AS Minta Saudi Tunjukkan Lokasi Sisa Jasad Jamal Khashoggi

Fidel W Minggu, 04 November 2018 16:13 WIB
AS Minta Saudi Tunjukkan Lokasi Sisa Jasad Jamal Khashoggi / PHOTO: IST
MATATELINGA, Jakarta: Deputi juru bicara Departemen Luar Negeri Robert Palladino mengatakan Amerika Serikat menginginkan agar Arab Saudi menunjukkan lokasi sisa-sisa jasad kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi dan mengembalikannya ke keluarga yang bersangkutan untuk dimakamkan sesegera mungkin.

Pihak berwenang Turki mengatakan wartawan Saudi berusia 59 tahun itu dibunuh dengan cekikan segera setelah memasuki konsulat Saudi di Istanbul, sebelum tubuhnya "dimutilasi."

Para sahabat dan keluarga wartawan Saudi, Jamal Khashoggi, yang selama ini tinggal di Amerika dan yang belum lama ini dibunuh di Istanbul, Turki, menyampaikan permohonan mendesak agar jasad Khashoggi diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara layak.

Fatih Oke dari Asosiasi Media Turki-Arab menyatakan, "Prioritas kami sekarang, sama dengan keluarga Khashoggi, untuk menerima setidaknya bagian dari tubuh Jamal Khashoggi dan mengikuti wasiatnya untuk dimakamkan di Madinah, Madinah Munawara, di Makam Jannatul Baqi."

"Kami ingin agar ini menjadi kenyataan. Kami mendesak seluruh dunia untuk memberikan tekanan yang diperlukan, tekanan internasional, pada pemerintah Saudi untuk menemukan jenazahnya, untuk dapat menguburnya, bahkan sebelum menemukan orang-orang yang bertanggung jawab, dan sebelum masalah ini ditutup-tutupi," katanya.

Kamis 1 November lalu waktu setempat, Departemen Luar Negeri Amerika ikut menyampaikan seruan agar Arab Saudi menemukan dan mengembalikan jasad Jamal Khashoggi.

Sementara itu, dalam jumpa pers, Rabu 31 Oktober, Presiden Donald Trump ditanya apakah dia merasa penguasa Saudi telah mengkhianatinya dengan membunuh Khashoggi.

Presiden Trump memberikan jawabannya, "Tidak mengkhianati saya, tidak. Saya hanya berharap semua berjalan lancar. Kami punya banyak fakta. Kami punya banyak bukti yang kami kumpulkan. Mereka tidak mengkhianati saya, tidak. Mungkin mereka mengkhianati diri mereka sendiri."

Sebagian analis mengatakan bahwa pembunuhan Jamal Khashoggi oleh Arab Saudi, dan penyangkalan awal mereka, yang kemudian diikuti dengan pengalihan penjelasan tentang apa yang terjadi pada Khashogi telah menempatkan Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman, kini dalam posisi yang lemah.

Berbagai kalangan mengatakan bahwa Amerika kini memiliki pengaruh lebih besar atas Arab Saudi, termasuk bisa menekan kerajaan itu agar mengakhiri konflik mematikan di Yaman, yang setengah penduduknya, yakni 14 juta orang, kini berada dalam risiko kelaparan.

Hilal Khashan dari Universitas Amerika di Beirut menyatakan pendapatnya, "Tidak ada keraguan dalam pikiran saya bahwa pembunuhan Jamal Khashoggi ini telah menimbulkan tekanan kuat pada Saudi agar mengakomodasi gencatan senjata di Yaman dan juga membuat konsesi di tempat-tempat lain."

Pada Selasa 30 Oktober, Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo menandai perubahan besar dalam kebijakan Amerika Serikat dengan mengatakan bahwa kini telah tiba waktunya untuk menghentikan permusuhan di Yaman.
Editor: Fidel W

Sumber: okz

T#g:Jamal Khashoggi
Komentar
Rabu, 24 Apr 2019 21:46Berita Sumut

Sidang Perkara Ujaran Kebencian Dengan Terdakwa PH Diundurkan

Sidang perkara ujaran kebencian terhadap alm. H.Taufan Gama Simatupang selaku Bupati Asahan yang dilakukan oleh terdakwa Putra Hutasuhut warga Kisaran yang diunggah pada akun media sosial face book pada Minggu 11 Pebruari 2018 lalu dan kini telah memasuk

Rabu, 24 Apr 2019 21:30Nasional

Jokowi dan Prabowo Direncakan Bertemu, Ketum PAN: Bagus Kalau Bisa

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) menyambut baik rencana pertemuan Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto

Rabu, 24 Apr 2019 21:15Internasional

Lima Tahun Setelah Kematiannya, Jasad Wanita 83 Tahun Ditemukan Sudah Jadi Mumi

Jasad seorang wanita berusia 83 tahun ditemukan telah menjadi mumi oleh keluarganya, lima tahun setelah kematian wanita itu.

