global, tapi pemerintahan baru kini berjanji untuk meninjau ulang proyek-proyek yang disokong negeri Tirai Bambu tersebu

Selasa, 19 Jun 2018 14:49Ekonomi

Indeks Hangseng dan Shanghai Composite Terjun Bebas Akibat Perang Dagang

Bursa saham Asia terdampak perang dagang yang dilakukan Amerika Serikat dan China, terutama bursa saham China. Indeks Hang Seng dan Shanghai Composite menunjukkan penurunan lebih dari dua persen sejak diperdagangkan pagi hari hingga hari penutupan, Selasa