Tantang Erdogan, Meral Aksener Lahirkan Revolusi Yemeni

Fidel W Rabu, 20 Juni 2018 10:05 WIB
Meral Aksener, kandidat pilpres turki / photo: ist
MATATELINGA, Turki: Menurut tradisi Turki, perkelahian antar pria berakhir saat perempuan melemparkan kerudungnya ke tanah. Karena itulah, kandidat Presiden Meral Aksener, mengunjungi satu kota ke kota lainnya, mengumpulkan kerudung warna-warni yang di Turki dikenal sebagai 'yemeni', dari para pendukungnya.


Perempuan berusia 61 tahun itu menyebut perjuangannya untuk mengakhiri agresi politik di Turki sebagai 'Revolusi Yemeni'. Jika berhasil menyingkirkan Presiden Recep Tayyip Erdogan, Aksener akan memajang kerudung-kerudung warna-warni itu di Cankaya, bekas Istana Kepresidenan di Ankara.

"Turki telah diperintah oleh laki-laki yang sangat keras untuk waktu yang sangat lama," katanya di kota selatan Adana, di sela-sela rangkaian kampanyenya.

Beberapa diaspora Turki di luar negeri menyebut Aksener sebagai "Iron Lady" atau "Wanita Besi". Namun di dalam negeri, orang-orang memanggilnya Asena, sosok serigala betina berwarna biru dalam legenda Turki yang menjauhkan suku-sukunya dari bahaya.

Namun ada nama lain lebih disukai Aksener.

"Beberapa orang memanggil saya kakak, tapi banyak anak muda memanggil saya 'Ibu Meral', dan saya suka menjadi ibu," kata Aksener.


Aksener adalah satu-satunya wanita yang mencalonkan diri sebagai calon presiden dalam pemilihan 24 Juni. Tapi pencalonan itu bukan hanya berdasarkan jenis kelamin.

Gayanya yang konservatif dan nasionalis tampaknya bakal memikat dukungan dari basis Erdogan. Meskipun dalam jajak pendapat, Aksener hanya menempati peringkat ketiga.

Kandidat presiden dari oposisi utama, Muharrem Ince, berada di tempat kedua dan telah menggembleng basis kiri-tengahnya sendiri. Namun Ince, tak mungkin membelah suara konservatif seperti yang mampu dilakukan Aksener.

Kebangkitan Aksener

Aksener dan visi 'Revolusi Yemeni'-nya telah menarik perhatian rakyat di seluruh turki. Para perempuan yang menghadiri kampanye Aksener di di Adana menyerahkan kerudung-kerudung mereka saat dia tampil di atas panggung.

Esra Demirkol, salah seorang pendukung setia Aksener mau menunggu berjam-jam untuk berfoto, melompat ke atas panggung dan memeluk sang kandidat pujaan.

"Demi masa depan, demi anak-anak kita, demi negara kita karena berbagai alasan, aku akan memilih Meral Aksener. Sentuhan seorang wanita membuat segalanya lebih baik. Aku ingin seorang ibu memerintah negeri kita," kata Demirkol sambil terengah-engah saat kembali dari atas panggung.

Partai Aksener, Iyi (Partai Baik) adalah pemain baru di panggung politik Turki. Namun, Aksener adalah politisi veteran. Dia pernah menjabat sebagai menteri dalam negeri selama delapan bulan di puncak perang melawan separatis Kurdi, saat pelanggaran hak asasi manusia (HAM) merajalela di Turki.

Ketika ditanya soal pelanggaran HAM itu, Aksener membantahnya. Dia mengklaim bahwa selama dia menjabat sebagai menteri tak ada satu pun pelanggaran HAM.

"Ada kelompok HAM pada waktu itu, mereka menerbitkan daftar orang hilang. Saya kirimi mereka selembar surat bertanda tangan dengan tulisan, 'Mari kita cari bersama-sama mereka yang hilang.' Dan sejak itu mereka tidak menerbitkan publikasi lain selama sisa masa jabatan saya," kata Aksener.

Selama menjadi menteri dalam negeri, dia juga mendapat kredibilitas karena membela militer, yang mencoba menggulingkan pemerintah sipil pada 1997 yang disebut "kudeta post-modern".

Sekali lagi, sikap membangkang Aksener telah memicu popularitasnya. Aksener memutuskan hubungan dengan partai lamanya, Partai Gerakan Nasionalis, MHP, tahun lalu karena partai itu beraliansi dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan.


Tak Ada Sistem Pengawasan dan Keseimbangan

Aksener, seperti semua kandidat oposisi, bersumpah untuk kembali pada sistem politik Turki sebelum Erdogan.

Erdogan yang memenangkan referendum tahun lalu dikecam karena merebut kekuasaan lewat pemungutan suara itu, dimana dia mengubah sistem parlementer menjadi presidensial, yang memberikannya kekuasaan baru.

