• Home
  • Berita Sumut
  • Pilkada Serentak 2018 Berkualitas Bukan Lagi Berpatokan pada 'Isi Ni Tas'

Pilkada Serentak 2018 Berkualitas Bukan Lagi Berpatokan pada 'Isi Ni Tas'

James P Pardede Rabu, 11 April 2018 09:28 WIB
Istimewa
deklarasi Pilkada Gubsu menolak Politik Uang dan Berita Hoax
Batara KC Pangaribuan, mahasiswa fakultas ekonomi Universitas Methodist Indonesia (UMI) Medan yang juga Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tersenyum sendiri saat melihat status Facebook seseorang yang menjelekkan salah satu pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur. Berita hoax yang disebar sedemikian rupa dengan editan foto yang terlihat seperti asli di-tag ke puluhan orang.

Oleh : James P Pardede

"Status seperti ini kalau ditanggapi dengan emosi bisa menjadi sumber keributan dan perpecahan antara yang satu dengan yang lain. Saya dengan teman-teman anggota BEM selalu mengingatkan agar tidak mudah terpancing dengan berita-berita hoax atau status provokatif yang ketika kita membacanya bisa tersulut emosi atau marah. Menahan diri untuk tidak menanggapinya akan lebih baik," kata Batara Pangaribuan.



Selain masalah berita hoax dan status provokatif, kata Batara mahasiswa sebagai agent of change juga harus menjunjung tinggi proses demokrasi yang bersih, jujur, adil dan terhindari dari money politic (politik uang). Kalau masyarakat kita masih berpatokan pada istilah nomor piro wani piro atau memilih seseorang karena uangnya, maka negeri ini tidak akan pernah terbebas dari permasalahan korupsi. Politik uang ini nantinya yang menyebabkan calon yang berhasil duduk merasa terbeban dengan uang yang telah ia keluarkan selama sosialisasi dan kampanye.

"Harapan kita pada Pilkada Gubernur Sumatera Utara 27 Juni nanti masyarakat kita sudah lebih dewasa dalam berdemokrasi dan menentukan siapa pemimpin yang benar-benar memiliki kepedulian terhadap masyarakat yang dipimpinnya," tandas Batara.



Apa yang disampaikan Batara, tak jauh berbeda dengan sebuah joke yang pernah penulis dengar, yang mengatakan kalau mau maju menjadi calon kepala daerah (Gubernur, Bupati dan Walikota) tidak cukup hanya memiliki kualitas, kapasitas, kapabilitas tapi juga 'isi ni tas' (uang). Celotehan ini tersimpan di otak penulis dan mencoba mencermatinya dengan seksama. Apa benar harus ada isi ni tas (uang) baru bisa maju menjadi salah satu bakal calon kepala daerah?

Pilkada berkualitas memang tidak akan pernah terpisahkan dengan uang, hanya saja penggunaannya harus tepat sasaran dan bukan untuk membeli suara masyarakat agar memilih salah satu pasangan calon. Politik uang seperti ini sudah berlangsung sangat lama di negeri ini, hanya saja tidak terlalu di ekspose dan dimunculkan ke permukaan.



Itu sebabnya, untuk mengantisipasi berita hoax, kampanye hitam dan politik uang, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumatera Utara menggelar acara Deklarasi Kampanye Damai di Taman Budaya Sumut, Jalan Perintis Kemerdekaan Medan pada pertengahan Februari 2018 lalu.

Dalam deklarasi kampanye damai ini, dua pasangan calon yang maju pada Pilgubsu 2018, pasangan nomor urut 1 Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah (Ijeck) dan pasangan nomor urut 2 Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus membaca deklarasi kampanye damai bersama-sama. Pembacaan dipimpin langsung Ketua KPUD Sumut Mulia Banurea.



Satu, berjanji siap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dua, siap melaksanakan kampanye yang damai, demokrasi, dan mengedukasi dalam rangka mewujudkan kedaulatan pemilih, dan ketiga, masing-masing pasangan calon di Pilkada Sumut 2018 siap melaksanakan kampanye tanpa hoax, politisasi Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA), serta politik uang. Dan yang keempat, masing-masing pasangan calon tunduk dan patuh terhadap peraturan perundangan-undangan yang berlaku di Indonesia.

Setelah pembacaan deklarasi, masing-masing Paslon, Ketua dan Sekretaris Tim Pelaksana Kampanye Pasangan calon menandatangani deklarasi kampanye damai Pilgub Sumut 2018. Ini artinya, dua pasangan calon, tim pemenangan dan tim suksesnya harus benar-benar dalam menjalankan deklarasi ini agar tidak menodai sistem demokrasi yang telah kita sepakati bersama.



