Rupiah Terkoreksi Tajam

Siti Amelia Jumat, 09 November 2018 18:29 WIB
Google
MATATELINGA, Medan:  Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini mengalami koreksi tajam hingga 0,9% dengan level terendah di level Rp 14.681per dolar AS. Rupiah hari ini tak mampu mengungguli dolar AS setelah dolar AS mendapatkan energi baru dari sentimen positif The Fed. The Fed mengumumkan untuk tidak menaikkan suku bunga di Bulan November ini namun akan menaikkan suku bunganya pada akhir tahun nanti dengan alasan ekspansi ekonomi yang berkelanjutan, pasar tenaga kerja yang kuat, dan inflasi di kisaran 2% dalam jangka menengah.



Menurut pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, kebijakan ini mempertegas langkah-langkah The Fed dalam menaikkan suku bunganya 4 kali di tahun 2018 ini. "Hal ini membuat dolar AS menguat terhadap hampir seluruh mata uang emerging market kecuali mata uang Yen (Jepang). Yang masih dapat bertahan di tengah penguatan dolar AS. Investor tentunya saat ini akan beralih ke obligasi AS yang cenderung lebih aman dan menguntungkan," jelas dia.

Kebijakan kenaikan suku bunga The Fe, sambungnya, biasanya akan diikuti oleh kenaikan suku bunga pada negara-negara lain yang mana ini akan menaikkan taraf suku bunga secara global.



Disisi lain, lanjut Gunawan, sentimen dari dalam negeri yang mendorong penguatan Rupiah saat ini juga sangat minim sehingga penguatan rupiah sepekan ini tidak dapat bertahan lama. "Imbas dari pelemahan Rupiah hari ini juga diikuti oleh pelemahan IHSG. Dimana IHSG melemah 102 poin atau melemah 0,71% di level 5.874 level tertinggi ihsg berada di 5.936 dan terendah di level 5.859 IHSG hari ini nyaris tidak menyentuh zona hijau, IHSG berada di teritori negatif sepanjang transaksi," tuturnya.

Tak hanya IHSG yang mengalami pelemahan, seluruh indeks saham di bursa Asia juga mengalami tekanan. Hal ini ditopang oleh penguatan dolar AS dimana investor tampaknya lebih memilih pada investasi treasury AS.indeks Hangseng melemah 2,38%, Nikkei melemah 1%, Thailand Stock Exchange melemah 0,86%, Shanghai melemah 1,39%.



Selain itu, aksi profit taking dan minimnya sentimen positif turut menekan pelemahan IHSG, lagi-lagi IHSG terkoreksi menguji level psikologinya di level 6000. "Sebelumnya sentimen politik AS turut memberikan peluang bagi IHSG dan Rupiah menguat cukup tinggi namun setelah The Fed memberikan sentimen akan adanya kenaikan suku bunga bulan depan hal ini membuat sebagian investor panik dan menjual sahamnya," ungkap dia.

Pelemahan ini turut membawa pelemahan harga saham terutama sektor konsumer yang sebelumnya menguat cukup tinggi dengan pelemahan hingga 5%.  Diikuti pelemahan sektor manufaktur 3,2%.

(Mtc/amel)


Editor: Amrizal

T#g:rupiahRupiah Terkoreksi TajamTerkinim
Komentar
Minggu, 21 Apr 2019 23:45Lifestyle

Begini Reaksi Deddy Corbuzier, Usai Ditantang Lucinta Luna

Lucinta Luna tiba-tiba saja murka di Insta Story dengan mentag akun Instagram milik Deddy Corbuzier.