Pemungutan suara itu dinilai tidak adil, karena pemerintah Erdogan memenjarakan para pembangkang dan menghancurkan kebebasan pers menyusul kudeta yang gagal pada 2016. Erdogan menang dengan selisih tipis, dan perubahan radikal terhadap sistem Turki akan berlaku setelah pemilihan.

"Saya telah berjuang dengan Erdogan dan perilaku ekstra-yudisialnya selama dua setengah tahun, tiga tahun terakhir," kata Aksener.

"Pemilihan yang akan kita ikuti, itulah yang diinginkan oleh Erdogan. Itu bukan sistem presidensial seperti di negara demokrasi Barat. Kami tidak punya sistem pengawasan dan keseimbangan."

Dengan Ince di posisi kedua jajak pendakat Aksener mungkin bukan kandidat oposisi yang akan berhadapan dengan Erdogan, jika dalam pemungutan suara bisa lolos ke putaran kedua.

Meski begitu, Aksener sudah berperan dalam membentuk pemilihan di Turki. Dalam pemilihan presiden sebelumnya, partai-partai oposisi bersatu untuk mendukung satu kandidat untuk menantang petahana.

Kali ini, Aksener menolak untuk bergabung dan mengumumkan pencalonannya sendiri. Sikap ini langsung diikuti partai oposisi lainnya yangmengikuti dan mengajukan kandidat terkuat mereka, memberikan lebih banyak pilihan bagi orang untuk memilih menentang Erdogan.

Partai-partai oposisi termasuk Aksener telah berkomitmen untuk mendukung siapa pun yang berani berhadapan dengan Erdogan, jika pemungutan suara dilanjutkan ke putaran kedua.

Mustafa Koseler, 76 tahun, seorang pendukung MHP, bekas partai Aksener, menyatakan akan mendukung Partai Iyi partai baru Aksener, setelah berpuluh tahun setia pada MHP.

Dia khawatir bahwa Turki akan berakhir dalam "kediktatoran seperti Bashar Assad, seperti Hafez Assad, seperti (Mohamed) Morsy, seperti (Moammar) Gadhafi" di bawah pemerintahan Erdogan.

Dia mendukung Aksener untuk menjaga demokrasi dan mencegah perubahan sistem politik Turki.

"Kami tidak ingin pemerintahan satu orang," katanya pada rapat umum di Adana. "Kami ingin republik, demokrasi, dan parlemen kami berfungsi seperti sekarang ini. Kami ingin anggota parlemen kami memiliki suara. Dalam sistem baru, mereka tidak akan melakukannya."

Apa yang dijanjikan Aksener adalah fajar baru bagi negara Turki. Logo biru Iyi Party-nya berhiaskan semburat dengan sinar matahari keemasan, menjanjikan optimisme gerakan baru.

Ketika seorang pemilih di Adana, Turki, Guler Yasa, ditanya mengapa dia mendukung Aksener, dia mengacu pada logo ini. "Karena dia memalingkan wajahnya ke matahari. Dia akan membuat matahari baru terbit di atas negara kita," kata Yasa optimistis.
Editor: Fidel W

Sumber: cnn

T#g:Erdoganmeral aksenerpemilu presiden turkirevolusi yemeniTurki
Komentar
Minggu, 16 Des 2018 23:45Bola

Henderson Optimis Liverpool Pasti Juara di Musim ini

Kapten Liverpool, Jordan Henderson, optimis timnya bisa merebut gelar juara pada musim ini. Dengan performa apik yang terus ditunjukkan Liverpool, ia memastikan bahwa timnya telah siap mengangkat trofi pada musim 2018-2019.

Minggu, 16 Des 2018 23:30Bola

Liga Inggris: Arsenal Akhirnya Kalah dari Southampton 2-3

Arsenal gagal memetik kemenangan kala bertandang ke markas Southampton di laga lanjutan pekan ke-17 Liga Inggris 2018-2019, pada Minggu (16/12/2018) malam WIB. Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion St. Mary’s tersebut, The Gunners julukan kalah de

Minggu, 16 Des 2018 23:23Bola

Jose Mourinho Ragu Mendatangkan Pemain Baru Pada Bursa Transfer Musim Dingin 2019

Pelatih Manchester United, Jose Mourinho, ragu timnya bakal mendatangkan pemain baru pada bursa transfer musim dingin 2019 yang dibuka pada bulan depan. Pasalnya, hingga kini, Mourinho belum mengetahui lebih lanjut keputusan klub soal rencana pembelian pe

Minggu, 16 Des 2018 23:15Nasional

Presiden Jokowi: Serahkan SK Perhutanan Sosial Kepada Masyarakat Jambi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan kegiatan kunjungan kerjanya di Jambi dengan menyerahkan Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial di Taman Hutan Pinus Kenali, Kota Jambi.

