Iran Pastikan Jangkauan Rudal dan Tolak Dialog Dengan Trump

Fidel W Kamis, 21 Juni 2018 12:48 WIB
Iran tidak berencana memperluas kapasitas rudalnya karena jangkauan 2.000 kilometer cukup untuk melindungi negara itu / photo: ist
MATATELINGA, Iran: Komandan Garda Revolusi mengatakan Iran tidak berencana memperluas kapasitas rudalnya karena jangkauan 2.000 kilometer cukup untuk melindungi negara itu, di tengah peningkatan tekanan Amerika Serikat atas program rudal di Teheran.

Pemerintah Iran juga mengesampingkan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai kemampuan militer dan pengaruh regionalnya. Dilansir dari Reuters, Teheran menyatakan hal tersebut bertentangan dengan nilai-nilainya.

Bulan lalu, Trump menarik AS dari perjanjian nuklir 2015 silam antara Iran dan negara-negara dunia. Kesepakatan itu membatasi aktivitas Teheran dengan imbalan pencabutan sanksi.

Ia mengatakan bahwa kesepakatan itu sangat cacat karena tidak mengekang program rudal balistik Iran maupun perang proksi di Suriah, Iran dan Yaman. Dengan demikian, Washington akan menerapkan kembali sanski keras terhadap Teheran.

"Kami memiliki kemampuan sains untuk meningkatkan jangkauan rudal kami tetapi itu bukan kebijakan kami saat ini karena sebagian besar target strategis musuh sudah dalam kisaran 2.000 km ini. Jarak ini cukup untuk melindungi Republik Islam, "kata Komandan Garda Revolusi Mayor Jenderal Mohammad Ali Jafari.

Jafari mengatakan bahwa perundingan sebelumnya dengan Amerika Serikat adalah pengecualian. Ia juga menyebut para politikus dan aktivis Iran yang mendukung pembicaraan baru dengan Trump sebagai "pengkhianat dan anti-revolusioner."

Lebih dari 100 aktivis yang terkait dengan poros politik moderat dan reformis Iran menyambut kesepakatan Trump dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un terkait denuklirisasi utuh di semenanjung Korea pada Sabtu lalu.

Dalam pernyataan yang dikutip media lokal Iran, para aktivis mendesak Teheran memulai negosiasi langsung dengan Washington DC "tanpa syarat." Mereka juga mendesak pemerintah Iran menyelesaikan permusuhan antara kedua negara yang dimulai sejak Revolusi Islam 1979.

Jafari menolak tuntutan tersebut dan mengatakan bahwa pemimpin Korea Utara menyerah karena merupakan seorang revolusioner komunis, bukan Islam.

Senada dengan Jafari, Juru Bicara pemerintah Iran Mohammad Bagher Nobakht mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk bernegosiasi dengan Trump.

"Tidak ada alasan atau logika untuk berbicara dengan orang semacam itu (Trump). Opini publik tidak akan menyambut baik itu, " kata Nobakh.

Semenjak Trump mundur dari perjanjian tersebut, Perancis, Inggris dan Jerman yang juga menandatangani kesepakatan kelabakan memastikan Iran terus mendapatkan keuntungan ekonomi agar tidak ikut menarik diri.

Kepala Organisasi Energi Atom Iran Ali Akbar Salehi telah bertemu dengan Sekretaris Jendral PBB Antonio Guterres dan menyatakan ketidakpuasan pihaknya pada proposal negara Eropa terkait penyelamatan kesepakatan nuklir.

Merujuk pada peran regional Iran, Salehi mengatakan "jika terus seperti ini, semua pihak akan kalah."
Editor: Fidel W

Sumber: cnn

T#g:Garda Revolusi irankapasitas rudal
Komentar
Minggu, 22 Jul 2018 16:09Berita Sumut

Neno Warisman: Ganti Presiden Akan Perbaiki Indonesia

Neno Warisman, salah seorang aktifis #2019GantiPresiden menyebutkan pergantian presiden sebagai sebuah hal yang harus diperjuangkan mengingat pemimpin yang ada saat ini dinilai telah gagal dalam memberikan kesejahteraan kepada umat.

Minggu, 22 Jul 2018 15:29Berita Sumut

Setahun Buron, Terpidana Proyek Alat Tangkap Ikan Diringkus di Rumah Kontrakan

Darmawan (45), terpidana kasus proyek alat penangkap ikan Pemkot Medan diringkus tim intelijen Kejati Sumut, Minggu (22/7/2018). Dia diringkus dari rumah kontrakannya di kawasan jalan Seroja Gang Lentera, Sei Sikambing B, Medan Sunggal, Kota Medan.

Minggu, 22 Jul 2018 13:48Berita Sumut

Kejatisu Gelar Dzikir Kebangsaan Bertajuk Doa dan Asa untuk Indonesia

Masih dalam rangkaian memperingati Hari Bakti Adhyaksa (HBA) yang ke-58, Kejaksaan Agung menggelar doa bersama Pengurus Besar Majelis Dzikir Habbul Wathon (PB MDHW) Jumat (20/7) dan digelar serentak di seluruh Indonesia.

