• Home
  • Internasional
  • Buntut Kebijakan Trump, Anak Imigran Menangis Karena Dipisahkan dari Orangtua

Buntut Kebijakan Trump, Anak Imigran Menangis Karena Dipisahkan dari Orangtua

Fidel W Rabu, 20 Juni 2018 10:50 WIB
anak anak imigran di AS dpisahkan dari orangtua mereka / photo: ist
MATATELINGA, AS:  Rekaman suara tangisan putus asa dari 10 anak-anak Amerika Tengah, terpisah dari orang tua mereka beredar luas, viral di media sosial, Senin (18/6). Rekaman tersebut diduga berasal dari dalam otoritas imigrasi di perbatasan Amerika Serikat. Ratapan anak-anak yang menyayat hati itu beredar di tengah kecaman terhadap kebijakan imigrasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dikecam istrinya sendiri, Ibu Negara Melania.

Banyak dari mereka menangis tersedu-sedu. Tangisannya sangat keras hingga kehabisan nafas. Mereka memanggil-manggil kedua orang tuanya,  "Mami!" dan "Papa!" berulang-ulang, seolah-olah itu satu-satunya kata yang mereka ketahui.

Di tengah ratap tangis tersebut, tiba-tiba terdengar suara dari petugas Patroli Perbatasan pun tiba-tiba muncul dari tangisan tersebut. "Yah, kita sudah mempunyai orkestra disini," kata petugas itu. Lalu terdengar dia pun berkata,."Kita hanya tinggal butuh seorang dirijen."

Kemudian terdengar seorang bocah perempuan asal Salvador berusia 6 tahun, yang putus asa tetapi bertekad meminta seseorang untuk menelpon bibinya. 'Hanya satu telepon' terdengar dia memohon-mohon kepada siapa saja yang mau mendengarkan.  Dia hafal nomor telpon bibinya. dan pada suatu titik, dia terdengar berbicara kepada perwakilan konsuler. "Ibuku mengatakan bahwa aku akan pergi dengan bibiku." Lalu dia  merengek, "dia akan datang menjemputku secepat mungkin."

Rekaman audio tersebut pertama kali disebarkan oleh ProPublica, sebuah situs investigasi nirlaba Amerika Serikat. Pada akhir rekaman audio, petugas konsuler akhirnya menyerah dan menelepon sang bibi.

Sang bibi, yang dihubungi ProPublica mengaku sangat sedih. "Itu saat tersulit dalam kehidupan saya," kata dia. "Bayangkan, ditelepon seorang kemenakan berusia enam tahun. Dia menangis dan memohon agar saya membawanya. Dia berkata, 'Saya janji jadi anak yang baik, tapi tolong keluarkan saya dari sini. Saya sendirian."

Sang bibi mengaku telepon itu membuatnya lebih sedih lagi, karena dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dia sendiri dan putrinya sedang berusaha mencari tempat perlindungan di Amerika Serikat setelah berimigrasi ke sana dua tahun lalu. Alasan yang sama dan rute yang sama dengan kemenakan dan saudarinya.

Mereka berasal dari sebuah kota kecil bernama Armenia. Sekitar satu jam berkendara ke arah barat laut Ibu Kota Salvador. Dia menyatakan geng-geng penjahat berkeliaran di El Salvador. "Mereka di bus, di bank, di sekolah, bahkan di kantor polisi. Tak ada tempat bagi orang normal merasa aman," kata sang bibi.

Rekaman tersebut disebarkan secara online. Orang yang membuat rekaman tersebut meminta identitasnya tidak diungkapkan karena takut ditangkap, menurut ProPublica.

Lebih dari 2.300 anak-anak telah dipisahkan dari orang tua mereka sejak April, saat pemerintahan Trump meluncurkan kebijakan imigrasi "tanpa toleransi". Kebijakan itu mendeportasi siapa saja yang  memasuki Amerika Serikat secara ilegal dan mengambil anak-anak yang bersama dengan mereka.

Lebih dari 100 anak-anak itu berusia di bawah 4 tahun. Anak-anak pada awalnya ditahan di gudang, tenda, atau toko yang besar yang telah diubah menjadi fasilitas penahanan Patroli Perbatasan.

Ketika ditanya tentang rekaman selama briefing pers, Departemen Keamanan Dalam Negeri Kirstjen Nielsen  menjawab dengan fokus memfokuskan kondisi dan standar perawatan di fasilitas tersebut.

"Saya akan merujuk Anda kepada perawatan yang diberikan tidak hanya oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri tetapi juga oleh Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan, ketika mereka sampai di HHS," kata Nielsen.

Menurut jajak pendapat, dua pertiga warga Amerika tidak menyetujui praktik pemerintahan Trump yang mengambil anak-anak imigran tanpa dokumen dari keluarga mereka,  dan menempatkan mereka di fasilitas pemerintah di perbatasan AS. Hanya 28 persen yang mendukung hal itu.
Editor: Fidel W

Sumber: cnn

T#g:Rekaman suara tangisananak anak amerika tengahtangisan anak imigranviral
Komentar
Selasa, 19 Mar 2019 12:57Berita Sumut

Elakan Longsoran, Mobil Siregar Terjun ke Danau Toba

Mobil Suzuki Escudo yang dikemudikan Bukti Siregar (70) terjun ke Perairan Danau Toba, Senin (18/3) malam. Hingga siang ini, tim SAR Gabungan masih berupaya mencari korban.

