• Home
  • Berita Sumut
  • Simpan Belasan Burung Dilindungi, Adil Dihukum 6 Bulan Penjara

Simpan Belasan Burung Dilindungi, Adil Dihukum 6 Bulan Penjara

Faeza Selasa, 02 Juli 2019 16:18 WIB
Mtc/ist
Adil Aulia (28) hanya terdiam dan tertunduk di kursi pesakitan usai mendengar vonis 6 bulan penjara yang diberikan majelis hakim Pengadilan Negeri Medan kepada dirinya. Warga Jalan K.L Yos Sudarso Kelurahan Mabar, Medan Deli kota Medan itu dinyatakan ber
MATATELINGA, Medan: Adil Aulia ,28, hanya terdiam dan tertunduk di kursi pesakitan usai mendengar vonis 6 bulan penjara yang diberikan majelis hakim Pengadilan Negeri Medan kepada dirinya. Warga Jalan K.L Yos Sudarso Kelurahan Mabar,  Medan Deli kota Medan itu dinyatakan bersalah dalam kasus kepemilikan 16 satwa endemik dilindungi.


Majelis hakim yang diketuai Mian Munthe menyatakan perbuatan terdakwa dinilai bersalah sebagaimana diatur dalam Pasal 40 ayat (2) jo Pasal 21 Ayat (2) huruf a UU RI No. 5 tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam.

"Terdakwa secara menyakinkan bersalah melakukan, yang menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan, dilarang untuk menangkap, melukai, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup yang dilakukan secara bersama-sama," ucap Hakim Mian Munthe dalam persidangan yang digelar di Ruang Cakra III PN Medan, Selasa (2/7/2019).

Selain hukuman penjara, pemuda itu juga dibebani untuk membayar denda sebesar Rp1 juta subsider 1 bulan kurungan. Selain itu dalam agar barang bukti berupa 16 ekor burung dilepaskan kembali ke habitatnya melaluilembaga BBKSDA Sumut


Putusan ini lebih rendah dari tuntutan yang diajukan JPU Fransiska Panggabean yang meminta agar terdakwa dihukum 8 bulan penjara dan denda Rp 1 juta dengan subsider 1 bulan penjara.

Menyikapi putusan ini JPu menyatakan menerima, sedangkan terdakwa tampak hanya terdiam hingga persidangan usai.

Dalam kasus ini, putusan maupun tuntutan yang diajukan terhadap terdakwa tergolong rendah. Pasalnya, dalam ketentuan Pasal 40 ayat 2 disebutkan bahwa para Barangsiapa dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) dan ayat (2) serta Pasal 33 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000.


Dikutip dari dakwaan, Adil Aulia, warga Jl. Yos Sudarso, Lingk. I, Kel. Mabar, Medan Deli, bersama rekannya Robby yang masih DPO, keduanya diketahui menyimpan burung langka itu pada Desember 2018 hingga Februari 2019.

Burung-burung langka itu mereka simpan di rumah orang tuanya, di Jl. Yos Sudarso. Dari total 16 burung yang disimpan di antaranya 5 ekor Kakatua Raja yang dimiliki Desember 2018.

Kemudian 5 Kesturi Raja, 1 ekor Rangkong Papan, 1 ekor Kakatua Maluku, 1 ekor Kakatua Jambul Kuning dan 3 ekor burung Kasuari Klambir Ganda.

Terdakwa selama menyimpan burung-burung langka itu, mendapat upah dari Robby sebesar Rp1,2 juta setiap bulannya. Terdakwa bertanggung jawab untuk membersihkan dan memberi makan burung-burung tersebut.

Namun naas, masyarakat yang terusik dengan aktifitas terdakwa di lingkungan tersebut, melaporkan terdakwa ke pihak kepolisian.


Saat terdakwa memberi makan burung-burung itu, pihak kepolisian dan petugas dari Balai Besar Konservasi Sumber Alam Provinsi Sumut melakukan pemeriksaan ke rumah tersebut dan ditemukan burung yang dilindungi itu.

Terdakwa kemudian diamankan berikut barang bukti burung langka. Sedangkan Robby kabur dan hingga kini masih DPO. 

16 burung yang disimpan terdakwa merupakan satwa yang dilindungi oleh pemerintah sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018. (mtc/fae)
Editor: faeza

T#g:Matatelingamatatelinga.commatatelinga comPN MedanTerkiniadil auliaperdagangan burungperdagangan satwa dilindungi
Komentar
Minggu, 18 Agu 2019 21:56Nasional

Lima Tahun Kedepan, Pemerintah Lebih Jeli Mengontrol Harga Tanah

Dalam rangka mengakomodir pembangunan infrastruktur yang akan terus dilakukan selama lima tahun kedepan, Pemerintah tengah menginisiasi dengan Pembentukan Bank Tanah alias Land Bank

Minggu, 18 Agu 2019 21:35Nasional

Empat Pati Polri Bintang Dua Lolos Capim KPK

Empat pati polri bintang dua yang lolos saat ini adalah, Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal (Wakabareskrim) Polri Irjen Antam Novambar, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Firli Bauri. Karo Renmin Bareskrim Mabes Polri, Irjen Dharma Pongrekun, serta Analis K

