• Home
  • Ekonomi
  • Tahun Politik : Jika Suasana Kondusif, Pertumbuhan Ekonomi Berdampak Positif

Tahun Politik : Jika Suasana Kondusif, Pertumbuhan Ekonomi Berdampak Positif

Mtc/James Selasa, 02 Januari 2018 13:41 WIB
Ilustrasi Internet
Asumsi Makro 2018
MATATELINGA, Jakarta : Saat penekanan palm hand screen tepat pukul 09.00 WIB di BEI, JK didampingi Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo beserta Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Tito Sulistio.

Dalam pidatonya, Wapres Jusuf Kalla sempat menyinggung perihal soal potensi pertumbuhan ekonomi di tahun politik.
Pasalnya di tahun ini, Indonesia akan menggelar hajatan demokrasi dalam perhelatan Pilkada Serentak di 171 daerah. Wapres Jusuf Kalla optimismis, perekonomian Indonesia akan tetap positif di tahun politik 2018.



"Selama tiga kali tahun politik ada kerusuhan? Tidak ada sama sekali. Karena kampanye sekarang sudah berbeda, dulu kampanyenya mengumpulkan massa, benturan, sekarang kampanyenya di udara, media sosial, bukan lagi di jalan," ungkap Jusuf Kalla di Gedung BEI, Sudirman, Jakarta, Selasa (2/1/2017).

Oleh karena itu, Wapres meyakini, hal tersebut juga akan berdampak pada positifnya pertumbuhan perekonomian nasinal.

"Kondisi baik itu insya Allah akan berimbas positif ke ekonomi, indikator-indikatornya positif," pungkas Kalla.



Setelah mencatat pertumbuhan ekonomi 5 persen sepanjang 2017, Indonesia disebut-sebut bakal menghadapi masa-masa sulit pada tahun depan. Setidaknya ada dua hal yang dianggap menghantui situasi ekonomi 2018.

Pertama, 2018 adalah tahun politik karena di 17 provinsi dan 153 kota/kabupaten digelar pesta demokrasi pemilihan kepala daerah serentak pada 27 Juni. Situasi politik bakal memanas dan dikhawatirkan mengganggu pertumbuhan ekonomi.



Kedua, ada kekhawatiran terjadi siklus krisis 10 tahunan setelah resesi melumpuhkan sebagian besar dunia pada 1998 dan krisis ekonomi 2008. Dunia pada 2018 pun dikhawatirkan akan jatuh pada krisis besar.

Tahun 2018 dan 2019 disebut sebagai tahun politik. Sebab, ada pilkada dan pemilihan umum serentak. Peristiwa itu bisa berdampak negatif terhadap ekonomi Indonesia. Namun, jika suasananya kondusif, bisa berdampak positif.



Pakar ekonomi Edy Suandi Hamid mengingatkan pemerintah bahwa target pertumbuhan ekonomi 2018 sebesar 5,4 persen bisa meleset. Diprediksi pertumbuhan ekonomi hanya 5,3 persen.

"Berat mencapai target. Tiga tahun terakhir kenaikannya hanya sekitar 0,1 persen," kata Edy, Rektor Universitas Widya Mataram Yogyakarta.

Pemerintah mematok pertumbuhan ekonomi 5,4 persen dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2018. Namun Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan ekonomi bisa tumbuh lebih tinggi daripada target tersebut.



Darmin mengatakan ekonomi tahun depan akan didorong investasi dan ekspor. Keduanya tumbuh cukup baik pada 2017 dan perbaikan diharapkan terus berlanjut. Pemerintah juga akan berupaya memperbaiki pengeluaran pemerintah dan konsumsi rumah tangga agar pertumbuhan ekonomi meningkat.

Faktor pendorong lain adalah pilkada di 171 daerah. "Biasanya pemilu menyumbang 0,1 hingga 0,2 persen pertumbuhan ekonomi," tuturnya. Sentimen positif lain datang dari penyelenggaraan Asian Games pada Agustus 2018. Pesta olahraga se-Asia itu, menurut Darmin, berpotensi mendongkrak pertumbuhan ekonomi.



Dengan faktor pendukung tersebut, Darmin percaya ekonomi bisa tumbuh lebih tinggi daripada asumsi yang dipatok pemerintah. "Kenaikan 0,2 sampai 0,3 persen dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup reasonable (masuk akal)," ujarnya.

