Bawang Merah 'KW' Mulai Serbu Pasar

Fidel W Selasa, 12 Juni 2018 13:21 WIB
bawang merah 'berkedok' bombai. Pasalnya, kesalahan impor jenis bawang berpotensi mengganggu pasar dan merusak harga bawang merah lokal / photo: ist
Sholat Idul Adha 1439 H
MATATELINGA, Jakarta:  Pengamat Pertanian Dwi Andreas Santosa meminta pemerintah mewaspadai importasi bawang merah 'berkedok' bombai. Pasalnya, kesalahan impor jenis bawang berpotensi mengganggu pasar dan merusak harga bawang merah lokal.

Ia menjelaskan karakteristik bawang merah dan bombai sangat berbeda. Artinya, akan sangat mengherankan apabila bombai impor terjual sebagai bawang merah.

"Apakah betul itu bombai yang ukurannya kecil atau memang bawang merah? Tentu, mesti ditata ulang lagi," ujarnya, seperti dilansir Antara, Selasa (12/6).

Menurut dia, kesalahan impor seharusnya dapat terdeteksi dengan mudah, karena perbedaan karakteristik keduanya. Bombai memiliki satu umbi, sedangkan bawang merah terdiri atas beberapa umbi.

Namun demikian, proses pencegahan kesalahan impor tidak bisa dilakukan sepenuhnya oleh Balai Karantina, mengingat instansi tersebut hanya bisa mendeteksi produk hayati bermasalah agar tidak masuk ke Indonesia.

Misalnya, mengenai penyakit maupun kandungan pestisida yang melebihi ambang batas. "Balai Karantina lebih banyak ke arah keamanan produknya, bukan jenis produknya," kata Dwi.

Sebelumnya, tim penyidik Kementerian Perdagangan menyita 670 ton bombai impor milik CV SMM, LH, dan AL, yang tidak sesuai dengan ukuran yang ditetapkan Kementerian Pertanian.

Berdasarkan Kepmen Pertanian Nomor 105 Tahun 2017, bombai yang diimpor harus memiliki ukuran umbi minimal lima centimeter (cm).

Namun, kuat dugaan bahwa bombai tersebut akan dijual sebagai bawang merah, karena mempunyai bentuk yang lebih besar dari ukuran rata-rata yang diperkenankan.

Ketua Bidang Pemberdayaan Fortani Pieter Tangka mengakui bombai mini memang sangat mungkin dijual sebagai bawang merah, karena bentuknya yang relatif sama. Pelanggaran bombai mini dijual sebagai bawang merah kerap terjadi dan dilakukan importir nakal.

Namun, kejadian ini terus berlangsung karena HS code bombai yang besar dan kecil tidak dibedakan. "Jadi, kirim bombai apa saja, tetap dianggap bombai. Padahal, barangnya mini bombai. Karena, HS code-nya sama. Disitulah titik rawannya," imbuh Dwi.

Saat ini, bombai mini di pasar internasional merupakan produk gagal dan tidak laku dari India. Namun, jenis bawang ini justru masuk dengan mudah di Indonesia.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Suwandi berjanji untuk menelusuri temuan tersebut. Ia menegaskan perusahaan-perusahaan yang berandil dalam importasi bawang yang tidak sesuai akan dikenakan sanksi administrasi.

"Kami cabut izinnya, tidak diterbitkan lagi. Sanksi administrasi itu," tandasnya.
Editor: Fidel W

Sumber: cnn

T#g:Dwi Andreas Santosabawang merahbombai
Komentar
Selasa, 21 Agu 2018 12:55Berita Sumut

Soekirman Minta Peserta Gala Siswa Indonesia Tiru Semangat Joni si Pemanjat Tiang Bendera

Bupati Sergai Ir H Soekirman resmi membuka Gala Siswa Indonesia (GSI) Tingkat SMP se-Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Tahun 2018 berlangsung sukses bertempat di Stadion Mini Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin, Senin (20/8) sore.

Selasa, 21 Agu 2018 12:39Berita Sumut

Di Sumut, Berat Sapi untuk Kurban dari Jokowi Capai 1,1 Ton

Dalam rangka Idul Adha 1439 H yang jatuh pada tanggal 22 Agustus 2018, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) akan melaksanakan penyembelihan 25 ekor sapi qurban di lingkungan Pemprovsu. Penyembelihan hewan qurban akan dilaksanakan, Rabu (22/8), d

Selasa, 21 Agu 2018 12:03Berita Sumut

Dadang Tepis Peluncuran Buku 'Kita Telah Mati' Sebagai Ajang Pencalonan DPD

Buku Kita Telah Mati karya salah satu bakal calon anggota DPD RI resmi diluncurkan. Melalui buku Kita Telah Mati, Dadang menyuarakan berbagai pendapatnya tentang kehidupan bernegara di Indonesia.