Sukses tidaknya sebuah pelaksanaan tahapan pemilihan kepala daerah juga ikut dipengaruhi angka partisipasi pemilih yang mau datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk menyalurkan suaranya. Partisipasi pemilih di Sumatera Utara dapat terbilang rendah. Pada Pilgub 2013 silam, partisilasi pemilih Sumut hanya sebesar 48 persen.

Dari angka ini menunjukkan bahwa separuh dari warga Sumut memilih untuk tidak berpartisipasi menentukan calon pemimpinnya lima tahun ke depannya. Mengantisipasi hal ini, KPU Sumut telah merancang cara untuk mendongkrak angka partisipasi pemilih pada agenda Pilgubsu 2018.



"Kita punya cara baru untuk mendongkrak angka partisipasi pemilih pada Pilkada 2018 ini. Sistem kita adalah mendatangi langsung para pemilih dan mensosialisasikan arti pentingnya menyalurkan hak suara dalam menentukan pemimpin lima tahun ke depan," kata Komisioner KPU Sumut Benget Silitonga di Medan beberapa waktu lalu.

Sosialisasi tentang agenda Pilkada ini, lanjut Benget Silitonga juga disampaikan kepada penyandang cacat, kaum difabel dan disabilitas, tunanetra serta pemilih pemula agar menyalurkan hak suaranya pada Pilkada 2018 dan Pemilu pada 2019 mendatang.

"Surat edaran dari KPU RI juga sudah kita sosialisasikan, dimana akses bagi penyandang cacat dan disabilitas untuk menjangkau TPS tetap harus menjadi perhatian penyelenggara. Hal ini kita lakukan untuk lebih menyadarkan masyarakat tentang arti pentingnya menyuarakan hak pilih," tandasnya.



Salah seorang penyandang disabilitas David Sitorus meminta agar pemerintah dan KPU dalam melakukan sosialisasi yang merata dan benar-benar tepat sasaran.

Daftar Pemilih Sementara

Dalam rapat pleno penetapan Daftar Pemilih Sementera (DPS) yang disampaikan KPUD Sumut, DPS Sumut tahun 2018 sebanyak 9.202.967 pemilih dan akan mencoblos di 27.465 TPS yang tersebar di 6.110 desa/kelurahan dari 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara.

Dari jumlah DPS ini, kata Benget Silitonga sebagian diantaranya adalah penyandang cacat dan pemilih pemula. Akses bagi mereka tetap harus menjadi perhatian penyelenggara untuk memberikan kemudahan bagi mereka dalam menyalurkan hak suaranya.



DPS di atas satu juta jiwa ada di Kota Medan 1.513.835 pemilih dan Kabupaten Deliserdang 1.170.543 pemilih. Sedangkan daerah yang paling sedikit adalah Kabupaten Pakpak Bharat 33.421 pemilih dan Kabupaten Nias Barat dengan 56.982 pemilih. DPS daerah lainnya, Kabupaten Tapanuli Tengah 199.191, Tapanuli Utara 207.241, Tapanuli Selatan 222.399, Nias 90.712, Langkat 705.769, dan Karo 238.296 pemilih. Simalungun 615.668, Asahan 487.331, Labuhan Batu 274.350, Dairi 190.979, Toba Samosir 124.412, Mandailing Natal 283.096, Nias Selatan 197.323, dan Humbang Hasundutan 123.716.

Kabupaten Samosir 90.128, Serdang Bedagai 447.873, Batubara 284.231, Padang Lawas Utara 150.824, Padang Lawas 153.820, Labuhan Batu Selatan 183.312, Labuhan Batu Utara 237.951, dan Nias Utara 88.729 pemilih. Kota Pematang Siantar 169.964, Sibolga 62.185, Tanjung Balai 106.378, Binjai 176.781, Tebing Tinggi 99.970, Padang Sidempuan 136.022, dan Gunung Sitoli 84.485 pemilih.



DPS ini menurut Ketua KPUD Sumut, Mulia Banurea masih mengalami perubahan ketika masyarakat aktif dalam memberikan respon positif melakukan pengecekan sampai nantinya ada daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP), kemudian ditetapkan menjadi daftar pemilih tetap (DPT).

Tahapan demi tahapan yang dijalankan penyelenggara (KPU dan Bawaslu) pada akhirnya bertujuan untuk mewujudkan demokrasi yang bersih, jujur, transparan dan akuntabel. Menyikapi hal ini, Ketua KPU RI Arief Budiman selalu mengingatkan penyelenggara agar tidak bermain-main dengan tugas yang diemban. Penyelenggara selalu diingatkan untuk mensukseskan pelaksanaan pilkada serentak yang berkualitas dan tidak mudah tergoda dengan uang.