Minggu, 21 Apr 2019 23:30Bola

Hantam 4-0, Everton Permalukan Manchester United

Everton memetik kemenangan telak dengan skor 4-0 kala menjamu Manchester United di Goodison Park dalam laga lanjutan Liga Inggris 2018-2019

Minggu, 21 Apr 2019 23:15Nasional

Gelar Coblos Ulang, Prabowo-Sandi Tetap Menang

Memiliki jumlah suara terbanyak di Banten pada hitungan versi quick count, pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno

Minggu, 21 Apr 2019 23:00Bola

Begini Pembelaan Valverde Usai Coutinho Kembali Dicemooh Penggemar Barcelona

Gelandang Barcelona, Philippe Coutinho, kembali mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari penggemar di Stadion Camp Nou di laga kontra Real Sociedad,

Minggu, 21 Apr 2019 22:45Nasional

Jokowi-Ma'ruf 54,03%, Prabowo-Sandi 45,97% di Hasil Akhir Quick Count Konsepindo

Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin unggul dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno

Minggu, 21 Apr 2019 22:30Nasional

Polisi Bekuk Pelaku Pembakaran Surat Suara

im Gabungan Polda Jambi bersama Polres Kerinci akhirnya berhasil mengungkap kasus pembakaran kotak surat suara pemilihan umum di TPS 1, 2, dan 3 Desa Koto Padang

Minggu, 21 Apr 2019 22:15Bola

Tak Puas Juara Liga Italia 2018-2019, Massimiliano Allegri Bidik Scudetto

Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, tak mau cepat berpuas diri usai mengantar Si Nyonya Tua merengkuh gelar juara Liga Italia 2018-2019

Minggu, 21 Apr 2019 22:00Nasional

Belum Ada Informasi WNI Jadi Korban, Indonesia Kecam Serangan Bom di Sri Lanka

Indonesia mengecam keras aksi pengeboman di berbagai lokasi di Sri Lanka. Serangan bom yang terjadi, Minggu (21/4/2019) sekira pukul 09.00 waktu setempat

Minggu, 21 Apr 2019 21:30Nasional

Di 2 TPS, KPU Tangsel Gelar Pemungutan Suara Ulang

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bersiap menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU)

Minggu, 21 Apr 2019 21:15Lifestyle

Belum Tentu Dimiliki Pria, Berikut 5 Kelebihan Ini Dimiliki oleh Wanita

Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Hal ini turut pula didasari oleh jenis kelamin

Minggu, 21 Apr 2019 21:00Nasional

Tinggi Kolom Abu Vulkanis 3.000 Meter, Gunung Agung Terus Alami Erupsi

Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, kembali erupsi pada Minggu (21/4/2019) pukul 18.56 Wita.

Minggu, 21 Apr 2019 20:45Nasional

Terus Bergeming, Kini Giliran Anggota KPPS di Sulut Meninggal Dunia

Pasca-Pemilu Serentak 2019, banyak anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di beberapa wilayah di Indonesia meninggal dunia karena kelelahan usai menjalankan tugas.

Minggu, 21 Apr 2019 20:35Nasional

Tim Relawan Jokowi - Ma'ruf Amin Gelar Sukuran

Menyambut kemenangan pasangan calon 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin berdasarkan hasil hitung cepat (quick count), Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat) menggelar acara syukuran. Acara syukuran dilakukan dengan potong tumpeng

Minggu, 21 Apr 2019 20:30Lifestyle

Buka Perban, Syahrini Ketiban Lemari Hingga Terluka

Syahrini memamerkan kondisi telapak kakinya yang diperban karena ketiban lemari parfum sang suami, Reino Barack

Minggu, 21 Apr 2019 19:34Nasional

Bawaslu Cabut Izin PT Prawedanet AliansiSelaku Pemantau Pemilu

Salah satu lembaga pemantau pemilu yakni PT Prawedanet Aliansi Teknologi lantaran melakukan hal yang melanggar prinsip sebagai lembaga pemantauan, dicabut izinnya oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Minggu, 21 Apr 2019 18:21Berita Sumut

Wali Kota Harap UKM Kota Medan Manfaatkan Momentum Industri 4.0

Wali Kota Medan Drs. H.T. Dzulmi Eldin, S. M.Si, MH mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan Gelar UKM dan Koperasi yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan UKM Kota Medan sebagai bagian dari apresiasi dan promosi terhadap karya-karya penggiat UKM Kota