MARHABAN YA RAMADHAN
  • Home
  • Berita Sumut
  • Pusaka Indonesia Duga Djarum Eksploitasi Anak untuk Promosi Rokok

Pusaka Indonesia Duga Djarum Eksploitasi Anak untuk Promosi Rokok

Mtc Rabu, 20 Februari 2019 10:09 WIB
GOOGLE
Yayasan Pusaka Indonesia (YPI) menuding pihak perusahaan rokok Djarum di duga telah melakukan eksploitasi terhadap setidaknya 23.000 anak usia 6-15 tahun yang mengikuti audisi beasiswa Djarum.
MATATELINGA, Medan: Yayasan Pusaka Indonesia (YPI) menuding  pihak perusahaan rokok Djarum di duga telah melakukan eksploitasi terhadap setidaknya 23.000 anak usia 6-15 tahun yang mengikuti audisi beasiswa Djarum. Tanpa disadari, tubuh anak-anak tersebut telah dijadikan sebagai media promosi brand image Djarum, hal ini disampaikan Koordinator Advokasi Pengendalian Tembakau YPI Elisabeth,SH dalam siaran persnya kepada wartawan, Rabu (20/02/2019).



Tudingan yang sama juga juga disampaikan Komisioner Penanggung Jawab Bidang Kesehatan dan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza) Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Siti Hikmawatty.

Menurut Elisabeth, penggunaan kaus itu tanpa mereka sadari telah dimanfaatkan untuk mempromosikan produk rokok tersebut. Mereka berisiko menjadi perokok di kemudian hari dan ini sangat bertentangan dengan UU Perlindungan Anak  yang harus di lindungi dari zat adiktif.

"Mereka dimanfaatkan sebagai media pemasaran sekaligus konsumen perokok pemula. Industri rokok menggunakan anak-anak sebagai iklan berjalan untuk mempromosikan produk tembakau," ungkapnya.

YPI mendesak dan menuntut penyelenggara Audisi Beasiswa Djarum Bulutangkis, yaitu Djarum Foundation, untuk tidak melibatkan anak dalam seluruh kegiatannya dan menghentikan eksploitasi anak dalam segala bentuk, termasuk menjadikan anak media promosi.



Ditambahkannya, sebenarnya pemerintah telah membatasi iklan dan sponsorship produk rokok sebagaimana diatur dalam UU Kesehatan maupun PP No.109 Tahun 2012  terus mendapat perlawanan dari industri rokok, dengan berinovasi mencari strategi-strategi baru untuk mengiklankan produk mereka. Salah satunya dengan kedok CSR (Coorporate Sosial Responcibilty)memberikan beasiswa kepada pelajar/mahasiswa dan pembinaan olah raga melalui pencarian untuk pembinaan atlit berbakat, ungkap Elisabeth Koordinator Divisi Advokasi YPI.

Sayangnya, masyarakat dan pemerintah masih banyak yang belum menyadari kalau strategi pemberian CSR tersebut justru sangat berbahaya karena dapat merubah "image" produk rokok di kalangan generasi mileneal khususnya anak usia 6 15 tahun yang memang belum mampu mencerna dan menganalisis suatu peristiwa. Mereka akan beranggapan bahwa produsen rokok sebagai produsen yang sangat perduli dengan perhatian terhadap pendidikan dan prestasi anak muda, dan rokok bukanlah sesuatu yang berbahaya bagi kesehatan mereka nantinya.

Data The Global Youth Tobacco Survey Indonesia (GYTS tahun 2014) mengungkap 46,3% remaja menyebutkan  iklan  memberi pengaruh besar untuk mulai merokok, 41.5% remaja mengaku jika  kegiatan disponsori industri rokok memiliki pengaruh untuk mulai merokok, 29% remaja perokok mengatakan barumenyalakan rokoknya ketika melihat iklan rokok, dan 8% remaja perokok mengaku kembali merokok  karena mengikuti kegiatan yang disponsori rokok.



Sebagai lembaga yang konsern pada perlindungan anak, Yayasan Pusaka Indonesia mengharapkan agar Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)dapat memainkan peran strategis mereka untuk melakukan koordinasi dengan institusi terkait, seperti Kementerian Pemuda dan Olah Raga atau Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menolak segala bentuk CSR dan beasiswa dari produsen rokok.

Pemerintah harus berani bertindak tegas dan menjatuhkan sanksi hukum dan sanksi sosial terhadap produsen rokok ataupun pihak-pihak lain yang melanggar ketentuan tentang larangan iklan karena telah mengeksploitasi anak untuk kepentingan ekonomi dan bisnis mereka. Jika hal itu tidak dilakukan maka angka prevalensi perokok usia remaja di Indonesia akan terus meningkat dan dapat mengancam bonus demografi Indonesia yang puncaknya diperkirakan tahun 2030 mendatang.

