Stok Obat RS Kosong, Pasien Harus Pulang Bawa Resep Obat

amelia Kamis, 11 Oktober 2018 16:41 WIB
mtc/amel
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sudah berjalan lebih dari 4 tahun. Namun hingga kini, masih saja ditemui pelanggaran aturan. Seperti kasus yang ditemukan Sentra Advokasi untuk Hak Dasar Rakyat (SAHDAR) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngad
MATATELINGA, Medan : Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sudah berjalan lebih dari 4 tahun. Namun hingga kini, masih saja ditemui pelanggaran aturan. Seperti kasus yang ditemukan Sentra Advokasi untuk Hak Dasar Rakyat (SAHDAR) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan dan RS Martha Friska Medan.


Koordinator Eksekutif SAHDAR, Ibrahim menuturkan dari hasil pemantauan SAHDAR selama 2 bulan terakhir, periode Agustus sampai dengan September 2018, terdata 33 kasus pasien BPJS harus membeli obat di luar Formularium Nasional (Fornas). 

"Obat - obat ini diresepkan dokter kepada pasien BPJS Kesehatan, padahal obat tersebut tidak termasuk dalam Fornas. Sebenarnya secara lisan lebih dari 33 kasus yang kita dapatkan. Namun, kebanyakan enggan menunjukkan bukti," ucapnya dalam penyampaian hasil awal pemantauan pelayanan kesehatan dan tata kelola obat di Medan, Kamis (11/10/2018).


Diantaranya, sambung Ibrahim, pemberian resep obat jantung. Beberapa oknum dokter meresepkan obat Concor pada pasien BPJS Kesehatan. Dan obat ini tidak masuk dalam Fornas. "Padahal obat jantung pengganti sudah masuk dalam Fornas, yakni Bisoprolol. Dan berdasarkan pernyataan dari Kementerian Kesehatan, efektivitas obatnya sama dengan Concor," jelasnya.

Karena perbuatan oknum dokter ini, terang Ibrahim, pasien BPJS Kesehatan penderita penyakit jantung, hipertensi dan ginjal harus membeli obat di luar rumah sakit dengan  merogoh 'kocek' sendiri. 

Permasalahan pembelian obat di luar fasilitas kesehatan tersebut, lanjutnya, ditenggarai terjadi karena stok obat yang ada di rumah sakit ditemukan kosong. Sehingga pasien-pasien rawat jalan atau rujuk balik yang kondisinya sudah stabil dan belum stabil hanya bisa pulang dengan kertas 'bon obat' yang tertulis jenis obat hasil konsultasi dengan dokter, bukan obat-obatan yang seharusnya bisa mereka terima dan dikonsumsi di rumah. 


Alhasil permasalahan kosongnya obat di rumah sakit mitra BPJS ini membuat banyak pasien yang sudah mengantri berjam-jam untuk mendapatkan obat di rumah sakit harus berakhir dengan kekecewaan, karena mau tidak mau pasien tersebut harus membeli obat di apotik sekitaran rumah sakit dengan uang yang berasal dari kantong mereka sendiri. 

"Pembelian di apotik sekitar rumah sakit dengan uang dari kantong sendiri ini menurut pasien rujuk balik atau rawat jalan terpaksa harus dilakukan, karena meskipun sudah menerima bon obat dari rumah sakit, butuh waktu yang sangat lama, untuk bisa memperoleh obat yang dibutuhkan, disebutkan perlu satu sampai dua minggu," ungkap dia.

Sementara pasien rujuk balik dengan penyakit kronis dan akut secara rutin harus mengkonsumsi obat - obat dengan segera dan kontinum. Bahkan berdasarkan pengakuan pasien, obat-obatan yang sudah di bon oleh rumah sakit melalui bon kertas tidak pernah mereka ambil karena sulit dan berbagai macam alasan lain dari rumah sakit.    

