• Home
  • Ekonomi
  • Melemahnya Mata Uang China, Bagaimana Dampaknya Ke Indonesia

Melemahnya Mata Uang China, Bagaimana Dampaknya Ke Indonesia

Mtc Sabtu, 10 Agustus 2019 20:17 WIB
Hand Over
MATATELINGA, Jakarta: Selama lebih dari satu dekade, mata uang China kini telah mencapai titik terendah, sehingga Amerika Serikat (AS) memberikan predikat kepada pemerintah Cina sebagai manipulator mata uang.




[adx]


Pemberian cap itu akan menambah ketegangan antara dua raksasa ekonomi dunia. Beijing sebelumnya berusaha keras mencegah mata uangnya turun ke bawah tingkat simbolis.

Amerika Serikat memberikan predikat kepada China pada Senin (05/08), setelah mata uang China turun di bawah angka tujuh untuk setiap dolar AS untuk pertama kalinya sejak 2008.

Eskalasi perang dagang, yang dipicu oleh ancaman baru penerapan tarif oleh AS, dianggap menjadi pendorong perubahan kebijakan.

Mengutip BBC Indonesia, Jakarta, Sabtu (10/8/2019), pada Senin 5 Agustus 2019, Bank Rakyat China sebagai bank sentral mengatakan penurunan tajam yuan disebabkan oleh "tindakan sepihak dan proteksi perdagangan dan pemberlakuan kenaikan tarif terhadap China".

[adx]




Perkembangan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump mengatakan ia akan memberlakukan tarif 10% bagi barang-barang China senilai USD300 miliar, yang sejatinya mengenakan pajak bagi semua barang dari China yang masuk ke AS.

Yuan bukanlah mata uang yang bebas dijuarbelikan dan pemerintah Cina membatasi pergerakannya terhadap dolar AS.

Tidak seperti bank sentral pada umumnya, Bank Rakyat China tidak independen dan dilaporkan mendapat campur tangan ketika nilai mata uang yuan mengalami gejolak.

Ekonom senior masalah China di Capital Economics, Julian Evans-Pritchard mengatakan dengan cara mengaitkan devaluasi yuan dengan ancaman tarif terbaru, bank sentral China "sebenarnya mempersenjatai nilai tukar, sekalipun tidak secara proaktif memperlemah mata uang melalui campur tangan langsung".

Apa dampak dari yuan yang lemah?

Yuan yang lemah membuat barang-ekspor China lebih kompetitif, atau lebih murah jika dibeli dengan mata uang asing.

Dari kaca mata Amerika Serikat, hal itu dianggap sebagai upaya untuk mengimbangi dampak dari penerapan tarif yang lebih tinggi terhadap barang-barang China yang masuk ke Amerika Serikat.

Meskipun tampak menguntungkan bagi konsumen di seluruh dunia - yang sekarang dapat membeli produk China dengan harga lebih murah - devaluasi menyebabkan risiko-risiko lain.

Melemahnya yuan juga akan membuat impor ke China lebih mahal, berpotensi mendongkrak inflasi dan memberikan tekanan lebih lanjut kepada ekonomi yang memang sudah melambat, dan sekaligus mendorong para pemegang mata uang untuk menggunakan uangnya membeli aset-aset lain.

Bagaimana dampaknya bagi perdagangan Indonesia?

Karena perdagangan antar regional kuat, pelemahan mata uang Cina juga diikuti oleh penurunan mata uang negara-negara mitra dagangnya, tak terkecuali rupiah, karena munculnya sentimen negatif.

Kepala Ekonom di Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih, mencatat dampak nyata dari penurunan mata uang China bagi Indonesia jika penurunan berlangsung lama adalah sektor perdagangan, baik dampak menguntungkan maupun merugikan.

