MARHABAN YA RAMADHAN

Paris Mencekam, Demo Kenaikan BBM Berakhir Ricuh

Mtc Senin, 03 Desember 2018 08:12 WIB
google
MATATELINGA: Mentri Kehakiman Prancis, Nicole Belloubet, berjanji akan menerapkan hukum secara ketat terhadap orang-orang yang diduga berbuat kekerasan dalam demonstrasi menentang kenaikan pajak bahan bakar minyak (BBM), pada Sabtu (1/12/2018).

Ia mengatakan hal itu usai mengikuti rapat kabinet darurat yang dipimpin Presiden Emmanuel Macron pada Minggu (2/12/2018) untuk membahas langkah-langkah menangani aksi protes yang diwarnai kekerasan di Paris.

Menurut Nicole Belloubet, sejauh ini 370 orang telah ditangkap dan akan segera dibawa ke pengadilan lewat jalur cepat, dalam berbagai kasus pidana termasuk kemungkinan kasus pemerkosaan.



Namun ditegaskankannya, kini bukan waktu yang tepat untuk memberlakukan kembali keadaan darurat yang dicabut November tahun 2017.

Sebelum rapat dimulai, seorang juru bicara pemerintah, Benjamin Griveaux, sempat mengatakan pemberlakukan keadaan darurat merupakan opsi yang mungkin saja ditempuh.

"Kami harus memikirkan langkah-langkah yang dapat diambil sehingga insiden-insiden ini tidak terjadi lagi," jelas Griveaux kepada stasiun radio Europe 1.



Gapura dan Kawasan Belanja

Kerusuhan bermula dari aksi unjuk rasa menentang kenaikan pajak bahan bakar minyak (BBM) yang kemudian berkembang menjadi demonstrasi menentang kenaikan biaya hidup.

Meskipun aksi sebagian demonstran berjalan damai, sebagian pemprotes bentrok dengan aparat keamanan dan menaiki gapura terkenal di Paris, Arc de Triomphe, dalam unjuk rasa pada Sabtu (1/12/2018).

Lebih dari 100 orang mengalami luka, termasuk 23 anggota pasukan keamanan.



Di kawasan perbelanjaan Champs-Elysées, polisi menembakkan gas air mata, granat kejut, dan meriam air. Kelompok pemprotes yang mengenakan masker melemparkan proyektil dan membakar gedung-gedung.

Presiden Macron kembali dari KTT G20 di Argentina pada Minggu pagi dan langsung meninjau kerusakan yang terjadi di Arc de Triomphe.

Siapakah pemrotes dan apa motif mereka?

Para pengunjuk rasa disebut sebagai "gilets jaunes" atau rompi kuning karena mereka mengenakan rompi cerah, yang oleh peraturan Prancis diharuskan ada di setiap kendaraan.



Gerakan unjuk rasa ini tampaknya tidak mempunyai komando yang dapat diidentifikasi secara pasti dan mendapat momentum melalui media sosial.

Para peserta berasal dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari kelompok anarkis kiri jauh hingga kelompok nasionalis kanan jauh, dan banyak pula orang-orang moderat.

Hampir 300.000 turut serta dalam demonstrasi serentak pertama pada tanggal 17 November lalu. Keberatan utama mereka adalah kenaikan pajak bahan bakar.

Menurut Presiden Macron, kenaikan pajak BBM diberlakukan demi lingkungan hidup, tetapi kelompok pemprotes menyebutnya tidak memahami situasi masyarakat, khususnya penduduk pedesaan yang menggantungkan pada mobil sebagai moda transportasi.



Harga minyak diesel, jenis bahan bakar yang paling banyak digunakan oleh mobil di Prancis, meningkat sekitar 23% selama 12 bulan terakhir. Dengan kenaikan itu, harga satu liter rata-rata adalah €1,51 atau sekitar Rp24.500, yang merupakan harga tertinggi sejak awal 2.000-an.

Harga minyak dunia sempat naik sebelum akhirnya kembali turun. Namun pemerintah Prancis justru meningkatkan pajak hidrokarbon menjadi 7,6 sen per liter untuk bahan bakar diesel dan 3,9 sen untuk premium.

Langkah itu disebut untuk mendukung mobil dan bahan bakar yang ramah lingkungan.

Keputusan pemerintah menaikkan 6,5 sen untuk diesel dan 2,9 sen untuk premium pada 1 Januari lalu dianggap tidak dapat ditoleransi lagi.

(Mtc/Okz)
Editor: fjr

Sumber: Okezone

T#g:bbmparisbliblidemonstrasiMatatelinganaikparis mencekamTerkini
Komentar
Sabtu, 25 Mei 2019 14:48Berita Sumut

Wisata Pantai Barat Natal Belum Dikelola Maksimal

Objek wisata pantai sepanjang Pantai Barat, Mandailing Natal belum dikelola maksimal. Kawasan wisata pantai ini sangat berpotensi untuk menarik minat wisatawan datang ke kawasan ini diluar hari-hari besar seperti libur Lebaran, Natal atau Tahun Baru. Pant