Minggu, 16 Des 2018 23:15Bola

Man United Optimis Raih Poin Penuh Kala Berhadapan Dengan Liverpool

Striker Manchester United, Marcus Rashford, memastikan penampilan terbaik bakal disuguhkan timnya kala berhadapan dengan Liverpool dalam laga lanjutan Liga Inggris 2018-2019, Minggu (16/12/2018) mulai pukul 23.00 WIB. Hal ini dilakukan karena Rashford ing

Minggu, 16 Des 2018 23:00Nasional

Presiden Jokowi: Bangsa ini akan Terlihat Hebat Apabila TNI-Polri Solid

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakini kekuatan dari bangsa Indonesia dapat dilihat dari kekompakan seluruh aparatnya, khususnya TNI-Polri. Menurutnya, rakyat akan merasa aman apabila TNI-Polri kompak dan solid dalam menjaga keamanan dan ketertiban negara

Minggu, 16 Des 2018 22:45Nasional

Lagi, Papua Diguncang Gempa 6,1 SR, ini Pernyataan BMKG

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah melaporkan gempa dengan magnitudo 6,1 dengan pusat gempa di darat, 52 km barat daya Keerom Provinsi Papua dengan kedalaman 106 km pada pukul 16.42 WIB, Minggu (16/12/2018). Gempa tidak berpotensi ts

Minggu, 16 Des 2018 22:35Bola

Mourinho: Mohamed Salah Menjadi Senjata Nuklir Liverpool Saat Akan Bertanding Lawan Manchester United Minggu Malam

Pelatih Manchester United, Jose Mourinho, mengakui ketangguhan winger Liverpool, Mohamed Salah. Menurutnya, Salah adalah pemain yang begitu tangguh sehingga bisa menjadi senjata nuklir bagi Liverpool.

Minggu, 16 Des 2018 22:30Internasional

Kenapa Donal Trump Copot Menteri Dalam Negeri AS...?

Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Menteri Dalam Negeri, Ryan Zinke, yang diselimuti skandal akan meninggalkan pemerintahannya pada akhir tahun.

Minggu, 16 Des 2018 22:18Bola

Spalletti: Meski Menang, Anak asuhnya Masih Banyak Kesalah

Meski Inter memastikan diri meraih poin penuh karena laga berakhir dengan skor 1-0, sang pelatih, Luciano Spalletti, tetap belum merasa puas dengan performa pada pemainnya. Hasil manis berhasil diraih Inter Milan kala menjamu Udinese dalam pekan ke-16 Lig

Minggu, 16 Des 2018 22:15Nasional

Persiden Jokowi: Himbau Para Petani Sawit Untuk Tidak Hanya Menanam Sawit Saja, Kenapa ?

Presiden Joko Widodo meminta masyarakat tidak terus menanam kelapa sawit di lahan-lahan perkebunan. "Jangan semua mau menanam sawit. Mana tadi yang mau nanam sawit? Yang lain kan banyak bisa ditanami," kata Presiden Joko Widodo dikutip dari Anta

Minggu, 16 Des 2018 22:01Berita Sumut

DPO Polres Belawan, terkapar di terjang timah Panas

Satuan unit reskrim Polres Pelabuhan Belawan meringkus tersangka DSG ,27, warga Jalan Sejahtera Komplek Panggon Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan. Polisi terpaksa melumpuhkan dengan timpah panas.Pasalnya memberikan perlawanan saat ditangkap

Minggu, 16 Des 2018 21:59Berita Sumut

Sopir Jurusan Padang Sidempuan Sekarat di tikam Penumpang

Sopir jurusan Padangsidimpuan-Sibolga bernama Amiruddin Harahap, yang menjadi korban penikaman penumpang. istri Asli Tanjung ,26, sempat melihat suaminya melintas dari depan rumah.

Minggu, 16 Des 2018 21:43Berita Sumut

Peresmian Kampung Budaya Melayu Desa Pekan Tanjung Beringin

Wabup Sergai H Darma Wijaya, melakukan peresmian Kampung Budaya Melayu Desa Pekan Tanjung Beringin di Desa Pekan Tanjung Beringin Kecamatan Tanjung Beringin yang berlangsung selama dua hari yaknipada tanggal (15-16/12/2018)

Minggu, 16 Des 2018 20:58Berita Sumut

Plt Bupati Labuhanbatu Hadiri Peringatan Hari Juang Kartika Kodim 0209/LB

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Labuhanbatu H. Andi Suhaimi Dalimunthe, ST, MT didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Labuhanbatu Hj. Rosmanidar Hasibuan, menghadiri Peringatan Hari Juang Kartika (HJK) KODIM 0209 Labuhanbatu di Lapangan Bola Kaki Makod

Minggu, 16 Des 2018 20:54Berita Sumut

Plt. Bupati Labuhanbatu Turut Evakuasi Warga Akibat Banjir dan Jembatan Rambin Roboh

Plt. Bupati Labuhanbatu H Andi Suhaimi Dalimunthe, ST, MT bersama Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang, S.IK dan BPBD, Jum’at (14/12/2018) turut berjibaku mengevakuasi warga akibat banjir dan robohnya jembatan rambin yang menghubungkan Dusun Tebing