Kata Ibrahim, permasalahan kekosongan obat yang terjadi di rumah sakit sangat merugikan masyarakat yang menjadi peserta BPJS, sementara berdasarkan aturan Perpres 12 tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan dengan tegas mengatur tentang pelayanan maksimal yang dilakukan oleh faskes tidak hanya kepada pasien rawat inap, tetapi juga mencakup kepada pelayanan dan ketersedian obat bagi pasien rujuk balik dan rawat jalan.

Selanjutnya terkait dengan masalah kekosongan obat yang terjadi di Kota Medan, melalui forum akuntabilitas yang telah dilakukan SAHDAR dengan pemangku kepentingan di sektor kesehatan pada tanggal 3 Oktober 2018 setidaknya telah ditemukan tiga masalah utama yang menjadi penyebab situasi tersebut, diantaranya pertama terkait dengan hutang antara Rumah Sakit dengan BPJS dimana sama sama diketahui banyak rumah sakit mitra BPJS mengalami keterlambatan pembayaran oleh BPJS, kedua, terkait dengan pola produksi dan ketersedian stok obat  di Perusahaan Besar Farmasi yang tidak sinkron dengan kebutuhan rumah sakit, ketiga, ketidakpatuhan Rumah Sakit dan Puskesmas dalam menyerahkan Rencana Kebutuhan Obat tahun 2018. (mtc/amel)
Editor: faeza

T#g:JKNMatatelingaMedansahdarSumutTerkiniBPJS
Komentar
Selasa, 23 Okt 2018 18:10Nasional

TNI Bersihkan Area Likuifaksi di Balaroa

Kegiatan clearing lokasi di Balaroa bertujuan untuk menghilangkan rasa trauma masyarakat, karena kalau kita biarkan rumah-rumah masih hancur, masyarakat yang datang untuk melihat akan merasa trauma berkepanjangan.

Selasa, 23 Okt 2018 17:55Berita Sumut

Walikota Medan Diharapkan Dukung Pedagang Pasar Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Deputi Direktur Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagut Umardin Lubis, minta dukungan penuh Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi agar seluruh tenaga kerja baik formal maupun informal yang ada di Kota Medan pes

Selasa, 23 Okt 2018 17:30Berita Sumut

Ijeck Minta Target 10.500 Hektar Peremajaan Perkebunan Sawit Rakyat Terwujud

Target peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat di Sumatera Utara (Sumut) tahun 2018 seluas 10.500 hektar diharapkan segera terealisasi. Untuk itu, Pemerintah Daerah (Pemda) dan stakeholder terkait diminta bersinergi dan berkolaborasi melakukan upaya per

Selasa, 23 Okt 2018 17:07Berita Sumut

Poldasu Secepatnya Limpahkan Sukran Tanjung ke Jaksa

Kasus Sukron J Tanjung yang ditangani oleh Penyidik Subdit II/Harda-Tahbang Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut secepatnya dilimpahkan ke Kejaksaan. Sebab, berkas mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) itu telah dinyatakan lengkap (P-21).

Selasa, 23 Okt 2018 17:00Berita Sumut

Kendalikan Peredaran Narkoba, Napi Lapas Tanjung Gusta Dihukum Mati

Egah Halim, narapidan Lapas Tanjung Gusta Medan diganjar pidana mati dari majelis hakim PN Medan. Ia terbukti mengendalikan narkotika jenis pil ekstasi dari dalam Lapas Klas IA Tanjung Gusta Medan.

Selasa, 23 Okt 2018 16:59Nasional

TNI Gelar Lomba Menggambar Bagi Anak-Anak Pengungsi Sulteng

Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Raider 700/Wira Yudha Cakti (WYC) Kodam XIV/Hasanuddin dipimpin Lettu Inf Sahang dan Batalyon Infanteri Para Raider 432/Waspada Setia Jaya (Yonif Para Raider 432/WSJ) Divisi 3/Kostrad dipimpin Kapten Inf Nur Cahyo, men

