Tragedi KM Sinar Bangun : Jangan Hanya jadi Pemadam Kebakaran

Mtc/James Sabtu, 23 Juni 2018 15:49 WIB
MATA TELINGA/JAMES P PARDEDE
Pemerintah perlu melakukan penataan ulang terhadap moda transportasi air di kawasan Danau Toba
MATATELINGA : Tragedi kapal tenggelam yang meninggalkan rasa duka bagi keluarga yang ditinggalkan, sampai hari ini tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan instansi lainnya tetap berusaha untuk menemukan korban yang hilang dari ratusan korban yang terdata menjadi penumpang KM Sinar Bangun.

Berdasarkan penuturan para korban selamat atas nama M Fikri (21), Rahman Saputra (22) dan Sri Santika (26), warga Batubara, Heri Nainggolan (23), Jamuda Sinaga (17), Hermanto Turnip (27), Roni (17), Josua Sinaga (17) dan Juwita (32) Simalungun, Suhendra (22) dan Hafni (29) Pematangsiantar. Korban lainnya, Hernando Lingga (24), Sanri Sianturi (23) dan Dedi Setiawan (22) Deli Serdang, Tiambanus Situmorang (16) Aek Kanopan, Riko Sijabat (26), Toni (29) Kota Pinang, dan Rudi Wibiwo (22) Binjai, KM Sinar Bangun yang mereka tumpangi kelebihan muatan termasuk sepeda motor yang disusun sedemikian rupa di sisi kiri dan kanan kapal.



Kapal KM Sinar Bangun dilaporkan tenggelam di perairan Danau Toba, antara Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir dengan Desa Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin, sekitar pukul 17.30 WIB.

Musibah yang terjadi di kawasan wisata Danau Toba ini, seharusnya tidak perlu terulang apabila kita benar-benar mau belajar dari kejadian-kejadian yang terjadi berulang di Danau Toba. Ketika ada musibah, baru kita sibuk untuk mencari jalan keluarnya. Harusnya, kita jangan hanya jadi pemadam kebakaran, dimana api membesar baru kita sibuk untuk memadamkannya, sementara upaya kita untuk melakukan pencegahan tidak ada sama sekali.



Beberapa hal yang perlu diperhatikan di kawasan ini, terutama yang berkaitan dengan masalah transportasi air untuk penyeberangan dari Parapat ke Pulau Samosir atau dari Samosir ke Parapat. Perlu ada penataan yang komprehensif mulai dari kelayakan mesin, usia kapal dan perlengkapan yang harus tersedia saat kapal akan berlayar.

Yang tak kalah pentingnya adalah manifes perjalanan yang menjadi dokumen penting dalam penyelenggaraan jasa angkutan. Istilah ini kerap muncul saat terjadi kecelakaan pesawat atau kapal laut. Tidak semata itu, mengacu pada laporan Badan Pemeriksa Keuangan, manifes menjadi salah satu rujukan untuk perjalanan dinas pegawai yang menggunakan biaya negara.

Pentingnya dokumen manifes bagi maskapai atau penyedia jasa angkutan laut dan danau juga sangat bermanfaat bagi pihak ketiga, seperti jasa asuransi. Manifes secara umum adalah dokumen yang berisi daftar muatan yang diangkut menggunakan pesawat terbang atau kapal laut/kapal motor di danau. Manifes memuat data penumpang, awak pesawat atau kapal berikut dengan pelbagai barang yang diangkut oleh moda transportasi tersebut. Informasi ini dikumpulkan sebelum keberangkatan berdasarkan daftar penumpang yang masuk (check in).



Dokumen ini pada dasarnya bermanfaat bagi maskapai atau jasa angkutan laut untuk memeriksa kelengkapan penumpang. Dokumen ini bersifat rahasia atau terbatas mengingat memuat data pribadi penumpang. Manifest akan memuat daftar nama setiap penumpang yang berangkat pada satu penerbangan atau pemberangkatan kapal laut.

Dokumen manisfes juga bermanfaat untuk proses pencairan asuransi untuk kecelakaan transportasi. Pihak asuransi akan menggunakan data maskapai atau penyedia angkutan laut sebagai rujukan pencairan dana santunan. Hal ini yang menjadi alasan agar penumpang tidak menggunakan identitas orang lain dalam perjalanan beresiko seperti yang terjadi di Danau Toba. Penggunaan nama orang lain berpeluang mencegah pencairan dana santunan asuransi apabila terjadi kecelakaan.



Kenyataan yang kita hadapi dilapangan adalah, pemerintah dan pengusaha angkutan air di kawasan Danau Toba seakan tidak perduli dengan nyawa manusia yang mereka angkut. Setiap penumpang yang naik kapal motor penyeberangan harus siap dengan segala risiko yang ada. Urusan keselamatan di kawasan ini terkesan urusan penumpang dengan Tuhan.

Beberapa keluarga yang kehilangan anggota keluarganya dalam tragedi KM Sinar Bangun mengkritisi kinerja tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan instansi lainnya yang terkesan lambat dalam memberikan pertolongan. Sementara jawaban dari tim, proses pencarian mengalami kendala karena kondisi cuaca dan keberadaan danau yang kedalamannya sulit diprediksi.



Menyikapi tragedi yang terjadi di kawasan Danau Toba, beberapa hal perlu dibenahi termasuk manifest dan keseriusan pemerintah dalam menerapkan aturan-aturan yang ada. Kalau kapal motornya tidak laik jalan, pemerintah harus tegas dalam hal ini. Agar kita tidak lagi terkesan hanya sebagai pemadam kebakaran.