Tidak hanya penyelenggara, Gubernur Sumatera Utara Dr. Ir. H. Tengku Erry Nuradi, M.Si juga mengingatkan seluruh apratur sipil negara (ASN) dilingkungan pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan kabupaten/kota yang ikut menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 27 Juni 2018 nanti agar tidak berpihak kepada salah satu pasangan calon.



"Saya mengimbau semua ASN netral dalam Pilkada dan tidak berpihak kepada salah satu pasangan calon. Kita harus bersikap profesional dan tidak menjelek-jelekkan calon lain dalam kampanye. Semua orang punya hak dan punya pilihan masing-masing," tegasnya.

Sekaitan dengan masih adanya oknum-oknum tertentu yang menginginkan perpecahan, Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw meminta masyarakat agar menghindari isu SARA dan konflik sosial serta menjaga kekondusifan di daerahnya masing-masing.

"Keberagaman harus dijaga sedemikian rupa. Kemajemukan masyarakat Sumut sudah terkenal dan Sumut adalah miniatur Indonesia. Dalam masa sosialisasi dan kampanye, tidak dipungkiri akan ada kecurangan atau black campaign, money politic baik secara terang-terangan atau tersembunyi. Ini akan mengganggu tahapan penyelenggaraan Pilkada. Pelaku yang melakukan kampanye hitam dan menyebarkan berita hoax akan kita tindak tegas," tandas Paulus.

Kapolda juga mengimbau pasangan calon, pendukung, mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama menjadikan Pilkada Sumut menjadi pilkada yang damai dan pilkada yang berkualitas.



Seperti disampaikan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UMI Medan Jhoni Maslan Hutapea, pilkada serentak yang berkualitas tidak lagi berpatokan pada 'isi ni tas' atau uang.

"Masyarakat kita saat ini sudah semakin cerdas dalam menentukan pilihannya. Siapa pun gubernurnya, atau siapa pun yang nantinya terpilih memimpin Sumut lima tahun ke depan, harapan masyarakat adalah Sumut aman bagi dunia usaha dan pembangunan bisa merata ke seluruh wilayah," kata Hutapea.

* Tulisan ini diikursertakan dalam Lomba Karya Tulis bagi jurnalis tahun 2018 dalam rangka hari jadi ke-70 Provinsi Sumatera Utara tahun 2018
Editor: Amrizal

T#g:DJOSSERAMASGubsupilkada serentak
Komentar
Minggu, 21 Okt 2018 21:08Berita Sumut

Wakil Walikota Medan Tegur Kontraktor Jembatan yang Ambruk

Wakil Walikota Medan Ir Ahyar Nasution menegur pihak kontraktor pembangunan jembatan titi ll Kelurahan si Canang Kecamatan Medan Belawan, karena tidak memiliki stap ahli dibidang pembangunan jembatan.

Minggu, 21 Okt 2018 21:02Berita Sumut

Gubernur Sumut Bersama MNSBDI Tanam 10.000 Pohon di Pantai Cermin

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi bersama seribuan anggota Majelis Nichiren Shoshu Buddha Dharma Indonesia (MNSBDI) dari Sumut dan berbagai daerah di Indonesia, menanam 10.000 pohon di Pantai Desa Lubuk Saban, Kecamatan Pantai Cermin, Serdang

Minggu, 21 Okt 2018 20:57Nasional

Dubes LBBP RI Untuk Sri Lanka Sambut Prajurit KRI Usman Harun-359

Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh Republik Indonesia (Dubes LBBP RI) untuk Sri Lanka H.E. I Gusti Ngurah Adyksa menyambut kedatangan prajurit KRI Usman Harun-359 yang tergabung dalam Satgas MTF TNI Konga XXVIII-J/UNIFIL saat singgah di Colombo Sri Lan

Minggu, 21 Okt 2018 19:19Berita Sumut

Tim Pegasus Polsek Patumbak Seser Sejumlah Wilayah Rawan Narkoba dan Judi

Tim Pegasus Polsek Patumbak yang langsung dipimpin Kapolsek AKP Ginanjar Fitriadi SH.SIK menyeser sejumlah kawasan rawan narkoba dan judi, Minggu (21/10) dinihari. Hasilnya, tiga orang pelaku narkoba serta lima unit mesin judi jackpot dan kendaraan tanpa

