MARHABAN YA RAMADHAN
  • Home
  • Internasional
  • Ketua Ormas Penodong Migran Diduga Berlatih untuk Membunuh Obama dan Clinton

Ketua Ormas Penodong Migran Diduga Berlatih untuk Membunuh Obama dan Clinton

Mtc Rabu, 24 April 2019 19:45 WIB
GOOGLE
Dua orang pria berdiri dekat agar yang membatasi perbatasan AS-Meksiko
MATATELINGA, Las Cruces: Terduga ketua organisasi masyarakat yang menodong ratusan migran di perbatasan Amerika Serikat-Meksiko dituduh berencana membunuh mantan Presiden Barack Obama, demikian laporan FBI.



Larry Mitchell Hopkins (69) hadir di pengadilan kota Las Cruces, Negara Bagian New Mexico, guna menghadapi gugatan.

Dia ditahan pada Sabtu (20/4/2019), beberapa hari setelah ormas yang menamakan diri United Constitutional Patriots diberitakan menghadang dan menodong lebih dari 300 migran yang memasuki Negara Bagian New Mexico setelah melintasi perbatasan AS-Meksiko.

Ormas tersebut berdalih mereka membantu Dinas Patroli Perbatasan AS guna menangani lonjakan arus migran yang melintasi perbatasan AS. Namun, aksi mereka yang tertangkap kamera, menuai kecaman dari para pejabat setempat dan kelompok-kelompok pembela hak sipil.


Foto/BBC

Dalam berkas pengadilan yang dirilis pekan ini, Agen Khusus David Gabriel memberi keterangan tertulis bahwa FBI menerima informasi pada 2017 bahwa Patriots beranggotakan 20 orang dan dipersenjatai dengan berbagai macam senjata api, termasuk senapan AK-47.

Ormas tersebut bermarkas di kediaman Hopkins.



"Hopkins diduga memberi pernyataan bahwa United Constitutional Patriots berlatih membunuh George Soros, Hillary Clinton, dan Barack Obama karena individu-individu ini menyokong Antifa (sebuah kelompok sayap kiri)," sebut Gabriel.

Pengacara Hopkins, Kelly O'Connell, mengatakan kliennya tidak punya rencana membunuh orang-orang yang disebutkan agen FBI.

"Dia mengatakan secara kategori salah jika disebutkan itu yang mereka lakukan. Tidak ada rencana melakukan itu," kata O'Connell merujuk pernyataan kliennya.

O'Connell juga mempertanyakan mengapa perlu waktu dua tahun untuk menggugat kliennya. Dia menyebutkan bahwa FBI telah menggeledah rumah Hopkins pada 2017 dan menemukan sejumlah senjata yang diakui Hopkins merupakan milik istrinya. Namun, saat itu dia tidak ditahan.

"Jika saat itu kejahatannya sungguh luar biasa, mengapa dia tidak ditahan saat itu," cetus O'Connell.


Foto/BBC

Hopkins kini terancam dihukum penjara selama 10 tahun, dihukum dengan masa percobaan, dan denda sebesar USD250.000 atau setara Rp3,5 miliar, menurut Las Cruces Sun-News.



Berdasarkan hukum di AS, seorang residivis secara umum dilarang menyandang senjata api. FBI menyatakan Hopkis "pernah dikenai setidaknya satu hukuman pidana".

Pada 1996, Hopkis mengaku bersalah menyandang senjata api berisi amunisi. Selang 10 tahun kemudian dia divonis bersalah memiliki sepucuk senjata api dan berpura-pura menjadi polisi di negara bagian Oregon.

Sesi pengadilan berikutnya akan berlangsung pekan depan dan dalam kurun waktu itu Hopkis akan mendekam di penjara.

(Mtc/Okz)
Editor: FJR

Sumber: Okezone

T#g:blibliinternasionalMatatelingapembunuhanPerencanaan PembunuhanTerkini
Komentar
Senin, 27 Mei 2019 14:20Berita Sumut

Warga Minta Polisi dan Dishub Tertibkan Kendaraan Berat Parkir "Seenaknya" di Kawasan Jalan KL Yos Sudarso

Warga pengguna Jalan KLY Sudarso resah karena setiap pagi dan petang banyak alat alat berat parkir disepanjang jalan dan mengganggu arus Lalulintas. Sementara petugas Polisi Lalulintas dan Dinas Perhubungan terkesan tutup mata.

