Dewan Taman Nasional Melarang Wisatawan Mendaki Ayers Rock

James Kamis, 02 November 2017 15:23 WIB
internet
Taman Nasional Uluru-Kata Tjuta Australia
MATA TELINGA-AUSTRALIA. Dewan Taman Nasional Uluru-Kata Tjuta Australia sepakat melarang turis mendaki salah satu ikon Australia berbentuk batu besar bernama Uluru.

Keputusan bersejarah tersebut diumumkan oleh dewan pengurus, yang terdiri dari delapan pemilik lahan adat dan tiga perwakilan dari Taman Nasional.

Mendaki batu, yang dianggap sakral oleh orang-orang Anangu dan banyak suku asli, akan dilarang pada Oktober 2019 dan seterusnya.

Para pengunjung Uluru, yang juga dikenal sebagai Batu Ayers, telah dinasihati bahwa orang-orang Aborigin lebih suka mereka tidak memanjat batu selama beberapa dekade, namun masih diperbolehkan melakukan perjalanan jika mereka menginginkannya.



Sammy Wilson, Ketua Dewan Pengurus dan pemilik tradisional situs tersebut, mengatakan dalam sambutannya kepada dewan bahwa situs tersebut memiliki makna budaya yang dalam.

"Beberapa orang di bidang pariwisata dan pemerintahan misalnya mungkin telah mengatakan bahwa kita perlu merahasiakannya tapi bukan hukum mereka yang berada di tanah ini," kata Wilson.

"Ini adalah tempat yang sangat penting, bukan taman bermain atau taman hiburan seperti Disneyland,keputusan ini membuat suku Anangu dan Non-Anangu merasa bangga, untuk menyadari, tentu saja ini adalah hal yang benar untuk menutup 'taman bermain'," tandasnya seperti dilansir dari Xinhua.

Larangan pendakian akan dimulai pada 26 Oktober 2019, yang menandai 34 tahun sejak kepemilikan situs tersebut dikembalikan ke pemilik tradisionalnya.

Pendakian batu, yang terletak lebih dari 1.500 kilometer utara Adelaide di Australia Tengah itu, dimulai pada 1930-an, namun tidak ada pagar sampai 1966.



Setidaknya ada 36 kematian orang yang mendaki situs ini sejak tahun 1950an dan 74 pertolongan dilakukan kepada orang-orang yang membutuhkan perhatian medis antara tahun 2002 dan 2009 saja.

Pada tahun, sekitar 16,2 persen pengunjung mendaki Uluru, angka tersebut turun dari 38 persen 2010, menurut data Pertamanan Australia.

Berdasarkan peraturan saat ini, dewan Taman Nasional Uluru-Kata Tjuta hanya bisa memilih untuk menutup kawasan batu tersebut saat kurang dari 20 persen pengunjung melakukan pendakian.

David Ross, Direktur Dewan Pertanahan Pusat, menggambarkan keputusan tersebut sebagai "mengoreksi kesalahan yang bersejarah".

"Keputusan ini telah lama sekali datang dan pikiran kita ada pada para tetua yang telah merindukan hari ini tapi tidak lagi bersama kita untuk merayakannya," Ross mengatakan kepada Fairfax Media, Kamis.

Keputusan untuk melarang pendakian terjadi setelah puluhan tahun Penduduk Asli Australia tersinggung oleh perilaku orang-orang yang memilih untuk mendaki batu tersebut.



Saat larangan mendaki diumumkan, tiga turis yang diselamatkan setelah menyimpang dari jalur pendakian yang ditentukan pada 2016 menghadapi pengadilan Alice Springs, di mana kasus mereka ditunda.

Dalam pidatonya, Wilson mengatakan bahwa orang-orang Anangu merasa tertekan karena pendakian itu selama beberapa dekade.

"Selama bertahun-tahun, Anangu merasakan intimidasi, seolah ada yang memegang pistol ke kepala kita agar tetap terbuka," katanya.

"Tanah ini memiliki hukum dan budaya. Kami menyambut wisatawan disini. Menutup pendakian bukan sesuatu yang perlu dikeluhkan, tapi untuk dirayakan," tegasnya. Mtc/ant/Xn

Editor: James P Pardede

T#g:Uluru-Kata Tjuta Australia
Komentar
Jumat, 23 Feb 2018 11:00Berita Sumut

Polisi Ungkap Komplotan Pencuri Ternak yang Libatkan Oknum Karyawan PTPN III Bandar Betsy

Polsek Perdagangan meringkus komplotan pencurian hewan ternak lembu yang melibatkan oknum karyawan PTPN III, Bandar Betsy. Komplotan ini berjumlah empat orang, satu diantaranya masih berstatus DPO.

Jumat, 23 Feb 2018 09:25Berita Sumut

Eramas Peduli Korban Kebakaran Simpang Gambir Madina

Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah kebakaran di Simpang Gambir, Mandailing Natal pada Senin (19/2/2018) sore.

Jumat, 23 Feb 2018 08:05Berita Sumut

Napoli menghadapi Leipzig di Red Bull Arena

Napoli menghadapi Leipzig di Red Bull Arena dalam pertandingan leg II babak 32 besar, Jumat (23/2/2018) dinihari WIB. Di leg I, Leipzig sukses menumbangkan Napoli dengan skor 3-1.

