• Home
  • Ekonomi
  • Mengulik Fakta Terkait Soal Ikan yang di Bandrol Hingga 44 Miliar

Mengulik Fakta Terkait Soal Ikan yang di Bandrol Hingga 44 Miliar

Mtc Sabtu, 12 Januari 2019 07:15 WIB
google
Seseorang biasanya dianggap luar biasa, misalnya, karena mampu membeli mobil mewah Koenigsegg CCXR Trevita seharga puluhan miliar. Namun, ada juga orang yang lebih luar biasa karena sanggup membeli seekor ikan tuna sirip biru seharga Rp44 miliar.
MATATELINGA, Jakarta: Seseorang biasanya dianggap luar biasa, misalnya, karena mampu membeli mobil mewah Koenigsegg CCXR Trevita seharga puluhan miliar. Namun, ada juga orang yang lebih luar biasa karena sanggup membeli seekor ikan tuna sirip biru seharga Rp44 miliar.



Dia adalah Kiyoshi Kimura, seorang pengusaha restoran asal Jepang yang berani memecahkan rekor pembelian ikan termahal sepanjang sejarah senilai 3,1 juta dolar AS atau sekitar Rp44 miliar dengan berat mencapai 278 killogram pada awal 2019 lalu.

Penasaran seperti apa ikan tuna setelah dibeli sang pengusaha restoran? Dikutip dari CekAja.com, uuk simak hal-hal mengenai Kiyoshi, lelang dan cerita tentang ikan tuna:

Dijual dengan harga reguler

Dengan harga sebesar itu, ikan yang fantastis tersebut dihargai sekitar 5.000 dolar AS per ponnya. Harga ikan ini merupakan dua kali lipatnya dibandingkan dengan harga lelang pada 2013 silam.

Setelah dibeli, ikan ini akan dijual di restoran Sushizanmai milik sang pengusaha. Namun, tampaknya satu porsi ikan ini dijual dengan harga reguler yakni sekitar 200 dolar AS atau sekitar Rp2,8 juta per porsi.



Si raja tuna

Kiyoshi Kimura boleh menggelontorkan uangnya untuk membeli ikan tuna yang mencapai Rp44 miliar. Dan bagi sebagian orang, harga ikan ini tak masuk akal. Tapi bagian sebagian lain ini merupakan sebuah investasi branding bagi Kiyoshi.

Nyatanya, ia telah mendapat julukan si raja tuna karena sering membeli tuna dengan harga yang fantastis. Pada 2017 misalnya, ia berhasil menggondol seekor ikan tuna dengan harga Rp8,5 miliar dengan berat 212 kilogram di Pasar Ikan Tsukiji, Tokyo, Jepang.

Kimura juga pernah mengeluarkan kocek sebesar Rp24 miliar pada lelang 2013 lalu dengan mengalahkan sang pengusaha ikan asal Hong Kong. Pria yang memiliki 51 gerai Sushizanmai ini sudah kali kedelapan mengikuti lelang ikan tuna ini.

Salah satu testoran sushi terbaik



Menjumpai restoran sushi di Jepang ibarat melihat berjejernya warteg di Indonesia yang ada di mana-mana. Maka tak heran jika banyak sekali restoran sushi di Jepang bakal bikin Anda pusing saat memilih makan di restoran mana.

Namun, jika mendengar nama Sushizanmai, sudah tentu ini adalah salah satu restoran sushi terbaik di Tsukiji, Jepang. Restoran ini sangat melekat di hati para pecinta sushi karena terkenal dimiliki oleh seorang raja tuna Kiyoshi Kimura.

Restoran Sushizanmai menjadi terkenal karena hampir setiap tahun selalu memenangkan lelang ikan tuna dengan harga paling mahal. Salah satunya elang ikan yang digelar awal tahun ini.

Restoran ini telah memiliki beberapa cabang di luar kawasan Tsukiji dengan menggunakan gaya sushi berputar dan sushi bar. Restoran ini buka selama 24 jam setiap harinya.

Branding ikan tuna jadi mahal



Masyarakat Jepang memiliki budaya yang cukup bagus untuk membangun brand bahwa ikan tuna merupakan ikan paling mahal yang dicari orang.

Setiap tahunnya di Pasar Ikan Tsukiji selalu menggelar lelang ikan tuna dengan harga miliaran. Lelang biasanya dibuka dengan harga mahal hingga akhirnya ada yang membeli dengan harga super fantastis.

Inilah cara Jepang membuat citra ikan tuna menjadi lebih terangkat dibandingkan dengan ikan-ikan lain di negara lain pula. Di Indonesia saja, ikan tuna hanya bisa dijual dengan harga ratusan juta atau jauh dibandingkan dengan Jepang.

Maka tak heran jika pasar ekspor ikan tuna asal Indonesia banyak ke Jepang karena harganya yang menggiurkan dibandingkan dengan menjual di dalam negeri. Warga Jepang juga termasuk sebagai salah satu pengkonsumsi ikan tuna terbesar di dunia.

(Mtc/Okz)
Editor: Fjr

Sumber: Okezone

T#g:blibliDi Bandrol 44 MiliarIkan TunaLelang IkanMatatelingaTerkini
Komentar
Selasa, 26 Mar 2019 23:35Lifestyle

Benarkah Daun Kelor Mampu Tangkal Pelet? ini Kata Anak Indigo

Pembahasan daun kelor sebagai alat untuk melumpuhkan ilmu kebal penjahat menjadi perbincangan di media masa.

