• Home
  • Ekonomi
  • Bagaimana Nasib Tenaga Honorer di Tengah Seleksi CPNS? Begini Tanggapan BKN

Bagaimana Nasib Tenaga Honorer di Tengah Seleksi CPNS? Begini Tanggapan BKN

Fidel W Minggu, 23 September 2018 08:25 WIB
Bagaimana Nasib Tenaga Honorer di Tengah Seleksi CPNS? Begini Tanggapan BKN
MATATELINGA, Jakarta: Pemerintah menyadari tidak semua Tenaga Honorer Kategori II (KII) bisa mengikuti Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk Tahun Anggaran 2018 ini.

Terhadap yang tidak bisa mengikuti seleksi CPNS ini, pemerintah memberikan peluang bagi Tenaga Honorer KII untuk menjadi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan, rapat internal Presiden dengan beberapa menteri telah membahas Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) mengenai manajemen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau P3K itu.

"Dalam RPP ini yang diatur adalah mengenai penglolaan manajemen PPPK-nya. Tentu saja ada persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan untuk menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja," kata Bima Haria Wibisana seperti dilansir laman setkab, Jakarta, Jumat (21/9/2018).

Khusus untuk tenaga guru, untuk tenaga honorer KII yang masih memenuhi syarat usia, menurut Kepala BKN itu, bisa mengikuti ujian CPNS yang akan diadakan pada tahun ini. Sedangkan untuk yang tidak bisa mengikuti ujian CPNS, lanjut Bima, nanti setelah RPP ini ditetapkan bisa mengikuti ujian P3K.

Ditegaskan oleh Kepala BKN Bima Haria Wibisana, ujian ini merupakan ketentuan yang harus diikuti berdasarkan Undang-Undang untuk menjamin kualitas dari tenaga pengajar.

"Jadi itu tetap harus dilakukan dan juga sesuai dengan kebutuhan," kata Bima Haria seraya menambahkan, kebutuhan itu nanti akan dihitung berdasarkan jumlah guru yang mengajar sekarang, kekurangannya berapa, kemudian dari tenaga honorer itu akan dilakukan tes untuk menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.

Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja ini, jelas Bima Haria, memiliki kontrak kerja dari 1 tahun sampai usia batas usia pensiun untuk jabatan yang dipekerjakan.

"Jadi misalnya guru, kalau guru itu bisa 65 tahun. Jadi bisa kontraknya sampai 65 tahun kalau dia menjadi guru utama. Kalau 1 tahun sebelum pensiun dia masih bisa, jadi kalau guru madia dia 60 jadi 59 itu bisa dipensiunkan," ungkap Bima Haria.

Beri Kesejahteraan

Adapun terhadap Tenaga Honorer KII yang tidak bisa diterima dalam jabatan P3K, Kepala BKN Bima Haria Wibisana menyampaikan skema berikutnya adalah skema untuk memberikan kesejahteraan yang memadai.

Dia menjelaskan, sekarang ini banyak guru honorer yang dibayar di bawah UMR (Upah Minimum Regional), yang tentu tidak manusiawi karena untuk masyarakat umum saja ada batasan UMR.

"Jadi guru-guru ini juga harus diberikan penghasilan yang setara dengan sesuai dengan UMR di masing-masing daerah," ujar Bima Haria.

Presiden Joko Widodo, lanjut Kepala BKN, berpesan kalau ketiga skema ini dijalankan maka tidak boleh ada lagi honorer baru.

"Ini poin yang paling penting yang harus diikuti oleh para pemimpin di daerah, pejabat pegawaiannya untuk tidak lagi merekrut lagi tenaga honorer karena tidak akan pernah berhenti masalah seperti ini. Jadi ini juga hal yang harus diperhatikan ketika skema ini sudah dilaksanakan maka rekrutmen untuk tenaga honorer harus dihentikan," pungkas Bima Haria.
Editor: Fidel W

Sumber: okz

T#g:Calon Pegawai Negeri SipilTenaga Honorer Kategori II
Komentar
Kamis, 20 Jun 2019 13:54Berita Sumut

Penyidikan Dugaan Korupsi DBH dan Disporasu Terkendala Proses Audit

Penyidik Subdit III/Tipikor Direktorat (Dit) Reskrimsus Polda Sumut belum mampu merampungkan kasus dugaan korupsi Dana Bagi Hasil (DBH) di Pemkab Labusel dan Labura. Padahal, kedua kasus tersebut sudah naik ke tahap penyidikan sejak beberapa bulan lalu.

Kamis, 20 Jun 2019 13:38Berita Sumut

Pijatan Tak Memuaskan, Gio Bunuh Tukang Pijatnya

Seorang pemuda di Deliserdang berinisial GAS alias Gio (18) tega menghabisi nyawa tukang pijat yang juga tetangganya, Arma (56), menggunakan alu. Persoalannya hanya karena pelaku tidak puas dengan pijatan korban.

