• Home
  • Internasional
  • Presiden Palestina Ancam Akan Tinjau Kesepakatan Damai dengan Israel

Presiden Palestina Ancam Akan Tinjau Kesepakatan Damai dengan Israel

Fidel W Minggu, 19 Agustus 2018 11:03 WIB
Presiden Palestina Ancam Akan Tinjau Kesepakatan Damai dengan Israel / photo: ist
MATATELINGA, Palestina: Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengancam akan meninjau kembali seluruh perjanjian damai yang pernah disepakati dengan Israel jika Tel Aviv terus melanggar aturan internasional.

Peringatan itu Abbas lontarkan dalam pidatonya menutup tiga hari pertemuan Dewan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di Ramallah, Sabtu (18/8).

"Israel telah melanggar seluruh perjanjian yang telah ditandatangani, mulai dari Perjanjian Oslo yang diteken oleh PLO pada 1993 hingga Traktat Ekonomi Paris pada 1994," kata Abbas.

Perjanjian Oslo diteken Presiden Palestina Yasser Arafat dan Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin pada 1993 di Washington DC dan pada 1995 di Mesir.

Poin penting dalam perjanjian itu salah satunya adalah pengakuan PLO terhadap negara Israel dan sebaliknya, pengakuan pemerintah Israel terhadap PLO sebagai perwakilan rakyat Palestina dan mitra negosiasi.

Selain itu, perjanjian Oslo juga membahas peta jalan menuju perdamaian Israel-Palestina.

Namun, selama ini Palestina merasa Israel tak pernah mengindahkan kesepakatan tersebut dengan berbagai kebijakannya termasuk perluasan pendudukan ilegal di tanah Palestina.

Dalam pidatonya, Abbas menuding pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu "terus memperluas pendudukan dan mengancam akan memotong tunjangan bagi keluarga Palestina yang tewas atau ditahan di Israel."

Dia juga mengecam keputusan parlemen Israel mengesahkan Undang-Undang Negara Yahudi yang dianggap mendiskriminasi warga Palestina dan keturunan Arab di wilayah itu.

Presiden berusia 84 tahun itu juga menolak perjanjian damai yang diusulkan Amerika Serikat yang selama ini disebut Presiden Donald Trump sebagai "Kesepakatan Abad Ini" dalam penyelesaian Israel dan Palestina.

"Palestina tidak akan bernegosiasi dengan Washington dan tidak akan menerima Amerika sebagai sponsor perdamaian sebelum mereka menyesali keputusannya terkait dengan Yerusalem, pengungsi, dan pendudukan (Israel)," ucap Abbas seperti dikutip Xinhua.

Pernyataan Abbas itu merujuk pada keputusan kontroversial Trump pada Desember 2017 yang memutuskan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Padahal, kota suci bagi umat tiga agama itu telah lama menjadi sumber konflik Israel-Palestina, di mana kedua pihak sama-sama mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota masa depan mereka.

Sejak itu, relasi Palestina-AS berangsur memburuk. Palestina bahkan memboikot hubungan dengan Amerika terutama setelah Trump berkeras membuka kedutaan besarnya untuk Israel di Yerusalem pada 14 Mei lalu.
Editor: Fidel W

Sumber: cnn

T#g:mahmoud abbaskesepakatan damaipalestinaYerussalem
Komentar
Jumat, 21 Sep 2018 13:11Berita Sumut

Komunitas Vespa Kawal Mahasiswa Pertanian dari Kampus III Menuju Kampus II

Komunitas Vespa Matahari Scuter ikut ambil bagian dengan berparade dari kampus III Jalan Harmonika Baru mengawal calon mahasiswa fakultas pertanian yang berjumlah 226 orang menuju kampus II di Jalan Setia Budi Pasar II Tanjung Sari Medan.

Jumat, 21 Sep 2018 11:43Berita Sumut

Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto Lantik Brigjen Pol Mardiaz Jadi Waka Poldasu

Kepala kepolisian Polda Sumatera Utara Irjen Pol Drs Agus Andrianto, S.H secara resmi melantik Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Mardiaz Kusin Dwihananto, S.I.K., M.Hum menjabat Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Wakapolda Sumut).

