• Home
  • Ekonomi
  • Rp81,7 Triliun, Nilai Kesepakatan yang Diperoleh Jokowi Saat Berkunjung ke Korea Selatan

Rp81,7 Triliun, Nilai Kesepakatan yang Diperoleh Jokowi Saat Berkunjung ke Korea Selatan

Fidel W Selasa, 11 September 2018 11:49 WIB
Rp81,7 Triliun, Nilai Kesepakatan yang Diperoleh Jokowi Saat Berkunjung ke Korea Selatan / photo: ist
MATATELINGA, Jakarta:  Presiden Joko Widodo (Jokowi) membawa pulang kesepakatan bisnis sebesar US$6,2 miliar (setara Rp81,7 triliun dengan asumsi kurs APBN 2018 Rp13.400 per dolar AS) dari lawatannya ke Korea Selatan. Nilai investasi itu berasal dari 15 proyek yang diteken antar pelaku usaha Korsel dan RI.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong bilang selain 15 nota kesepahaman, lawatan Jokowi juga menghasilkan enam komitmen investasi yang bersifat business to business antara private sector Indonesia dan Korsel, serta satu nota kesepaham antara BKPM dengan Hyundai Motor Compay.

"Dengan ditandatangani kesepahaman dan komitmen investasi tersebut, diharapkan sentimen pelaku usaha luar terhadap pasar nasional dapat menjadi lebih baik," ujar Thomas dalam siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (10/9) malam.

Ia optimistis kerja sama dan investasi Korsel pada sektor industri utama dan otomotif akan terus meningkat. Diharapkan, kerja sama sektor otomotif kedua negara dapat mendukung masterplan industri otomotif di Indonesia dan menumbuhkan industri komponen dan supply chain-nya.

"Yang paling penting adalah meyakinkan investor bahwa Indonesia adalah tempat yang nyaman untuk berinvestasi. Kebanyakan negara yang ekonominya sedang terpuruk, karena tidak bisa menjaga sentimen pasar atau pelaku usaha," terang dia.

Kunjungan Jokowi ke Korsel merupakan kunjungan balasan dari kedatangan Presiden Korsel Moon Jae-in ke Indonesia pada November 2017 lalu. Dalam kunjungan tersebut, hadir pula Menko Polhukam Wiranto, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menpan RB Syafrudin, Kepala Bekraf Triawan Munaf.

Kunjungan Jokowi dilakukan melalui kegiatan Business Forum "Indonesia-Korea Business and Investment Forum 2018: Enhancing Industrial Cooperation." Dalam kesempatan itu, Jokowi menyampaikan penguatan kerja sama ekonomi RI-Korea, termasuk mengajak pelaku usaha Korea untuk memanfaatkan potensi pariwisata dan industri kreatif di Indonesia.

Berikut ini beberapa kesepakatan bisnis yang dihasilkan Jokowi dalam kunjungannya.

Daftar Nota Kesepahaman B2B yang ditandatangani:

  1.     Pengembangan PLTA Teunom 2 dan 3 di Aceh senilai US$800 juta
  2.     Pengembangan pabrik kimia (VCM dan PVC) di Merak, Banten, senilai US$200 juta
  3.     Pengembangan pabrik mesin diesel senilai US$185 juta
  4.     Pengembangan properti mixed-use MNC Lido City di Bogor, Jawa Barat, senilai US$150 juta
  5.     Pembangunan industri kosmetik di Karawang, Jawa Barat, senilai US$20 juta
  6.     Pengembangan PLTA Pongkeru 50 megawatt (MW) di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, senilai US$300 juta
  7.     Pengembangan PLTA Peusangan 4 di Bireun, Aceh, senilai US$430 juta
  8.     Pengembangan PLTA Samarkilang 77 MW di Bener Meriah, Aceh, senilai US$300 juta
  9.     Pengembangan Transit Oriented Development (TOD) di Jakarta
  10.     Pengembangan property City Gate 88 di Jakarta senilai US$70 juta
  11.     Pengembangan properti Vasanta Innopark di Bekasi, Jawa Barat, senilai US$300 juta
  12.     Kerja sama strategis di bidang Intelligent Transportation System (ITS)
  13.     Kerja sama strategis di bidang pengembangan ekosistem start-up
  14.     Engineering/Procurement/Constructions of Jawa 9&10 (2x1.000 MW) Coal Fired Steam Power Plant Project US$3 miliar
  15.     Kerja sama strategis di bidang pengembangan pusat teknologi alat-alat permesinan di Bandung, Jawa Barat

Daftar Komitmen Investasi yang diumumkan:


  1.     Industri kabel listrik oleh LS Cable & System - PT Artha Metal Sinergi di Karawang, Jawa Barat, senilai US$50 juta
  2.     Industri alas kaki oleh Parkland di Pati, Jawa Tengah, senilai US$75 juta
  3.     Industri tekstil dan garmen oleh Sae-A Trading di Tegal, Jawa Tengah, senilai US$36 juta
  4.     Industri alas kaki oleh Taekwang Industrial di Subang dan Bandung, Jawa Barat, senilai US$100 juta
  5.     Industri manufaktur turbin dan boiler oleh World Power Tech - PT NW Industries di Bekasi, Jawa Barat, senilai US$85 juta
  6.     Jasa pembiayaan untuk modal ventura oleh Intervest - Kejora Ventures di Jakarta senilai US$100 juta.

