Sahuti Aspirasi Driver Online, Gubsu Edy Bakal Tindak PT TPI

faeza Senin, 11 Februari 2019 17:14 WIB
Mtc/ist
Aksi unjuk rasa ratusan driver taksi online yang mendesak agar Gubsu mencabut izin PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI) di depan kantor Gubsu pada Senin (11/2/2019) tidak sia-sia. Perwakilan mereka langsung diterima Gubsu Edy Rahmayadi di ruang konf
MATATELINGA, Medan: Aksi unjuk rasa ratusan driver taksi online yang mendesak agar Gubsu mencabut izin PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI)  di depan kantor Gubsu pada Senin (11/2/2019) tidak sia-sia. Perwakilan mereka langsung diterima Gubsu Edy Rahmayadi di ruang konferensi pers Gedung Pemprov Sumut.


Dalam kesempatan itu, Gubsu Edy terlebih dahulu meminta perwakilan driver taksi online untuk menyampaikan tuntutannya. . 

Daniel, salah seorang perwakilan massa bercerita, PT TPI mengakibatkan para driver taksol merugi. Karena perusahaan Grab memberikan prioritas kepada driver yang bermitra dengan PT TPI. 

"Ini berakibat pada konflik antara mitra individu dan mitra PT TPI," ujar Daniel. 

PT TPI adalah vendor Grab untuk menyediakan armada untuk dirental atau dicicil driver mitranya. Cicilan dipotong dengan menarik saldo mitra. 


Setelah mendapat penjelasan dari driver, Edy pun bertanya kepada perwakilan Dinas Perhubungan yang juga ikut hadir dalam pertemuan. Baru diketahui ternyata ilegal. 

Edy pun kaget mendengar PT TPI ternyata ilegal. Edy pun langsung menanggapi aspirasi para driver online ini.

"Kalau tak legal bukan ditutup. Ditangkap dia. Kok bisa hidup ilegal gitu," tanya Edy. 

Dia pun mengintruksikan kepada anak buahnya untuk memanggil semua pihak terkait. Agar masalah itu dibahas secara komprehensif untuk mencari solusinya. 

"Yang jelasnya yang ilegal, itu tak boleh hidup. Karena kalau ilegal hidup pasti merusak. Saya mau yang legal - legal ajah. Istri ajah harus legal," tegasnya lagi usai pertemuan. 


Keberadaan PT TPI yang sudah beroperasi selama dua tahun dianggap telah melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. Karena, para driver mitra pribadi merasa didiskriminasi oleh Grab. 

"Karena orderan berkurang, mitra individu armadanya ditarik oleh pihak pembiayaan. Karena kami tidak bisa membayarkan cicilan," ujar Koordinator Aksi Rahmat Kristin. 

Pertemuan seluruh stakeholder terkait rencananya akan digelar pekan depan. Para driver berharap PT TPI bisa ditutup, supaya tidak ada konflik yang terjadi sesama driver. (mtc/fae)
Editor: Faeza

T#g:MatatelingaPT TPITerkinidemo driver onlineGubsu Edy RahmayadiPemprovsuunjuk rasa taksi online
Komentar
Jumat, 19 Apr 2019 21:56Berita Sumut

Beredar Lagi Video Kecurangan Pemilu di Tapteng, Bawaslu akan Hitung Ulang Suara

Setelah beredarnya video kecurangan proses Pemilihan Umum di Kabupaten Tapanuli Tengah, warganet kembali dihebohkan dengan video lainnya yang terjadi di kecamatan yang berbeda.

