'Kita Telah Mati', Buku Pegangan Wajib Aktivis

amelia Selasa, 09 Oktober 2018 17:34 WIB
Mtc/ist
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Medan Area Muazul MH, MHum menyebut buku 'Kita Telah Mati' memiliki nilai jual dalam hal akademik dan bisa diaplikasikan dalam kehidupan, terutama bagi yang berkecimpung di dunia aktivis.
MATATELINGA, Medan : Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Medan Area Muazul MH, MHum menyebut buku 'Kita Telah Mati' memiliki nilai jual dalam hal akademik dan bisa diaplikasikan dalam kehidupan, terutama bagi yang berkecimpung di dunia aktivis.

"Ini bisa jadi buku pegangan atau buku wajib bagi kita semua, khususnya mahasiswa FISIPOL UMA," ungkapnya saat menjadi pemateri pada acara Bedah Buku 'Kita Telah Mati' karya Dadang Darmawan Pasaribu di Convention Hall Universitas Medan Area, Jalan PBSI Medan, Selasa (9/10).

Dalam kegiatan yang digelar oleh Ikatan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan FISIPOL UMA ini juga menghadirkan Ir Erwin Pane, SP dan Drs Irpan Simatupang, M.Si sebagai pembedah buku.

Muazul juga kagum dengan lahirnya buku ini dan ditulis oleh orang Medan asli. Pasalnya di masa sekarang tidak banyak orang yang mau menulis buku. Karena syarat yang harus dipenuhi menjadi sangat banyak. Termasuk referensi dan pengetahuan yang sangat luas diperlukan.

Muazul bercerita ketika buku ini ada di tangannya, ia sudah tertarik dengan covernya. Secara marketing sangat baik dan tertantang untuk membaca.

Kemudian melihat judulnya 'Kita Telah Mati' membuat Mauzul makin tertantang lagi karena sangat menggelitik dan membuat kita ingin membacanya. 

"Penulis sangat berani membuat judul ini. Buku ini seakan menjelaskan kita sudah mati, namun kita akan hidup kembali setelah membaca buku ini," ungkap pria berbarik warna cokelat ini.

Dalam buku ini, tambahnya, kata mati merujuk pada keteladanan. Sudah matikah dalam mencari keteladanan yang sudah hilang dalam hidup ini. 

"Agar kita tidak mati, mari kita cari nilai-nilai keteladanan. Baik di dunia pendidikan atau di dalam kehidupan sehari-hari," tambahnya.

Pemateri kedua, Erwin Pane mengatakan secara fisik buku dengan 340 halaman ini sangat tebal dan bagi pembaca sekarang bakal sangat melelahkan. Disarankan membacanya dari judul-judul yang menurut anda menarik.

Judul buku ini merupakan kesimpulan dari empat judul di dalam buku ini. 
"Tapi kalau saya pribadi ini belum mati kali, tapi masih megap-megap," kata Erwin disambut gelak tawa ratusan mahasiswa yang hadir pada acara ini.

Sedangkan untuk judul Bertuhan Tanpa Tuhan, Erwin berpendapat lebih setuju judulnya Beragama Tanpa Tuhan. 

Karena kalau bertuhan, sudah pasti ada tuhannya. Tapi kalau beragama yang seperti zaman sekarang ini memang realitasnya seperti itu beragama tapi tidak mengenal tuhannya.

"Isi buku ini sebenarnya satire, mengajak kita berbangsa serta mengingatkan kita bahwa kita memiliki ideologi Pancasila serta punya Bhineka Tunggal Ika yang orisinal Indonesia, bukan tiruan dari Amerika Serikat," tegasnya.

Pemateri ketiga, Irpan Simatupang menegaskan, satu kata yang paling tepat untuk menggambarkan buku 'Kita Sudah Mati' adalah luar biasa. Dengan referensi luar biasa, nalar yang luar biasa, dan untaian kata yang juga sangat luar biasa.

"Buku ini bagi saya adalah fisik dan jiwa penulis sendiri. Beliau ini berjuang sampe titik nol untuk memperjuangkan ideologinya," kata Irpan.