Selasa, 23 Okt 2018 16:54Nasional

TNI Bantu Bangun Rumah Warga di Desa Senayan Sumbawa Barat

Pasca bencana gempa berkekuatan 7.0 skala richter pada 5 Agustus 2018 lalu, tidak hanya menghancurkan bangunan maupun infrastruktur yang berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat, namun juga sebagian wilayah Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat ikut terkena da

Selasa, 23 Okt 2018 16:44Berita Sumut

PNS TNI Wilayah Medan Ikut Ujian Dinas dan Penyesuaian Kenaikan Pangkat

Sebanyak 56 orang PNS TNI Wilayah Medan mengikuti seleksi Ujian Dinas Tk I dan Penyesuaian Kenaikan Pangkat Tingkat Sarjana di Aula Transito Ajendam Jalan Abdul Manaf Lubis, Gaperta Medan

Selasa, 23 Okt 2018 16:36Berita Sumut

Istri Seharusnya Disayangi, Oknum PNS Dinas Kehutanan Sumut Malah Menganiaya

Unit Reskrim Polsek Patumbak melakukan penangkapan terhadap Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Kehutanan Sumut, berinisial ND ,54, warga Jalan Bajak V Kelurahan Harjosari II, Medan Amplas.

Selasa, 23 Okt 2018 16:20Berita Sumut

Hubungan Kerjasama Jepang dan Sumut Diharapkan Meningkat

Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah berharap kerjasama antara Jepang dan Sumut akan terus meningkat di masa depan, khususnya yang berkaitan dengan teknologi. Hal ini diungkapkannya saat menghadiri acara 60 Tahun Hubungan Diplomati

Selasa, 23 Okt 2018 16:00Berita Sumut

Polisi Tahan Penyimpan Senpi Tersangka Pembunuh Satu Keluarga din Tanjung Morawa

Pihak kepolisian akhirnya berhasil menangkap tersangka ke 4 pelaku pembunuhan sekeluarga di Tanjung Morawa terhadap Manager PT Domas bernama Muhajir ,49,, istrinya Suniati ,50, dan anaknya Solihin ,12, warga Gang Rasmi, Dusun III Tanjung Morawa, pada Sela

Selasa, 23 Okt 2018 15:45Bola

PSSI AKhirnya Tunjuk Bima Sakti Latih Timnas

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) akhirnya memutuskan tidak lagi memakai jasa Luis Milla untuk melatih Timnas sepakbola Indonesia. Keputusan ini dibuat karena pelatih berkebangsaan Spanyol ini tak kunjung datang untuk perpanjangan kontrak.

Selasa, 23 Okt 2018 15:30Berita Sumut

Wali Kota Gelar Jamuan Makan Malam Dengan Peserta Bulan PRB

Wali Kota Gelar Jamuan Makan Malam Dengan Peserta Bulan PRB

Selasa, 23 Okt 2018 15:15Berita Sumut

Gubernur Edy Lepas Pemberangkatan 2000 ton Bantuan Logistik Korban Bencana Alam Sulawesi Tengah

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menjadi Pembina Apel Siap Siaga Bencana dan Pemberangkatan Logistik 2000 ton bantuan masyarakat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng), Selasa (23/1

Selasa, 23 Okt 2018 15:00Berita Sumut

Hujan Seharian, Halaman Kantor Bank di Belawan Terendam Banjir

Hujan yang mengguyur Kota Belawan seharian ini merendam Bank Mandiri Cabang Belawan, Selasa (23/10/2018).. Akibatnya ratusan nasabah yang akan bertransaksi menjadi resah karena tak bisa masuk.

Selasa, 23 Okt 2018 14:45Berita Sumut

Sebagai Salah Satu Universitas Terbaik di Sumut, UNPRI Banyak Mengukir Prestasi

Universitas Prima Indonesia (UNPRI) kembali mengukuhkan sarjana baru dalam wisuda periode II tahun akademik 2018/2019 dalam Rapat Senat Terbuka di Gedung Medan International Convention Center (MICC) Jl. Gagak Hitam/RingroadMedan, baru-baru ini.