Minggu, 22 Jul 2018 12:53Berita Sumut

Persiapan Pemberangkatan Jemaah Haji Asal Kabupaten Asahan

Kabupaten Asahan hari ini, Minggu (22/7/2018) akan memberangkatkan calon jemaah haji sebanyak 385 calon jemaah haji

Minggu, 22 Jul 2018 12:50Berita Sumut

Pembangunan Infrastruktur Jadi Patokan Dukung Dua Periode

Massa aksi #2019TETAPJOKOWI menganggap presiden Joko Widodo adalah sosok yang rendah hati. Jokowi juga dianggap sudah banyak berbuat untuk Indonesia.

Minggu, 22 Jul 2018 12:14Berita Sumut

Dengar Lantunan Suara Ngaji, Massa #2019TETAPJOKOWI Bubar dengar Tertib

Massa #2019TETAPJOKOWI membubarkan aksinya dengan tertib usai mendengar lantunan ayat Alqur'an yang dikumandangkan dari Mesjid Raya Al Mahshun Medan, tempat dimana aksi berlangsung, Minggu (22/7/2018).

Minggu, 22 Jul 2018 12:01Berita Sumut

Bambang Sugeng Rukmono : Kita Harus Berbuat yang Terbaik

Ziarah ke makam pahlawan adalah salah satu wujud kepedulian dan introspeksi diri sudah sejauh mana kita berbuat kepada bangsa dan negara

Minggu, 22 Jul 2018 11:46Berita Sumut

Jadi Buronan Jaksa, Dirut CV Aida Nyamar Jadi Supir Hotel

Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) meringkus Dody Asmara, Direktur Utama CV Aida Cahya Lestari yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat mesin ketik dan buku di Dinas Pendidikan Kota Binjai, Minggu (22/7/2018)

Minggu, 22 Jul 2018 10:24Berita Sumut

Massa Pro Jokowi dan Ganti Presiden 2019 Mulai Memadi Lokasi

Jajaran kepolisian Polrestabes Medan sejak pagi sudah berada dilapangan dengan dua kelompok masyarakat menggelar aksi di dua ruas jalan yang ada di kawasan ikon Kota Medan itu. Ruas Jalan di kawasan Masjid Raya Al Mashun di tutup

Minggu, 22 Jul 2018 10:01Berita Sumut

Massa #2019TETAPJOKOWI Siapkan Tim Pemungut Sampah

Guna menjaga kebersihan selama aksi, massa #2019TETAPJOKOWI juga telah menyiapkan tim yang bekerja khusus memungut sampah di lokasi aksi di kawasan depan Taman Sri Deli, Kota Medan, Minggu (22/7).

Minggu, 22 Jul 2018 09:40Berita Sumut

Deklarasi 2 Periode, Massa #2019TETAPJOKOWI Pilih Berzikir

Massa deklarasi Jokowi 2 Periode menggelar aksi di depan Taman Sri Deli, Kota Medan, Minggu (22/7). Tak jauh dari lokasi itu, massa #2019GANTIPRESIDEN juga menggelar aksi serupa.

Minggu, 22 Jul 2018 07:05Nasional

Para Koruptor Saat Menjabat Senang, Dalam Lapas Juga Senang, Kenapa ya...?

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang mengatakan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) merupakan satu rangkaian kesatuan penegakan hukum pidana. Dimana, lapas merupakan bagian akhir dalam sistem pemidanaan tata peradilan pidana

Minggu, 22 Jul 2018 06:30Berita Sumut

Pelaku Ujaran Kebencian Melalui Medsos di Tangkap

Ditreskrimsus Polda Sumut akhirnya meringkus FA alias Bombay, pelaku ujaran kebencian terhadap Suku Batak di kediaman mertuanya komplek PTPN 2 Tanjung Morawa, Desa Buntu Bedimbar, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang

Minggu, 22 Jul 2018 06:15Nasional

Panglima TNI : Sinergitas TNI dan Wartawan Perlu Dibina

Sinergitas antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan rekan-rekan wartawan perlu dibina. Untuk itu, pemberitaan yang baik harus sesuai dengan kondisi real di lapangan. Yang jelas, hubungan antara Prajurit TNI dan rekan-rekan wartawan harus kompak sep

Minggu, 22 Jul 2018 05:04Berita Sumut

Terlibat Parpol, Anggota Panwas Palas Disidang DKPP

Terlibat sebagai pengurus Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) anggota Panwaslih Padanglawas

Minggu, 22 Jul 2018 04:56Bola

Pertandingan Bola Sesi Kedua PT. TPL dan Dishut Disertai Gelak Tawa

Pertandingan bola sesi kedua antara PT.TPL dan Dishut yang berlangsung di Sosor Ladang Porsea Tobasa pada