Minggu, 21 Okt 2018 18:40Berita Sumut

Sumut Tuan Rumah Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana Nasional

Setelah menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-27, Sumatera Utara (Sumut) kembali terpilih menjadi tuan rumah kegiatan nasional yaitu Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) nasional. Kegiatan ini akan diselenggarakan d

Minggu, 21 Okt 2018 18:23Berita Sumut

Jembatan Kembali Ambruk, Warga Sicanang Mengaku Kecewa

Pasca amblasnya tanah di jembatan titi dua Sicanang, Sabtu (20/10/2018) kemarin membuat segala kegiatan warga Sicanang macet total. Hal ini terlihat pada Minggu, (21/10/2018) warga yang ingin bekerja dan berbelanja harus menaiki titi darurat yang terbuat

Minggu, 21 Okt 2018 18:06Berita Sumut

Gagal Merampok, Dua Pelaku Jambret Malah Sekarat Tabrak Trotoar Jalan

Apes benar nasib yang dialami kedua pelaku jambret ini. Gagal menjambret, keduanya malah sekarat masuk rumah sakit.

Minggu, 21 Okt 2018 17:30Nasional

Prajurit TNI Distribusikan Bantuan Logistik Untuk Warga di Lombok Timur

Prajurit TNI dari Komando Rayon Militer (Koramil) 1615-03/Sambelia yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Terpàdu (Kogasgabpad) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Nusa Tenggara Barat (NTB), mendistribusikan bantuan logistik bahan makanan untuk warg

Minggu, 21 Okt 2018 17:15Berita Sumut

Pemprov Sumut Serius Jajaki Kerjasama dengan Jepang

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) serius menjajaki kerjasama dengan Jepang. Terutama untuk investasi di bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, dan pengelolaan sampah.

Minggu, 21 Okt 2018 17:00Berita Sumut

Eldin Apresiasi & Dukung Kopi Amal Peduli Palu, Donggala & Sigi

Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Kota Medan sangat mengapresiasi dan mendukung penuh penggalangan dana yang dilakukan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Medan untuk

Minggu, 21 Okt 2018 16:47Berita Sumut

Ancaman Teroris Jelang Pemilu 2109, Kapoldasu : Jajaran Harus Turun ke Bawah

Tim Densus 88 Mabes Polri baru-baru ini berhasil mengungkap keberadaan teroris di Tanjungbalai, pada Kamis (18/10) lalu. Dalam penggerebekannnya itu, sebanyak dua orang terduga teroris berhasil ditembak mati, karena melakukan perlawanan kepada petugas saa

Minggu, 21 Okt 2018 16:15Berita Sumut

Festival Pesona Lokal Dukung Pengembangan Budaya & Kemajuan Pariwisata

Lebih dari 7.000 warga Kota Medan ikut memeriahkan Festival Pesona Lokal yang digelar di halaman Istana Maimun Medan, Minggu (21/10). Selain dimeriahkan dengan lomba karnaval budaya, event ini juga menampilkan fashion show Batik Medan hasil kreasi Ketua

Minggu, 21 Okt 2018 16:00Nasional

TNI Bersama ITB Dirikan Bangunan Serbaguna Untuk Pengungsi di Palu

Sebanyak 48 prajurit TNI dari Batalyon Infanteri 714/Sintuwu Maroso dipimpin Mayor Inf Arianto Maskare S. yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Penanggulangan Bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi Kota Palu, Sigi dan Dongg

Minggu, 21 Okt 2018 15:45Berita Sumut

Jembatan Ambruk, Warga Sicanang Khawatirkan Bahan Pokok

Seribuan warga Kelurahan Belawan Sicanang resah pasalnya pasca ambruknya jembatan titi II dikhawatirkan alat kebutuhan pokok tak bisa masuk ke pemukiman warga.

Minggu, 21 Okt 2018 15:30Berita Sumut

Ratusan Pengunjung Diskotik LG Terbirit-birit Dirazia Polisi

Ratusan pengunjung diskotik Lee Garden di Jalan Nibung Raya minggu(20/10) pagi digerebek kepolisian dari Tim Pegasus sat Sabhara Polrestabes Medan dan sat Narkoba Polrestabes Medan.

Minggu, 21 Okt 2018 15:07Berita Sumut

Pemkab Samosir Gelar Samosir Jazz Session 2018

Pemerintah Kabupaten Samosir kembali menggelar even Samosir Jazz Session 2018. Even yang didukung Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BOPDT) ini akan digelar di Pelataran Hotel Dainang, Pangururan, Samosir, 27 Oktober 2018 mendatang.