Selasa, 21 Agu 2018 11:30Berita Sumut

Sebagian Umat Islam di Medan Shalat Idul Adha Hari Ini

Sebagian umat Islam di Medan telah menggelar Shalat Idul Adha pada pagi tadi, Selasa (21/08/2018). Salahsatunya adalah yang dilakukan oleh LDK Al Iqra ITM, Majelis Kajian Islam Kaffah, dan Lembaga Studi Islam Multi Dimensi Medan.

Selasa, 21 Agu 2018 11:00Berita Sumut

Jadi Tersangka Narkoba, Ibrahim DIciduk BNN Saat Sosialisasi Pencalegannya

Oknum anggota DPRD Langkat, Ibrahim alias Hongkong yang terlibat dalam kasus 170 kilogram sabu ternyata diringkus petugas BNN saat melakukan sosialisasi pencalonannya kembali sebagai anggota dewan. Hal ini dikatakan Deputi Pemberantasan BNN Arman Depari,

Selasa, 21 Agu 2018 09:58Internasional

Cula Badak Selundupan Bernilai Rp175 Miliar, Tertahan di Malaysia

Pihak berwenang Malaysia menyita cula badak bernilai hampir US$12 juta (Rp175,2 miliar) yang akan dikirim ke Vietnam dalam operasi pencegahaan penyelundupan binatang yang dilindungi terbesar di negara itu.

Selasa, 21 Agu 2018 09:52Internasional

'Diselimuti' Rivalitas Politik, PM Australia Kembali Pimpin Partai Liberal

Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull berhasil mempertahankan dukungan untuk tetap memimpin partainya, di tengah ketidakpuasan atas kebijakannya, Selasa (21/8). Dalam pemilihan Ketua Partai Liberal, Turnbull unggul dari penantangnya, Menteri Dalam Ne

Selasa, 21 Agu 2018 09:49Internasional

AS Tangkap Dua Agen Spionase Iran

Amerika Serikat menangkap dua warga Iran yang diduga menjadi agen mata-mata Teheran.

Selasa, 21 Agu 2018 09:28Ekonomi

Pasca Terjerembab, IHSG Berpeluang Menguat, Investor Disarankan Cermati Saham Big Cap

Pelaku pasar sempat 'gigit jari' akibat level Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok sepanjang pekan lalu. Namun, investor tentu tak boleh lengah dengan kondisi tersebut karena indeks memiliki peluang untuk bangkit (rebound) pasca terper

Selasa, 21 Agu 2018 09:24Ekonomi

Dapat Angin Segar Karena Penguatan Rupiah, IHSG Diprediksi Melaju ke Zona Hijau

Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Senin (20/8) diprediksi bakal mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau.

Selasa, 21 Agu 2018 09:07Ekonomi

Rupiah Menguat Perlahan, Bertengger di Posisi Rp14.565

Nilai tukar rupiah dibuka di posisi Rp14.565 dolar Amerika Serikat (AS), menguat 23 poin atau 0,16 persen pada perdagangan pasar spot hari ini, Selasa (21/8).

Selasa, 21 Agu 2018 08:57Lifestyle

Masih Banyak Ibu Indonesia Berikan Susu Formula Untuk Si Buah Hati

Tak perlu diragukan lagi, air susu ibu (ASI) adalah asupan terbaik untuk bayi. Sayangnya, sampai saat ini, masih sedikit ibu yang memberikan ASI eksklusif selama enam bulan dan dilanjutkan hingga dua tahun dengan makanan pendamping ASI (MPASI) pada anak.

Selasa, 21 Agu 2018 08:45Lifestyle

Benarkah Seks Dapat Meningkatkan Kinerja Atlet Agar Tampil Prima?

Empat pemain basket Jepang dicoret dari daftar atlet Asian Games. Menurut Komite Olimpiade Jepang (JOC) hal ini terjadi lantaran keempat atlet tersebut diduga terlibat prostitusi selama berada di Jakarta. Keempatnya terciduk saat berada di distrik red

Selasa, 21 Agu 2018 08:35Lifestyle

'Little Light' Panggilan Gemas Raisa Pada Si Jabang Bayi

Penyanyi Raisa Andriana mengumumkan kehamilan anak pertamanya dengan Hamish Daud melalui sebuah video pada hari ini, Senin (20/8).

Selasa, 21 Agu 2018 08:24Nasional

Berhalangan Hadir, KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Ketum PPP

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan ulang pemeriksaan Ketua Umum PPP M. Romahurmuziy alias Romi dalam kasus dugaan suap usulan dana perimbangan keuangan daerah pada RAPBN Perubahan Tahun Anggaran 2018, pada Kamis 23 Agustus 2018.

Selasa, 21 Agu 2018 08:19Nasional

Politisi Doyan Menyindir, Kali Ini Gerindra 'Serang' PKB, PPP, Golkar

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono menyindir ketua umum PKB Muhaimin Iskandar, ketua umum PPP Romahurmuziy, dan ketua umum Golkar Airlangga Hartarto lantaran telah memasang banyak baliho namun gagal menjadi cawapres mendampingi Presiden Jok