Belgia Lakukan Euthanasia Pada Anak 9 Tahun

Fidel W Jumat, 10 Agustus 2018 10:46 WIB
Belgia Lakukan Euthanasia Pada Anak 9 Tahun / photo: ist
MATATELINGA, Belgia: Seorang anak Belgia berusia 9 tahun penderita tumor otak bakal menjadi pasien termuda yang mengakhiri hidupnya melalui program euthanasia.

Dua anak berusia 11 tahun dan 17 tahun telah menjalankan euthanasia pada 2016 dan 2017, menurut laporan dari Komite Euthanasia Belgia.

Untuk mengajukan euthanasia, seorang anak harus menuliskan permohonan dan menjelaskan kasusnya dengan tulisan tangan.

"Saya melihat gangguan mental dan fisik yang tak tertahankan sehingga saya percaya kami melakukan hal yang benar," kata Luc Proot, seorang anggota Komisi Belgia kepada The Washington Post.

Setelah aplikasi permohonan tertulis diserahkan, dokter memverifikasi permohonan tersebut dan hanya bisa mengizinkan permintaan praktik ini jika pasien berada pada kondisi 'sakit konstan yang tidak bisa diobati, karenanya akan meninggal dalam waktu dekat."

Kemudian, sang anak yang mengajukan permohonan euthanasia harus menjalani beberapa ujian yang melihat tingkat kecerdasan untuk memastikan bahwa keputusan mereka tidak dipengaruhi pihak-pihak lain.

Setelah prosedur euthanasia, panitia yang terdiri atas enam akan mengevaluasi dan meneliti berkas-berkas dari kasus tersebut, dimana nama pasien dan doktor tidak tercantum dalam dokumen, untuk memastikan proses telah dilaksanakan dengan benar.

Euthanasia pada seorang anak sebelumnya, yang berusia 11 tahun dikabulkan karena dia menderita fibrosis sistik, yaitu penyakit yang tidak bisa disembuhkan dan dapat berakibat fatal. Dalam beberapa kasus, sebagian besar pasien hidup sampai umur 30 tahun.

Anak tersebut berjuang melawani distrofi otot, yang menyebabkan hilangnya berat otot secara progresif dan kehilangan kekuatan.

Perkembangan penyakit ditandai dengan kesulitan bernafas dan pola makan yang rendah. Namun, obat untuk dapat menyembuhkan distrofi otot belum ditemukan.

Tiga kasus euthanasia anak di Belgia berlaku sejak negeri itu mengesahkan yang mengizinkan dokter mengakhiri hidup pasien berusia di bawah 12 tahun yang sakit parah, jika mereka memintanya, pada 2014.

Belgia adalah negara pertama yang mengizinkan euthanasia bagi anak-anak. Di Belanda, hanya memperbolehkan pasien yang berumur di atas 12 tahun yang boleh mengajukan permohonan suntik mati itu.

Pada November tahun lalu, Victoria menjadi wilayah pertama Australia yang melegalkan kematian dengan bantuan bagi para pasien yang menderita sakit parah. Mulai pertengahan 2019, pasien berhak meminta obat demi mengakhiri hidup.

Awal tahun ini, seorang dokter asal Australia, David Goodall memutuskan untuk pergi ke Swiss dengan tujuan untuk mengakhiri hidupnya secara legal.
Editor: Fidel W

Sumber: cnn

T#g:anak di suntik matibelgiaeuthanasiapasien euthanasia termudasuntik mati
Komentar
Senin, 22 Okt 2018 20:25Berita Sumut

Camat Kota Kisaran Timur Apresiasi Kinerja Polsek Kota

Camat kota Kisaran Timur Irwandi mengapresiasi kinerja kapolsek Kota Kisaran Iptu.Rianto,SH.MAP yang telah dapat memberikan pengayoman serta dapat mengeleminir gejolak yang dapat menimbulkan gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polsek Kisaran kota, hal ter

Senin, 22 Okt 2018 18:36Berita Sumut

Gubsu Serahkan Tali Asih dan Penghargaan Kafilah MTQN XXVII, Harapkan Sumut Kembali Bangkit

Ukiran sejarah ditorehkan para kafilah Sumatera Utara (Sumut) pada perhelatan Musabaqoh Tilawatil Quran tingkat Nasional (MTQN) XXVII 2018 dengan menempati peringkat tiga peraih medali terbanyak dari 34 provinsi. Capaian ini pun diharapkan mampu membangk

Senin, 22 Okt 2018 18:12Berita Sumut

Dua Babinsa Grebek Lokasi Pesta Narkoba di Medan, 23 Paket Sabu Diamankan

Dua Babinsa jajaran Kodim 0201/BS Medan berhasil mengamankan 23 paket sabu, dan satu butir ineks dari lokasi pesta narkoba di Jln Bajak I, Lingkungan 1, Kel. Harjosari 2, Kec. Medan Amplas, Kota Medan, Minggu malam (21/10/2018) pukul 20.55 Wib.

