• Home
  • Berita Sumut
  • Seminggu Mesin HD ICU Paviliun RS Adam Malik Rusak, Keluarga Pasien Kecewa

Seminggu Mesin HD ICU Paviliun RS Adam Malik Rusak, Keluarga Pasien Kecewa

amelia Selasa, 18 September 2018 15:05 WIB
mtc/net
Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik
MATATELINGA, Medan : Mesin cuci darah di ICU Gedung Paviliun Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik sudah seminggu rusak. Lebih ironisnya, ada seorang pasien sebelumnya meninggal karena diduga jadwal cuci darah tertunda.

Senin (17/9) sore, mesin sempat diperbaiki dan dapat digunakan. Namun, malam hari setelah tiga jam digunakan untuk cuci darah ke pasien, mesin tersebut kembali rusak. Hal tersebut membuat sejumlah keluarga pasien gagal ginjal kecewa dengan pelayanan di rumah sakit tipe A ini.

Keluarga pasien ICU yang gagal cuci darah, DD mengaku ibunya harus melakukan cuci darah sejak seminggu lalu, atau sudah tiga kali cuci darah. Namun, baru sekali dilakukan, mesin rusak kembali. "Ibu saya harusnya cuci darah selama lima jam, tapi hanya dapat dilakukan selama tiga jam saja. Padahal sudah ditunda tiga putaran," kata DD kepada wartawan di Gedung Paviliun RSUP H Adam Malik, Selasa (18/9).

Saat ditanya solusi, perawat di ICU mengaku belum bisa memberi keputusan lantaran kondisi ibunya juga tidak memungkinkan bila dibawa turun ke ruang unit HD. "Ibu kami harusnya cuci darah sejak beberapa hari lalu. Ibu kami mau dibawa ke ruang unit HD sudah tak bisa karena pakai oksigen ventilator. Semalam sempat legah karena sudah diperbaiki, sekarang rusak lagi," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan PD. "Perbaikan mesin HD di ICU lama. Sudah diperbaiki eh rusak lagi. Mamak kami untuk HD yang perdana aman, karena masih bisa didorong ke unit HD. Tapi sekarang nasibnya juga sama dengan yang lain karena sudah pakai ventilator. Mau dibawa ke bawah lagi, sudah tak memungkinkan katanya. Ibu kami HD kedua kata dokter harusnya hari Sabtu. sudah telat berapa hari. Lebih sedih dan kasihan kita lihat yang sudah ditunda hampir seminggu lamanya," kata dia.

Tambahnya, saat mesin HD diperbaiki Senin sore, sayangnya ibunya tidak bisa diberi tindakan cuci darah karena tensinya menurun. "Begitu pun kami harap, hal seperti ini tidak terjadi lagi. ibu kami kondisinya terus drop, kita gak tahu sebabnya apa. Takutnya cuci darah yang ditunda itu berpengaruh dengan kondisi sekarang," ungkapnya.

Ah, keluarga pasien lainnya di ICU juga menambahkan, sebelumnya ada pasien HD dari Raya juga sempat ditunda cuci darah dan sudah meninggal. "Kemarin sempat keluarganya ribut juga di ICU karena cuci darah ditunda. keluarga duga, pasien drop karena cuci darahnya itu ditunda," beber dia.

PD menambahkan, ia berharap kepada pihak RS Adam Malik untuk sigap dalam menyikapi berbagai persoalan medis apalagi menyangkut soal fasilitas penting untuk tindakan ke pasien. "Saya harap hal seperti ini tidak terjadi lagi, agar tidak ada korban," katanya.

Menanggapi hal ini, Direktur RSUP H Adam Malik dr Bambang Prabowo MKes mengaku belum menerima laporan mesin cuci darah rusak. "Kalau sudah ada laporan, pasti saya tindaklanjuti karena jumlah mesin HD lebih dari 50 unit," tegasnya.

Ia mengaku mesin rusak itu segera diperbaiki kembali. Tidak bisa diperbaiki diganti oleh vendor, karena mesin cuci darah ditangani atau kerjasama operasi (KSO) dengan pihak ketiga. "Saya ucapkan terima kasih diberi informasi. Tapi kenapa ada alat rusak yang tau wartawan dulu, bukan ke manajemen," ketusnya. (mtc/amel)
Editor: faeza

T#g:RSUP H adam malikmesin hd icuPelayanan
Komentar
Senin, 17 Jun 2019 13:21Berita Sumut

Kasus Percobaan Pembunuhan Pensiunan Polri dan Keluarga di Dairi Terungkap, Ini Motif dan Tersangkanya

Tim gabungan dari Ditkrimum Polda Sumut dan Polres Dairi berhasil mengungkap kasus percobaan pembunuhan yang mengakibatkan seorang pensiunan Polri bernama Bangkit Sembiring dan 4 orang keluarganya kritis. Selain itu, polisi juga meringkus seluruh pelaku y

Senin, 17 Jun 2019 13:00Berita Sumut

Antisipasi Kebakaran Hutan, BMKG Pantau 9 Titik Panas di Sumut

Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan di Sumatera Utara, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali menemukan sebanyak 9 titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera Utara (Sumut), Senin (17/6/2019).

