• Home
  • Ekonomi
  • Di Sumatera Utara, Berpenghasilan di Bawah Rp 423.696 Baru Disebut Orang Miskin

Di Sumatera Utara, Berpenghasilan di Bawah Rp 423.696 Baru Disebut Orang Miskin

Faeza Selasa, 02 Januari 2018 17:45 WIB
mtc/net
MATATELINGA, Medan: Badan Pusat Statistik (BPS) menetapkan masyarakat Sumatera Utara yang mempunyai penghasilan dibawah Rp.423.696,- per kapita per bulan sebagai orang miskin. Penetapan ini berdasarkan hasil survey ekonomi nasional (susenas) yang dilakukan Badan Pusat Statistik pada September 2017 lalu.

Garis kemiskinan itu terbentuk dari agregasi garis kemiskinan di wilayah perkotaan dan wilayah perdesaan di Sumatera Utara. Dimana garis kemiskinan di wilayah perkotaan sebesar Rp.438.894,- per kapita per bulan dan di wilayah perdesaan sebesar Rp.407.157,- per kapita per bulan.

Kepala Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara, Ramlan menjelaskan, garis kemiskinan dipergunakan sebagai suatu batas untuk menentukan miskin atau tidaknya seseorang. Penduduk miskin adalah mereka yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

"Pada September 2017, naik 3,00 persen dibandingkan Maret 2017. Garis kemiskinan di perkotaan naik 3,10 persen dan garis kemiskinan di perdesaan naik 2,81 persen,"jelas Ramlan.

Dengan garis kemiskinan itu, lanjut Ramlan, jumlah penduduk miskin di Sumatera Utara pada September 2017 sebanyak 1.326,57 ribu orang (9,28% dari populasi). Jumlah itu turun sebesar 0,94 poin dibandingkan persentase penduduk miskin Maret 2017 yang berjumlah 1.453,87 ribu orang (10,22% dari populasi).

"Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2017 sebesar 8,96 persen, menurun dibanding Maret 2017 yang sebesar 9,80 persen. Demikian juga penduduk miskin di daerah perdesaan, turun dari 10,66 persen pada Maret 2017 menjadi 9,62 persen pada September 2017,"tandasnya.

Jika dilihat dari indeks kedalaman kemiskinan, jelas Ramlan, pada periode Maret 2017 – September 2017, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan kecenderungan menurun. P1 turun dari 1,714 pada Maret 2017 menjadi 1,499 pada September 2017, dan P2 turun dari 0,445 pada Maret 2017 menjadi 0,366 pada September 2017.

"Ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin mendekati garis kemiskinan dan tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk miskin semakin menurun,"tukasnya.

Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi turunnya tingkat kemiskinan di Sumatera Utara pada periode Maret 2017 – September 2017 adalah inflasi yang secara umum relatif terkendali, yang hanya sebesar 2,15 persen. Lalu harga eceran komoditas penting yang juga relatif stabil. Kemudian pada periode Mei – Agustus 2017, beras sejahtera (rastra) telah disalurkan ke rumah tangga dengan lancar.

Faktor lain adalah tingkat pengangguran terbuka mengalami penurunan yaitu dari 6,41 persen pada Februari 2017 menjadi 5,60 persen pada Agustus 2017. Pertumbuhan Ekonomi mengalami peningkatan relatif besar yaitu dari 4,50 persen pada Triwulan I 2017 menjadi 5,21 persen pada Triwulan III 2017.

"Untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Dengan pendekatan ini, dapat dihitung Headcount Index, yaitu persentase penduduk miskin terhadap total penduduk,"jelasnya.

Lebih lanjut Ramlan menyebutkan, metode yang digunakan adalah menghitung Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri dari dua komponen yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM). Penghitungan Garis Kemiskinan dilakukan secara terpisah untuk daerah perkotaan dan perdesaan.

"Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan,"tukasnya.

Garis Kemiskinan Makanan (GKM) merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2.100 kilokalori (kkalori) per kapita per hari. Paket komoditas kebutuhan dasar makanan diwakili oleh 52 jenis komoditas yang meliputi padipadian, umbi-umbian, ikan, daging, telur dan susu, sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan, serta minyak dan lemak.

Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM) adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan. Paket komoditas kebutuhan dasar non-makanan diwakili oleh 51 jenis komoditas di perkotaan dan 47 jenis komoditas di perdesaan.

"Sumber data utama yang dipakai untuk menghitung tingkat kemiskinan September 2017 adalah data Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) September 2017. Jumlah sampel secara Nasional sebanyak 75.000 rumatangga dan di Provinsi Sumatera Utara sebanyak 4.740 rumahtangga. Sebagai informasi tambahan, juga digunakan hasil survei SPKKD (Survei Paket Komoditas Kebutuhan Dasar) yang dipakai untuk memperkirakan proporsi dari pengeluaran masing-masing komoditas pokok bukan makanan,"jelasnya. (mtc/fae)
Editor: Faeza

T#g:BPSOrang MiskinstatistikTingkat kemiskinansumatera utara
Komentar
Senin, 19 Feb 2018 22:08Berita Sumut

Upacara Hari Kesadaran Nasional

Pemerintah Kabupaten Karo laksanakan Upacara Hari Kesadaran Nasional di Halaman Kantor Bupati Karo

Senin, 19 Feb 2018 21:53Nasional

Panglima TNI Coffee Morning Bersama Para Pejabat Tinggi Mabes TNI

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama para Pejabat Tinggi Mabes TNI melaksanakan acara coffee morning

Senin, 19 Feb 2018 21:38Berita Sumut

Jambret HP, Perjalanan Begal Ini Berakhir di Sel Penjara Polrestabes Medan

Perjalanan pelaku begal bernama Erwin, warga Jl.karya Gg.Adil Kel.Karang Berombak, Medan Barat ini berakhir sudah. Dia kini meringkuk di sel tahanan Polrestabes Medan usai berhasil menjambret satu unit handpone milik korbannya.

