• Home
  • Internasional
  • Pengakuan Hamilton, Setelah Puluhan Tahun Alami Pelecehan Seksual Oleh Pastor Fernando Karadima

Pengakuan Hamilton, Setelah Puluhan Tahun Alami Pelecehan Seksual Oleh Pastor Fernando Karadima

Fidel W Jumat, 14 September 2018 11:32 WIB
Pengakuan Hamilton, Setelah Puluhan Tahun Alami Pelecehan Seksual Oleh Pastor Fernando Karadima / photo: ist
MATATELINGA, Jakarta: Di Cile, lebih dari 100 rohaniwan Katolik tengah diselidiki atas dugaan kejahatan seksual dan upaya untuk menutupinya. Ini adalah skandal yang menghantui kepemimpinan Paus Fransiskus dan telah menggiring gereja Katolik di Cile terjerembab ke dalam krisis.

Skandal itu dimulai beberapa dasawarsa lalu ketika seorang pria bernama Fernando Karadima, seorang pastor di Santiago, menjadi predator seksual paling terkenal di Cile.

"Ia menawarkan visi tentang panggilan dari Tuhan. Ia menunjukkan kepada Anda sebuah dunia yang sangat indah," kenang Dr James Hamilton, seorang ahli bedah lambung yang sekarang berusia 50-an tahun.

"Ia selalu mengatakan kepada kami bahwa ia dianugerahi kelebihan khusus - semacam keajaiban - yang bisa ia lihat di setiap anak muda, jika mendapat panggilan dari Tuhan. Ia nyaris bagaikan orang suci."

Pada awal 1980-an, Pastor Fernando Karadima menawarkan perlindungan kepada James Hamilton yang kala itu masih remaja. Saat itu, Cile sudah 10 tahun berada di bawah kediktatoran Jendral Augusto Pinochet.

Di masa yang sarat akan pembunuhan dan penghilangan paksa itu, Karadima mendirikan komunitas gereja di kawasan elite Kota Santiago, El Bosque, yang memberikan jaminan keamanan.

"Bagi seorang remaja, tawaran itu bak lebah dan madu - terasa manis kala berada di dunia yang dirundung kesulitan, ketika Anda berjuang dengan keluarga Anda," kata James Hamilton.

Ayah James sudah lama meninggalkan rumah, sehingga James menjadi remaja yang rapuh - sasaran empuk bagi pelaku kekerasan.

Dan, sebagai seorang idealis muda, ia percaya dirinya hanya memiliki dua pilihan:

"Bergabung dengan orang-orang yang berperang melawan Pinochet, sebagian besar lewat jalan kekerasan. Atau, mengikuti jalan yang ditunjukkan Gereja Katolik kepada Anda - jalan orang-orang suci, perdamaian, dan menyuarakan firman Tuhan Yesus. Saya ingin belajar kedokteran, ini adalah jalan yang saya ambil tanpa kekerasan. "

Namun, meski Gereja Katolik berperan dalam membantu para korban kediktatoran ini, beberapa pastor percaya bahwa Pinochet adalah juru selamat Cile - Karadima adalah salah satunya.

James Hamilton diundang untuk bergabung dengan Catholic Action, sebuah perkumpulan pemuda eksklusif yang bertemu di El Bosque untuk mendengarkan Karadima yang berbicara tentang kepahlawanan, orang-orang suci, serta pentingnya menjadi seseorang rendah hati dan patuh.

James, yang kala itu masih remaja mudah terpengaruh dan merasa seolah-olah telah dipilih.

Lalu pelecehan seksual mulai terjadi.

"Anda tidak mengiranya - itu adalah sesuatu yang benar-benar membingungkan. Tidak mungkin orang suci bisa melakukan semua ini karena penyimpangan seksualnya. Itu tidak mungkin," kata Hamilton, mengingat kebingungannya saat itu.

"Jelas yang salah adalah saya."

Dan Karadima, yang berkedok spiritualitas semu, tidak melepas rasa bersalah yang dialami James Hamilton.

"Sesuatu yang sangat mengerikan, adalah setiap kali ia melecehkan saya, ia menyuruh saya menemui pendeta lain untuk membuat pengakuan dosa," kenang Hamilton.