Secara intelektual, tambahnya, beliau juga bukan orang sembarangan. Sedang menempuh pendidikan S-3 di Universitas Diponegoro, juga dosen berstatus pegawai negeri dan rela meninggalkan PNS-nya untuk berjuang mempertahankan Ideologi.

"Sekarang beliau menjadi caleg DPD RI. Dalam hatinsaya bertanya 'Apa yang kau cari Dadang?' Tapi beliau ini Haqqul Yaqin untuk berjuang meraih sesuatu yang benar," jelas Irpan.

Ia pun menyarankan para mahasiswa UMA membaca buku ini. Sehingga kita jadi tahu apa yang diharapkan Dadang untuk negara ini. Buah pikirannya semoga bisa diterapkan di negara kita ini.

Pada akhir acara, penulis buku 'Kita Telah Mati' Dadang Darmawan Pasaribu mengatakan sangat berbahagia telah digelarnya acara ini. 

Ia bercerita filsuf yang menginspirasinya membuat buku ini adalah Nietzsche dalam tulisannya Tuhan Telah Mati tahun 1.800. Hal ini merujuk pada manusia yang mengedepankan nalarnya.

"Manusia yang hanya menggantungkan segala sesuatu dengan nalarnya, sama saja artinya tidak percaya pada Tuhan lagi dan artinya Tuhan telah mati," ujarnya.

Dadang menjelaskan kata Mati dalam buku ini sama seperti yang dimaksud oleh para filsuf yang ada di dunia, bahwa yang mati adalah nurani.

"Saya berharap pada kesempatan lain bisa menulis buku 'Kita Hidup Kembali'" ungkapnya disambut tepuk tangan meriah dari para peserta yang hadir. (mtc/amel)
Editor: faeza

T#g:aktiviskita telah matiuniversitas medan area
Komentar
Senin, 17 Jun 2019 13:21Berita Sumut

Kasus Percobaan Pembunuhan Pensiunan Polri dan Keluarga di Dairi Terungkap, Ini Motif dan Tersangkanya

Tim gabungan dari Ditkrimum Polda Sumut dan Polres Dairi berhasil mengungkap kasus percobaan pembunuhan yang mengakibatkan seorang pensiunan Polri bernama Bangkit Sembiring dan 4 orang keluarganya kritis. Selain itu, polisi juga meringkus seluruh pelaku y

Senin, 17 Jun 2019 13:18Berita Sumut

Mantan Polisi di Dairi jadi Korban Percobaan Pembunuhan, 7 Pelaku Diamankan

Akhirnya, tujuh (7) pelaku percobaan pembunuhan terhadap purnawirawan polisi, Bangkit Sembiring (58) dan keluarganya di rumah korban, di Dusun Lau Kersik, Desa Bukti Lau Kersik, Kecamatan Gunung Sitember, Kabupaten Dairi, Jumat (31/5/2019) lalu, berhasil

Senin, 17 Jun 2019 13:00Berita Sumut

Antisipasi Kebakaran Hutan, BMKG Pantau 9 Titik Panas di Sumut

Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan di Sumatera Utara, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali menemukan sebanyak 9 titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera Utara (Sumut), Senin (17/6/2019).

Senin, 17 Jun 2019 12:20Berita Sumut

Kawasan Hutan di Dairi Terbakar, Pemantauan Terus Dilakukan

Kasus kebakaran hutan seringkali terjadi di Sumatera Utara, baru-baru ini terjadi lagi kebakaran hutan yang menghanguskan kawasan hutan di sekitar Danau Toba, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Tepatnya di Desa Paropo, Kecamatan Silahisabungan, Minggu (16/6

Senin, 17 Jun 2019 11:47Berita Sumut

Sadis!!! Handphone yang Digadaikannya Dijual, Deden Gorok Leher Riswan Hingga Tewas