Jumat, 23 Feb 2018 07:50Bola

Mourinho Meminggirkan Pogba, Kurang Oke di Rumput Hijau

Pogba masuk dari bangku cadangan saat MU bermain imbang tanpa gol di markas Sevilla dalam pertandingan leg I babak 16 besar Liga Champions

Jumat, 23 Feb 2018 07:35Berita Sumut

Tiga Unit Damkar Padamkan Dapur Sutarmi

Warga masyarakat jalan Pramuka gang Setia mendadak heboh dikarenakan dapur rumah Sutarmi terbakar pada bagian atapnya

Jumat, 23 Feb 2018 07:20Berita Sumut

Gubsu Erry Sempatkan Cicipi Kopi Arabica Jawa Barat

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Dr. Ir. HT. Erry Nuradi MSi sempatkan mencicipi kopi arabica Jawa Barat disela - sela acara Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (Rakernas APPSI) ke-3 di Trans Luxury Hotel, Bandung, Jawa Bar

Jumat, 23 Feb 2018 07:05Nasional

Kapuskersin Terima Kunjungan Staf Athan Australia Bahas Kegiatan Ausindo HLC 2018

Kapuskersin TNI Laksamana Pertama TNI Tatit Eko Witjaksono, S.E.,M.Tr.(Han) diwakili Kepala Bidang (Kabid) Kerjasama Non Asean Pusat Kerjasama Internasional (Puskersin) TNI Letkol Mar Didiet Hendra Wijaya, M.MP.,

Jumat, 23 Feb 2018 06:50Berita Sumut

Bongkar PT Asuransi Jiwa Recapital Berujung ke Terali besi

Petugas unit reskrim Polsek Medan Barat membongkar dan meringkus seorang dari tiga tersangka pembobol kantor PT Asuransi Jiwa Recapital

Kamis, 22 Feb 2018 21:51Berita Sumut

Puluhan Tekong Kapal Ikan Pukat Trawl Minta Agar Mereka Bisa Melaut

Puluhan tekong kapal ikan pukat Trawl yang berpangkalan di Pelabuhan Perikanan Samudra Gabion Belawan

Kamis, 22 Feb 2018 21:48Nasional

Kasum TNI : Ulama Berperan Penting Jaga ke-Bhinneka-an

Perjuangan mewujudkan dan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak lepas dari peran para Ulama/Kyai dan Santri di seluruh wilayah Indonesia. Saat ini para Ulama/Kyai dan Santri bersama-sama dengan TNI berperan penting dalam men

Kamis, 22 Feb 2018 21:45Nasional

Sestama Bakamla RI Pimpin Rapat Finalisasi Grand Design

Sekretaris Utama Bakamla RI Marsda TNI Widiantoro, M.B.A. memimpin Rapat Finalisasi Grand Design Bakamla RI, di Ruang Rapat Lt. 2 Kantor Pusat Bakamla RI, Gedung Perintis Kemerdekaan, Jalan Proklamas

Kamis, 22 Feb 2018 21:42Berita Sumut

Walikota Medan Terima Kunker DPRD Kabupaten Sambas

Walikota Medan Drs. H T Dzulmi Eldin S, M.Si diwakili Staf Ahli Walikota Medan Bidang Pemerintahan, Hukum, Sulaiman Harahap, menerima kunjungan kerja Komisi B DPRD Kabupaten Sambas di Kantor Walikota Medan

Kamis, 22 Feb 2018 21:39Nasional

Gubsu Tandatangani Mou Kerjasama Perdagangan Antar Daerah Untuk Penguatan Ekonomi Nasional

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Dr. Ir. HT. Erry Nuradi MSi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dalam rangka mewujudkan kelancaran arus distribusi komoditas produk unggulan dalam rangka mendukung terpenuhinya kebutuhan masing-masing daerah

Kamis, 22 Feb 2018 21:36Nasional

Panglima TNI : Pembentukan Markas Komando Pasmar 3 di Sorong Masih Tahap Proses

Sampai saat ini, proses pembentukan dan pengorganisasian Markas Komando Pasmar 3 Korps Marinir yang berlokasi di Kabupaten Biak, Sorong, masih tahap proses dan terus berjalan untuk segera diajukan kepada Presiden RI Ir. H. Joko Widodo melalui Kementerian

Kamis, 22 Feb 2018 21:32Berita Sumut

Wakil Wali Kota Hadiri Lepas Sambut Dandenpom I/5 Medan

Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution memakaikan kain songket dan topi khas Melayu kepada Dandenpom I/5 Medan yang baru Letkol CPM Sudarso di acara Lepas Sambut Dandenpom I/5 Medan di halaman Kantor Dandenpom I/5 Jalan Suprapto Medan. Pemberian i

Kamis, 22 Feb 2018 21:28Nasional

Ketum Dharma Pertiwi Tinjau Posyandu dan TK Kartika Ceria Pusdik Arhanud

Ketua Umum (Ketum) Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto melakukan peninjauan ke Posyandu Kemuning Pusdik Arhanud dan Pos Gebyar TK Kartika Ceria 2018 yang bertema Menanamkan Cinta Tanah Air Sejak Usia Dini Demi Terwujudnya Generasi Emas Yang Gemilang