Editor: Fidel W

Sumber: cnn

T#g:jokowi kunjungi koreakesepakatan bisniskorea selatan-indonesia
Komentar
Jumat, 19 Apr 2019 21:56Berita Sumut

Beredar Lagi Video Kecurangan Pemilu di Tapteng, Bawaslu akan Hitung Ulang Suara

Setelah beredarnya video kecurangan proses Pemilihan Umum di Kabupaten Tapanuli Tengah, warganet kembali dihebohkan dengan video lainnya yang terjadi di kecamatan yang berbeda.

Jumat, 19 Apr 2019 21:15Nasional

Jokowi-Ma'ruf 54,99% dan Prabowo-Sandi 45,01% di Real Count KPU 3%

Situs resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus memperbaharui perolehan suara Pilpres 2019. Setidaknya, hingga pukul 19.45 WIB

Jumat, 19 Apr 2019 21:00Nasional

Pasca Keluarkan "Surat Cinta" BPN Tepis Isu Perpecahan Dengan SBY

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade

Jumat, 19 Apr 2019 20:45Berita Sumut

Ikut Amankan Pemilu 2019, Kapolres Binjai Ucapkan Terimakasih Kepada Masyarakat

Kapolres Binjai, AKBP Nugroho Tri Nuryanto mengucapkan terimakasih kepada masyarakat

Jumat, 19 Apr 2019 20:30Nasional

Diperiksa Tim Dokter, Begini Kondisi Sandiga Uno

Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiga Uno memeriksa kondisi kesehatannya

Jumat, 19 Apr 2019 20:15Bola

Kepindahan Eden Hazard Tinggal Menghitung Hari

Real Madrid tampaknya sebentar lagi bakal mengumumkan kedatangan satu pemain bintang di bursa transfer musim panas 2019 nanti

Jumat, 19 Apr 2019 20:00Internasional

Siswi Bangladesh Dibakar Hidup-Hidup Usai Laporkan Pelecehan Seksual

Nusrat Jahan Rafi, seorang remaja berusia 19 tahun tewas pada 10 April, lima hari setelah dia disiram bensin

Jumat, 19 Apr 2019 18:50Berita Sumut

Kodam I/BB Apresiasi Serka Nur Habibah Lubis Sebagai Babinsa Kowad Pertama di Jajaran Korem 032/Wbr

Kodam I/Bukit Barisan memberikan apresiasinya kepada Sersan Kepala Nur Habibah Lubis yang merupakan Bintara Pembina Desa (Bibinsa)

Jumat, 19 Apr 2019 17:35Berita Sumut

Kapolda: Terimakasih Warga Sumatera Utara

Pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 2019 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada 17 April kemarin, telah berlangsung dengan damai dan kondusif. Bahkan, antusias masyarakat untuk mengikuti pesta demokrasi tersebut, juga terbilang begitu tinggi.

Jumat, 19 Apr 2019 17:30Nasional

Prabowo Subianto Dapat Hadiah dari Para Habaib & Kiyai

Dalam acara sujud syukur kemenangan terdapat sebuah ucapan yang menarik dari calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto

Jumat, 19 Apr 2019 17:26Berita Sumut

Berkumpul di Mesjid Al-Jihad, Ribuan Warga Sumut Gelar Syukuran Kemenangan Prabowo-Sandi

Ribuan warga Sumatera Utara memadati Mesjid Al-Jihad Jalan Abdullah Lubis Medan seusai menggelar Ibadah Shalat Jumat, (19/4/2019). Mereka berkumpul dalam rangka syukuran atas kemenangan Prabowo-Sandi.

Jumat, 19 Apr 2019 17:15Nasional

Jokowi Ingin Bertemu Prabowo!

PDI Perjuangan (PDIP) mengapresiasi langkah calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)

Jumat, 19 Apr 2019 17:00Nasional

Tabung Gas 3 Kg Kembali Meledak, 4 Tukang Bakso Jadi Korbannya

Empat orang menjadi korban gas melon berukuran tiga kilogram, yang alami kebocoran di salah satu rumah kontrakan di Jalan Cigelereng, Kota Bandung, pada Jum'at (19/4/2019).

Jumat, 19 Apr 2019 16:45Ekonomi

5 Blok Migas di Lelang

Pemerintah melelang lima wilayah kerja (WK) migas konvensional tahap I 2019. Sejak dibuka tanggal 21 Februari 2019 lalu

Jumat, 19 Apr 2019 16:30Internasional

Pria ini Rela Potong Jarinya Usai Salah Pilih Partai

Seorang peserta pemilihan umum di India mengatakan bahwa dia telah memotong jari telunjuknya setelah menyadari dia telah memberikan suaranya kepada partai politik yang salah.

Jumat, 19 Apr 2019 16:15Nasional

Real Count Hanya untuk Publikasi, Bukan Hasil Pemilu, Tegas KPU!

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi menegaskan Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) atau real count KPU