Jumat, 21 Sep 2018 11:39Nasional

Wakasad : Generasi Muda harus jadi Agent Of Change dan Entrepreneur Berwawasan Kebangsaan

Guna menghadapi kompetisi global yang penuh dengan tantangan Generasi muda diharapkan mampu menjadi Agent of Change sekaligus berwawasan kebangsaan

Jumat, 21 Sep 2018 11:35Berita Sumut

Optimalkan Perekaman Penduduk, Disdukcapil Sumut Selenggarakan Bimtek

Optimalkan perekaman data penduduk di Sumatera Utara (Sumut), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Sumut menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) pendaftaran penduduk dan pengelolaan administrasi kependudukan bagi aparatur kabu

Jumat, 21 Sep 2018 11:34Berita Sumut

P3S UMI Medan Diisi dengan Ceramah Wawasan Kebangsaan

Pengenalan Program Pendidikan dan Studi (P3S) kepada mahasiswa baru Universitas Methodist Indonesia (UMI) Medan di Kampus II Jalan Setia Budi Pasar II Tanjung Sari Medan, Jumat (21/9) setelah diawali dengan ibadah, P3S dibuka secara resmi oleh Rektor UMI

Jumat, 21 Sep 2018 11:31Berita Sumut

Kapoldasu Besuk Lima Mahasiswa terluka Bentrok DPRDSU

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Drs. Agus Andrianto,SH menjenguk mahasiswa yang mengalami luka akibat unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sumut

Jumat, 21 Sep 2018 11:26Berita Sumut

Titik Panas Mulai Terpantau di Sumut BBMKG

Satu titik panas (hotspot) di provinsi Sumatera Utara (Sumut), kembali ditemukan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG).

Jumat, 21 Sep 2018 11:12Berita Sumut

Muspika Kec Bandar bersama APSI dan masyarakat Gotong Royong Perbaiki Jalan

Kota Perdagangan sebagai Barometernya Simalungun yang lebih dikenal Sampantao, Muspika bersama Instansi serta masyarakat mengadakan gotong royong memperpaiki jalan jalan dipusat kota sudah pada hancur dan berlubang dan sangat membahayakan bagi pengguna

Jumat, 21 Sep 2018 10:38Lifestyle

Konsumsi Teh di Pagi Hari Dapat Membahayakan Kesehatan

MASYARAKAT di sejumlah negara di Asia seperti Indonesia, India, dan Malaysia umumnya memulai hari mereka dengan secangkir kopi atau teh panas, sambil membaca koran dan menikmati sepotong roti panggang. Bagi sebagian orang, praktik seperti ini mungkin terl

Jumat, 21 Sep 2018 10:34Lifestyle

Inilah Tiga Zodiak yang Berpotensi Mengubah Dunia. Cek Disini, Apakah Kamu Salah Satunya?

BANYAK permasalahan yang menjadi perhatian negara-negara di dunia. Kemiskinan, kemacetan, pendidikan dan kesehatan masih perlu ditangani.

Jumat, 21 Sep 2018 10:22Lifestyle

Mau Melihat Jaring Laba-laba Raksasa? Datanglah ke Tempat Ini

BANYAK hewan yang dianggap menakutkan entah karena bentuknya, atau memang beracun. Salah satunya adalah laba-laba, selain karena bentuknya yang menakutkan banyak juga yang beracun.

Jumat, 21 Sep 2018 10:17Internasional

Untuk Ketiga Kalinya Shinzo Abe Pimpin LDP, Partai Berkuasa di Jepang

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada Kamis menang untuk ketiga kali berturut-turut sebagai ketua Partai Demokrat Liberal (LDP) berkuasa.

Jumat, 21 Sep 2018 10:02Internasional

'Razia' Beragama, China Tutup Gereja Independen Terbesar

PENUTUPAN salah satu gereja independen terbesar di Beijing baru-baru ini dan tindakan keras terhadap jemaat di tempat lain di China, adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk menempatkan agama di bawah kendali Partai Komunis yang berkuasa, menurut pa

Jumat, 21 Sep 2018 09:54Internasional

Pilot Lupa Nyalakan Alat Pengatur Tekanan Udara, 30 Penumpang Alami Pendarahan

Kesalahan dari yang dilakukan pilot di kokpit menyebabkan lebih dari 30 penumpang pesawat Jet Airways India mengalami pendarahan dari telinga dan hidung mereka. Pilot dilaporkan lupa menyalakan alat pengatur tekanan kabin saat pesawat mengudara.

Jumat, 21 Sep 2018 09:51Nasional

Mahfud MD: Jika Hukum Ditegakkan, Lebih dari 50 Persen Persoalan Negara Dapat Diselesaikan

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD kembali menegaskan bahwa persoalan penerapan hukum di Indonesia saat ini amburadul, sehingga harus menjadi fokus perhatian seluruh pihak.

Jumat, 21 Sep 2018 09:47Nasional

Almisbat Adakan Lomba Potong Tempe Setipis Kartu ATM

Aliansi Masyarakat Sipil Untuk Indonesia Hebat (Almisbat) menggelar perlombaan potong tempe setipis ATM di Kantor Badan Pengurus Nasional (BPN) Almisbat, Tebet Barat VIII, Jakarta Selatan, Kamis (20/9/2018).