(Mtc/Amel)
Editor: FJR

Sumber: Okezone

T#g:blibliDjarumMatatelingaTerkiniYPIYayasan Pusaka IndonesiaEksploitasieksploitasi anak
Komentar
Minggu, 19 Mei 2019 13:46Berita Sumut

Rumah Tanpa Penghuni di Lalap Sijago Merah

Warga dikejutkan kobaran api dari salah satu rumah tanpa penghuninya yang berada di Jalan Sei Berantas, Lingkungan III, Kelurahan Babura Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Minggu (19/5/2019).

Minggu, 19 Mei 2019 13:30Internasional

Tumpukan Sandal Bekas Penuhi Pulau Cocos

Sebelah selatan Pulau Jawa di kawasan Samudra Hindia "pantai yang belum terjamah", tersapu jutaan sepatu plastik dan sandal-sandal bekas ditemukan di antara puing-puing sampah.

Minggu, 19 Mei 2019 12:19Nasional

BNN Amankan 50 Kg Sabu dan 23 Ribu Butir Ekstasi

Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) berhasil mengamankan barang bukti narkotika berupa 50 kg sabu dan 23 ribu butir pil ekstasi dalam tindakan pengejaran terhadap pelaku penyelundup narkotika asal Malaysia di wilayah Dumai, Riau.

Minggu, 19 Mei 2019 11:26Berita Sumut

Polrestabes Medan Gelar Patroli Skala Besar

Guna mengantisipasi adanya gangguan terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polrestabes Medan menggelar patroli skala besar, di sejumlah lokasi di wilayah Medan, Sabtu (19/5/2019).

Minggu, 19 Mei 2019 08:45Berita Sumut

Razia Pekat Pemkab. Asahan Jaring 12 Orang

Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Dinas Sat.Pol.PP dan Dinas Sosial melakukan razia penyakit masyarakat ( Pekat )

Minggu, 19 Mei 2019 08:15Internasional

Jalani Puasa di Amerika Serikat, Begini Suasananya

Menjalani ibadah puasa di Amerika Serikat tidak jauh berbeda dengan di Indonesia. Yang membedakan

Minggu, 19 Mei 2019 08:00Bola

Presiden Juventus: Pecat Allegri, Itu Keputusan Tersulit

Presiden Juventus, Andrea Agnelli, menyebut tindakan timnya untuk berpisah dengan Massimiliano Allegri

Minggu, 19 Mei 2019 07:45Aceh

Di Lanud Sultan Iskandar Muda, 7 Pesawat Tempur Prancis Mendarat Darurat, Ada Apa...

7 pesawat tempur Angkatan Laut Perancis jenis Rafale mendarat darurat di Lanud Sultan Iskandar Muda

Minggu, 19 Mei 2019 07:30Ekonomi

Mendag: Produk Kertas, Potensi Ekspor yang Bakal Meningkat ke Chili

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menilai, kertas menjadi salah satu produk ekspor Indonesia

Minggu, 19 Mei 2019 07:15Nasional

Tinggal Sendirian, Seorang Kakek Renta Ditemukan Tewas Membusuk

Kasman, seorang kakek berusia 70-an yang hidup sendirian dan jarang dijenguk oleh keluarganya

Minggu, 19 Mei 2019 07:00Lifestyle

Mohon Keturunan, Ini Doa Khusus yang Dipanjatkan Para Nabi

Setiap pasangan yang sudah menikah pasti mengharapkan kehadiran seorang anak. Dengan kehadiran seorang anak

Minggu, 19 Mei 2019 06:45Lifestyle

Sulit Bangun Sahur, Yuk Intip Tips Jitunya

Selama bulan Ramadan umat muslim diwajibkan menjalankan ibadah puasa. Tentunya sebelum menjalankan ibadah puasa

Minggu, 19 Mei 2019 06:30Lifestyle

Viral Tren Make-up Mata Kucing, Selebriti Dunia Tak Mau Ketinggalan

Make-up adalah seni menuangkan kreativitas ke wajah. Selain untuk menambah kecantikan, make-up

Minggu, 19 Mei 2019 06:15Bola

Josep Guardiola: Musim Ini Luar Biasa

Manchester City resmi menjadi kampiun Piala FA 2018-2019 setelah menaklukkan Watford

Minggu, 19 Mei 2019 06:00Bola

Final Piala FA, Manchester City Sabet Treble Winners Musim Ini

Manchester City mengusung misi untuk meraih trofi domestik ketiganya pada musim 2018-2019

Sabtu, 18 Mei 2019 22:20Nasional

Bakamla Siapkan Personel Awak Kapal 80 Meter

Kepala Biro Sarana dan Prasarana Bakamla Laksma Bakamla Amrein, S.E. membuka kegiatan Pendidikan, Pelatihan, dan Familiarisasi Calon Awak Kapal Patroli Bakamla 80 Meter di Galangan PT Citra Shipyard, Tanjung Uncang, Batam, kemarin