• Home
  • Ekonomi
  • Jelang Pengumuman The Fed, Mata Uang dan Bursa Saham Gonjang-ganjing

Jelang Pengumuman The Fed, Mata Uang dan Bursa Saham Gonjang-ganjing

Fidel W Rabu, 13 Juni 2018 17:08 WIB
Nilai tukar mata uang negara-negara di kawasan Asia terpantau melemah di hadapan dolar AS pada hari ini / photo: ist
MATATELINGA, Jakarta: Nilai tukar mata uang negara-negara di kawasan Asia terpantau melemah di hadapan dolar AS pada hari ini, Rabu (13/6), tepat sehari sebelum The Federal Reserve, bank sentral Amerika Serikat (AS), mengumumkan keputusan tingkat suku bunga acuannya.

Sebelumnya, The Fed memberi sinyal akan menaikkan tingkat suku bunga acuannya sebanyak tiga kali pada tahun ini dan kenaikan kedua diperkirakan terjadi pada Juni ini.

Pelemahan tertinggi terjadi pada mata uang Korea Selatan, yaitu won hingga 0,82 persen. Diikuti, rupee India minus 0,19 persen, yen Jepang minus 0,18 persen, dan baht Thailand minus 0,13 persen.

Lalu, ringgit Malaysia melemah 0,12 persen, peso Filipina minus 0,12 persen, renmimbi China minus 0,04 persen, dolar Hong Kong minus 0,02 persen, dan dolar Singapura minus 0,01 persen.

Ibrahim, Analis sekaligus Direktur Utama PT Garuda Berjangka menilai pelemahan mata uang negara Asia dipicu oleh ketidakpastian jelang pengumuman The Fed besok. Apabila The Fed resmi mengerek suku bunga acuannya, mata uang Asia kian melemah.

"Apalagi, kalau ada sinyal kenaikan hingga empat kali dari semula masih tiga kali, maka kemungkinan dolar AS akan semakin kuat dan melemahkan yang lain," ujarnya.

Proyeksi Ibrahim, dolar AS bisa menguat hingga menyentuh indeks 94.28 secara harian. Sedangkan secara mingguan, bisa menguat hingga menyentuh 95.60. "Kalau pun belum ada sinyal kenaikan hingga empat kali, sentimen bagi penguatan dolar AS tetap besar," imbuhnya.

Sejalan dengan perdagangan pasar uang, mayoritas perdagangan saham di Asia juga berada di zona merah. Tiga indeks saham China terpantau melemah, yaitu Shanghai Comp, Shanghai A-Share, dan CSI 300, masing-masing minus 0,83 persen, minus 0,88 persen, dan minus 0,93 persen.

Lalu, indeks Hang Seng dan HS China Enterprises di Hong Kong melemah 0,97 persen dan minus 1,31 persen. Kemudian, Malaysia KLCI dan Malaysia EMAS melemah 0,25 persen dan minus 0,06 persen.

Begitu pula dengan KOSPI dan KOSDAQ di Korea Selatan melemah 0,05 persen dan minus 0,17 persen. Terakhir, Thai SET dan Thai SET 50 di Thailand melemah 0,23 persen dan minus 0,24 persen.

Hanya indeks Nifty dan Sensex di India yang berhasil menguat 0,24 persen dan 0,29 persen. Diikuti Nikkei 225 dan TOPIX di Jepang menguat 0,38 persen dan 0,42 persen, serta indeks Taiwan Weighted di Taiwan menguat 0,26 persen.

Terselamatkan Libur Lebaran

Meski mata uang dan bursa saham Asia tengah tergoncang, namun pengaruh penguatan dolar AS jelang pengumuman The Fed rupanya tak dirasakan oleh Indonesia. Sebab, terselamatkan dengan pekan libur Lebaran 2018, sehingga perdagangan pasar spot dan bursa saham libur selama sepekan.

Kendati begitu, Ibrahim meyakini The Fed mengerek suku bunga acuannya. Sentimen itu siap menggoncangkan rupiah dan bursa saham Tanah Air pada pekan depan, ketika sudah mulai beroperasi kembali.

"Mungkin, pelemahan ke rupiah bisa mencapai Rp14 ribu per dolar AS pada pekan depan," katanya.

Hanya saja, pelemahan rupiah pada pekan depan bukan tanpa celah. Sebab, rupiah dan bursa saham bisa memanfaatkan sentimen dari internal yang datang dari rilis neraca perdagangan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI).

"Neraca perdagangan diperkirakan surplus karena peningkatan volume ekspor dan rendahnya impor saat memasuki Ramadan. Belum lagi ada BI, yang diperkirakan bakal menaikkan bunga acuan apabila The Fed menaikkan bunga acuan," jelasnya.

