HUT ke 8 Matatelinga.com - Hanura
  • Home
  • Ekonomi
  • Kebijakan Suku Bunga BI Dikhawatikan Bebani Dunia Usaha

Kebijakan Suku Bunga BI Dikhawatikan Bebani Dunia Usaha

Fidel W Sabtu, 25 Agustus 2018 09:10 WIB
Kebijakan Suku Bunga BI Dikhawatikan Bebani Dunia Usaha / photo: ist
MATATELINGA, Jakarta:  Bank Indonesia (BI) tahun ini tampaknya cukup agresif menaikkan suku bunga acuan. Tercatat sejak Mei lalu, BI sudah lima kali menaikkan suku bunga. Kenaikan pertama dilakukan Mei lalu, saat komando BI masih dipegang oleh Agus Martowardojo.

Waktu itu, BI memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan mereka 25 basis poin menjadi 4,5 persen.

Kenaikan kedua, dilakukan akhir Mei lalu. Saat itu, BI yang dikomandani oleh Perry Warjiyo memutuskan menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 4,75 persen.

Kemudian, kenaikan ketiga sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen dilakukan akhir Juni lalu.

Sedangkan kenaikan suku bunga acuan keempat sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen dilakukan pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI 14-15 Agustus 2018.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa BI masih membuka kemungkinan untuk menaikkan suku bunga kembali. Kemungkinan tersebut dibuka seiring dengan potensi kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS The Fed.

The Fed masih membuka kemungkinan untuk menaikkan suku bunga acuan mereka sebanyak dua kali lagi sampai akhir tahun ini.

Wacana kenaikan suku bunga acuan tersebut mulai membuat pengusaha ketar ketir. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan walau memahami kebijakan moneter yang dilakukan oleh BI, dunia usaha juga perlu mengukur ketahanan dalam mengahadapi kebijakan tersebut.

Saat ini, dunia usaha memang belum memutuskan untuk mengerem ekspansi usaha. Tapi, kalau kenaikan suku bunga dilakukan BI kembali, dunia usaha akan mulai memikirkan untuk mengerem ekspansi usaha.

Pasalnya suku bunga yang tinggi dikhawatirkan akan turut mendorong kenaikan bunga kredit dan membebani dunia usaha.

"Khusus untuk UMKM, biasanya bunga lebih tinggi, jadi semakin bunga naik, semakin berat juga buat mereka," katanya beberapa waktu lalu.

Ekonom Senior Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah mengatakan bahwa kekhawatiran dunia usaha tersebut memang wajar. Apalagi belakangan ini tolak ukur yang digunakan oleh BI dalam menaikkan suku bunga acuan mulai tak jelas.

Ketidakjelasan tersebut terlihat dalam kenaikan suku bunga acuan BI yang terakhir. Piter melihat bahwa kebijakan BI dalam menaikkan suku bunga acuan Agustus kemarin yang hanya mendasarkan pada pelemahan rupiah sampai Rp14.600 per dolar AS, terlalu terburu-buru.

Pasalnya, pelemahan rupiah kemarin hanya terjadi akibat sentimen yang tidak ada kaitannya dengan suku bunga AS.

Sentimen pertama, gejolak keuangan di Turki. Kedua, pelebaran defisit neraca transaksi berjalan yang melebar ke 3 persen dari PDB.
 
Piter menilai bahwa dua sentimen tersebut tidak berkaitan besar dengan kebijakan suku bunga.
 
Untuk masalah defisit neraca transaksi berjalan misalnya, masalah lebih banyak dipicu oleh kinerja perdagangan dalam negeri yang memble. Dengan kata lain, untuk mengatasi masalah ini yang harus dibenahi adalah kinerja perdagangan.

Piter mengatakan bahwa kalau mengacu pada The Fed, kenaikan bunga acuan tahun ini hanya akan mentok di level 5,75 persen.
 
Ketidakjelasan tersebut, menurutnya, telah menimbulkan ketidakpastian bagi kalangan dunia usaha sehingga.