Senin, 27 Mei 2019 14:00Berita Sumut

Antisipasi Terulangnya Insiden KM Sinar Bangun, Ini Langkah yang Dilakukan BPODT dan Pihak Lainnya di Danau Toba

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba (BPODT) bersama sejumlah pihak terkait sudah melakukan kesiapan pelayanan liburan Lebaran tahun 2019. Persiapan ini juga dilakukan untuk mengantisipasi terulang kembali insiden kapal motor Sinar Bangun yang tenggelam&am

Senin, 27 Mei 2019 13:18Berita Sumut

Terlibat Kasus Suap Bupati Labuhanbatu, Thamrin Ritonga Diganjar 4,5 Tahun Penjara

Terbukti terlibat dalam proses suap menyuap Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap, Thamrin Ritonga dihukum 4 tahun dan 6 bulan penjara. Orang kepercayaan Pangonal Harahap itu juga dihukum untuk membayar denda sebesar Rp 200 juta dengan subsider 4 tahun bula

Senin, 27 Mei 2019 12:42Berita Sumut

Tiga Personil Polri di Sumut yang Gugur Saat Tugas Pengamanan Pemilu Peroleh Penghargaan

Tiga orang personil Polri di Sumatera Utara yang gugur saat pengamanan Pemilu 2019 kemarin mendapat penghargaan. Penghargaan itu diserahkan langsung Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto kepada keluarga ketiga personil Polri tersebut dalam

Senin, 27 Mei 2019 12:22Berita Sumut

7.760 Personil Polri Amankan Libur Lebaran 2019 di Sumut

Sebanyak 7.760 orang personil Polri di Sumut dikerahkan untuk mengamankan libur Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriyah. Ribuan personil Polri ini akan disebar di seluruh wilayah di Sumatera Utara.

Senin, 27 Mei 2019 12:07Berita Sumut

Pemerintah Kabupaten Asahan Bagikan Seribu Karung Beras Untuk Kaum Dhuafa.

Pemerintah Kabupaten Asahan membagikan sebanyak 1000 karung beras ukuran 10 kilogram kepada warga masyarakat di 25 kelurahan yang ada di Kecamatan Kota Kisaran Timur dan Kecamatan Kota Kisaran Barat, Senin (27/5/2019) bertempat di Gedung Serba Guna Kisara

Senin, 27 Mei 2019 08:15Internasional

Sediktknya 50 Orang Lebih Jadi Korban Usai Kapal Kargo Terbakar dan Meledak di Pelabuhan

Sedikitnya 50 orang mengalami luka-luka setelah sebuah kebakaran yang terjadi di sebuah kapal

Senin, 27 Mei 2019 08:00Nasional

Lagi, Kini Giliran Mustofa Nahra Diboyong Polisi

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengapresiasi penahanan yang dilakukan pada anggota BPN Prabowo-Sandiaga

Senin, 27 Mei 2019 07:45Nasional

Ajukan Bukti Link Berita ke MK, TKN Ngaku Diuntungkan BPN

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menggugat Keputusan KPU terkait hasil pemilihan presiden ke Mahkamah Konstitusi

Senin, 27 Mei 2019 07:30Lifestyle

Jangan Lupa Panjatkan Doa Ini, di Jelang Akhir Ramadhan

Di tengah gegap gempita masyarakat Indonesia yang membelanjakan uang THR (Tunjangan Hari Raya)

Senin, 27 Mei 2019 07:15Nasional

Gempa 4,6 SR Guncang Maluku Utara

Gempa bumi dengan berkekuatan M 4,6 terjadi di Daruba, Maluku utara pada Senin (27/5/2019) dini hari

Senin, 27 Mei 2019 07:00Bola

Meski Menang, Milan Tetap Gagal ke Liga Champions Musim Depan

AC Milan memainkan laga penentuan Liga Italia 2018-2019 dengan melawan SPAL di Stadion Paolo Mazza

Senin, 27 Mei 2019 06:45Lifestyle

Saat Berpuasa, Ini yang Terjadi pada Lambung dan Kerongkongan

Berpuasa Ramadan sebulan lamanya akan membawa pengaruh besar pada kondisi tubuh manusia

Senin, 27 Mei 2019 06:30Nasional

Kadernya Ditetapkan Sebagai Tersangka, PAN Tunjukkan Kepriahatinannya

Wasekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay merasa prihatin usai Mustofa Nahrawardaya

Senin, 27 Mei 2019 06:15Bola

Ivan Rakitic Beri Sinyal Tinggalkan Barcelona

Kekalahan di final Copa del Rey membuat Barcelona terancam kehilangan salah satu gelandang

Senin, 27 Mei 2019 06:00Bola

Demi Pulangkan Pogba, Juventus Rela Buang Pemainnya

Juventus akan melakukan perubahan besar pada musim depan demi mewujudkan impian mereka