"Kalau kita melihat dari rasio antara rupiah-yuan, rupiah-dolar yang akhirnya sebetulnya rupiah itu melemah terhadap yuan juga, sebetulnya positif bagi kita karena barang Indonesia menjadi lebih murah buat importir China," jelasnya.

Namun sayangnya ada faktor yang tidak mendukung analogi tersebut sebab sebagian besar ekspor Indonesia ke China berupa komoditas.

"Karena harga komoditas sekarang sedang turun. Jadi katakanlah nilai rupiah melemah terhadap yuan atau terhadap dolar Amerika, tetapi harga juga turun di saat yang sama, nettonya di mana?," ujarnya.

"Ketika harga turunnya lebih besar daripada depresiasi rupiah maka kita tidak diuntungkan," tambah Lana Soelistianingsih.

Di antara komoditas Indonesia yang dikirim ke China adalah batu bara, tembaga dan minyak kelapa sawit.

Sementara itu, ekonom Universitas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi berpendapat dampak negatif dari penurunan mata uang China terhadap perekonomian Indonesia tidak terlalu signifikan, meskipun untuk jangka pendek patut diwaspadai.

"Devaluasi yuan akan membawa efek rombongan bagi mata uang regional, terutama di Asia, yang mana cenderung lebih menekan atau terdepresiasi. Jadi rupiah juga akan terbawa arus itu," kata Fithra Faisal Hastiadi.

Editor: Amrizal

Sumber: Okezone

T#g:amerika serikatbliblimata uang indonesiaMatat uang IndonesiaMatatelingamatatelinga.commatatelinga comPerekonomian DuniaTerkiniTraveloka
Komentar
Kamis, 28 Mei 2020 22:15Nasional

365 TKI Tiba Di Tanah Air, Terkonfirmasi Positif COVID-19

Menjelang bakal diterapkannya protokol tatanan “New Normal” dalam masa pandemi wabah corona ini, nasib para pekerja migran juga tak luput dari sorotan. Kalangan yang biasa disebut dengan Tenaga Kerja Indonesia atau TKI itu menjadi aspek yang c

Kamis, 28 Mei 2020 22:01Berita Sumut

Bupati Labuhanbatu Serahkan BLT DD Untuk 172 KK Di Desa Sei Kasih

Di Desa Sei Kasih Kecamatan Bilah Hilir, Bupati Labuhanbatu H. Andi Suhaimi Dalimunthe ST, MT serahkan BLT Dana Desa secara simbolis kepada 172 Kepala Keluarga, dari 939 KK yang tinggal di Desa

Kamis, 28 Mei 2020 21:46Berita Sumut

Polisi Labuhanbatu Kembangkan Ternak Lalat Dengan Hasil 20juta/Bulan

Apresiasi diberikan kapolres labuhanbatu AKBP Agus Darojat SIK. MH kepada salah seorang personilnya Aiptu H. Solihin yang berhasil menambah penghasilan disaat wabah virus corona (covid-19), dengan cara beternak lalat BSF

Kamis, 28 Mei 2020 21:31Berita Sumut

Penarik Betor Jiwa Melayang di Tangan Teman Sendiri

Seorang penarik becak motor (Betor), Ramadhani (35) warga Jalan Karya Jaya Gang Eka Lembah Kecamatan Medan Johor tewas ditikam oleh temannya sendiri di Jalan Eka Karya Gang Eka Kencana

Kamis, 28 Mei 2020 21:16Berita Sumut

Masa Belajar di Rumah Diperpanjang Hingga 14 Juni 2020

Harusnya, Jumat (29/5/2020) siswa sudah bisa mengikuti proses belajar mengajar kembali di sekolah. Namun, berdasarkan surat Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan Nomor : 420/.SMP/2019, masa belajar di rumah diperpanjan