Selasa, 19 Mar 2019 12:10Berita Sumut

Jasad Bayi Perempuan Dalam Kantong Plastik Hebohkan Petugas Kebersihan Polonia

Sesosok jasad bayi berjenis kelamin perempuan menghebohkan para petugas kebersihan yang bekerja di kawasan Jalan Padang Golf, Kelurahan Sari Rejo, Medan Polonia, Selasa (19/3). Jasad bayi itu ditemukan terbungkus dalam plastik hitam diantar tumpukan sampa

Selasa, 19 Mar 2019 11:55Berita Sumut

BNN Ringkus IRT Kurir 9 Kg Sabu

Badan Narkotika Nasional (BNN) RI meringkus 6 orang komplotan pengedar sabu jaringan Malaysia-Indonesia di Jalan Sudirman Kota Dumai Kelurahan Teluk Binjai, Kecamatan Dumai Timur, Minggu (17/3). Salah seorang yang berhasil ditangkap yaitu Syam yang merupa

Selasa, 19 Mar 2019 11:35Berita Sumut

Gerebek Transaksi Narkoba di Percut Seituan, Polsek Medan Baru Tembak Dua Pengedar Ganja

Dua orang pengedar narkoba jenis ganja dilumpuhkan tim Pegasus Polsek Medan Baru di kawasan Jalan Selamat Ketaren Ujung, Desa Medan Estate Kecamatan Percut Sei Tuan, Selasa (19/3/2019). Dari kedua tersangka, polisi menyita 15 kg ganja.

Selasa, 19 Mar 2019 08:30Berita Sumut

Ustadz Abdul Somad : Terimakasih Polisi dan Semua Pihak Yang Sudah Membantu

Sebelum jenazah almarhumah Rohana Binti Nuruddin, ibunda dari Ustadz Abdul Somad di salatkan, ahlil bait keluarga yang diwakili oleh Ustad Somad mengucapkan terimakasih kepada Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, Wakapolda Brigjen Pol Mardiaz Kusin D s

Selasa, 19 Mar 2019 08:15Bola

Maurichio Pochettino Latih Barcelona?

Pelatih Tottenham Hotspur, Maurichio Pochettino, mengatakan dirinya masih menyimpan harapan

Selasa, 19 Mar 2019 08:00Nasional

Kepala SPKKL Aceh Bakamla Temui Komandan Kapal India Coast Guard Di Sabang

Kapal Indian Coast Guard Vijit melakukan kunjungan ke Sabang. Untuk menyambut kedatangannya, Bakamla mengirimkan perwakilannya yakni Kepala Stasiun Pemantauan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Aceh Mayor Bakamla Dony Nova R., S.Kom. M.Si (Han), dalam pertemuan

Selasa, 19 Mar 2019 07:45Ekonomi

Gaji Polisi Naik, Yuk Intip Berapa Besarannya

Dengan pertimbangan dalam rangka meningkatkan daya guna dan hasil guna serta kesejahteraan anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri)

Selasa, 19 Mar 2019 07:30Berita Sumut

Wakil Bupati Asahan Bersama Unsur OPD Turut Menyambut Kedatangan Jenasah Ibunda UAS

Wakil bupati Asahan H.Surya.BSc bersama Sekdakab Asahan serta beberapa OPD Pemerintah Kabupaten Asahan menyambut kedatangan jenasah almarhumah Hj.Rohana binti Lobayudin orang tua dari Ustadz kondang Abdul Somad , putra asli asal desa Silo Lama kecamatan S

Selasa, 19 Mar 2019 07:15Berita Sumut

Walikota Buka Pelatihan Peningkatan Produktivitas Bagi Pelaku UKM

Walikota Binjai HM Idaham membuka pelatihan peningkatan produktivitas dalam rangka meningkatkan ekonomi, produktivitas dan daya saing perusahaan, yang diselenggarakan oleh Balai Besar Peningkatan Produktivitas (BBPP) Kementerian Ketenagakerjaan Republik

Selasa, 19 Mar 2019 07:00Ekonomi

BUMN Buka Lowongan Pekerjaan

PT Indra Karya membuka lowongan kerja bagi putra putri untuk bergabung dan berkarya bersama dalam membangun Negeri Indonesia. PT Indra Karya (Persero)

Selasa, 19 Mar 2019 06:45Berita Sumut

Kapolda Sumatera Utara Bersama Ribuan Masyarakat Antarkan Ibunda UAS ke Pemakaman

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol.Agus Andrianto bersama perwira tinggi Polda Sumatera Utara serta Kapolres Asahan AKBP.Faisal Florentinus Napitupulu dan seluruh jajaran Polres Asahan menghantarkan jenasah almarhumah ibunda Al Ustadz Abdul Somad (UAS) Hj.R

Selasa, 19 Mar 2019 06:30Lifestyle

Netizen Jodoh-Jodohkan Aril Noah, Sontak Viral

Hal menarik terjadi dalam panggung Rising Star Indonesia 2018 pada Senin (18/3/2019), di mana Ariel NOAH

Selasa, 19 Mar 2019 06:15Lifestyle

Haru nan Pilu, Cuitan Aprilia Nur Azizah, 20 Hidup dengan Satu Mata di Medsos Sontak Viral

Nama saya Aprilia Nur Azizah, 20tahun, dari Pangandaran, Jawa Barat.

Selasa, 19 Mar 2019 06:00Bola

Pasukan Ole Gunnar Solskjaer Alami Dua Kali Kekalahan Beruntun, Juan Mata: Kami Akan Segera Bangkit

Manchester United tengah berada dalam kondisi kurang baik musim ini.

Senin, 18 Mar 2019 22:33Berita Sumut

Kapolda Sumut: Alfatihah Untuk Almarhum Ibunda Abdul Samad

Seribuan jama'ah berkumpul dikediaman almarhumah Rohana Binti Nuruddin ibunda tercinta dari Ustadz Abdul Somad