Jumat, 19 Apr 2019 21:15Nasional

Jokowi-Ma'ruf 54,99% dan Prabowo-Sandi 45,01% di Real Count KPU 3%

Situs resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus memperbaharui perolehan suara Pilpres 2019. Setidaknya, hingga pukul 19.45 WIB

Jumat, 19 Apr 2019 21:00Nasional

Pasca Keluarkan "Surat Cinta" BPN Tepis Isu Perpecahan Dengan SBY

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade

Jumat, 19 Apr 2019 20:45Berita Sumut

Ikut Amankan Pemilu 2019, Kapolres Binjai Ucapkan Terimakasih Kepada Masyarakat

Kapolres Binjai, AKBP Nugroho Tri Nuryanto mengucapkan terimakasih kepada masyarakat

Jumat, 19 Apr 2019 20:30Nasional

Diperiksa Tim Dokter, Begini Kondisi Sandiga Uno

Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiga Uno memeriksa kondisi kesehatannya

Jumat, 19 Apr 2019 20:15Bola

Kepindahan Eden Hazard Tinggal Menghitung Hari

Real Madrid tampaknya sebentar lagi bakal mengumumkan kedatangan satu pemain bintang di bursa transfer musim panas 2019 nanti

Jumat, 19 Apr 2019 20:00Internasional

Siswi Bangladesh Dibakar Hidup-Hidup Usai Laporkan Pelecehan Seksual

Nusrat Jahan Rafi, seorang remaja berusia 19 tahun tewas pada 10 April, lima hari setelah dia disiram bensin

Jumat, 19 Apr 2019 18:50Berita Sumut

Kodam I/BB Apresiasi Serka Nur Habibah Lubis Sebagai Babinsa Kowad Pertama di Jajaran Korem 032/Wbr

Kodam I/Bukit Barisan memberikan apresiasinya kepada Sersan Kepala Nur Habibah Lubis yang merupakan Bintara Pembina Desa (Bibinsa)

Jumat, 19 Apr 2019 17:35Berita Sumut

Kapolda: Terimakasih Warga Sumatera Utara

Pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 2019 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada 17 April kemarin, telah berlangsung dengan damai dan kondusif. Bahkan, antusias masyarakat untuk mengikuti pesta demokrasi tersebut, juga terbilang begitu tinggi.

Jumat, 19 Apr 2019 17:30Nasional

Prabowo Subianto Dapat Hadiah dari Para Habaib & Kiyai

Dalam acara sujud syukur kemenangan terdapat sebuah ucapan yang menarik dari calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto

Jumat, 19 Apr 2019 17:26Berita Sumut

Berkumpul di Mesjid Al-Jihad, Ribuan Warga Sumut Gelar Syukuran Kemenangan Prabowo-Sandi

Ribuan warga Sumatera Utara memadati Mesjid Al-Jihad Jalan Abdullah Lubis Medan seusai menggelar Ibadah Shalat Jumat, (19/4/2019). Mereka berkumpul dalam rangka syukuran atas kemenangan Prabowo-Sandi.

Jumat, 19 Apr 2019 17:15Nasional

Jokowi Ingin Bertemu Prabowo!

PDI Perjuangan (PDIP) mengapresiasi langkah calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)

Jumat, 19 Apr 2019 17:00Nasional

Tabung Gas 3 Kg Kembali Meledak, 4 Tukang Bakso Jadi Korbannya

Empat orang menjadi korban gas melon berukuran tiga kilogram, yang alami kebocoran di salah satu rumah kontrakan di Jalan Cigelereng, Kota Bandung, pada Jum'at (19/4/2019).

Jumat, 19 Apr 2019 16:45Ekonomi

5 Blok Migas di Lelang

Pemerintah melelang lima wilayah kerja (WK) migas konvensional tahap I 2019. Sejak dibuka tanggal 21 Februari 2019 lalu

Jumat, 19 Apr 2019 16:30Internasional

Pria ini Rela Potong Jarinya Usai Salah Pilih Partai

Seorang peserta pemilihan umum di India mengatakan bahwa dia telah memotong jari telunjuknya setelah menyadari dia telah memberikan suaranya kepada partai politik yang salah.

Jumat, 19 Apr 2019 16:15Nasional

Real Count Hanya untuk Publikasi, Bukan Hasil Pemilu, Tegas KPU!

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi menegaskan Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) atau real count KPU