Adakan Workshop Membatik, KBRI London Dibanjiri Puluhan Peserta

Fidel W Senin, 23 April 2018 16:22 WIB
Indonesia membatik photo by indonesianemmbassy.org.uk
MATATELINGA, London: Warga Inggris antusias mempelajari batik Indonesia. Pertanyaan-pertanyaan dilontarkan dan kekaguman tampak setelah mengetahui bahwa bahan-bahan yang digunakan semuanya alami tanpa bahan kimia.

Selama dua hari di London, bertempat di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), lebih dari 50 warga Inggris mendaftar untuk ikut dalam workshop batik yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Nusawastra Silang Budaya: Indonesian Textiles at the Crossroad of Culture pada 20-21 April 2018.

"Semuanya bahan alami?" tanya seorang peserta workshop batik saat Siti Maimona dan Adita Ningsih memulai penjelasan tentang proses membatik lewat rilis yang dikirim KBRI London kepada CNNIndonesia.com, Minggu (22/4).

Menurut peserta yang tinggal di London ini, baru kali ini ia diperkenalkan dengan bahan-bahan alami khas Indonesia yang menjadi sumber pewarnaan batik Madura.

"Saya pernah mewarnai tekstil, tapi semuanya menggunakan bahan kimia," ujarnya sambil tekun mendengarkan penjelasan proses membatik lebih lanjut.

Siti Maimona dan Adita Ningsih atau yang akrab disapai Mai dan Dita merupakan pengrajin batik asal Madura. Mereka memperkenalkan bahan-bahan alami seperti jelaweh, manggis, munduh kulit mengkudu, secang, dan tunjung untuk menciptakan warna merah, biru, kuning, dan indigo.

Sedangkan bahan alami lainnya seperti gula aren, tawas, dan kapur digunakan untuk mengikat warna, melekatkan warna, serta membuat warna tampak lebih pekat.

Biasanya, kain putih yang digunakan untuk membatik harus dicelup dulu ke dalam cairan campuran minyak camplong dan abu tomang (abu sisa kayu bakar).

Proses ini berfungsi untuk melembutkan dan mengharumkan kain sehingga memudahkan proses membatik, terutama pada saat pengikatan warna. "Tapi saya sudah siapkan kok kainnya, bahkan gambarnya juga," tukas Mai yang diikuti dengan senyum simpul para peserta.

Batik Madura khususnya dibuat melalui proses yang cukup panjang. Tidak heran jika harga batik tidaklah murah.

"Saya jadi tahu kalau untuk menghasilkan satu kain batik multi warna perlu waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun," komentar salah satu peserta yang mendapat penjelasan tentang batik gentongan asal Madura dari Mai.

"Bahkan, saya tidak pernah berani jamin dapat menghasilkan lebih dari satu kain dengan warna dan motif yang persis sama," jelas Mai.

Peserta sepakat bahwa batik merupakan sebuah karya seni. Seperti pelukis yang menggunakan cat dan kanvas, pebatik menggunakan malam dan kain sebagai medianya.

"Ada ikatan emosional yang pasti tercipta setiap kali membatik," tambah Quoriena Ginting yang merupakan kolektor wastra Indonesia dan penulis buku Nusawastra Silang Budaya.

"Harus senang, harus berpikiran bersih dan jernih, karena nanti terlihat hasilnya di kain kalau secara emosi tidak pas," tambahnya.

"Meski prosesnya cukup rumit, apalagi hampir semua peserta baru pertama kali mengenal teknik batik, tapi banyak yang langsung luwes juga," puji Dita. (nat)
Editor: Fidel W

Sumber: cnn

T#g:batikinggriskbrilondonseni batikworkshop
Komentar
Rabu, 24 Okt 2018 00:19Berita Sumut

Puncak Peringatan Hari Koperasi ke 71

Pemerintah Kabupaten Karo laksanakan puncak peringatan Hari Koperasi ke 71 Kabupaten Karo Tahun 2018 , yang dilaksanakan di Sibayak Hotel Berastagi, Selasa (23/8/2018). Pucak peringatan hari koperasi ke 71 ini mengambil tema Penguatan Koperasi mendorong

Selasa, 23 Okt 2018 23:56Berita Sumut

Doorr!! Perampok Sadis Dua Gadis Ditembak

Peluru personel Tim Pagasus Polsek Patumbak menembus betis kaki satu dari tiga pelaku perampokan dua wanita di Jalan Sisingamangaraja Medan

Selasa, 23 Okt 2018 23:33Bola

Kenapa Keita Akui Terbebani Gunakan Nomor Gerrard

MATATELINGA, Liverpool: Sebagaimana diketahui, Keita resmi menjadi bagian dalam skuad Liverpool pada bursa transfer musim panas 2018. Manajemen The Reds - julukan Liverpool - berhasil mendaratkan Keita dari RB Leipzig dengan mahar mencapai 60 juta euro a

Selasa, 23 Okt 2018 23:03Berita Sumut

Berbaur, Kapoldasu Santap Makan Malam dan Hibur Seribuan Supir Angkot

Tidak sekedar tatap muka, silaturahmi seribuan supir angkot dengan Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto juga diselingi dengan makan malam bersama.