Minggu, 18 Agu 2019 21:20Internasional

Pengunjung Bar, Kena Terjangan Roda Mobil, Mengalami Luka Berat

Seorang pengunjung bar pinggir jalan di Goiana, Brazil harus mengalami luka berat akibat terjangan roda mobil yang terlepas. Korban insiden lalu lintas tidak selalu berasal dari pihak pengemudi maupun penumpang kendaraan bermotor

Minggu, 18 Agu 2019 21:05Internasional

Teroris Serang Laboratorium Gas di Ladang Asy Syaibah

Serangan teroris terhadap laboratorium gas di ladang asy-Syaibah, dikecam Ketua Dewan Pimpinan Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Syaikh Dr. Abdurrahman bin Abdul Aziz as-Sudais.

Minggu, 18 Agu 2019 20:21Nasional

Satgas Pamtas Yonif 411 Gelar Upacara HUT Ke-74 RI dengan Masyarakat Kampung Yakyu Papua

Prajurit TNI Batalyon Infanteri Mekanis Raider (Yonif MR) 411/Pandawa Kostrad yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia - Papua Nugini (RI-PNG) menggelar upacara peringatan HUT Ke-74 Kemerdekaan Republik I

Minggu, 18 Agu 2019 19:25Lifestyle

Kota Jakarta dikabarkan Memiliki Polusi Udara Paling Buruk Sedunia, 4 Tanaman Mengatasinya

Berdasarkan laporan hasil pemantauan Air Quality Indeks (AQI) atau Indeks Kualitas Udara Global Airvisual pada akhir Juli 2019, Kota Jakarta dikabarkan memiliki polusi udara paling buruk sedunia

Minggu, 18 Agu 2019 18:15Berita Sumut

Memeriahkan HHUT ke 74 RI Karang Taruna Adakan Berbagai Perlombaan

Dalam rangka memeriahkan Dirgahayu RI ke 74, Karang Taruna Kecamatan Medan Belawan mengadakan berbagai perlombaan

Minggu, 18 Agu 2019 17:08Berita Sumut

Pengibaran Bendera Dari Bawah Laut dan Di Bungker Poncan Ala Komantab

Prosesi upacara pengibaran bendera Republik Indonesia dari bawah laut di perairan Poncan Gadang, Kota Sibolga, Sumatera Utara yang dilaksanakan Komunitas Menjaga Pantai Barat (Komantab), berjalan sukses, Minggu (18/8/2019).

Minggu, 18 Agu 2019 16:38Nasional

Ketum Dharma Pertiwi Buka Workshop Robotik Bagi Siswa TK dan SD

Ketua Umum (Ketum) Dharma Pertiwi, Ny. Nanny Hadi Tjahjanto secara resmi membuka acara Workshop Robotik bagi siswa-siswi sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) dibawah naungan Yayasan Dharma Pertiwi, bertempat di Gedung Panti Prajurit, Bala

Minggu, 18 Agu 2019 16:02Nasional

Dinamika Geopolitik Keamanan Maritim Meningkat, Penguatan Bakamla RI Sebuah Keniscayaan

"Siapa yang dapat mengendalikan Laut China Timur dan Laut China Selatan akan mendominasi Asia. Siapa yang mendominasi Asia akan mengendalikan dunia".

Minggu, 18 Agu 2019 15:07Berita Sumut

Kodim 0201/BS Memperingati HUT Ke-74 RI, Lomba Berbagai Ketangkasan

Memperingati hari kemerdekaan republik Indonesia ke 74, seribuan warga Kodim 0201/BS memadati Lapangan Benteng, Jalan Pengadilan Medan

Minggu, 18 Agu 2019 14:30Nasional

393 Jamaah Haji Kloter Pertama Telah Tiba di Tanah Air

Pada Embarkasi Padang, Kelompok Terbang (Kloter) Pertama Pemulangan Jamaah Haji telah tiba di Bandar Udara Minangkabau Padang

Minggu, 18 Agu 2019 14:15Berita Sumut

Pemkab Asahan Gelar Malam Resepsi HUT RI Ke 74

Pemerintah Kabupaten Asahan dalam mengungkapkan rasa syukur pada HUT RI ke 74

Minggu, 18 Agu 2019 14:07Berita Sumut

Meriahkan HUT RI, PIP Gelar Gerak Jalan Santai

MATATELINGA, Medan : Untuk meriahkan HUT ke-74 Republik Indonesia, keluarga besar PT Pandu Indera Persada (PIP), Satkom Perkasa, Pergerakan Indonesia, dan Panji Jomar mengadakan Jalan Sehat Keluarga B

Minggu, 18 Agu 2019 14:00Bola

Mengapa Lucas Moura Dipuji Pochettino

Pekan kedua Liga Inggris 2019-2020. Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino

Minggu, 18 Agu 2019 13:47Berita Sumut

Pohon Tumbang Timpa Mobil dan Macetkan Lalulintas Kota Medan

Pohon tumbang di beberapa titik sebabkan kemacetan lalulintas