Senin, 17 Jun 2019 12:20Berita Sumut

Kawasan Hutan di Dairi Terbakar, Pemantauan Terus Dilakukan

Kasus kebakaran hutan seringkali terjadi di Sumatera Utara, baru-baru ini terjadi lagi kebakaran hutan yang menghanguskan kawasan hutan di sekitar Danau Toba, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Tepatnya di Desa Paropo, Kecamatan Silahisabungan, Minggu (16/6

Senin, 17 Jun 2019 11:47Berita Sumut

Sadis!!! Handphone yang Digadaikannya Dijual, Deden Gorok Leher Riswan Hingga Tewas

Gara gara hendak menebus handphone yang digadaikan, seorang pemuda berinisial A alias Deden (23) warga dusun II desa Bangun kecamatan Pulau Rakyat Asahan (DPO) tega menggorok leher Riswan Effendi (28) warga dusun VI desa Alang Bombon kecamatan Aek Kuasan

Senin, 17 Jun 2019 10:46Berita Sumut

Lebih dari 20 Kali Beraksi, Pelaku Curanmor di Wilkum Polrestabes Medan Ini Berakhir di Bui

Tim Pegasus Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan meringkus seorang pria yang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kerap beraksi di sejumlah wiayah di Kota Medan. Diketahui, pelaku bernama Vander Saragih (18) ini sudah beraksi lebih dari

Senin, 17 Jun 2019 09:42Berita Sumut

Komunal Primitif Percussion USU Sukses Pukau Pengunjung TCWMF 2019

Komunal Primitif Percussion salah satu kelompok musik yang tampil dalam gelaran Toba Caldera World Music Festival (TCWMF) 2019 di Bukit Singgolom, Desa Lintong Nihuta, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba Samosir berhasil memukau para pengunjung. Komunal Pr

Senin, 17 Jun 2019 09:23Internasional

Konser Reuni Spice Girls, Boikot Kylie Minogue Gantikan Victoria

Sukses digelar di Inggris, konser reuni Spice Girls yang diadakan tanpa Victoria Beckham itu akan berlanjut ke Australia tahun depan. Mel B pun menegaskan, Spice Girls akan tetap tampil berempat yang menutup kemungkinan bagi artis lokal untuk menggantikan

Senin, 17 Jun 2019 08:45Bola

Gelandang Barcelona ini Jadi Rebutan 3 Klub Besar Dunia

Gelandang Barceona, Philippe Coutinho, memiliki kampanye yang buruk pada musim 2018-2019

Senin, 17 Jun 2019 08:30Ekonomi

Bali United Lepas 2 Miliar Saham

PT Bali Bintang Sejahtera akan melakukan penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO

Senin, 17 Jun 2019 08:15Lifestyle

Ingin Kenal Lebih Dekat Kampung China di Jakarta, ini Sejarahnya

Kampung China adalah hunian dan kawasan perdagangan di Cibubur, Jakarta Timur. Wilayah ini berdiri

Senin, 17 Jun 2019 08:00Bola

Harry Redknapp: Lampard Mampu Maksimalkan Potensi Pemain

Harry Redknapp meyakini Frank Lampard mampu memaksimalkan potensi pemain muda yang dimiliki Cheslea

Senin, 17 Jun 2019 07:45Lifestyle

Baru Melahirkan, Aura Kasih Beri Doa

Aktris sekaligus penyanyi Aura Kasih, diketahui baru saja melahirkan anak pertamanya pada Minggu (16/6/2019)

Senin, 17 Jun 2019 07:03Bola

Meski Rabiot Susha di Atur, Kenapa Buffon Gotot Juventus Merekrutnya

Hingga saat ini, belum ada klub lain yang benar-benar menjalin kesepakatan dengan Rabiot. Maka dari itu, penjaga gawang kawakan Italia, Gianluigi Buffon, menyarankan mantan timnya, Juventus, untuk merekrut Rabiot. Masa kontrak Adrien Rabiot bersama Paris

Senin, 17 Jun 2019 06:48Aceh

Napi Rutan Cabang Lhoksukon 73 Kabur, 20 NapiSudah di tangkap

"Jumlah yang kabur semuanya 73 orang, 20 di antaranya sudah ditangkap lagi, sementara yang lain masih dalam pengejaran, Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Yusnal, Minggu malam (16/6/2019)

Senin, 17 Jun 2019 06:33Nasional

Sedang Menyelesaikan 'Hajat Besar', Isu Ketua MK Diganti Dimunculkan

Dalam rapat pleno yang digelar di Gedung MK Jalan Merdeka Barat, Jakarta Selatan itu, Arief menyampaikan beberapa pernyaataan. Salah satunya permintaan maafnya, apabila pada waktu menjadi ketua ada kekurangan dalam menjalankan amanah.

Senin, 17 Jun 2019 06:18Lifestyle

Pengaruh Stres Gairah Seksual Pada Pasangan Menurun, Apa Solusinya

Masalah pribadi, keluarga, atau masalah yang terjadi di tempat kerja dapat memicu stres yang tidak terkontrol. Stres yang Anda rasakan bisa berasal dari berbagai tekanan yang terjadi pada kehidupan sehari-hari.