• Home
  • Internasional
  • AS-Iran Lagi Bersitegang, Mengapa PM Jepang Berkunjung ke Teheran?

AS-Iran Lagi Bersitegang, Mengapa PM Jepang Berkunjung ke Teheran?

Mtc Kamis, 13 Juni 2019 07:00 WIB
Hand Over
Ayatollah Ali Khamenei dijadwalkan menggelar perundingan dengan Abe
MATATELINGA: Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe melakukan lawatan ke Iran mulai Rabu (12/6/2019) di tengah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terkait program nuklir Iran.



Di antara tujuan kunjungan itu adalah untuk meredakan ketegangan antara dua musuh bebuyutan, tetapi sejumlah pengamat mengungkapkan keraguan atas hasil yang sebenarnya dapat diwujudkan.

Menurut mereka, kunjungan Shinzo Abe ini mungkin membantu mendongkrak citranya sebagai negarawan global menjelang pemilihan di Jepang.

Shinzo Abe merupakan perdana menteri pertama Jepang yang berkunjung ke Iran dalam tempo 40 tahun. Ia dijadwalkan berunding dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan Presiden Hassan Rouhani.

Mengapa berkunjung ke Iran?

Secara resmi, Jepang dan Iran menandai hubungan diplomatik yang kini telah memasuki tahun ke-90.

Yang lebih penting adalah kenyataan bahwa lawatan ini dilakukan tidak lama setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan kunjungan kenegaraan ke Jepang.

Hubungan antara AS dan Iran memburuk yang dipicu oleh penarikan mundur AS dari kesepakatan nuklir Iran tahun 2015.



Ketegangan meningkat lebih lanjut ketika AS mengerahkan kapal induk ke kawasan Teluk yang memicu kekhawatiran tentang kemungkinan konfrontasi nyata.

Oleh karena itu ada secercah harapan bahwa Abe mungkin bisa menjembatani diplomasi kedua negara, mengurangi ketegangan, dan mendorong AS berunding.

Sehari sebelum bertolak ke Iran, menurut juru bicara PM Jepang, Abe berbicara lewat telepon dengan Presiden Trump dan bertukar pikiran tentang Iran.

Apakah kesepakatan nuklir itu?

Pada intinya, tahun 2015 Iran setuju untuk membatasi program nuklirnya sebagai imbalan atas pencabutan sanksi-sanksi internasional yang diterapkan terhadap negara itu.

Kesepakatan itu ditandatangani ketika AS masih diperintah oleh Presiden Barack Obama dan Trump menarik AS dari kesepakatan.

AS kemudian kembali menerapkan sejumlah sanksi secara sepihak, sementara pihak-pihak lain yang turut meneken perjanjian seperti Uni Eropa, Rusia, dan China—masih berharap kesepakatan itu dapat dilanjutkan.



Sebagai balasan atas mundurnya AS, bulan lalu Iran mengumumkan akan menghentikan sementara sebagian komitmennya.

Baru pada Selasa kemarin (11/06), Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) mengatakan Iran meningkatkan produksi uranium yang diperkaya walaupun tidak jelas kapan produksnya akan menembus batas yang ditetapkan dalam kesepakatan tahun 2015.

Mengapa Jepang berkepentingan?

Tokyo tidak pernah menjadi bagian dari perjanjian nuklir Iran, tetapi tidak berarti Jepang tidak terkena dampak.

Jepang sebelumnya membeli minyak dari Iran. AS menerapkan sanksi baru sehingga Jepang terpaksa tunduk kepada Washington dan tidak lagi mengimpor minyak Iran.

"Jepang mendukung perjanjian 2015 dan tidak senang AS mundur dan menganggap keputusan AS merupakan kesalahan besar," jelas Profesor Jeff Kingston, direktur Kajian Asia di Universitas Temple, Tokyo.

Meskipun Tokyo dapat bertahan tanpa stok minyak dari Iran, konflik apapun di Timur Tengah kemungkinan akan mendongkrak harga minyak dan tentu saja akan mempengaruhi Jepang.

