• Home
  • Ekonomi
  • Perang Dagang AS-China, Bikin Saham Tak Berdaya

Perang Dagang AS-China, Bikin Saham Tak Berdaya

Fidel W Minggu, 17 Juni 2018 11:17 WIB
Perang dagang yang dilakukan oleh Amerika dan China mulai berdampak negatif pada pergerakan bursa saham di dua negara tersebut / photo: ist
MATATELINGA, Jakarta:  Perang dagang yang dilakukan oleh Amerika dan China mulai berdampak negatif pada pergerakan bursa saham di dua negara tersebut. Indeks saham utama Wall Street di Amerika dan Shanghai Stock Exchange (SSE) China kompak memerah setelah dua negara kembali menabuh genderang perang dagang.

Di Wall Street, indeks Dow Jones ditutup melemah 0,34 persen ke 25.090,48 pada akhir perdagangan Jumat (15/6) kemarin. Kondisi sama juga terjadi pada Nasdaq Composite yang turun 0,19 persen ke 7.746,37 dan S&P500 yang turun 0,1 persen ke 2.779,66.

Sementara di SSE, Shanghai Comp dan Shanghai A-Share kompak melemah 0,73 persen, masing-masing menjadi 3.021,9 dan dan 3.165. Sedangkan CSI 300 melemah 0,53 persen ke 3.753,43.

Perang dagang antara kedua negara terjadi sejak Maret 2018 dan sampai saat ini masih terus berlangsung. Perang terbaru dikobarkan kembali Presiden AS Donald Trump dengan menyetujui penetapan tarif bea masuk pada produk dagang China senilai US$50 miliar.

Tak hanya dengan China, Trump juga semakin bernafsu dalam mengobarkan perang dagang dengan Kanada, Meksiko, dan negara-negara di Uni Eropa.

Gayung bersambut, kobaran perang tersebut dibalas China. Negeri Tirai Bambu tersebut langsung menyiapkan tarif bea masuk tinggi terhadap sekitar 1.000 produk-produk asal AS, terutama produk-produk kedirgantaraan, robotik, manufaktur, dan industri otomotif.

"China tak menginginkan perang dagang. Namun, kami akan segera meluncurkan langkah balasan, menyesuaikan tarif seperti yang telah diluncurkan oleh AS," kata Zhong Shan, Menteri Perdagangan China.

Balasan tarif tinggi dari China tersebut akan diberlakukan dalam beberapa gelombang yang akan dimulai 6 Juli mendatang.

Kenaikan tersebut akan diberlakukan untuk 545 produk AS; pertanian, mobil dan makanan laut bernilai US$34 miliar.

Setelah itu, kenaikan akan diberlakukan untuk 114 produk lainnya; bahan kimia dan peralatan kesehatan, serta sektor energi. Sisanya, akan disesuaikan usai dua tahap itu.
Editor: Fidel W

Sumber: cnn

T#g:Amerika dan Chinabursa sahamperang dagang
Komentar
Kamis, 21 Mar 2019 16:10Berita Sumut

Kapolrestabes Gelar Pertemuan Bersama FKUB dan Pemko Medan

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto, menggelar pertemuan bersama unsur FKUB Kota Medan di Ruang Data Bag Ops Polrestabes Medan, Kamis (21/3).

Kamis, 21 Mar 2019 15:49Berita Sumut

Ombudsman-KPK Kerjasama Untuk Perkuat Pemberantasan Korupsi

Ombudsman RI dan KPK tmenadatangani nota kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) untuk mengoptimalkan pemberantasan korupsi dan pengawasan penyelenggaraaan pelayanan publik di tanah air.