Rabu, 24 Apr 2019 21:00Nasional

Bongkar Muat Logistik di Nduga Papua, 2 Prajurit TNI Gugur Ditembak

Dua anggota TNI mengalami luka tembak usai diserang pasukan Organisasi Papua Merdeka (OPM)

Rabu, 24 Apr 2019 20:45Internasional

Gegara Ponsel Terinjak, Anak Tega Bacok Bapak hingga Tewas

eorang pria di Kamboja membacok bapaknya hingga tewas gegara persoalan ponselnya yang terinjak.

Rabu, 24 Apr 2019 20:35Opini

Melawan Upaya Delegitimasi Pemilu 2019

Sejak ditetapkan sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden RI, Jokowi selalu menghimbau kepada seluruh relawan, simpatisan, partai pengusung, partai pendukung, bahkan seluruh rakyat Indonesia agar mengikuti Pemilu 2019 dengan kegembiraan. Kita be

Rabu, 24 Apr 2019 20:30Bola

Tak Layak Bela Klub Raksasa Inggris, Berikut 5 Pemainnya

Liga Inggris menjadi salah satu kompetisi sepakbola paling kompetitif saat ini. Tak heran jika pada akhirnya banyak

Rabu, 24 Apr 2019 20:15Lifestyle

Gemes Liat Mimik Wajah Bayi yang Selalu Berubah-Ubah, Yuk Kenali Artinya

Menyuapi makan anak yang masih balita memang bukan perkara mudah. Tidak semua anak bisa dengan gampang untuk disuapi makan

Rabu, 24 Apr 2019 20:00Lifestyle

Usai Gagal Operasi, Keluarga Jessica Iskandar Tak Terima Pembelaan Dokter

Erick Iskandar, kakak kandung aktris Jessica Iskandar, mengungkapkan kekecewaannya terhadap prosedur medis

Rabu, 24 Apr 2019 19:45Internasional

Ketua Ormas Penodong Migran Diduga Berlatih untuk Membunuh Obama dan Clinton

Terduga ketua organisasi masyarakat yang menodong ratusan migran di perbatasan Amerika Serikat-Meksiko

Rabu, 24 Apr 2019 19:30Nasional

Jokowi-Ma'ruf 55,8% dan Prabowo-Sandi 44,2% di Real Count KPU 30 Persen

Komisi Pemilihan Umum atau KPU terus mengupdate pengitungan suara Pilpres 2019. Hingga pukul 18.45 WIB

Rabu, 24 Apr 2019 19:15Nasional

Kian Terus Bertambah, Kini Petugas KPPS Meninggal Jadi 144 Orang, 883 Jatuh Sakit

Jumlah Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia dan jatuh sakit terus bertambah hingga sore ini

Rabu, 24 Apr 2019 19:00Berita Sumut

Disenyalir Puluhan ASN di Dapil Sumut 2 "Disawer" Menangkan Caleg Tertentu

Disenyalir ada dugaan kecurangan pada Pemilu serentak 2019 yang berlangsung belum lama ini. Hal tersebut dikatakan oleh Ketua DPRD Medan, Henry Jhon. Ia menyebut ada mobilisasi ASN (aparatur sipil negara) untuk memenangkan calon tertentu.

Rabu, 24 Apr 2019 18:45Berita Sumut

Patroli KN 332 Lihat Mayat Laki laki Terapung di Laut

Kapal patroli KN 332 saat berpatroli di perairan Belawan tepatnya didepan gudang 214 Ujung Baru Pelabuhan Belawan menemukan mayat terapung di laut Rabu siang (24/4/2019).

Rabu, 24 Apr 2019 18:30Berita Sumut

H.T Bahrumsyah: Minta Pemko Medan Bagikan Kartu BPJS ke Masyarakat

Pemerintah Kota (Pemko) dimihta Komisi II DPRD Medan tidak membuat gaduh di masyarakat, dan melanggar hukum. Karenanya DPRD mendesak Pemko segera membagikan 12.000 kartu BPJS Kesehatan yang sudah dicetak kepada masyarakat.

Rabu, 24 Apr 2019 18:15Berita Sumut

Bakamla Ajak Poksimar Natuna Jaga Keamanan dan Keselamatan Laut

Kasubdit Kerja sama Dalam Negeri Eli Susiyanti, S.H., M.H,. M.M. mengajak masyarakat nelayan Desa Cemaga untuk menjaga keamanan dan keselamatan laut dari semua potensi ancaman terhadap kekerasan di laut, pelanggaran navigasi, pelanggaran hukum dan ancaman