Namun guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Irwan Adi Ekaputra, mengingatkan bahwa posisi ekonomi dan kondisi keuangan global tetap berpengaruh terhadap ekonomi 2018. Karena itu, menurut dia, pelaku pasar, pengusaha masyarakat, termasuk pemerintah, harus tetap waspada akan kemungkinan terjadinya krisis ekonomi.



Sementara itu, Komisi XI DPR (membidangi keuangan dan perbankan) mengambil langkah kompromi dengan menyetujui usulan target pertumbuhan ekonomi yang diajukan pemerintah di level 5,4 persen. Meski semula menyebut kelewat ambisius, parlemen menyepakati asumsi yang juga digunakan untuk menghitung postur APBN 2018 tersebut.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, selain konsumsi rumah tangga, investasi menjadi salah satu motor pendorong pertumbuhan pada tahun depan. ''Di mana-mana kita akan katakan semua negara yang tumbuh lebih dari 5 persen itu faktor penggeraknya di luar kepercayaan konsumen adalah investasi. Jadi, PMA (penanaman modal asing) dan PMDN (penanaman modal dalam negeri) harus tumbuh 10-15 persen," katanya di gedung DPR beberapa waktu lalu.
Editor: James P Pardede

T#g:Darmin NasutionEkonomi 2018Jusuf KallaMakro EkonomiPertumbuhan
Komentar
Selasa, 23 Okt 2018 07:31Berita Sumut

Mahasiswa ITM dan Petugas Satpol PP Bentrok, Belasan Luka Luka

Bentrokan antara mahasiswa Institut Teknologi Medan (ITM) dengan Petugas Satpol PP pecah di depan kampusnya di Jalan Gedung Arca, Kelurahan Teladan Barat, Kacamatan Medan Kota

Selasa, 23 Okt 2018 07:16Nasional

Panglima TNI Pimpin Sertijab Tiga Pejabat Teras Mabes TNI

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., memimpin Pengambilan Sumpah, Penandatanganan Pakta Integritas dan Serah Terima Jabatan tiga Pejabat Teras di lingkungan Mabes TNI, bertempat di Ruang Hening Gedung Soedirman, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta

Selasa, 23 Okt 2018 07:01Berita Sumut

Gubernur Sumut Minta FORKADA Nias Fokus Tiga Prioritas Pembangunan

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meminta para kepala daerah yang tergabung dalam Forum Kepala Daerah (Forkada) Nias untuk fokus kepada tiga prioritas pembangunan Pulau Nias. Yaitu, pariwisata, perikanan, dan pangan (pertanian dan peternakan).

Selasa, 23 Okt 2018 06:46Berita Sumut

Kunker Kapolres Asahan Ke Mapolsek Kota Kisaran Sembari Kukuhkan PAMK

Kunjungan Kerja Kapolres Asahan AKBP.Yemi Mandagi,SIK beserta Ketua Bhayangkari Polres Asahan Ny.dr.Bobby Yemi Mandagi ke Mapolsek Kota Kisaran sekaligus melantik dan mengkukuhkan kepengurusan Pemuka Agama Mitra Kamtibmas unit Polsek Kota Kisaran

Selasa, 23 Okt 2018 06:31Nasional

Tim Psikologi TNI AL Laksanakan Trauma Healing Keluarga Besar Lanal Palu

Sejumlah 115 Ibu-ibu dan Anak-anak keluarga besar Pangkalan TNI AL Palu yang menjadi korban Bencana Gempa Bumi dan Tsunami yang terjadi beberapa waktu yang lalu, mengikuti kegiatan Trauma Healing oleh Tim Psikologi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut

Senin, 22 Okt 2018 20:25Berita Sumut

Camat Kota Kisaran Timur Apresiasi Kinerja Polsek Kota

Camat kota Kisaran Timur Irwandi mengapresiasi kinerja kapolsek Kota Kisaran Iptu.Rianto,SH.MAP yang telah dapat memberikan pengayoman serta dapat mengeleminir gejolak yang dapat menimbulkan gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polsek Kisaran kota, hal ter