Gara gara hendak menebus handphone yang digadaikan, seorang pemuda berinisial A alias Deden (23) warga dusun II desa Bangun kecamatan Pulau Rakyat Asahan (DPO) tega menggorok leher Riswan Effendi (28) warga dusun VI desa Alang Bombon kecamatan Aek Kuasan

Senin, 17 Jun 2019 10:46Berita Sumut

Lebih dari 20 Kali Beraksi, Pelaku Curanmor di Wilkum Polrestabes Medan Ini Berakhir di Bui

Tim Pegasus Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan meringkus seorang pria yang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kerap beraksi di sejumlah wiayah di Kota Medan. Diketahui, pelaku bernama Vander Saragih (18) ini sudah beraksi lebih dari

Senin, 17 Jun 2019 09:42Berita Sumut

Komunal Primitif Percussion USU Sukses Pukau Pengunjung TCWMF 2019

Komunal Primitif Percussion salah satu kelompok musik yang tampil dalam gelaran Toba Caldera World Music Festival (TCWMF) 2019 di Bukit Singgolom, Desa Lintong Nihuta, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba Samosir berhasil memukau para pengunjung. Komunal Pr

Senin, 17 Jun 2019 09:23Internasional

Konser Reuni Spice Girls, Boikot Kylie Minogue Gantikan Victoria

Sukses digelar di Inggris, konser reuni Spice Girls yang diadakan tanpa Victoria Beckham itu akan berlanjut ke Australia tahun depan. Mel B pun menegaskan, Spice Girls akan tetap tampil berempat yang menutup kemungkinan bagi artis lokal untuk menggantikan

Senin, 17 Jun 2019 08:45Bola

Gelandang Barcelona ini Jadi Rebutan 3 Klub Besar Dunia

Gelandang Barceona, Philippe Coutinho, memiliki kampanye yang buruk pada musim 2018-2019

Senin, 17 Jun 2019 08:30Ekonomi

Bali United Lepas 2 Miliar Saham

PT Bali Bintang Sejahtera akan melakukan penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO

Senin, 17 Jun 2019 08:15Lifestyle

Ingin Kenal Lebih Dekat Kampung China di Jakarta, ini Sejarahnya

Kampung China adalah hunian dan kawasan perdagangan di Cibubur, Jakarta Timur. Wilayah ini berdiri

Senin, 17 Jun 2019 08:00Bola

Harry Redknapp: Lampard Mampu Maksimalkan Potensi Pemain

Harry Redknapp meyakini Frank Lampard mampu memaksimalkan potensi pemain muda yang dimiliki Cheslea

Senin, 17 Jun 2019 07:45Lifestyle

Baru Melahirkan, Aura Kasih Beri Doa

Aktris sekaligus penyanyi Aura Kasih, diketahui baru saja melahirkan anak pertamanya pada Minggu (16/6/2019)

Senin, 17 Jun 2019 07:03Bola

Meski Rabiot Susha di Atur, Kenapa Buffon Gotot Juventus Merekrutnya

Hingga saat ini, belum ada klub lain yang benar-benar menjalin kesepakatan dengan Rabiot. Maka dari itu, penjaga gawang kawakan Italia, Gianluigi Buffon, menyarankan mantan timnya, Juventus, untuk merekrut Rabiot. Masa kontrak Adrien Rabiot bersama Paris

Senin, 17 Jun 2019 06:48Aceh

Napi Rutan Cabang Lhoksukon 73 Kabur, 20 NapiSudah di tangkap

"Jumlah yang kabur semuanya 73 orang, 20 di antaranya sudah ditangkap lagi, sementara yang lain masih dalam pengejaran,” Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Yusnal, Minggu malam (16/6/2019)

Senin, 17 Jun 2019 06:33Nasional

Sedang Menyelesaikan 'Hajat Besar', Isu Ketua MK Diganti Dimunculkan

Dalam rapat pleno yang digelar di Gedung MK Jalan Merdeka Barat, Jakarta Selatan itu, Arief menyampaikan beberapa pernyaataan. Salah satunya permintaan maafnya, apabila pada waktu menjadi ketua ada kekurangan dalam menjalankan amanah.