Kamis, 21 Mar 2019 15:28Nasional

Paradoks Kemajuan Teknologi Perlu Diantisipasi

Kemajuan teknologi harus diakui sangat pesat termasuk teknologi komunikasi, namun paradoks kemajuan tersebut perlu diantisipasi. Oleh sebab itu, diperlukan perhatian dan kerja sama seluruh komponen bangsa untuk menekan paradoks kemajuan teknologi dan lebi

Kamis, 21 Mar 2019 14:35Berita Sumut

Satu Pelaku Penyebar Berita Hoax KPU Tercoblos 01 Masih Diburu Polisi

Satu orang pelaku penyebar video hoax surat suara tercoblos di Sumatera Utara hingga saat ini masih diburu polisi. Sebelumnya, pihak Ditkrimsus Polda Sumut sudah menangkap seorang tersangka sekaitan dalam kasus tersebut.

Kamis, 21 Mar 2019 14:18Berita Sumut

Dua Bulan Mengutil di Indomaret, Pengangguran Ini Kumpulkan 90 Botol Minuman Kaleng

Polsek Sunggal meringkus seorang pengutil yang kerap beraksi di Indomaret yang berada di Jalan TB Simatupang, Medan Sunggal, Minggu (17/3). Dari pelaku, polisi menyita 90 botol minuman kaleng yang merupakan hasil dari aksi mengutil tersangka di Indomaret

Kamis, 21 Mar 2019 13:05Berita Sumut

KPPU Sosialisasi Undang- Undang Persaingan Usaha ke UNITA Tapanuli

Komisi Pengawas Persaingan Usaha(KPPU) melalui Kantor Perwakilan Daerah (KPD) Medan kembali melaksanakan internalisasi nilai-nilai persaingan usaha yang sehat di Fakultas Hukum Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA), Selasa (19/3) lalu.

Kamis, 21 Mar 2019 09:00Bola

Paul Pogba: Saya Ingin Terus Dilatih Solskjaer

Gelandang andalan Manchester United, Paul Pogba

Kamis, 21 Mar 2019 08:45Internasional

Haru nan Pilu, Hilang Hampir Satu Harian, Bocah ini Betahan Hidup Makan Rumput & Minum Air Sungai

eorang bocah laki-laki berusia 5 tahun yang berhasil diselamatkan

Kamis, 21 Mar 2019 08:15Lifestyle

Gisella Perkenalkan Gempi Kepada Wijin, Pertanda Apa ya...

Penyanyi Gisella Anastasia saat ini tengah dekat dengan Wijaya Saputra

Kamis, 21 Mar 2019 08:00Nasional

Danau Sentani Meluap, Sampah Menumpuk Hingga Mayat Hanyut di Temukan

Tak hanya Banjir bandang yang menyebabkan ribuan warga mengungsi ke tempat aman

Kamis, 21 Mar 2019 07:45Nasional

Polda Kaltim Musnahkan 18 Kg "Kaca"

Kepolisian Daerah Kalimantan Timur bersama Kejaksaan Balikpapan memusnahkan barang bukti

Kamis, 21 Mar 2019 07:30Lifestyle

Selebgram Cantik Christabel Chua Harus Pasrah Usai Video "Gituannya" Tersebar Luas

Christabel Chua seorang selebgram cantik harus pasrah lantaran video

Kamis, 21 Mar 2019 07:15Nasional

BPN: Kami Tak Boleh Jumawa, Usai Prabowo-Sandi Tunjukkan Tren Positif di Survei

Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sodik Mudjahid meminta kepada seluruh relawan

Kamis, 21 Mar 2019 07:00Ekonomi

Industri Manufaktur China Tak Ada Tandingannya

Industri manufaktur di China tidak ada tandingannya

Kamis, 21 Mar 2019 06:45Nasional

TKN: Kenapa Kami Harus Cemas? Jokowi-Prabowo Terpaut 11,8% di Survei

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf tak ambil pusing ihwal hasil survei

Kamis, 21 Mar 2019 06:30Lifestyle

Artis Porno Sora Aoi Hingga Maria Ozawa Dikabarkan Pensiun, Berikut Alasannya

Menjadi bintang prono dalam sebuah film bukanlah pilihan mudah bagi segelintir orang yang menekuni pekerjaan tersebut.