Selasa, 26 Mar 2019 23:15Berita Sumut

Mencekam, Dua Kelompok Pemuda Belawan Bentrok 1 Tewas

Dua kelompok Pemuda dari kawasan Gudang Arang Kelurahan Belawan Bahari Kecamatan Medan Belawan

Selasa, 26 Mar 2019 23:10Nasional

TNI dan Kemenko Kemaritiman Tanda Tangani Nota Kesepahaman Bersama

Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia (Kemenko Kemaritiman RI)

Selasa, 26 Mar 2019 23:05Nasional

Kazona Tengah Bakamla Serukan Tanggung Jawab Moral Personel Terhadap Institusi

Personil yang profesional memiliki tanggung jawab moral terhadap institusi dan bersedia bekerja keras

Selasa, 26 Mar 2019 23:00Nasional

Aspers Panglima TNI: Sejarah Perjuangan Bangsa Perlu Terus Digelorakan

Saat ini kebanggaan terhadap sejarah perjuangan bangsa secara nyata perlu terus ditanamkan dan digelorakan

Selasa, 26 Mar 2019 22:45Berita Sumut

Akhyar Hadiri Sertijab & Pisah Sambut Dandenpom I/5

Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi mengucapkan terima kasih kepada Letkol CPM Sudarsono atas jasa dan pengabdiannya

Selasa, 26 Mar 2019 22:30Nasional

Bakamla RI - Japan Coast Guard Tingkatkan Kerja Sama Bilateral Keamanan Maritim

Bakamla dan Japan Coast Guard melakukan pembahasan draft Memorandum of Cooperation (MoC) di ruang rapat Podcast

Selasa, 26 Mar 2019 22:15Berita Sumut

Kementan Jamin Ekspor Kopi Lolos ke Berbagai Negara Luar

Setelah sukses melepas ekspor kubis di Berastagi bulan kemarin, sekarang Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil bersama Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah, melepas ekspor 819,36 Ton kopi biji tujuan Rumania

Selasa, 26 Mar 2019 22:00Berita Sumut

Senilai Rp4,9 Triliun, Wagub Sumut Lepas Ekspor Kopi ke Berbagai Negara Luar

Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah melepas ekspor kopi sebesar 65.347,10 ton atau senilai Rp4,901 triliun milik PT Sari Makmur Tunggal Mandiri, Selasa (26/3/2019).

Selasa, 26 Mar 2019 21:45Berita Sumut

Kapolda Resmikan Pembangunan Polres Batu Batubara

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto meresmikan pembangunan gedung baru Polres Batubara.

Selasa, 26 Mar 2019 21:28Berita Sumut

Bupati Batubara Hibahkan Mobil Dinas Ke Kapolres Batubara

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto menyaksikan penyerahan mobil dinas Kapolres Batubara AKBP Robinson Simatupang dari dana hibah Pemkab Batubara. Penyerahan langsung dilakukan secara simbolis oleh Bupati Batubara H Zahir, Selasa (25/3/2019).

Selasa, 26 Mar 2019 21:01Berita Sumut

Resmikan Pembangunan Mapolres Batubara, Kapolda Sumut Sampaikan Harapan Ini

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto meresmikan pembangunan gedung baru Polres Batubara. Ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Kapolda dan selanjutnya oleh Kapolres Batubara AKBP Robin Simatupang serta Bupati Batubara H Zahir.

Selasa, 26 Mar 2019 20:15Berita Sumut

Terjerat OTT, 4 Pengurus P3TM Dituntut 3 Bulan Penjara

Sidang kasus OTT yang melibatkan pengurus Pasar Marelan akhirnya sampai pada pembacaan tuntutan. Dalam tuntutan yang dibacakan Penuntut Umum Kejatisu, Abdul Hakim Sorimuda Harahap dihadapan majelis hakim yang diketuai Abdul Qadir, menuntut Ketua P3TM pasa

Selasa, 26 Mar 2019 19:42Berita Sumut

Dugaan Pemalsuan Sertifikat Tanah, Dakwaan Terhadap Tengku Awaluddin Tak Cermat

Salah seorang terdakwa kasus dugaan pemalsuan sertifikat tanah Grant Sultan lahan Tol Tanjungmulia Hilir, Tengku Awaluddin Taufiq, mengaku menjadi korban rekayasa hukum yang dipaksakan. Pasalnya, dakwaan yang dituduhkan jaksa penuntut umum (JPU) kepadany

Selasa, 26 Mar 2019 19:15Berita Sumut

Duh, Ternyata Korban Kakek Cabul di Multatuli Sebanyak 9 Orang Bocah

Ternyata korban kakek cabul berinisial PS (56) warga Jalan Multatuli Medan tidak hanya tiga orang anak tetangganya. Polisi mengembangkan kasus ini dan menemukan fakta baru korban pencabulan pria ini ternyata berjumlah 9 orang.

Selasa, 26 Mar 2019 19:00Berita Sumut

Kampanyekan Salah Satu Capres di Medsos, Oknum Pegawai PTPN IV Dituntut 6 Bulan Penjara

Seorang oknum pegawai di PTPN IV bernama Ibrahim Martabaya dituntut dengan pidana 6 bulan penjara lantaran mengkampanyekan salah satu pasangan calon presiden di akun Facebook miliknya. Dia juga dituntut membayar denda sebesar Rp5 juta subsider 1 bulan kur