• Home
  • Ekonomi
  • Sugianto Makmur Ajak Masyarakat Mulai Beralih dari Tanaman Sawit

Sugianto Makmur Ajak Masyarakat Mulai Beralih dari Tanaman Sawit

Mtc/James Rabu, 03 Juli 2019 17:17 WIB
MATA TELINGA/JAMES P PARDEDE
Tanaman Kelapa Sawit
MATATELINGA, Medan : Baru-baru ini, kalangan petani sawit semakin mengeluh dengan turunnya harga tanda buah segar (TBS) menjadi Rp 600/Kg dari sebelumnya Rp 700/kg. Penurunan ini mulai terjadi sejak pertengahan Juni 2019 lalu.


Menyikapi makin turunnya harga TBS dan semakin mengeluhnya petani sawit di Sumatera Utara, Sugianto Makmur selaku calon legislatif terpilih untuk DPRD Sumatera Utara, Rabu (3/7/2019) mengajak masyarakat untuk mencoba beralih ke tanaman lain selain tanaman sawit. Mungkin bisa dilakukan secara bertahap.


"Sawit bukanlah tanaman yang ramah lingkungan. Perkebunan monoculture ini hanya menyebabkan perubahan ekosistem yang besar. Kita tidak menyadari dampaknya di kemudian hari. Mungkin hari ini kita masih melihat hijaunya dedaunan tanaman kelapa sawit. Kita tak pernah menyadari dampak dari tanaman sawit ini mengakibatkan berkurangnya hewan dan tanaman endemik lainnya," papar Sugianto.

Menjadi suatu peringatan besar bagi kita, lanjut ayah 4 anak ini, tidak ada perubahan di alam yang tidak mempengaruhi elemen lain dalam ekosistem, termasuk kita. Kesanggupan lahan sawit untuk menyimpan air dibandingkan dengan hutan alami, sangat jauh. Malah, kebutuhan air sawit begitu tinggi, sehingga sering lahan menjadi kering. Biarlah sawit menjadi tanaman korporasi dan sebaiknya jangan diperbanyak lagi. 



"Ada baiknya pemerintah jangan mengajak masyarakat lagi menanam sawit. Begitu banyak tanaman yang bernilai ekonomis lebih baik dari sawit, misalnya tanaman jeruk, salak, manggis, durian, jambu, nenas, jagung serta tanaman lainnya yang jika dikelola dengan baik bisa menghasilkan keuntungan besar bagi petani," tandasnya.

Sebenarnya, tambah Sugianto Makmur dampak lain dari pembukaan lahan baru untuk menjadi kebun sawit telah menimbulkan dampak konflik antara manusia dengan harimau, konflik terjadi karena manusia telah masuk ke habitat harimu. Seharusnya konflik ini bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat. Dengan menanam tanaman lain selain sawit, kita ingin lingkungan sekitar kita lebih sehat dan terjaga kelestariannya.



"Sekarang saatnya kita mulai mengubah pola pikir untuk beralih ke tanaman lain selain sawit. Selain bisa mewariskan Oksigen yang bersih kepada anak cucu, kita juga mewariskan tanaman yang menghasilkan dan memberi keuntungan," kata Sugianto Makmur.
Editor: James P Pardede

T#g:berita terkiniDPRD Sumutkelapa sawitMatatelingamatatelinga.commatatelinga comPDI PerjuanganSugianto MakmurTBS TurunTerkiniTerkini
Komentar
Senin, 16 Sep 2019 09:15Internasional

NASA Kirim Manusia Pada Tahun 2024

Beberapa negara seperti Amerika, China, Rusia, India, Korea Selatan, Jepang, dan Korea Utara pun berlomba untuk mengirim manusia ke Bulan

Senin, 16 Sep 2019 09:00Bola

Liga Italia 2019-2020, Minggu 15 September 2019, ini Hasil Laganya

Laga lanjutan pekan ketiga Liga Italia 2019-2020, sejumlah pertandingan yang seru dan menarik terjadi semalam

Senin, 16 Sep 2019 08:45Bola

Liga Spanyol 2019-2020, Minggu 15 September 2019, ini Hasil Laganya

Pekan keempat Liga Spanyol 2019-2020, laga-laga ketat mewarnai yang dihelat Minggu 15 September malam WIB hingga Minggu