Selasa, 23 Okt 2018 22:40Berita Sumut

Langsung Tatap Muka, Para Supir Angkot Ini Tak Sungkan Rangkul Kapoldasu

Selamat datang pahlawan transportasi, selamat datang di rumah rakyat. Inilah ungkapan Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto SH menyambut kedatangan sopir angkot, taxsi dan nahkoda Kapal se Sumatera Utara di Mapolda Sumut, Selasa (23/10/2018).

Selasa, 23 Okt 2018 20:19Berita Sumut

Buntut Pembakaran Bendera Tauhid, GNPF Sumut Dukung Pembubaran Banser

Lantaran anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser), salah satu organisasi sayap Nahdlatul Ulama, membakar bendera warna hitam yang berlafadz tauhid bertepatan di Hari Santri di Garut pada Minggu (21/10), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Sumate

Selasa, 23 Okt 2018 18:30Berita Sumut

Oknum Polisi Penista Agama Diserahkan Ke Kejari Asahan

Kejaksaan Negeri (Kejari) Asahan menerima pelimpahan tahap dua berupa tersangka dan barang bukti kasus dugaan penghinaan terhadap Nabi Muhammad melalui akun media sosial (medsos) Facebook dengan tersangka Aipda Saperio Sahputra Perangin-angin Pinem (4

Selasa, 23 Okt 2018 18:10Nasional

TNI Bersihkan Area Likuifaksi di Balaroa

Kegiatan clearing lokasi di Balaroa bertujuan untuk menghilangkan rasa trauma masyarakat, karena kalau kita biarkan rumah-rumah masih hancur, masyarakat yang datang untuk melihat akan merasa trauma berkepanjangan.

Selasa, 23 Okt 2018 17:55Berita Sumut

Walikota Medan Diharapkan Dukung Pedagang Pasar Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Deputi Direktur Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagut Umardin Lubis, minta dukungan penuh Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi agar seluruh tenaga kerja baik formal maupun informal yang ada di Kota Medan pes

Selasa, 23 Okt 2018 17:30Berita Sumut

Ijeck Minta Target 10.500 Hektar Peremajaan Perkebunan Sawit Rakyat Terwujud

Target peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat di Sumatera Utara (Sumut) tahun 2018 seluas 10.500 hektar diharapkan segera terealisasi. Untuk itu, Pemerintah Daerah (Pemda) dan stakeholder terkait diminta bersinergi dan berkolaborasi melakukan upaya per

Selasa, 23 Okt 2018 17:07Berita Sumut

Poldasu Secepatnya Limpahkan Sukran Tanjung ke Jaksa

Kasus Sukron J Tanjung yang ditangani oleh Penyidik Subdit II/Harda-Tahbang Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut secepatnya dilimpahkan ke Kejaksaan. Sebab, berkas mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) itu telah dinyatakan lengkap (P-21).

Selasa, 23 Okt 2018 17:00Berita Sumut

Kendalikan Peredaran Narkoba, Napi Lapas Tanjung Gusta Dihukum Mati

Egah Halim, narapidan Lapas Tanjung Gusta Medan diganjar pidana mati dari majelis hakim PN Medan. Ia terbukti mengendalikan narkotika jenis pil ekstasi dari dalam Lapas Klas IA Tanjung Gusta Medan.

Selasa, 23 Okt 2018 16:59Nasional

TNI Gelar Lomba Menggambar Bagi Anak-Anak Pengungsi Sulteng

Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Raider 700/Wira Yudha Cakti (WYC) Kodam XIV/Hasanuddin dipimpin Lettu Inf Sahang dan Batalyon Infanteri Para Raider 432/Waspada Setia Jaya (Yonif Para Raider 432/WSJ) Divisi 3/Kostrad dipimpin Kapten Inf Nur Cahyo, men

Selasa, 23 Okt 2018 16:54Nasional

TNI Bantu Bangun Rumah Warga di Desa Senayan Sumbawa Barat

Pasca bencana gempa berkekuatan 7.0 skala richter pada 5 Agustus 2018 lalu, tidak hanya menghancurkan bangunan maupun infrastruktur yang berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat, namun juga sebagian wilayah Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat ikut terkena da

Selasa, 23 Okt 2018 16:44Berita Sumut

PNS TNI Wilayah Medan Ikut Ujian Dinas dan Penyesuaian Kenaikan Pangkat

Sebanyak 56 orang PNS TNI Wilayah Medan mengikuti seleksi Ujian Dinas Tk I dan Penyesuaian Kenaikan Pangkat Tingkat Sarjana di Aula Transito Ajendam Jalan Abdul Manaf Lubis, Gaperta Medan

Selasa, 23 Okt 2018 16:36Berita Sumut

Istri Seharusnya Disayangi, Oknum PNS Dinas Kehutanan Sumut Malah Menganiaya

Unit Reskrim Polsek Patumbak melakukan penangkapan terhadap Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Kehutanan Sumut, berinisial ND ,54, warga Jalan Bajak V Kelurahan Harjosari II, Medan Amplas.