Kamis, 20 Jun 2019 13:21Berita Sumut

Hendak Berangkat ke Jakarta, Warga Sidempuan Meninggal di Depan Loket Bus

Seorang warga Kecamatan Psp Utara bernama Eddy Nasution (42) meninggal dunia di depan loket Bus ALS di Jalan Imam Bonjol Kelurahan Padang Matinggi Kecamatan Psp Selatan, Kota Padangsidimpuan, Kamis (20/6/2019) dini hari. Pria yang beralamat di Silayang-la

Kamis, 20 Jun 2019 13:08Berita Sumut

Jajaran Pemkab Sergai Halal bi Halal dengan Warga di Kecamatan Sipispis dan Dolok Merawan

Jajaran Pemerintah Kabupaten Serdangbedagai menggelar acara halal bi halal dengan warga di Kecamatan Sipispis dan Dolok Merawan, Rabu (19/6/2019). Halal bi halal yitu langsung dihadiri Bupati Sergai Soekirman dan wakilnya Darma Wijaya.

Kamis, 20 Jun 2019 12:56Berita Sumut

Sesak Napas, Calon Penumpang ini Mendadak Tewas di Loket Bus ALS

Salah seorang calon penumpang bus ALS, bernama Eddy Nasution (42) warga Silayang-layang Kelurahan Wek II Kecamatan Padangsidimpuan Utara, mendadak meninggal dunia di loket Bus ALS di Jalan Imam Bonjol Kelurahan Padang Matinggi Kecamatan Padangsidimpuan Se

Kamis, 20 Jun 2019 12:40Berita Sumut

Kejari Batubara Terkejut Saksi 02 Berstatus Terdakwa Beri Keterangan di MK

Kejaksaan Negeri Batubara mengaku terkejut atas kehadiran Rahmadsyah Sitompul yang dihadirkan pemohon pada persidangan sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta. Pasalnya, Rahmadsyah merupakan terdakwa dalam kasus UU ITE yang ditangani oleh

Kamis, 20 Jun 2019 08:15Ekonomi

Kehadiran Maskapai Asing, Belum Tentu Harga Tiket Pesawat Turun

Kehadiran maskapai asing di penerbangan Indonesia merupakan salah satu opsi untuk menurunkan

Kamis, 20 Jun 2019 08:00Internasional

Atas Pembunuhan Khashoggi, Putra Mahkota Saudi Harus Diselidiki

Penyelidik PBB mengatakan bahwa ada bukti kredibel bahwa Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman

Kamis, 20 Jun 2019 07:45Nasional

Netizen Bercibir Usai Sepeda Motor Beratap Payung, Viral

Ada saja inovasi unik yang dibuat orang Indonesia. Salah satunya yang sedang viral adalah sepeda motor beratap

Kamis, 20 Jun 2019 07:30Ekonomi

OJK Revisi Target Pertumbuhan Kredit Perbankan

Atas dasar pertimbangan perang dagang yang mempengaruhi pasar global dan berimbas pada ekspor

Kamis, 20 Jun 2019 07:15Bola

Main Bareng Mbappe dan Pogba di Madrid, ini Komentar Ferland Mendy

Pemain anyar Real Madrid, Ferland Mendy, ikut mengomentari rumor kehadiran dua kompatriotnya

Kamis, 20 Jun 2019 07:00Lifestyle

Ini Keistimewaan Shalat Sunah 8 Rakaat di Bulan Syawal dan Berikut Tata Caranya

Rangkaian ibadah yang ada dari bulan ramadan sampai bulan syawal ini mempunyai fadhilah dan pahala yang luar biasa dari Allah SWT

Kamis, 20 Jun 2019 06:45Bola

Arsenal Wajib Jual 3 Pemainnya ini, Termasuk Mesut Ozil

Legenda Arsenal, Charlie Nicholas, memberikan saran kepada mantan klubnya untuk memilih siapa saja

Kamis, 20 Jun 2019 06:30Nasional

3% Angota TNI Terpengaruh Paham Radikalisme, ini Kata Pengamat

Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu menyebut ada sekira tiga persen anggota TNI

Kamis, 20 Jun 2019 06:15Nasional

Gempa 6,3 SR Guncang Papua

Daerah Mamberamotengah, Papua, diguncang gempa dengan kekuatan 6,3 magnitudo

Kamis, 20 Jun 2019 06:00Lifestyle

Ini Dahsyatnya Manfaat Wudhu, Selain untuk Bersuci Sebelum Shalat

Apakah wudhu bagimu hanya cuci cepat sebelum shalat? Maka inilah saatnya untuk belajar tentang manfaat luar biasa dari wudhu untuk kehidupan ini dan selanjutnya