"Jadi ia membebankan semua rasa bersalah kepada saya. Dan pendeta lain yang mengetahui segalanya, selalu diam ketika saya mengadu tentang perlakuan Karadima. Ia hanya mengatakan kepada saya, 'Bersabarlah, jangan khawatir.'"

Di gereja di El Bosque, Karadima dilindungi dengan baik oleh orang-orang di sekitarnya.

Ia mempengaruhi para pembantunya, dan melatih puluhan pemuda untuk menjadi pastor - empat anak didiknya akan menjadi uskup.

Pelecehan yang dilakukan Karadima terhadap James Hamilton tak berhenti selama 20 tahun, bahkan ketika James yang sudah menjadi dokter, menikah dan memiliki anak.

Kini sesudah 14 tahun menjalani psikoterapi, tiga kali dalam seminggu, ia memahami dinamika kekerasan ini dengan sangat baik.

Tetapi, saat menjadi seseorang yang lebih muda, ia merasa harus tunduk pada pelaku kekerasan.

Ketika ia pergi makan malam di El Bosque bersama istrinya, Karadima akan memintanya untuk meninggalkan meja dan menemaninya di lantai atas dengan dalih ada keluhan kesehatan yang perlu perhatian.

"Beberapa kali saya mencoba menjaga jarak dari Karadima, tetapi setiap kali saya mencoba, ia membuat semacam pengadilan dengan dua atau tiga uskup serta tiga atau empat pastor. Mereka menempatkan saya di sebuah ruangan, dan memberi tahu saya bahwa iblis ada di dalam saya."

Ini dikenal sebagai "pembenahan persaudaraan" di El Bosque - sebuah mekanisme berdalih pemulihan orang yang kerasukan setan, dan digunakan untuk membawa kembali anggota jemaat Karadima yang tak patuh ke tempat semula.

Pada tahun 2004, James Hamilton akhirnya lepas dari Karadima.

"Saya merasa anak-anak saya dalam bahaya. Terutama putra saya," katanya.

Karadima terus mengejar sang dokter, dengan mengirim para pendeta dan uskup untuk berbicara kepada keluarga dan karyawannya.

James Hamilton melaporkan Karadima kepada otoritas gereja, dan meski ia tidak mengetahuinya saat itu, ia adalah pria kedua yang mengadukan kasus pelecehan seksual yang dilakukan Karadima dalam dua tahun.

Namun, Gereja Katolik tetap bungkam. Tidak ada penyelidikan resmi selama bertahun-tahun, sampai akhirnya banyak bukti yang menghadang Karadima.

Pada tahun 2009, perkawinan James Hamilton menemui kegagalan dan ia berniat untuk membatalkannya.

Dalam pengajuan pembatalan, James mencantumkan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Karadima, sebagai alasan atas hancurnya pernikahan dengan istrinya.

Pihak gereja menekannya - seorang pastor mendatanginya dan memintanya untuk berhenti membuat surat pembatalan pernikahan.

"Mereka meminta saya untuk menandatangani sebuah deklarasi - yang menyebutkan bahwa saya telah cukup umur ketika bertemu Karadima, dan bahwa itu adalah hubungan antara dua pria dewasa."

James Hamilton menolak. "Saya tidak bisa menandatanganinya karena itu tidak benar," katanya.

Surat pembatalan pernikahannya pun akhirnya disetujui.

Surat tersebut kemudian bocor ke publik dan pada saat itulah pihak Gereja Katolik menyelidiki Fernando Karadima.

James Hamilton kemudian menghubungi pria-pria lain yang menjadi korban pelecehan yang dilakukan Karadima.

Pada 2010, mereka membuat pernyataan kepada jaksa sipil. Mereka tahu pastor itu tidak akan dipenjara karena kasus pidana Cile punya masa kadaluarsa, tetapi setidaknya mereka tidak ingin apa yang mereka alami ditutupi. Itu menakutkan.

"Media memuat nama-nama kami - kami (dilihat sebagai) yang terburuk. Saya pikir seseorang berupaya membunuh saya - menaruh bom di kolong mobil saya, atau rem mobil saya akan dipotong di daerah pegunungan.