Senin, 19 Feb 2018 21:23Berita Sumut

Walikota Medan Resmikan Bank Sinarmas Kc Syariah Medan

Walikota Medan Drs. H T Dzulmi Eldin S. M.Si meresmikan penggunaan Kantor Baru Bank Sinarmas KC Syariah Medan yang berlokasi di Jl. Iskandar Muda

Senin, 19 Feb 2018 21:08Nasional

Panglima TNI : Mahasiswa Harus Peka dan Waspadai Perkembangan Fenomena Global

Mahasiswa harus peka dan waspadai dengan perkembangan fenomena global saat ini yang telah mempengaruhi seluruh aspek kehidupan masyarakat dan ancaman terhadap suatu negara. Fenomena lingkungan strategis yang melahirkan tatanan dunia baru memiliki dampak

Senin, 19 Feb 2018 20:53Berita Sumut

Wagubsu Ajak Masyarakat Cegah Kekerasan dan Traficking

Wagubsu Nurhajizah Marpaung mengajak kepada seluruh masyarakat khususnya masyarakat Kota Sibolga untuk menutup pintu-pintu masuknya tindakan kekerasan dan perdangangan manusia ke kota Sibolga.

Senin, 19 Feb 2018 20:38Berita Sumut

Gubsu Resmikan Gedung Karantina Ikan Sistem X-Ray Pertama di Indonesia

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Dr. Ir. HT. Erry Nuradi MSi meresmikan Gedung Layanan Pemeriksaan Fisik serta Launching Modernisasi Sistem Pengawasan dan Pelayanan Berbasis Warehouse yang pertama di Indonesia

Senin, 19 Feb 2018 20:23Nasional

Ketum IKKT PWA : Rapat Koordinasi Menentukan Arah Organisasi IKKT PWA di Era Milenial

Pelaksanaan rapat koordinasi menjadi penting, sebagai proses penyiapan bahan Musyawarah Pusat yang akan dilaksanakan untuk menentukan arah organisasi IKKT Pragati Wira Anggini pada masa mendatang yaitu era milenial

Senin, 19 Feb 2018 20:08Berita Sumut

Sumut Tuan Rumah Paskah Nasional 2018

Sumatera Utara akan menjadi tuan ruma perayaan Paskah Nasional tahun 2018 yang akan dilaksanakan di Huta Pusukbuhit, Kabupaten Samosir April mendatang

Senin, 19 Feb 2018 19:53Nasional

Panglima TNI Terima Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Aster Panglima TNI, Kapuspen TNI dan Waaspers Panglima TNI menerima audiensi Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Dr. Adhyaksa Dault di Ruang Tamu Panglima TNI, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur

Senin, 19 Feb 2018 19:38Berita Sumut

Medan Tuan Rumah The 25th ASEAN-New Zealand Dialogue

Kota Medan terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan The 25th ASEAN-New Zealand Dialoque

Senin, 19 Feb 2018 19:23Berita Sumut

Pemkab Sergai Launching “Sip Jempol” Tahun 2018

MATATELINGA, Sei Rampah:  Usai melaksanakan upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) tahun 2018, Bupati Sergai Ir. H. Soekirman didampingi Wabup Darma Wijaya dan Sekdakab Drs. Hadi Winarno, MM melau

Senin, 19 Feb 2018 19:08Berita Sumut

Bupati Soekirman : Tumbuhkan Rasa Kekompakan Untuk Mencapai Keberhasilan

Jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) melaksanakan upacara Hari Kesadaran Nasional

Senin, 19 Feb 2018 18:53Berita Sumut

Pangdam I/BB: Prajurit dan PNS Bebas Narkoba

Prajurit dan PNS Kodam I/BB bebas dari narkoba yang disampaikan Kasdam I/BB Brigjen TNI Teuku Beny Firmansyah S.IP, pada saat membacakan amanat Pangdam I/BB Mayjen TNI Cucu Somantri

Senin, 19 Feb 2018 18:38Berita Sumut

Curi Material Bangunan Tetangga, Rudi Masuk Penjara

Belum sempat menjual material bangunan yang dicurinya, Rudi Sumartono alias Gaweng harus merasakan dinginnya sel tahanan Polsek Patumbak.

Senin, 19 Feb 2018 18:23Berita Sumut

Wali Kota Medan Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional

Wali Kota Medan, Drs. H.T Dzulmi Eldin S, M.Si memimpin upacara dalam rangka Hari Kesadaran Nasional di lingkungan Pemko Medan, di Kantor Walikota Medan