Sabtu, 25 Mei 2019 14:38Berita Sumut

Peringati Hari Waisak, Ratusan Umat Buddha Perdagangan Adakan Pawai Lilin

Dalam rangka memperingati Hari Raya Waisak 2563 BE/2019 yang jatuh pada tanggal 19 mei lalu, ratusan umat Buddha yang ada di sekitaran Kota Perdagangan melakukan pawai lilin dengan berjalan kaki pada hari Selasa (21/05) dimulai pukul 19.00 wib. Rute pawai

Sabtu, 25 Mei 2019 14:12Berita Sumut

Nama Hakim PN Medan Dicatut Untuk Aksi Penipuan

Nama Erintuah Damanik, salah seorang hakim di Pengadilan Negeri Medan dicatut oleh orang tak dikenal untuk melakukan penipuan. Bahkan salah seoranhg advokat di Medan nyaris tertipu dengan ulah oknum yang mencatut nama Humas PN Medan itu.

Sabtu, 25 Mei 2019 13:37Opini

Mengawasi Pemanfaatan Dana Desa

Dana desa sering menjadi topik pembicaraan di berbagai situasi dan kesempatan. Karena topik tentang dana desa ini sangat seksi ketika diperbincangkan, apalagi kepala desanya tertangkap tangan menggunakan dana desa untuk peruntukan yang tidak sesuai dengan

Sabtu, 25 Mei 2019 13:26Berita Sumut

Pabrik Plastik di Desa Sampali Terbakar

Sebuah pabrik plastik di Jalan Jati Rejo, Dusun II, Desa Sampali, Percut Sei Tuan mendadak terbakar, Sabtu (25/5/2019) sekitar pukul 01.00 WIB. Pabrik itu diketahui milik pengusaha bernama Fendi (34) warga Jalan Sabarudin, Kelurahan, Sei Rangas, Kecamatan

Sabtu, 25 Mei 2019 11:27Berita Sumut

Aliran Listrik Padam Di Pusat Perbelanjaan Kota Kisaran

Kembali terjadi pemadaman aliran listrik di kota Kisaran, Sabtu (25/5/2019), kali ini terjadi di pusat perbelanjaan tradisional Pajak Inpres jalan jalan Dipo / Listrik, akibat terjadi pemadaman arus listrik banyak pedagang mengeluhkan kinerja pihak PLN UL

Sabtu, 25 Mei 2019 09:15Nasional

Tidak Benar Provokator di Masjid Petamburan Anggota BAIS TNI

Video viral https://youtu.be/cOFapD_1TzE dengan judul 'Terciduk! Diduga Oknum BAIS TNI Provokasi Massa di Aksi 22 Mei dan Menyudutkan POLRI'. Informasi/ tulisan yang terdapat pada video tersebut menjelaskan adanya oknum TNI memprovokasi massa d

Sabtu, 25 Mei 2019 09:00Berita Sumut

Target Menuju Zero Smell | TobaPulp Lakukan Peremajaan Pabrik

PT Toba Putp Lestari, Tbk terus melakukan program berkelanjutan pada bidang manajemen pengolaan hutan lestari maupun pulp, untuk meningkatkan kinerja lingkungan dan sosial yang lebih baik.

Sabtu, 25 Mei 2019 08:45Lifestyle

Ingin Lebih Bersemangat Dalam Beribadah, Ini Doa Hingga Amalan Puasa Ramadhan Hari ke 20

Puasa Ramadhan sudah memasuki 10 hari terakhir, hendaknya lebih giat dalam meningkatkan amal ibadah

Sabtu, 25 Mei 2019 08:30Nasional

Kepala Bakamla Terima Audiensi DPP Geomaritim

Sebagai upaya untuk mewujudkan Indonesia menjadi poros maritim dunia yaitu negara maritim yang maju

Sabtu, 25 Mei 2019 08:15Internasional

Takjub, Wanita ini Terbangkan Pesawat dengan Kaki

Seorang wanita asal Arizona berhasil melewati segala rintangan agar dapat menjadi pilot berlisensi

Sabtu, 25 Mei 2019 08:00Nasional

Untuk Rekonsiliasi? Prabowo Diam-Diam Bertemu JK

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto ternyata telah bertemu Wapres RI Jusuf Kalla pada Kamis 23 Mei 2019

Sabtu, 25 Mei 2019 07:45Bola

Musim Panas 2019, Jose Mourinho Yakin Eden Hazard Tinggalkan Chelsea

Jose Mourinho ikut memberikan komentar mengenai masa depan salah satu mantan anak asuhannya

Sabtu, 25 Mei 2019 07:30Lifestyle

Kartika Putri Ungkap Sebelum Menikah dengan Habib Harus Penuhi 10 Syarat

Presenter Kartika Putri blakblakan mengungkapkan cerita di balik pertemuannya dengan sang suami

Sabtu, 25 Mei 2019 07:15Nasional

Lontarkan Batu Pijar, Gunung Agung Kembali Erupsi

Gunung Agung di Kabupaten Karangasem Provinsi Bali kembali erupsi. Kali ini erupsi terjadi

Sabtu, 25 Mei 2019 07:00Lifestyle

Tau Gak Sih Kapan Pertama Kali Hari Raya Idul fitri Dirayakan, Berikut Sejarahnya

Idul Fitri atau bisa disebut dengan Lebaran adalah hari di mana umat islam merayakan hari kemenangan