119 kasus pelecehan seksual

"Hal-hal seperti ini terjadi di Cile di bawah kediktatoran Pinochet. Dan Karadima adalah seorang pendukung Pinochet - ia berteman dengan semua mantan jenderal Pinochet. Ia memiliki kekuatan besar - sampai saat ini."

Kini, Fernando Karadima berusia 88 tahun. Ia tinggal di sebuah biara dengan sebuah taman luas yang terletak di kawasan mewah Santiago.

Pada tahun 2011 Vatikan menyatakan ia bersalah atas pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, kadang-kadang dengan kekerasan.

Ia dijatuhi hukuman dengan menyendiri sembari berdoa, dan dilarang berhubungan dengan mantan anggota-anggota paroki, atau melakukan pelayanan publik.

Tapi mengapa pemrosesan kasus ini begitu lama? Apa yang menghambat Uskup Agung Santiago, Kardinal Francisco Javier Errazuriz, dalam melakukan penyelidikan gerejawi terhadap perilaku Karadima, padahal ia sudah menerima laporan pertama tentang pelecehan seksual setidaknya tujuh tahun sebelumnya?

"Sayangnya, saya menilai bahwa tuduhan itu tidak kredibel pada saat itu," katanya kepada media pada 2010.

Kasus Karadima ini mengguncang Cile. Kekesalan terhadap Gereja Katolik makin membara pada 2015. Kala itu, Paus Fransiskus menunjuk salah satu pemuka gereja, Juan Barros, sebagai uskup - seorang pria yang diduga melindungi Karadima.

Warga Cile sangat berang

Para pengunjuk rasa menyambut kedatangan Paus ketika ia mengunjungi Cile pada Januari 2018.

Sikap Paus yang menyebut tuduhan terhadap Uskup Barros sebagai "fitnah" menimbulkan kemarahan yang sangat besar.

Setelah ia meninggalkan Santiago, Paus Fransiskus dipaksa untuk menanggapi para pemrotes, dan mengirim dua utusan ke Cile untuk menyelidiki kasus pelecehan seksual ini.

Sejak saat itu krisis parah terjadi di Gereja Katolik. Utusan Vatikan membuat laporan sebanyak 2.300 halaman, dan Paus mengakui, "budaya pelecehan" di Cile. Lima uskup mengundurkan diri - termasuk Juan Barros.

Sementara itu, untuk pertama kalinya di Cile, jaksa sipil menyita dokumen gereja dalam serangkaian penggerebekan.

Kini, aparat Cile sedang menyelidiki 119 kasus pelecehan seksual dan upaya yang ditutup-tutupi oleh gereja. Sejauh ini sudah ada 178 korban yang teridentifikasi, hampir separuhnya adalah anak di bawah umur pada saat tuduhan pelecehan itu terjadi.

Uskup Agung Santiago, Kardinal Ricardo Ezzati, dipanggil oleh jaksa untuk bersaksi.

Meskipun penyelidikan telah diperluas tak hanya pada Fernando Karadima dan orang-orang kepercayaannya, komitmen otoritas Cile untuk memberi keadilan terhadap korban kekerasan seksual malah membuat korban-korban Karadima lainnya terus bermunculan.

Bulan lalu, Romo Francisco Javier Ossa Figueroa memberikan kesaksiannya selama dua jam kepada jaksa tentang apa yang terjadi padanya di El Bosque sejak akhir 1980-an dan seterusnya.

"Sulit untuk menggali semuanya, tetapi saya tahu itu bisa membantu banyak orang. Anda memang harus berani, karena bukan hanya saya sebagai pendeta yang bersaksi - saya, Francisco, orang yang secara pribadi terluka oleh hal ini. Tapi saya merasa beban telah terangkat, dan bahwa saya tidak sendirian. "

Setelah beberapa pengakuan yang menggegerkan Gereja Katolik di Cile, Romo Francisco dipanggil untuk menemui Paus Fransiskus di Roma untuk membahas pengalamannya tentang pelecehan.

James Hamilton juga diundang ke Vatikan, bersama dengan dua pria lain yang juga telah berkontribusi menjatuhkan Fernando Karadima pada tahun 2011 - Jose Andres Murillo dan Juan Carlos Cruz.