Senin, 16 Sep 2019 08:30Bola

Liga Inggris 2019-2020, Minggu 15 September 2019, ini Hasil laganya

Pekan kelima Liga Inggris 2019-2020, sebanyak dua pertandingan usai digelar, Minggu 15 September malam hingga Senin

Senin, 16 Sep 2019 08:15Lifestyle

Kenali Ramuan Tongkat Madura yang Bikin Miss V Jadi Rapat, ini Dokter

Tidak jarang, banyak yang mengambil jalan pintas dan menggunakan produk perapat Miss V yang dijual di pasaran. Salah satu yang sudah menjadi hits sejak dulu adalah tongkat Madura

Senin, 16 Sep 2019 08:00Bola

Maurizio Sarri dan Antonio Conte "Perang"

Pada pekan ketujuh Liga Italia 2019-2020 perjumpaan antara Juventus dan Inter Milan baru akan terjadi

Senin, 16 Sep 2019 07:45Lifestyle

Ingin Amal Ibadah Diterima Allah, ini Doanya

Setiap selepas shalat pasti Anda berdoa agar diterima segala amal dan ibadah, serta memohon ampun atas segala dosa-dosa

Senin, 16 Sep 2019 07:30Ekonomi

Dua Kilang Minyak Saudi Aramco Diserang

Arab Saudi memangkas produksi minyak dan gas menyusul serangan pesawat tanpa awak atau drone, serangan tersebut telah mengurangi produksi minyak mentah sebesar 5,7 juta barel per hari

Senin, 16 Sep 2019 07:15Berita Sumut

Dua Tersangka Pengedar Narkoba Diamankan Sat.Res.Narkoba Polres Sibolga

Dua tersangka pelaku tindak kejahatan narkotika berhasil diamankan opsnal Sat.Res.Narkoba Polres Sibolga, kedua tersangka masing masing tersangka “WH”,24, warga Jalan Kolonel EE Sigalingging Kelurahanan A.Parombunan Sibolga dan tersangka “DMS” ,25, warga

Senin, 16 Sep 2019 07:15Lifestyle

Ingin Bangun Subuh Tepat Waktu, ini Caranya

Tapi tidak semua orang bisa melaksanakan shalat Subuh tepat waktu karena bisa jadi orang tersebut bangun menjelang matahari terbit, atau bahkan saat matahari sudah terbit

Senin, 16 Sep 2019 07:00Nasional

Lagi, Driver Taksi Online Dibegal Penumpang

Ketika mengantar penumpangnya ke Jalan Bintaro Raya, Sektor IIIA, depan Ruko Graha Marcela, Pondok Karya, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel)

Senin, 16 Sep 2019 06:45Bola

Inter Milan Memuncaki Klasemen Sementara Liga Italia 2019-2020

Performa cemerlang yang ditampilkan Inter di awal musim ini sejatinya membuat tim berjuluk Nerazzurri itu difavoritkan menjadi penantang terkuat dalam perburuan gelar juara Liga Italia. Meski demikian, menurut Manolas masih terlalu dini untuk membicarakan

Senin, 16 Sep 2019 06:30Nasional

Hanya Uang Rp 14 Ribu, Nenek di Bacok dan di Bakar Oleh Pelaku , Coba Kelabui Polisi

Karena sudah kerjaan kepolisian setiap penanganan kasus tindak pidana.Terbukti, Polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan seorang nenek bernama Iyah ,60, warga Desa Jayabakti, Kabupaten Garut, ditemukan tewas terbakar di sebuah gubuk, di Kampung Lebak

Senin, 16 Sep 2019 06:15Berita Sumut

Seratusan Prajurit Yonif 123/RW Dikirim ke Riau Bantu Atasi Karhutla

Seratusan Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri 123/Rajawali dikirim ke Provinsi Riau untuk membantu penanganan bencana kabut asap akibat Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan), Minggu (15/9/2019).

Senin, 16 Sep 2019 06:00Bola

Laga Berjalan Seru Sejak Awal, Kedua Timnas

Kedua tim saling jual beli serangan. Hellas Verona memetik peluang menit dua lewat sundulan Valerio Verre yang masih melambung, sementara AC Milan lewat tembakan keras Krzysztof Piatek dua menit kemudian. Laga berjalan seru sejak awal.

Minggu, 15 Sep 2019 22:30Berita Sumut

Tercapainya Kesepakatan BODT Dan Masyarakat Sigapiton

Seusai rapat mediasi BODT antara masyarakat Motung dan Sigapiton, tercapai kesepakatan dikedua belah pihak