Artinya, dengan sentimen besar pada pekan libur Lebaran saat ini dan sentimen positif yang siap mengisi pada saat perdagangan kembali dibuka, rupiah secara keseluruhan diproyeksi masih bisa bertahan di posisi saat ini, sekitar Rp13.800-13.900 per dolar AS.
Editor: Fidel W

Sumber: cnn

T#g:Nilai tukar mata uangthe feddolar ASmelemahnegara di kawasan Asia
Komentar
Kamis, 09 Jul 2020 11:00Berita Sumut

Kapolda Sumut dan Pangdam I/BB Hadiri Pesta Panen Raya Nusantara TNI-Polri Secara Virtual

Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin, M.Si bersama Pangdam I/BB Mayjen TNI Irwansyah,MA,MSc mengikuti Pesta Panen Raya Nusantara TNI-Polri dengan Kapolri dan Panglima TNI secara virtual bertempat di Dusun III Desa Pasar Bengkel,Kec. Perbaungan, K

Kamis, 09 Jul 2020 11:00Berita Sumut

Kapolda Sumut dan Pangdam I/BB Hadiri Pesta Panen Raya Nusantara TNI-Polri Secara Virtual

Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin, M.Si bersama Pangdam I/BB Mayjen TNI Irwansyah,MA,MSc mengikuti Pesta Panen Raya Nusantara TNI-Polri dengan Kapolri dan Panglima TNI secara virtual bertempat di Dusun III Desa Pasar Bengkel,Kec. Perbaungan, K

Kamis, 09 Jul 2020 10:46Berita Sumut

Empat Orang Siswa Berprestasi Mendapat Laptop Dari Sampoerna Foundation

Empat orang siswa berprestasi yang telah lulus seleksi penerimaan mahasiswa yang digelar oleh Poetra Sampoerna Foundation, mendapatkan hadiah berupa lap top.

Kamis, 09 Jul 2020 10:45Internasional

Amerika Serikat Resmi Umumkan Akan Keluar dari WHO

Amerika Serikat (AS) secara resmi memberikan pemberitahuan untuk keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di saat kasus virus corona di negara itu melonjak tajam. Pemberitahuan itu disampaikan secara resmi oleh Gedung Putih kepada Persatuan Bangsa-Ban

Kamis, 09 Jul 2020 09:45Internasional

Presiden Brasil Jair Bolsonaro Positif Covid-19, Tapi Tak Jalani Isolasi

Presiden Brasil, Jair Bolsonaro pada Rabu (8/7/2020) mengatakan bahwa dia “baik-baik saja” setelah terinfeksi virus corona. Bolsonaro yang dikonfirmasi positif Covid-19 sehari sebelumnya tidak menjalani isolasi, dan tetap melakukan pertemuan d

Kamis, 09 Jul 2020 09:00Nasional

Maria Pauline Lumowa DPO Penegak Hukum Selama 17 Tahun

Maria Pauline Lumowa masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) atau buronan aparat penegak hukum Indonesia. Maria Lumowa dikabarkan terbang ke Singapura pada September 2003 atau sebulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh tim khusus yang dibentuk Mab

Kamis, 09 Jul 2020 08:00Nasional

Ini Penjelasan PLN, Terhindar Dari Korsleting di Rumah

Jangan dianggap sepele, masalah kelistrikan ini riskan dan bisa merenggut nyawa seseorang.

Kamis, 09 Jul 2020 07:00Bola

Silva Sedang Menunjukkan Kelasnya Sebagai Gelandang Terbaik di Dunia

Pada laga ini, Silva memang menunjukkan kelasnya sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia. Pasalnya selain mencetak gol, mantan pemain Valencia tersebut memang menyumbangkan dua assist untuk gol Jesus dan Sterling.

Kamis, 09 Jul 2020 06:45Ekonomi

Hari ini, Prediski Rupiah Menguat dengan Pelemahan Bursa AS

Rupiah menguat 0,20% ke Rp 14,410 per dollar AS. Sementara, kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatat rupiah melemah tipis 0,03% ke Rp 14.460 per dollar AS.

Kamis, 09 Jul 2020 06:00Bola

Pelatih Barcelona Belum Puas, Meski Timnya Bermain Bagus

Meski meraih poin penuh, namun Pelatih Barcelona, Quique Setien, menilai timnya tidak bermain bagus. Barcelona meraih kemenangan dengan skor tipis 1-0 saat menghadapi Espanyol dalam lanjutan jornada ke-35 Liga Spanyol 2019-2020.

Rabu, 08 Jul 2020 23:15Aceh

Disdikbud Aceh Singkil Mulai Memberlakukan Jam PAI

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Singkil mulai memberlakukan penambahan jam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk sekolah formal mulai tahun ajaran baru tahun ini.

Rabu, 08 Jul 2020 23:00Internasional

Sepele Bahaya Virus Corona, Presiden Brazil Jair Borsalino Ini Tak Berdaya

Berulang kali meremehkan bahaya Virus Corona, Presiden Brazil, Jair Borsalino terkonfirmasi positof Covid-19, setelah hasil tesnya dipublikasikan

Rabu, 08 Jul 2020 22:30Lifestyle

Marshanda Dipanggil Polisi Sebagai Saksi Kematian Anak Karen Pooroe

Polisi mengabarkan perkembangan kasus kematian anak Karen Pooroe, Zefania. Dijelaskan Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Ricky Pranata, penyidik bakal memanggil beberapa saksi.

Rabu, 08 Jul 2020 22:00Nasional

Sebelas Pejabat Tinggi Naik Pangkat di Gelar Rupatama Mabes Polri

Upacara kenaikan pangkat sebanyak 11 anggota golongan pejabat tinggi Polri, langsung dipimpin Kapolri Jendral Polisi Idham Azis di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan

Rabu, 08 Jul 2020 21:45Ekonomi

Harga Emas Makin Sore, Melejit Mencapai US$ 1.800,14 per ons troi

Sentimen utama bagi si kuning datang karena permintaan safe haven didukung oleh kekhawatiran tentang lonjakan kasus Covid-19