Kamis, 28 Mei 2020 21:01Ekonomi

Penyaluran Elpiji Naik, Konsumsi BBM Turun

Satuan tugas Ramadhan, Idul Fitri dan Covid-19 (Rafico) Pertamina mendata penyaluran elpiji 3 kg subsidi selama H-3 sampai H+3 lebaran 2020 menunjukkan konsistensi tren meningkat seperti tahun-tahun sebelumnya. Penyaluran di periode tersebut pada tahun in

Kamis, 28 Mei 2020 20:57Nasional

Kasal Berikan Exit Briefing kepada Prajurit Kogabwilhan I

Mengakhiri jabatannya sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I), Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M. memberikan Exit Briefing kepada prajurit Kogabwilhan I, bertempat di kantor perwaki

Kamis, 28 Mei 2020 19:52Berita Sumut

Pemprov Sumut Segera Bebaskan Lahan Benteng Putri Hijau

Komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) untuk menyelematkan situs bersejarah di daerah ini akan segera direalisasikan dengan melakukan pengadaan (pembebasan) lahan Benteng Putri Hijau.

Kamis, 28 Mei 2020 18:48Nasional

Panglima TNI Terima Audiensi Dirut PT KAI

Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Aspers Panglima TNI Marsda TNI Diyah Yudanardi menerima audiensi Ditektur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Didiek Hartantyo di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur

Kamis, 28 Mei 2020 17:45Berita Sumut

Tak Ada Kata Berhenti, Polres Sergai Tetap Himbau Masyarakat Cegah Corona

Banyak hal dilakukan oleh jajaran Kepolisian Polres Serdang Bedagai dalam melakukan himbauan kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Serdang Bedagai.

Kamis, 28 Mei 2020 17:15Berita Sumut

Ini Tanggapan GTPP Covid-19 Sumut Terkait Hilangnya Sampel Swab Anak PDP

Menanggapi hilangnya sampel swab anak PDP, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut menganggap wajar hilangnya spesimen swab test anak 12 tahun yang menjadi PDP di RS Pirngadi tersebut.

Kamis, 28 Mei 2020 17:00Berita Sumut

Kapolsek Medan Baru Bagikan Face Mask Kepada Personil

Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah H.Tobing SIK MH, membagikan face mask kepada personil Polsek Medan Baru yang melaksanakan tugas di lapangan, Kamis, 28 Mei 2020.

Kamis, 28 Mei 2020 16:45Berita Sumut

Saling Tikam, Pengendara dan Pengidap Gangguan Jiwa di Sunggal Tewas

Seorang pengendara sepeda motor terlibat aksi saling tikam dengan seorang pengidap gangguan jiwa di Sunggal, Deli Serdang, Sumut, Kamis (28/5) siang. Akibat pertarungan itu pengendara motor dan pengidap gangguan jiwa tersebut meninggal dunia.

Kamis, 28 Mei 2020 16:30Berita Sumut

Polda Sumut Perpanjang Masa Operasi Ketupat Toba 2020

Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara memperpanjang masa Operasi Ketupat Toba 2020 hingga 7 Juni mendatang.

Kamis, 28 Mei 2020 16:15Berita Sumut

Kepala Ombudsman RI : Kerja Tenaga Kesehatan Ceroboh, Sampel Anak PDP Untuk Tes Swab Hilang

Kepala Ombudsman RI (ORI) Perwakilan Sumatera Utara (Sumut), Abyadi Siregar merasa kaget luar biasa, begitu mendapat penjelasan tentang hilangnya sampel atau specimen untuk swab test seorang anak PDP yang dirawat di RS Pirngadi Medan. Hal ini menjadi peny

Kamis, 28 Mei 2020 16:00Berita Sumut

Sidak Kantor Satpas Satlantas, Kapolres Simalungun: Masyarakat Harus Dilayani dengan Baik dan Humanis

Kapolres Simalungun AKBP.Agus Waluyo, S.I.K., melaksanakan Sidak mengawali tugas Pagi hari ini di Kantor Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) SIM Polres Simalungun, Jl.Sangnawaluh, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur Kota Pematangintar, K