"Dalam menjalankan usaha, pengusaha butuh kepastian, alasan yang digunakan menaikkan bunga kemarin menimbulkan ketidakpastian bagi mereka. Kalau alasannya seperti itu, pengusaha tidak bisa membuat perencanaan," katanya.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengatakan bahwa untuk masalah pelebaran defisit neraca transaksi berjalan sebenarnya pemerintah memiliki peran penting.
 
Pemerintah perlu mengatasi masalah tersebut dengan salah satunya menggenjot kinerja perdagangan. Sayangnya, pemerintah sudah terlambat dalam mengambil langkah.

Sejumlah kebijakan yang mereka ambil agar masalah defisit neraca transaksi berjalan bisa diatasi, seperti melaksanakan perluasan kebijakan pencampuran biodiesel pada BBM agar impor minyak bisa ditekan dan juga menghentikan impor barang tak penting, sampai saat ini belum dijalankan.

"Semua terlambat, masih abu-abu, masih berputar-putar pada wacana," katanya.
Bhima mengatakan pemerintah perlu segera bertindak cepat agar ekonomi tak semakin terpuruk.
Pasalnya, dua amunisi yang dimiliki BI untuk menjaga rupiah, yaitu cadangan devisa dan juga kenaikan suku bunga saat ini sudah habis-habisan dikerahkan.

Membiarkan BI bekerja sendirian bisa menimbulkan risiko. Jika BI dibiarkan mengeluarkan senjata suku bunga mereka, dikhawatirkan ekonomi ke belakang bisa makin tertekan.
Bhima memperkirakan kenaikan suku bunga yang agresif pada akhirnya bisa menekan pertumbuhan ke bawah 5 persen.

"Begitu juga kalau cadangan devisa digunakan dan tersisa di bawah US$100 miliar, itu tidak bagus dari sisi psikologis," katanya.
Editor: Fidel W

Sumber: cnn

T#g:BIbi naikkan suku bunga sampai lima kalikenaikan suku bungasuku bunga
Komentar
Rabu, 16 Okt 2019 15:20Berita Sumut

Jaksa Tahan KPA Proyek Runway UPBU Lasondre

Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara kembali menahan seorang tersangka dalam kasus korupsi Runway, Taxiway dan Apron di Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Lasondre Kecamatan Pulau-Pulau Batu Kabupaten Nias Selatan, Rabu (16/10). Kali ini, Pidsus Kejati Sum

Rabu, 16 Okt 2019 14:35Berita Sumut

Dirut PDAM Tirtanadi Lantik 35 Pejabat Baru

Untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dan mengisi formasi jabatan yang kosong serta meningkatkan produktivitas Sumber Daya Manusia yang efektif, maka dipandang perlu dilakukan rotasi dan mutasi serta pengangkatan jabatan Pegawai di PDAM Tirtanadi Provinsi

Rabu, 16 Okt 2019 14:28Berita Sumut

OTT di Medan, Petugas KPK Nyaris Ditabrak Staf Protokoler Eldin

Salah seorang staf protokoler Wali Kota Medan berinisial AND nyaris menabrak petugas dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengejarnya pada Selasa (16/10) malam. Saat ini, PNS berinisial AND itu diketahui berhasil melarikan diri.

Rabu, 16 Okt 2019 14:13Berita Sumut

Eldin Terjaring OTT KPK, Akhyar Belum Dapat Informasi Resmi

Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution langsung menggelar rapat terbatas pasca OTT KPK yang menjaring Wali Kota Dzulmi Eldin, Rabu (16/10). Usai rapat yang dihadiri SKPD itu, Akhyar sempat menjawab sejumlah pertanyaan wartawan.