Editor: James P Pardede

T#g:
Komentar
Rabu, 13 Nov 2019 15:53Nasional

Ringkus 5 Pelaku TPPU Kasus Narkoba, BNN dan PPATK Sita Rp31 Miliar

Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan PPATK berhasil melakukan penangkapan terhadap 5 orang tersangka dalam kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari kejahatan narkoba (predicate crime). Total, sebanyak Rp31 miliar disita dari penangka

Rabu, 13 Nov 2019 15:45Nasional

Dharma Pertiwi Luncurkan “Ladara Indonesia”

Dharma Pertiwi meluncurkan Laut Darat Udara (Ladara) Indonesia yang merupakan Platform E-Commerce untuk mewadahi hasil karya kerajinan dari para anggota Dharma Pertiwi dari unsur IKKT Pragati Wira Anggini, Persit Kartika Chandra Kirana, Jalasenastri dan P

Rabu, 13 Nov 2019 15:30Berita Sumut

Geledah Rumah Keluarga Pelaku Bom Bunuh Diri, Polisi Jemput Tiga Orang Warga

Ada tiga orang warga yang dibawa polisi usai menggeledah rumah keluarga pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan pada Rabu (13/11). Rumah yang digeledah berada di kawasan Jalan Jangka, Medan Petisah.

Rabu, 13 Nov 2019 15:15Berita Sumut

Gubsu Imbau Masyarakat Tetap Tenang Tanggapi Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meminta masyarakat tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat yang berwenang, setelah terjadinya peristiwa ledakan bom di Mapolrestabes Medan, Jalan HM Said, Medan, Rabu (13/11) pagi.

Rabu, 13 Nov 2019 15:00Berita Sumut

Polres Karo: Operasi Zebra Berakhir, Pengendara Diminta Tetap Tertib Lalin

Ribuan kenderaan berbagai jenis terjaring Operasi Zebra 2019. Hal ini diungkapkan Kasat Lantas Polres Tanah Karo, AKP R. Harahap saat di konfirmasi Matatelinga.com melalui telepon selulernya, Rabu (13/11) siang.

Rabu, 13 Nov 2019 14:43Berita Sumut

Ombudsman dan Polda Sumut Koordinasi Soal Pengusutan Dana Desa di Desa "Hantu"

Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Sumatera Utara mengapresiasi respon cepat Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto dan jajarannya dalam menyikapi kasus dugaan pengucuran dana desa ke desa-desa yang tidak berpenghuni yang ada di Kecamatan Siro

Rabu, 13 Nov 2019 14:28Nasional

Keluarga Korem 031/WB Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

Korem 031/Wira Bima melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H/ 2019 M bertempat di Mesjid Al-Mukhlisin Asrama Pancasila Jln. Sutomo Pekanbaru, Rabu (13/11/19). Kegiatan diawali dengan pembacaan sambutan Danrem 031/WB yang dibacakan oleh Ka

Rabu, 13 Nov 2019 14:13Berita Sumut

4 Kecamatan di Sergai Peroleh Lampu PJU-TS

Bupati Sergai Soekirman menghadiri peresmian pemasangan penerangan jalan umum tenaga surya (PJU-TS) yang dilaksanakan di Aula Kantor Camat Sei Rampah, Selasa (12/11).

Rabu, 13 Nov 2019 13:52Berita Sumut

Ini Kronologi Bom Bunuh Diri Di Polrestabes Medan

Bom bunuh diri terjadi di Polrestabes Medan, seorang pelaku peledakan bom yang mengenakan atribut ojek online tersebut tewas.

Rabu, 13 Nov 2019 13:37Berita Sumut

Polisi Geledah Rumah Pelaku Bom Bunuh Diri

Polisi melakukan penggeledahan di salah satu rumah di Jalan Jangka, Gang Tentram Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah. Rumah yang digeledah adalah rumah keluarga pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan pada Rabu (13/11).

Rabu, 13 Nov 2019 13:16Berita Sumut

Polda Sumut dan Jajaran Tingkatkan Kewaspadaan,Pasang Alat Deteksi Dini Dipasang di Gerbang

Pasca bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Polda Sumut dan jajaran meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Rabu, 13 Nov 2019 13:08Berita Sumut

Polisi datang Kerumah Pelaku Bom Bunuh Diri, Masyarakat Ramai Menonton

Petugas kepolisian langsung bergerak cepat dalam mencari pelaku terduga pengebom di Polrestabes Medan, Rabu (13/11/2019) pagi.

Rabu, 13 Nov 2019 13:02Berita Sumut

Ini Identitas Korban Luka Akibat Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan selain menewaskan pelaku, aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan juga menyebabkan 6 orang lainnya mengalami luka.

Rabu, 13 Nov 2019 13:02Ekonomi

Ekonom : Teror Bom Tak Pengaruhi Ekonomi

Serangan teror yang terjadi di Mapolres Medan tidak mempengaruhi kinerja indeks bursa saham pada sesi perdagangan pagi ini. Justru IHSG sempat menguat di level 6.177,95 pada pukul 10 lewat 10 menit. "Kinerja indeks bursa sama sekali tidak terpengaruh

Rabu, 13 Nov 2019 12:45Berita Sumut

Polres Jajaran Belawan Siaga I Dengan Memeriksa Warga Berurusan di kantor Polisi

Akibat pengemudi ojek membawa Bom dan meledakkan bersama dirinya dihalaman Polrestabes Medan, Polres Pelabuhan Belawan siaga l untuk mengantisipasi hal tersebut terulang di Polres Pelabuhan Belawan, Rabu

Rabu, 13 Nov 2019 12:22Berita Sumut

Identitas Pelaku Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan Sudah Diketahui

Polisi telah mengetahui identitas pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11). Aksi bom bunuh diri itu juga menyebabkan pelaku tewas dan 6 orang mengalami luka.