Paus Fransiskus telah mengakui bahwa ia membuat, "kesalahan besar" dalam penilaiannya atas peristiwa di Cile, tetapi James Hamilton tidak terkesan.

"Paus tidak memberi tahu kami apa-apa. Ia tidak memberi tahu kami apa pun tentang apa yang akan ia lakukan, ia hanya meminta kami untuk mendoakannya."

Terapi yang dijalani Dr Hamilton selama bertahun-tahun telah membantunya pulih dari cobaan beratnya, tetapi ahli bedah yang berpengalaman ini mengatakan, ia mengorbankan banyak hal dengan mengumumkan pengalamannya kepada publik.

Akibatnya, ia bukan lagi seorang profesor universitas, atau dokter kepala bedah.

Apa yang ia inginkan adalah, Gereja Katolik mengungkapkan nama dan membuat malu orang-orang yang masih berkuasa dalam hierarki Katolik Cile. Dia ingin mereka bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan.

"Mereka nyaris membunuh hati saya, jiwa saya ... Ketika Anda membunuh jiwa - dan saya dapat mengatakan ini sebagai seorang dokter - Anda mulai membunuh tubuh Anda. Anak-anak yang telah dilecehkan akan hidup 20 tahun lebih sediit, jadi apa yang kita bicarakan? Mereka adalah penjahat. "



Editor: Fidel W

Sumber: okz

T#g:katholikPastorpelecehan seksual pastorpredator seksual itu seorang pastor
Komentar
Rabu, 23 Jan 2019 13:57Berita Sumut

Asops Panglima TNI : Tugas Perdamaian Berdampak pada Hubungan Diplomatik Internasional

Tugas perdamaian dunia di bawah bendera PBB ini merupakan suatu kehormatan bukan hanya berdimensi militer melainkan juga berdimensi politik internasional yang berdampak pada hubungan diplomatik antar negara dan posisi tawar Indonesia di kancah internasion

Rabu, 23 Jan 2019 13:40Berita Sumut

Ketua Persit KCK PD I/BB : Mengisi Waktu Luang dengan Kegiatan Positif

Mengisi waktu luang dapat dilakukan dengan kegiatan positif, antara lain dengan kreativitas dan seni. Ketua Persit KCK PD I/BB Ny. Tri Sasanti MS Fadhilah menyampaikan hal itu pada kegiatan keterampilan membuat Bros untuk hiasan dinding, Rabu 23 Januari 2

Rabu, 23 Jan 2019 13:20Berita Sumut

Atasi Masalah Sampah, Bangkitkan Kembali Semangat Gotong Royong

Permasalahan sampah dan kebersihan Kota Medan masih menjadi sorotan berbagai kalangan, mulai dari pengamat lingkungan, akademisi dan kali ini mendapat sorotan dari tokoh pemuda. Selaku warga Medan, Rianto SH merasa bertanggungjawab dengan predikat yang d

Rabu, 23 Jan 2019 13:11Berita Sumut

Gladi Simulasi Pam Pileg dan Pilpres 2019 Kota Medan Libatkan Ratusan Personil TNI dan Polri

Ratusan personel TNI-Polri se Garnizun Kota Medan menggelar gladi untuk kegiatan simulasi pengamanan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2019 di Lapangan Benteng, Jln Pengadilan No.8 Medan, Rabu pagi (23/1/2019).

Rabu, 23 Jan 2019 11:43Berita Sumut

Dua Rekannya "Nyanyi", Bandar Narkoba Ini Pasrah Dibekuk Polisi

Tim Opsnal Reskrim Polsek Simpang Empat membekuk seorang tersangka bandar narkoba yang meresahkan warga masyarakat kecamatan Simpang empat Asahan. Tersangka berinisial MSBM alias Surya” dapat dibekuk atas nyanyian tersangka “RA alias Tuti” warga dusun

Rabu, 23 Jan 2019 11:27Internasional

Tragis nan Pilu, Bayi ini Meregang Nyawa di Tangan Ibunya & Jasadnya di "Mainkan"