Sejak akhir Perang Dunia Kedua, Jepang selalu menjalankan langkah yang disebut kebijakan luar negeri semua jurusan.



Bagi Timur Tengah, kebijakan itu artinya adalah Tokyo berusaha bebicara dengan semua negara, berkawan dengan siapa pun untuk memastikan pasok minyak mengalir.

Apakah Jepang dapat menjadi perantara antara AS dan Iran?

Para pengamat meragukan apakah Abe mempunyai pengaruh besar untuk membuat perbedaan.

"Pendapat saya adalah peluang menjembatani 'kesepakatan' antara Iran dan AS hampir nol," kata Profesor Robert Dujarric, kepala Institut Kajian Asia Kotemporer di Tokyo, kepada BBC.

Meskipun tidak seperti Barat, Jepang bebas dari beban sejarah maupun agama ketika berunding dengan Iran , "Abe akan tetap tidak dianggap sebagai perantara yang jujur oleh Teheran," jelas Profesor Jeff Kingston dari Universitas Temple.

Perantara yang baik adalah seseorang yang dianggap imparsial oleh kedua pihak, tetapi Abe dan Trump baru saja bertemu di Jepang dan mereka telah lama membanggakan hubungan baik mereka.

Apakah kunjungan Abe ke Iran akan mendongkrak citranya di dalam negeri?

Mayoritas analis berpendapat tujuan sejati dari kunjungan ini adalah agenda dalam negeri.

Mungkin saja tidak akan banyak membuahkan hasil dalam kaitannya dengan hubungan AS-Iran, "tetapi bermanfaat bagi Abe," jelas Dujarric dari Institut Kajian Asia Kotemporer di Tokyo.

"Ini menunjukkan kepada pemilih bahwa ia adalah negarawan dunia."



Dan citra tersebut penting bagi perdana menteri Jepang. Negara itu akan menggelar pemilihan anggota anggota Majelis Tinggi Juli mendatang dan muncul spekulasi Abe mungkin saja akan mengumumkan pemilihan umum yang dipercepat jika ia merasa yakin akan menang.

Abe berkuasa dengan janji untuk mengembalikan kejayaan Jepang di tengah perasaan bahwa kejayaan negara itu mungkin sudah berlalu.

Laporan disusun oleh wartawan.

(Mtc/Okz)
Editor: FJR

Sumber: Okezone

T#g:AS-IranBerkunjungblibliinternasionalKe TeheranKonflikMatatelingaPM JepangTeheranTerkini
Komentar
Senin, 22 Jul 2019 10:54Berita Sumut

Pria Lansia di Medan Hanyut Terbawa Arus Sungai saat Memancing

Seorang pria bernama Awi (59) warga Lingkungan 5 Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Labuhan hanyut di Sungai Seruwai saat tengah memancing, Minggu (21/7). Hingga, Senin (22/7) pagi, pria tua itu belum ditemukan.

Senin, 22 Jul 2019 09:15Internasional

Bintang Bollywood Ditangkap Polisi

Seorang bintang Bollywood ditangkap oleh Kepolisian Siber Mumbai atas tuduhan menyulut permusuhan antara dua kelompok agama berbeda melalui sebuah video TikTok yang menyebar di media sosial.

Senin, 22 Jul 2019 09:00Nasional

Marianus Kleden: Jokowi Ingin Persatuan Jadi Kunci Membangun Indonesia

Analis politik dari Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira), Kupang, Marianus Kleden menilai Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi)

Senin, 22 Jul 2019 08:45Nasional

Hari ini, MK Putus 260 Perkara Sengketa Pileg 2019

Mahkamah Konstitusi (MK) hari ini bakal menggelar sidang pengucapan putusan sela serta ketetapan atas 260 perkara sengketa hasil Pileg 2019