Senin, 22 Okt 2018 17:45Berita Sumut

Duh, Hanya Karena Persoalan Ini Sekeluarga di Tanjung Morawa Dibunuh

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto akhirnya memaparkan motif pembunuhan sekeluarga di Tanjung Morawa yang dilakukan tiga orang tersangka. Ternyata motifnya hanya karena persoalan sepele.

Senin, 22 Okt 2018 17:15Berita Sumut

Gubernur Ajak Anggota DPD RI Bersama-sama Membangun Sumut

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengajak seluruh anggota DPD RI asal Sumut untuk bersama-sama membangun daerah ini. Karena masih banyak persoalan yang ada di Sumut yang belum terselesaikan. Padahal, banyak sumber daya alam, namun belum diman

Senin, 22 Okt 2018 17:00Berita Sumut

Pemprov Sumut-LIPIA Bicarakan Pengembangan Pendidikan Bahasa Arab di Sekolah

Pemerintah provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menyambut baik kedatangan Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA). Salah satunya untuk membicarakan pengembangan pendidikan Bahasa Arab di sekolah-sekolah, khususnya tingkat SMP dan SMA/SMK.

Senin, 22 Okt 2018 16:30Berita Sumut

Kapolda Sumut Buka Workshop Divisi Humas Mabes Polri di Medan

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto membuka workshop Penguatan Tim Media Sosial dan Media Online Wilayah Polda sumut di Emerald Garden jalan K.L Yos Sudarso, Senin (22/10).

Senin, 22 Okt 2018 16:00Berita Sumut

Selama 3 Pekan, 65 TSK Diamankan Sat Reskrim Polres Labuhanbatu

Selama 3 pekan pihak Sat Reskrim Polres Labuhanbatu dibawah kepemimpinan AKP Teuku Fatir SH Sik ,mengungkap 56 kasus kejahatan yakni curas, curat dan curanmor dengan 65 orang tersangka.

Senin, 22 Okt 2018 15:48Berita Sumut

Grebek Gudang Pengoplos Gas Subsidi di Jalan Kompos, Polrestabes Medan Sita Puluhan Tabung Gas

Satreskrim Polrestabes Medan menggrebek gudang pengoplos gas di Jalan Kompos Gang Pribadi, Rabu (17/10). Dalam penggrebekan ini, polisi mengamankan dua orang pelaku dan menyita berbagai jenis tabung gas.

Senin, 22 Okt 2018 15:20Berita Sumut

Pejabat Pembuat Komiten Proyek Pengadaan Seragam SD Disdik Labusel Divonis Bebas

Satu dari dua terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan seragam SD Tahun Anggaran (TA) 2016 di Dinas Pendidikan (Disdik) Labuhan Batu Selatan (Labusel) divonis bebas.

Senin, 22 Okt 2018 15:02Berita Sumut

Eksepsi Kompol Fahrizal Ditolak Hakim, Sidang Tetap Dilanjutkan

Eksepsi (keberatan) atas dakwaan yang diajukan tim kuasa hukum Kompol Fahrizal akhirnya kandas. Majelis hakim yang diketuai Deson Togatorop menolak seluruh eksepsi mantan Wakapolres Lombok Tengah itu.

Senin, 22 Okt 2018 14:45Berita Sumut

Polsek Kutalimbaru Gelar Program Minggu Berkat

Kepolisian Sektor (Polsek) Kutalimbaru Polrestabes Medan kembali menggelar program unggulan bertajuk Minggu Berkat.

Senin, 22 Okt 2018 13:20Ekonomi

Harga Pakan Tinggi, Peternak Naikkan Harga Telur

Pelemahan mata uang rupiah belakangan ini mulai menekan pendapatan para peternak, khususnya para peternak ayam. Saat ini harga telur ayam di kisaran Rp 21 ribu per kg.

Senin, 22 Okt 2018 13:00Nasional

TNI Bantu Pasang Saluran Pipa Air Bersih dari Gunung Rinjani Sepanjang 6 Km

Pasca bencana gempa bumi yang mengguncang Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu yang lalu, telah mengakibatkan kerusakan dan kerugian berbagai sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh masyarakat. Salah satunya yaitu layanan air bersih de

Senin, 22 Okt 2018 12:58Ekonomi

Komisaris CIMB Niaga Resmi Undur Diri

PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) mengumumkan telah menerima surat dari CIMB Group Sdn Bhd selaku pemegang saham pengendali CIMB Niaga mengenai pengunduran diri Dato' Sri Nazir Razak dari jabatannya selaku Presiden Komisaris CIMB Niaga. Pengunduran

Senin, 22 Okt 2018 12:56Ekonomi

IHSG Keok pada Perdagangan Sesi I, Nangkring di Level 5836

MATATELINGA, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan sesi I. Tercatat, IHSG ditutup turun 1,49 poin atau 0,18% ke 5836,24.Menutup perdagangan sesi I, Senin (22/10/2018),