Bayi perempuan berusia 18 bulan di Taiwan harus mengalami kisah tragis saat disiksa ibunya dan tiga saudara ibunya, yang terjadi pada 15 Januari 2018 lalu. Bayi malang itu dipukuli hingga meninggal dunia, bahkan sempat diajak karaoke oleh ibunya meski sud

Rabu, 23 Jan 2019 11:25Internasional

Jelang Olimpiade, Jepang Akan Tutup Toko Majalah "Konten Negatif"

Toko serba ada yang dapat ditemukan di mana pun di Jepang dilaporkan tengah bersiap untuk menghentikan penjualan majalah porno menjelang kedatangan gelombang turis ke negara itu untuk menyaksikan Olimpiade yang akan digelar tahun depan dan Piala Dunia Rag

Rabu, 23 Jan 2019 11:10Lifestyle

Hubungan Tak Direstui Sang Ayah, Artis Cut Meyriska Angkat Bicara

Cut Meyriska akhirnya menjawab teka-teki soal hubungannya dengan Roger Danuarta.

Rabu, 23 Jan 2019 10:56Berita Sumut

Balai Kota Medan Dikirimi Papan Bunga Sindiran, Isinya Sangat Menohok

Ada pemandangan lucu di depan Balai Kota Medan Jalan Kapten Maulana Lubis pada Rabu (23/1/2019) pagi tadi. Sebuah papan bunga berdiri tepat di depan gerbang kantor Wali Kota itu. Yang menohok dari papan bunga itu adalah isi tulisannya.

Rabu, 23 Jan 2019 10:55Ekonomi

Rupiah Kembali Perkasa, Pagi ini di Buka Rp14.190/USD

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berhasil menguat pada perdagangan pagi ini. Rupiah kini berada di level Rp14.100-an per USD.

Rabu, 23 Jan 2019 10:40Nasional

Terciduk Bawa Sabu Dari Negara Sebrang, 3 Pemuda di Amankan

Tiga warga Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau menyebarangi laut lepas yakni Selat Malaka dengan memakai kapal sederhana berupa kapal kayu. Tujuan mereka adalah menjemput narkoba dari Negara Malaysia.

Rabu, 23 Jan 2019 10:25Ekonomi

BPJS Ketenagakerjaan Siap Akuisisi Puluhan Juta Tenaga Kerja Baru

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) optimistis tahun ini dapat mengakuisisi kepesertaan baru mencapai 21 juta tenaga kerja, hal tersebut untuk mencapai target 34,5 juta peserta aktif tahun 2019.

Rabu, 23 Jan 2019 10:10Lifestyle

Meski Petarung Wanita MMA Tapi Tetap Mempesona

Beberapa tahun terakhir, seni bela diri campuran (MMA) semakin populer. Bahkan ada kompetisi untuk olahraga tersebut. Tak hanya untuk laki-laki, kompetisi juga diadakan untuk para perempuan.

Rabu, 23 Jan 2019 09:45Berita Sumut

Mampir di Asahan, SBY Resmikan Klinik Perawatan Korban Narkotika Sei Silau

Selain menggelar pertemuan dan bertatap muka secara langsung dengan masyarakat Asahan, Ketua Umum DPP Partai Demokrat yang juga Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meresmikan balai pengobatan dan perawatan korban narkotika “Klinik Amanah” yang

Rabu, 23 Jan 2019 07:22Berita Sumut

Kodim 0203/Lkt Grebek, Oknum Lapas Terjaring Lokasi Narkoba

Dalam kurun waktu selama bulan Januari 2019,aparat dari Unit Kodim 0203/Lkt sudah dua kali berhasil meringkus para pengedar dan bandar narkoba jenis sabu. Pertama awal bulan Januari 2019 dan kali ini tepatnya hari Selasa (22/1/2019) petugas Unit Intel Kod

Rabu, 23 Jan 2019 07:07Berita Sumut

Bersama Tiga Pilar Plus Pemkab.Asahan Gotong Royong

Kabupaten Asaha yang dikenal dengan Visi Misinya , Asahan yang Religius,Sehat,Cerdas dan Mandiri terus bernah dalam mewujudkannya, dan dalam mewujudkan Asahan yang bersih dan sehat Pemerintah Kabupaten bersama tiga pilar plus melaksanakan kegiatan gotong