Senin, 22 Jul 2019 08:30Bola

Runtuhkan Pertahanan Juventus, Kane: Itu Salah Satu Gol Terbaik

Striker Tottenham Hotspur, Harry Kane, mengaku takjub dengan gol yang ia cetak ke gawang Juventus pada laga pramusim International Champions Cup 2019

Senin, 22 Jul 2019 08:15Nasional

Warga dibuat Kagum oleh 7 Bocah Beli Sapi Kurban

Warga Bogor, Jawa Barat dibuat kagum dengan aksi tujuh remaja sekolahan yang berhasil membeli seekor sapi untuk kurban di Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah

Senin, 22 Jul 2019 07:45Lifestyle

Jaringan Wi-Fi Anda Sering Dicuri, Yuk Lakukan Tips ini untuk Caritaunya

Ada banyak alasan mengapa koneksi Wi-Fi Anda mungkin lebih lambat dari biasanya. Sebagian besar karena kesalahan jaringan, tetapi bisa jadi seseorang menggunakannya tanpa izin Anda.

Senin, 22 Jul 2019 07:32Lifestyle

Kenapa Ayu Ting Ting Sekarang Membuka "Pintu Hatinya" .....?

Sang mantan suami, Henry Baskoro Hendarso alias Enji Ayu Ting Ting kini membuka pintu hatinya. Kini, dia membuka peluang untuk mantan suaminya itu bertemu dengan putri mereka, Bilqis Khumairah Razak.

Senin, 22 Jul 2019 07:30Ekonomi

IHSG Diprediksi Menguat Kisaran 6.500

Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) berpotensi menguat. IHSG akan berada

Senin, 22 Jul 2019 07:15Nasional

Ekonomi Tanah Air Ditangan Generasi Milenial

Generasi Milenial memegang peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi tanah air

Senin, 22 Jul 2019 07:00Aceh

Promosikan Batik Aceh, Plt Gubernur Mengajak Semua Instansi Terkait

Seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh, Instansi vertikal dan lembaga BUMN dan BUMD di provinsi Aceh, diajak Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah untuk ikut mempromosikan batik Aceh.

Senin, 22 Jul 2019 06:45Nasional

Korban di Beri Minuman Keras Sampai Mabuk, Tersangka "Gerayangi" dengan Puas

Kasus pencabulan perempuan 21 tahun yang diduga dilakukan pria berinisial K ,28, di lantai 2 sebuah masjid di Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mulai terungkap dengan fakt baru. Ternyata korban merupakan pacar kakak kandungnya tersangka

Senin, 22 Jul 2019 06:30Bola

Bola Panas Transfer Gelandang Manchester United, Paul Pogba

Juventus sebelumnya pernah merasakan jasa Pogba selama empat musim dari 2012-2016. Pogba mampu menghadirkan delapan trofi ke Allianz Stadium dalam balutan seragam Bianconeri - julukan Juventus. Menilik pada fakta itu maka pulang ke Turin bukanlah hal aneh

Senin, 22 Jul 2019 06:15Nasional

Sedang Mencari Tug Boat Mega 09 Hilang, Basarnas Menerima Laporan Karamnya KML Arta Jaya

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pontianak menerima laporan mengenai karamnya Kapal Layar Motor (KLM) Arta Jaya yang membawa 25 orang penumpang di sekitar perairan Tanjung Sambar, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Senin, 22 Jul 2019 06:00Bola

Griezmann Tak Menyangkal Barcelona Dihuni Para Pemain Bintang

Griezmann tak menyangkal jika Barcelona dihuni para pemain bintang dengan kemampuan yang luar biasa. Ia bergabung dengan tim yang kaya bakat menyerang dan memiliki kemungkinan untuk bisa berbaris bersama Lionel Messi, Luis Suare, Ousmane Dembele, dan Phil

Minggu, 21 Jul 2019 23:59Nasional

Gunung Panderman Terbakar, Tim BPBD Lakukan Pencarian Pendaki

Hutan di Gunung Panderman, Kota Batu, Jawa Timur terbakar, Minggu (21/7/2019) malam