Senin, 22 Okt 2018 18:36Berita Sumut

Gubsu Serahkan Tali Asih dan Penghargaan Kafilah MTQN XXVII, Harapkan Sumut Kembali Bangkit

Ukiran sejarah ditorehkan para kafilah Sumatera Utara (Sumut) pada perhelatan Musabaqoh Tilawatil Quran tingkat Nasional (MTQN) XXVII 2018 dengan menempati peringkat tiga peraih medali terbanyak dari 34 provinsi. Capaian ini pun diharapkan mampu membangk

Senin, 22 Okt 2018 18:12Berita Sumut

Dua Babinsa Grebek Lokasi Pesta Narkoba di Medan, 23 Paket Sabu Diamankan

Dua Babinsa jajaran Kodim 0201/BS Medan berhasil mengamankan 23 paket sabu, dan satu butir ineks dari lokasi pesta narkoba di Jln Bajak I, Lingkungan 1, Kel. Harjosari 2, Kec. Medan Amplas, Kota Medan, Minggu malam (21/10/2018) pukul 20.55 Wib.

Senin, 22 Okt 2018 17:45Berita Sumut

Duh, Hanya Karena Persoalan Ini Sekeluarga di Tanjung Morawa Dibunuh

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto akhirnya memaparkan motif pembunuhan sekeluarga di Tanjung Morawa yang dilakukan tiga orang tersangka. Ternyata motifnya hanya karena persoalan sepele.

Senin, 22 Okt 2018 17:15Berita Sumut

Gubernur Ajak Anggota DPD RI Bersama-sama Membangun Sumut

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengajak seluruh anggota DPD RI asal Sumut untuk bersama-sama membangun daerah ini. Karena masih banyak persoalan yang ada di Sumut yang belum terselesaikan. Padahal, banyak sumber daya alam, namun belum diman

Senin, 22 Okt 2018 17:00Berita Sumut

Pemprov Sumut-LIPIA Bicarakan Pengembangan Pendidikan Bahasa Arab di Sekolah

Pemerintah provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menyambut baik kedatangan Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA). Salah satunya untuk membicarakan pengembangan pendidikan Bahasa Arab di sekolah-sekolah, khususnya tingkat SMP dan SMA/SMK.

Senin, 22 Okt 2018 16:30Berita Sumut

Kapolda Sumut Buka Workshop Divisi Humas Mabes Polri di Medan

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto membuka workshop Penguatan Tim Media Sosial dan Media Online Wilayah Polda sumut di Emerald Garden jalan K.L Yos Sudarso, Senin (22/10).

Senin, 22 Okt 2018 16:00Berita Sumut

Selama 3 Pekan, 65 TSK Diamankan Sat Reskrim Polres Labuhanbatu

Selama 3 pekan pihak Sat Reskrim Polres Labuhanbatu dibawah kepemimpinan AKP Teuku Fatir SH Sik ,mengungkap 56 kasus kejahatan yakni curas, curat dan curanmor dengan 65 orang tersangka.

Senin, 22 Okt 2018 15:48Berita Sumut

Grebek Gudang Pengoplos Gas Subsidi di Jalan Kompos, Polrestabes Medan Sita Puluhan Tabung Gas

Satreskrim Polrestabes Medan menggrebek gudang pengoplos gas di Jalan Kompos Gang Pribadi, Rabu (17/10). Dalam penggrebekan ini, polisi mengamankan dua orang pelaku dan menyita berbagai jenis tabung gas.

Senin, 22 Okt 2018 15:20Berita Sumut

Pejabat Pembuat Komiten Proyek Pengadaan Seragam SD Disdik Labusel Divonis Bebas

Satu dari dua terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan seragam SD Tahun Anggaran (TA) 2016 di Dinas Pendidikan (Disdik) Labuhan Batu Selatan (Labusel) divonis bebas.

Senin, 22 Okt 2018 15:02Berita Sumut

Eksepsi Kompol Fahrizal Ditolak Hakim, Sidang Tetap Dilanjutkan

Eksepsi (keberatan) atas dakwaan yang diajukan tim kuasa hukum Kompol Fahrizal akhirnya kandas. Majelis hakim yang diketuai Deson Togatorop menolak seluruh eksepsi mantan Wakapolres Lombok Tengah itu.