Rabu, 16 Okt 2019 13:53Berita Sumut

Karang Taruna Doakan Bataliyon Marinir Lantamal l Belawan Rebut Piala Dan Komar

Pengurus Karang Taruna Kecamatan Medan Belawan dan WKMU ( WARUNG KOPI MEDAN UTARA) memberikann ucapan selamat atas keberangkatan Tim Dayung dan Renang dari Bataliyon Marinir Lantamal l Belawan yang akan menuju ke Lampung untuk memperebutkan Piala Dan Koma

Rabu, 16 Okt 2019 13:36Berita Sumut

Bupati Asahan: Pemerintah dan Media Tidak Dapat Dipisahkan

Bupati Asahan H.Surya.BSc beserta beberapa pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Asahan menggelar acara Coffee Morning bersama insan press, Rabu (16/10/2019 ) pagi. Kegiatan ini digelar di pendopo rumah dinas Bupati Asahan.

Rabu, 16 Okt 2019 12:52Berita Sumut

KPK OTT Wali Kota Eldin, Ini Reaksi Gubsu

KPK menjaring Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dan 5 orang lainnya dalam sebuah operasi tangkap tangan pada Selasa (15/10) malam. Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi merasa prihatin atas kasus tersebut.

Rabu, 16 Okt 2019 11:24Berita Sumut

Pasca OTT KPK, Tiga Ruangan di Dinas PU Medan Disegel

Sebanyak tiga ruangan di Dinas PU Kota Medan di Jalan Pinang Baris disegel KPK. Penyelegelan terkait operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK terhadap Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dan 6 lainnya pada Rabu (16/10).

Rabu, 16 Okt 2019 11:06Berita Sumut

Gempa Bumi Guncang Nias Utara

Wilayah Kabupaten Nias Utara dan sekitarnya diguncang gempa bumi berkekuatan M=4.8, Rabu (16/10/2019) sekitar pukul 09.18 WIB.

Rabu, 16 Okt 2019 10:16Berita Sumut

Pasca OTT, Begini Kondisi Kantor Balaikota Medan

Suasana kantor Wali Kota Medan Dzulmi Eldin sepi pasca OTT yang dilakukan KPK pada Selasa (16/10) malam. Selain itu, ruangan itu juga tampak gelap dan tidak ada tanda-tanda aktivitas di sana.

Rabu, 16 Okt 2019 09:44Berita Sumut

Kabarnya Walikota Medan dan Kadis Tertangkap Tangan OTT KPK

Dikabarkan Walikota Medan dan Kepala Dinas PU, Protokuler, ajudan walikota serta Pihak Swasta operasi tertangkap tagan (OTT) oleh Komisi Pembrantasan Korupsi Republik Indonesia, Rabu(16/10/2019) dengan barang bukti Rp 200 juta.

Rabu, 16 Okt 2019 09:40Berita Sumut

KPK : OTT Wali Kota Medan Terkait Setoran dari Dinas-Dinas

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengungkap operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dan 6 orang lainnya sekaitan dalam kasus setoran dari sejumlah dinas.

Rabu, 16 Okt 2019 09:30Lifestyle

Mengagetkan, Nikita Mirzani Akui Masih Menyimpan Rasa

Kepada Alvin Adam saat tampil dalam program yang di pandunya. Aktris Nikita Mirzani memberikan pengakuan mengejutkan

Rabu, 16 Okt 2019 09:15Internasional

Miris, Video Kekejaman Terhadap Binatang saat Menjalani Tes

Menuntut perubahan undang-undang Uni Eropa usai video mengerikan menunjukkan monyet berteriak di dalam laboratorium di Jerman

Rabu, 16 Okt 2019 09:00Bola

Jelang Kontra Liverpool De Gea Beri Kabar Buruk untuk Manchester United

De Gea yang tampil sebagai starter di laga tersebut dipaksa keluar setelah bermain selama satu jam

Rabu, 16 Okt 2019 08:45Ekonomi

September 2019, Ekspor Indonesia Turun 5,74%

Pada September 2019 nilai ekspor mencapai mencapai USD14,10 miliar, turun dari September 2018 yang mencapai USD14,98 miliar